Waspada, Inilah Efek dan Dampak Negatif Kekurangan Gizi

Kekurangan gizi adalah salah satu bentuk malnutrisi yang merupakan suatu kondisi di mana diet seseorang tidak dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk memenuhi keseimbangan nutrisi yang tepat agar tubuh dapat tumbuh dan berfungsi dengan sehat dan optimal. Kekurangan gizi  dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti pertumbuhan menjadi  terhambat, timbulnya gangguan atau masalah pada mata, diabetes dan penyakit jantung.

Kekurangan gizi juga diketahui telah mempengaruhi miliaran orang di seluruh dunia. Beberapa populasi di dunia memiliki  tingkat risiko yang tinggi untuk terkena jenis malnutrisi tertentu. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor seperti lingkungan, gaya hidup, dan sumber daya mereka.

Jenis atau Bentuk Kekurangan Gizi

Kekurangan gizi memiliki 4 bentuk umum, di antaranya yaitu bentuk umum dari kekurangan gizi yaitu wasting, stunting, underweight, dan defisiensi vitamin dan mineral. Kekurangan gizi dapat membuat tubuh anak-anak menjadi jauh lebih rentan terkena penyakit dan kematian.

Sedangkan jika kondisi berat badan anak menjadi menurun, sangat kurang, atau bahkan berada di bawah garis normal, hal ini disebut dengan wasting. Biasanya anak yang mengalami wasting akan menunjukkan penurunan berat badan dan parah, karena tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan dan/atau mereka mengidap penyakit menular, seperti diare, yang membuat tubuh mereka menjadi kehilangan berat badan. Seorang anak kecil yang sedang atau sangat kurus juga memiliki peningkatan risiko kematian, tetapi pengobatan masih mungkin dilakukan.

Stunting sendiri merupakan masalah gizi kronis yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Kondisi stunting dapat disebabkan karena kekurangan gizi yang kronis atau berulang, biasanya terkait dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah atau buruk, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, sering sakit, dan/atau pemberian makan dan perawatan bayi dan anak yang tidak tepat di fase awal kehidupan. Stunting dapat menyebabkan anak-anak terhambat untuk mencapai potensi fisik dan kognitif mereka.

Anak-anak dengan berat badan yang rendah untuk usia dikenal sebagai kurus. Seorang anak yang kekurangan berat badan mungkin pertumbuhannya juga akan terhambat, kurus, atau keduanya.

Dampak Kekurangan Gizi

Malnutrisi atau kekurangan gizi dapat menyebabkan perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan yang kronis. Kekurangan gizi memiliki efek jangka panjang seperti meningkatnya risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan lewat satu penelitian yang dilakukan pada 50 remaja di Brazil menemukan bahwa anak laki-laki yang mengalami pertumbuhan terhambat diakibatkan karena kekurangan gizi di awal kehidupannya yang hanya memperoleh massa lemak 5% lebih banyak selama tiga tahun dibandingkan dengan teman sebayanya yang tidak mengalami stunting.

Penelitian tambahan juga menemukan bahwa 21% remaja dengan pertumbuhan terhambat di Brasil memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kurang dari 10% remaja tanpa kondisi stunting.

Para peneliti menduga bahwa kekurangan gizi pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan perubahan metabolisme yang dapat menyebabkan anak-anak kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit kronis di kemudian hari.

Selain kekurangan gizi, kondisi kelebihan gizi juga dapat berkontribusi pada perkembangan masalah kesehatan tertentu. Secara khusus, anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan pada lebih dari 369.000 anak-anak menemukan bahwa mereka yang mengalami obesitas lebih dari empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memiliki BMI normal. Oleh karena efek jangka panjang dari kekurangan gizi dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, maka perlu untuk dilakukan tindakan pencegahan dan mengobati kekurangan gizi sehingga dapat membantu mengurangi prevalensi kondisi kesehatan kronis khususnya pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *