9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif
bayi & menyusui

9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif

Ketika anak menginjak usia 5 bulan, si kecil biasanya sudah mulai berbicara. Anda sebagai orang tua tentu sangat senang saat mendengar anak mengeluarkan kata pertamanya, meskipun belum jelas apa yang dia katakan. Kemudian Anda tidak sabar untuk mendengar kata selanjutnya diucapkan anak. Cara melatih anak berbicara sebenarnya butuh kesabaran dan kreativitas.

Setiap anak punya waktu tersendiri saat belajar berbicara. Ada anak yang bisa berbicara cepat, ada pula yang butuh waktu lebih lama untuk bisa mengucapkan kata-kata.

Anda memang perlu mencoba berbagai cara melatih anak berbicara. Ada beberapa tips yang dianggap efektif yang bisa dicoba.

Cara Melatih Anak Berbicara dengan Efektif

  1. Sering-sering ajak anak berbicara

Anda tak perlu menunggu usia anak cukup untuk mengajaknya berbicara. Bahkan Anda sudah bisa mengajak anak berbicara sejak si kecil baru lahir, lho. 

Meskipun anak belum bisa merespon apa yang Anda bicarakan, tapi sel di syaraf otaknya sudah bisa menangkap dan menyimpan sinyal dengan baik dalam memorinya.

Itulah kenapa pentingnya untuk sering mengajak anak berbicara sehingga kosakata yang diajarkan semakin diingat si kecil. 

  1. Membaca buku bersama

Bayi yang baru lahir tidak boleh disepelekan. Sejak kecil, biasakanlah anak untuk membaca buku bersama. Membacakan sambil memperlihatkan anak buku bergambar bisa jadi salah satu cara efektif melatih anak berbicara. Anak yang sering Anda bacakan buku sudah terbukti mampu menyerap banyak kosakata sehingga akan membantunya berbicara.

  1. Menggunakan bahasa isyarat

Anda bisa menggunakan bahasa isyarat sambil memperkenalkan kata-kata baru pada anak. Ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif melatih anak berbicara. 

Bila Anda ingin memperkenalkan kata “minum”, Anda bisa menunjukkan bahasa isyarat minum agar anak mudah mengingat kata-katanya.

  1. Ajak anak bernyanyi

Anda juga bisa mengajak anak bernyanyi. Cara ini lebih mudah dan menyenangkan dalam melatih anak berbicara. Anda juga bisa mengikuti suara dengan gerakan sekaligus. Sebab, anak-anak akan lebih mudah meniru dan mengingat kata-kata yang disertai dengan gerakan. 

  1. Jangan koreksi anak ketika berbicara

Bila anak sudah bisa mengucapkan satu-dua kata, tentu anak tak langsung tepat mengucapkannya. Lebih baik membiarkan anak berbicara terlebih dahulu, ketimbang mengoreksinya. Atau Anda bisa menjawab dengan versi yang benar dibanding mengoreksi ucapan si kecil.

  1. Ucapkan nama benda

Ketika ingin memegang atau memiliki sesuatu, anak akan menunjuk benda tersebut. Saat hal ini terjadi, Anda bisa mengucapkan nama benda yang ditunjuk oleh anak. 

Cara ini terbilang efektif untuk melatih anak berbicara. Saat masih kecil, anak memang punya rasa penasaran yang tinggi. Sehingga, inilah waktunya bagi Anda untuk memperkenalkan kosakata baru padanya.

  1. Hindari menatap gawai terlalu lama

Era teknologi seperti sekarang ini memang membuat semua orang menghabiskan banyak waktu menatap layar bahkan bisa seharian. Oleh sebab itu, jangan biarkan anak bermain gadget atau terlalu lama menonton TV karena akan membuat dia malas belajar bicara. Mereka akan asyik menonton video atau mendengarkan musik melalui layar.

  1. Biarkan anak memilih

Biarkan anak memilih apa yang ingin dilakukannya, bahkan berikan dia pilihan. Misalnya, Anda bisa menyiapkan 2 buah buku dengan gambar yang berbeda. Lalu, biarkan anak memilih sendiri buku mana yang akan dibacanya. Jika sudah dipilih, tugas Anda untuk membantu menjelaskan pada si kecil buku apa yang dipilih olehnya.

  1. Modifikasi ucapan anak

Ketika anak masih belajar bicara, anak mungkin hanya bisa menyebutkan nama bendanya saja. Misal hanya menyebut “kucing” saat melihat kucing.

Inilah waktunya bagi Anda untuk memodifikasi ucapannya. Anda bisa berkata dengan kalimat penjelasan, seperti “Itu adalah kucing berwarna kuning”. Sehingga kosakata anak pun akan bertambah. 

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait proses belajar bicara anak. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui bila ada tanda keterlambatan bicara atau adanya kondisi medis sehingga mengganggu proses belajar bicara anak.

Memang, proses tumbuh kembang masing-masing anak berbeda. Bila anak Anda belum semahir anak-anak seusianya, Anda sebenarnya tidak perlu merasa khawatir karena ini termasuk hal yang normal. Anda perlu bersabar dan terus mencoba cara melatih anak berbicara. Bila tidak ada perkembangan dalam proses belajar anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Psikologi Pendidikan untuk anak
Parenting

Psikologi Pendidikan

Setiap orang menghadapi tantangan yang berbeda. Salah satu tantangan yang sering dihadapi manusia adalah hal yang berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan dapat menentukan apakah seseorang bisa melanjutkan ke tingkat atau kelas berikutnya di sekolah atau tidak. Pendidikan juga dapat menentukan masa depan seseorang apakah mereka akan memiliki karir yang bagus atau tidak. Ada berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pendidikan, salah satunya termasuk psikologi pendidikan.

Pemahaman Tentang Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan merupakan pemahaman tentang bagaimana seseorang belajar yang meliputi proses, masalah, dan hasil yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Psikologi pendidikan tidak hanya meliputi bagaimana manusia akan belajar tentang apa yang mereka bahas, namun psikologi pendidikan juga meliputi aspek-aspek lain berupa emosional, sosial, dan kognitif yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Psikologi pendidikan juga merupakan jenis psikologi yang diterapkan secara signifikan oleh para peneliti. Salah satu orang yang berpengaruh dalam psikologi pendidikan adalah Johann Herbart.

Herbart merupakan seorang psikolog yang berasal dari Jerman yang telah meyakinkan publik bahwa seseorang yang tertarik pada sebuah topik akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil akhir dari proses belajar.

Tidak hanya itu, Herbart telah meyakinkan guru bahwa mereka sebaiknya mempertimbangkan hal-hal yang membuat murid tertarik yang disertai dengan ilmu yang sudah diterapkan sebelumnya. Dengan hal ini, guru akan paham tentang apa yang akan membuat murid tertarik dengan menerapkan metode pembelajaran tertentu.

Konsep-Konsep Psikologi Pendidikan

Setelah mengetahui gagasan Herbart, para peneliti telah mengembangkan konsep-konsep untuk mendukung psikologi pendidikan pada abad 19. Salah satu konsep yang telah diterapkan adalah tes kecerdasan atau yang lebih umum disebut sebagai tes IQ. Tes IQ yang diterapkan oleh Alfred Binet bertujuan untuk menguji logika manusia untuk menentukan jawaban yang tepat ketika mereka melakukan tes tersebut.

Sampai saat ini, tes IQ banyak digunakan di sektor pendidikan ketika calon murid ingin mencoba mendaftar di sekolah tertentu. Ada berbagai jenis pertanyaan yang diberikan kepada calon murid di dalam tes IQ, salah satu contoh pertanyaan di tes tersebut adalah menentukan gambar mana yang berbeda dengan yang lain.

Tes seperti ini menguji tidak hanya ketelitian manusia, namun juga menguji seberapa cepat mereka bisa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Jika manusia dapat menjawab pertanyaan dengan baik, mereka bisa memiliki IQ yang lebih tinggi. Tes IQ tidak hanya menentukan seberapa pintar manusia dalam menjawab pertanyaan, namun juga dapat menentukan pekerjaan seperti apa yang direkomendasikan berdasarkan hasil tes tersebut.

Sosok-Sosok Yang Berpengaruh Pada Psikologi Pendidikan

Beberapa sosok ternama yakin bahwa pendidikan itu penting, dan mereka mendukung perkembangan psikologi pendidikan. Berikut adalah sosok-sosok yang yang dapat mempengaruhi publik tentang psikologi pendidikan:

  • John Locke

John Locke merupakan filsuf asal Inggris yang menyatakan bahwa manusia lahir tanpa pengetahuan apapun dan bisa diperoleh melalui pengetahuan dan pengalaman.

  • William James

William James merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang mengemukakan bagaimana seorang guru dapat membantu murid belajar.

  • Alfred Binet

Alfred Binet merupakan psikolog asal Perancis yang mengembangkan tes IQ.

  • John Dewey

John Dewey merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang meyakinkan bahwa belajar melalui praktik merupakan hal yang penting untuk diterapkan.

  • Jean Piaget

Jean Piaget merupakan psikolog asal Swiss yang terkenal atas teorinya tentang perkembangan kognitif manusia.

  • B. F. Skinner

B. F. Skinner merupakan seorang ahli dalam perilaku manusia asal Amerika Serikat yang memperkenalkan konsep motivasi dan hukuman dalam pendidikan.