5 Warna Air Ketuban Tanda Bahaya yang Harus Ibu Waspadai

5 Warna Air Ketuban Tanda Bahaya yang Harus Ibu Waspadai

Selama dalam rahim, air ketuban mengelilingi janin dan berfungsi sebagai pelindung. Air ketuban akan keluar dengan sendirinya beberapa hari sebelum persalinan. Tapi terkadang ketuban pecah sebelumnya dan mengeluarkan warna kecoklatan. 

Seperti yang diketahui, warna air ketuban yang normal adalah bening. Terkadang terdapat sedikit warna putih atau garis merah. Lalu apa arti warna air ketuban keruh dan apakah bisa membahayakan ibu maupun janin? Simak selengkapnya berikut ini. 

Dari mana air ketuban berasal?

Air ketuban terdapat dalam kantung ketuban yang menyelimuti bayi ketika di dalam rahim. Beberapa hari setelah pembuahan, cairan ketuban perlahan-lahan diproduksi dengan mengambil cairan tubuh ibu. Setelah sekitar 20 minggu kehamilan, tepat ketika saluran urin bayi mulai terbentuk dan bisa bekerja, sebagian besar cairan ketuban digantikan oleh urin bayi. Cairan ketuban juga terdiri atas nutrisi, hormon, dan antibodi untuk melawan infeksi. 

Adapun fungsi air ketuban antara lain:

  • Sebagai bantal pelindung bayi
  • Mengontrol dan menjaga suhu bayi agar tetap hangat
  • Membantu meningkatkan kemampuan pernapasan bayi, dimana bayi menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban
  • Membantu meningkatkan sistem pencernaan bayi karena bayi menelan cairan ketuban dan memprosesnya sebagai kotoran
  • Membantu meningkatkan perkembangan otot dan tulang bayi karena bayi bisa bebas bergerak
  • Menjaga tali pusar bayi agar tidak terjepit
  • Melindungi bayi dari infeksi yang mengancam
  • Dapat digunakan untuk mendiagnosis masalah kesehatan bayi

Kapan cairan ketuban keluar?

Ketuban pecah adalah salah satu tanda mendekati persalinan. Tapi ketuban juga bisa pecah sebelum 37 minggu kehamilan, kondisi ini disebut dengan ketuban pecah dini (PROM). Ketika kantung ketuban pecah, air ketuban juga ikut keluar dan bisa meningkatkan risiko persalinan prematur dan harus segera diatasi. 

Namun ini juga bisa menjadi salah satu cara bagi ibu mengetahui warna air ketuban dan kondisi kesehatan bayi. Cairan ketuban sangat penting bagi bayi, dan jika ada masalah pada air ketuban maka bisa jadi terdapat hal yang tak diinginkan yang terjadi pada bayi.

Ketuban pecah tapi air ketuban keruh, apa artinya?

Secara umum, cairan ketuban memiliki warna bening hingga kuning pucat, bisa juga disertai dengan sedikit garis merah. Cairan ketuban sedikit berbau manis atau tidak bau sama sekali, dan tidak kental. 

Ketika Anda menyadari bahwa cairan ketuban bocor dan warna cairan ketuban keruh atau menampilkan warna yang berbeda, maka itu tandanya ada masalah yang terjadi pada kehamilan Anda. 

Berikut ini 5 warna air ketuban yang harus diwaspadai beserta penyebabnya:

  • Merah terang: Keluarnya sedikit darah ketika cairan ketuban pecah adalah hal yang normal, tapi jika jumlahnya banyak bisa mengindikasikan masalah pada plasenta. 
  • Merah gelap: Air ketuban yang sedikit berwarna merah gelap merupakan tanda adanya penyakit hemolitik pada janin. Salah satu penyebabnya adalah tidak sesuainya rhesus dan golongan darah ibu dengan janinnya.
  • Coklat atau hijau: Warna air ketuban coklat atau hijau menandakan bayi telah mengeluarkan mekonium atau feses pertamanya dalam rahim. Hal ini bisa menyebabkan feses terhirup atau tertelan dan memicu masalah pernapasan pada bayi yang disebut dengan sindrom aspirasi mekonium. Tapi pada beberapa kasus, hal ini tidak mengkhawatirkan. 
  • Kuning gelap atau keemasan: Warna cairan ketuban yang berwarna kuning juga bisa berkaitan dengan penyakit hemolitik, tapi bisa juga dipengaruhi kotoran lama dalam tubuh ibu yang belum keluar.

Catatan

Warna air ketuban bisa diketahui ketika kantung ketuban pecah saat selama proses persalinan atau ketika terjadi ketuban pecah dini (PROM). Jika Anda khawatir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pemeriksaan mengenai warna air ketuban dan kondisi kesehatan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *