Tak Hanya Eritema Multiformis, Inilah Jenis Eritema Lainnya!

Eritema multiformis merupakan jenis eritema yang paling sering terjadi. Biasanya ditandai dengan muncul ruam merah berbentuk lingkaran di bawah kulit atau sering disebut juga bull’s eye pattern. Eritema multiformis biasanya menyerang anak-anak dan orang  dewasa berumur 20-40 tahun. 

eritema multiformis

Akan tetapi, ternyata terdapat beberapa jenis eritema lainnya yang gejalanya meliputi timbulnya ruam dengan berbagai macam penyebab. Tingkat keparahannya pun berbeda pula, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Berikut ini merupakan 9 jenis-jenis penyakit eritema:

  1. Eritema multiformis 

Herpes simpleks menjadi penyebab utama munculnya eritema multiformis. Sebesar 70% kejadian eritema multiformis disebabkan karena herpes simpleks. Sisanya, diakibatkan karena bakteri mycoplasma pneumoniae, infeksi virus dan bakteri lainnya, serta penggunaan obat-obatan tertentu. 

Ruam yang muncul awalnya berada di lengan dan kaki, namun dalam 24 jam ruam akan terus berkembang hingga bisa mencapai bagian leher dan wajah. Beberapa sumber menyebutkan, eritema multiformis yang parah akan mengakibatkan sindrom Steven’s Jhonson yang ditandai dengan ruam yang berubah menjadi luka dengan rasa sakit yang luar biasa serta menyebar di berbagai anggota tubuh. 

  1. Eritema nodosum

Nodul muncul di kulit berupa benjolan merah bertekstur lembut. Kebanyakan nodul muncul di anggota gerak tubuh bagian bawah. Eritema nodosum paling sering disebabkan karena infeksi bakteri streptococcus jika pada anak, serta reaksi obat, reaksi hormonal, dan penyakit radang usus jika pada orang dewasa. Eritema nodosum menyerang satu sampai lima dari 100.000 orang sehingga tergolong jarang terjadi. 

  1. Eritema marginatum

Ruam kulit dapat muncul di seluruh bagian tubuh. Ruam berawarna pucat, namun pusatnya berawarna merah muda bergaris merah gelap. Eritema marginatum disebabkan karena respon terhadap demam akibat rematik, penyakit Lyme, reaksi alergi terhadap obat-obatan, atau angiodema herediter. Ruam akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan proses penyembuhan penyakit utamanya. 

  1. Eritema toksikum

Berdasarkan American Family Physician, eritema toksikum umumnya menyerang bayi baru lahir. Sekitar 40-70% bayi mengalami penyakit ini. Terdapat benjolan yang dikelilingi bercak kemerahan dan nampak seperti “digigit kutu”. Benjolan berisi cairan dan muncul di area badan, wajah, serta telapak tangan. Penyebab pastinya belum diketahui, namun dapat hilang setelah 5-7 hari masa pengobatan.  

  1. Eritema infeksiosum

Ruam ringan muncul di wajah seperti seseorang yang baru saja “ditampar”. Penyebab eritema infeksium yaitu pravovirus dan lebih sering terjadi pada anak-anak. Gejaal lain yang mungkin timbul diantaranya demam, sakit kepala, dan pilek. Beberapa juga mengalami nyeri sendi. Ruam wajah berisiko meyebar ke leher, dada, pantat, tungkai, dan telapak kaki.

  1. Eritema palmar

Terdapat 3 penyebab utama eritema palmar, diantaranya karena kondisi hamil, alergi, serta riwayat keluarga. Ruam merah timbul di telapak tangan dan terkadang di jari-jari. Rasanya hangat, namun tidak disertai nyeri atau gatal. Tidak ada pengobatan khusus untuk eritema palmar, dokter biasanya hanya akan menyembuhkan penyakit utamanya. 

  1. Eritema kronikum migrans

Eritema kronikum migrans terjadi pada orang dengan penyakit Lyme. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 70-80% penderita Lyme mengalami eritema kronikum migrans. Lyme disebabkan karena gigitan kutu. Ruam muncul 3-30 hari setelah penderita digigit kutu. Ruam akan meluas dan membentuk bintik yang dikelilingi lingkarah merah. Meskipun sebenarnya, warna dapat bervariasi mulai dari merah muda hingga ungu tua.  

  1. Eritema Ab igne

Penyakit ini tergolong tidak umum terjadi. Eritema Ab igne disebabkan karena paparan radiasi infra merah secara berulang-ulang langsung ke kulit. Ruam berbentuk seperti jaring-jaring dan berwarna merah muda, namun terkadang  berubah menjadi ungu kemudian coklat. Biasanya, ruam dapat disertai dengan rasa gatal, terbakar, atau nyeri. 

  1. Eritema anular sentrifugum

Jenis penyakit ruam kulit langka ini ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil yang lama kelamaan akan menyebar membentuk pola melingkar seperti cincin. Beberapa kasus juga menunjukkan kemugkinan bentuknya yang tidak beraturan. Para ahli tidak yakin akan penyebab eritema anular sentrifugum, namun sejauh ini penyebabnya dipercaya berkaitan dengan infeksi jamur, virus, dan bakteri. 

Apabila muncul ruam dan bercak merah yang tidak kunjung sembuh, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Eritema juga muncul karena adanya penyakit lain sehingga dalam beberapa kasus dokter akan mengobati penyakit utamanya. Dengan demikian, gejala eritema perlahan akan menghilang dengan sendirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *