Cara Mengajari Anak Membaca Yang Menyenangkan agar Lebih Bersemangat
Parenting

Cara Mengajari Anak Membaca yang Menyenangkan agar Lebih Bersemangat

“Buatlah cara mengajari anak membaca dengan lebih menyenangkan. Terapkan berbagai strategi yang menarik dan rasakan manfaatnya bagi anak Anda.”

Ada banyak cara mengajari anak membaca yang lebih efektif dan menyenangkan. Sebab, dalam belajar membaca, penting untuk diingat bahwa anak-anak tidak hanya belajar membaca, tapi juga mereka senang untuk melakukannya. 

Orang tua harus memiliki strategi yang jitu terkait cara membuat huruf, suara, dan kata-kata sehingga menjadi menyenangkan. Itu akan menjadi metode belajar sekaligus bermain yang pastinya akan menambah semangat. 

Director of Graduate and Doctoral Reading Program at Widener University Annemarie B. memaparkan beberapa cara yang mudah terkait keterampilan literasi yang penting. Hal itu bertujuan untuk menunjang orang tua terkait cara mempelajari anak membaca agar lebih menarik.

4 Cara Buat Membaca Makin Menyenangkan

Lakukanlah berbagai strategi atau cara mengajari anak membaca dengan sesuatu yang menarik dan tidak monoton. Hal itu bertujuan untuk menggairahkan rasa semangat anak dalam belajar membaca. 

Kenalkan huruf dan suara

Pembaca awal masih menyerap gagasan bahwa huruf adalah simbol yang mewakili suara. Cara yang baik untuk memperkuat gagasan tersebut adalah memulai dengan kata yang paling dikenal. Misalnya, nama anak Anda.

Karena itu, orang tua bertugas memberikan tantangan agar anak bisa menemukan hal-hal di sekitar mereka yang dimulai dengan huruf pertama sesuai nama mereka. Saat mereka menemukan apa yang dimaksud, secara tak langsung mereka akan belajar huruf sekaligus suara sesuai huruf atau kata tersebut. 

Ikuti alurnya dalam bercerita

Apabila anak Anda tidak memahami tentang sebuah cerita, mereka menganggap bahwa membaca hanyalah sebuah tugas.

Karena itu, dengan melibatkan mereka untuk bercerita bersama, Anda bisa membantu mereka menemukan makna bacaannya. Selain itu, ajaklah anak Anda untuk melihat ilustrasi serta mengajukan pertanyaan kepada mereka apa yang terjadi dalam ilustrasi tersebut. 

Cara lainnya, para ahli menyarankan agar cara mengajari anak membaca dimulai dengan buku-buku bacaan nonfiksi seperti truk pemadam kebakaran, dinosaurus, hingga bajak laut.  

Memperkaya kata-kata

Menerapkan banyak kosakata sangat penting untuk pemahaman membaca pada anak untuk bekal kini hingga nanti. Salah satu cara mengajari anak membaca ialah dengan membacakan cerita atau sesuatu untuknya.

Tentu, pilihlah buku yang menarik dan dan unik. Dengan begitu, anak akan memperoleh pengetahuan tentang kata-kata hingga maknanya. Sesekali berhentilah membaca saat menemukan kata yang unik serta jangan terlalu berbicara mengenai kata-kata sehingga bisa menghambat alur cerita. 

Membaca Keras Tingkatkan Kefasihan

Agar benar-benar menikmati membaca, biarkan anak Anda membaca baik dalam hati maupun dengan keras. Cara mengajari anak membaca dengan metode tersebut bisa meningkatkan kefasihannya. Yakni, kemampuan anak membaca dengan lancar dan ekspresif. 

Dengan begitu, anak-anak bisa dengan lancar membaca teks yang sudah dikenal. Karena itu, Anda jangan pernah bisa saat mereka membaca buku yang sama secara berulang-ulang. 

Inilah pentingnya membaca bagi anak 

Cara mengajari anak membaca dengan benar akan membuat anak semakin cerdas dan aktif. Orang tua perlu menerapkan untuk saling berbagi cerita, berbicara, dan bernyanyi setiap hari untuk membantu perkembangan anak dalam banyak hal. 

  • Keterampilan literasi dini bisa berkembang
  • Meningkatkan imajinasi anak Anda dan merangsang rasa ingin tahu
  • Membantu mengembangkan otak anak Anda 
  • Melatih kemampuan untuk fokus atau konsentrasi
  • Meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi
  • Makin belajar menghargai buku dan cerita
  • Membantu anak untuk mempelajari perbedaan antara nyata dan pura-pura
  • Membantu anak belajar tentang dunia, budaya mereka dan budaya lainnya
  • Membantu anak untuk bisa memahami sebuah peristiwa baru atau menakutkan dan mengenal emosi yang menyertainya.
9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif
bayi & menyusui

9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif

Ketika anak menginjak usia 5 bulan, si kecil biasanya sudah mulai berbicara. Anda sebagai orang tua tentu sangat senang saat mendengar anak mengeluarkan kata pertamanya, meskipun belum jelas apa yang dia katakan. Kemudian Anda tidak sabar untuk mendengar kata selanjutnya diucapkan anak. Cara melatih anak berbicara sebenarnya butuh kesabaran dan kreativitas.

Setiap anak punya waktu tersendiri saat belajar berbicara. Ada anak yang bisa berbicara cepat, ada pula yang butuh waktu lebih lama untuk bisa mengucapkan kata-kata.

Anda memang perlu mencoba berbagai cara melatih anak berbicara. Ada beberapa tips yang dianggap efektif yang bisa dicoba.

Cara Melatih Anak Berbicara dengan Efektif

  1. Sering-sering ajak anak berbicara

Anda tak perlu menunggu usia anak cukup untuk mengajaknya berbicara. Bahkan Anda sudah bisa mengajak anak berbicara sejak si kecil baru lahir, lho. 

Meskipun anak belum bisa merespon apa yang Anda bicarakan, tapi sel di syaraf otaknya sudah bisa menangkap dan menyimpan sinyal dengan baik dalam memorinya.

Itulah kenapa pentingnya untuk sering mengajak anak berbicara sehingga kosakata yang diajarkan semakin diingat si kecil. 

  1. Membaca buku bersama

Bayi yang baru lahir tidak boleh disepelekan. Sejak kecil, biasakanlah anak untuk membaca buku bersama. Membacakan sambil memperlihatkan anak buku bergambar bisa jadi salah satu cara efektif melatih anak berbicara. Anak yang sering Anda bacakan buku sudah terbukti mampu menyerap banyak kosakata sehingga akan membantunya berbicara.

  1. Menggunakan bahasa isyarat

Anda bisa menggunakan bahasa isyarat sambil memperkenalkan kata-kata baru pada anak. Ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif melatih anak berbicara. 

Bila Anda ingin memperkenalkan kata “minum”, Anda bisa menunjukkan bahasa isyarat minum agar anak mudah mengingat kata-katanya.

  1. Ajak anak bernyanyi

Anda juga bisa mengajak anak bernyanyi. Cara ini lebih mudah dan menyenangkan dalam melatih anak berbicara. Anda juga bisa mengikuti suara dengan gerakan sekaligus. Sebab, anak-anak akan lebih mudah meniru dan mengingat kata-kata yang disertai dengan gerakan. 

  1. Jangan koreksi anak ketika berbicara

Bila anak sudah bisa mengucapkan satu-dua kata, tentu anak tak langsung tepat mengucapkannya. Lebih baik membiarkan anak berbicara terlebih dahulu, ketimbang mengoreksinya. Atau Anda bisa menjawab dengan versi yang benar dibanding mengoreksi ucapan si kecil.

  1. Ucapkan nama benda

Ketika ingin memegang atau memiliki sesuatu, anak akan menunjuk benda tersebut. Saat hal ini terjadi, Anda bisa mengucapkan nama benda yang ditunjuk oleh anak. 

Cara ini terbilang efektif untuk melatih anak berbicara. Saat masih kecil, anak memang punya rasa penasaran yang tinggi. Sehingga, inilah waktunya bagi Anda untuk memperkenalkan kosakata baru padanya.

  1. Hindari menatap gawai terlalu lama

Era teknologi seperti sekarang ini memang membuat semua orang menghabiskan banyak waktu menatap layar bahkan bisa seharian. Oleh sebab itu, jangan biarkan anak bermain gadget atau terlalu lama menonton TV karena akan membuat dia malas belajar bicara. Mereka akan asyik menonton video atau mendengarkan musik melalui layar.

  1. Biarkan anak memilih

Biarkan anak memilih apa yang ingin dilakukannya, bahkan berikan dia pilihan. Misalnya, Anda bisa menyiapkan 2 buah buku dengan gambar yang berbeda. Lalu, biarkan anak memilih sendiri buku mana yang akan dibacanya. Jika sudah dipilih, tugas Anda untuk membantu menjelaskan pada si kecil buku apa yang dipilih olehnya.

  1. Modifikasi ucapan anak

Ketika anak masih belajar bicara, anak mungkin hanya bisa menyebutkan nama bendanya saja. Misal hanya menyebut “kucing” saat melihat kucing.

Inilah waktunya bagi Anda untuk memodifikasi ucapannya. Anda bisa berkata dengan kalimat penjelasan, seperti “Itu adalah kucing berwarna kuning”. Sehingga kosakata anak pun akan bertambah. 

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait proses belajar bicara anak. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui bila ada tanda keterlambatan bicara atau adanya kondisi medis sehingga mengganggu proses belajar bicara anak.

Memang, proses tumbuh kembang masing-masing anak berbeda. Bila anak Anda belum semahir anak-anak seusianya, Anda sebenarnya tidak perlu merasa khawatir karena ini termasuk hal yang normal. Anda perlu bersabar dan terus mencoba cara melatih anak berbicara. Bila tidak ada perkembangan dalam proses belajar anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Psikologi Pendidikan untuk anak
Parenting

Psikologi Pendidikan

Setiap orang menghadapi tantangan yang berbeda. Salah satu tantangan yang sering dihadapi manusia adalah hal yang berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan dapat menentukan apakah seseorang bisa melanjutkan ke tingkat atau kelas berikutnya di sekolah atau tidak. Pendidikan juga dapat menentukan masa depan seseorang apakah mereka akan memiliki karir yang bagus atau tidak. Ada berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pendidikan, salah satunya termasuk psikologi pendidikan.

Pemahaman Tentang Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan merupakan pemahaman tentang bagaimana seseorang belajar yang meliputi proses, masalah, dan hasil yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Psikologi pendidikan tidak hanya meliputi bagaimana manusia akan belajar tentang apa yang mereka bahas, namun psikologi pendidikan juga meliputi aspek-aspek lain berupa emosional, sosial, dan kognitif yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Psikologi pendidikan juga merupakan jenis psikologi yang diterapkan secara signifikan oleh para peneliti. Salah satu orang yang berpengaruh dalam psikologi pendidikan adalah Johann Herbart.

Herbart merupakan seorang psikolog yang berasal dari Jerman yang telah meyakinkan publik bahwa seseorang yang tertarik pada sebuah topik akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil akhir dari proses belajar.

Tidak hanya itu, Herbart telah meyakinkan guru bahwa mereka sebaiknya mempertimbangkan hal-hal yang membuat murid tertarik yang disertai dengan ilmu yang sudah diterapkan sebelumnya. Dengan hal ini, guru akan paham tentang apa yang akan membuat murid tertarik dengan menerapkan metode pembelajaran tertentu.

Konsep-Konsep Psikologi Pendidikan

Setelah mengetahui gagasan Herbart, para peneliti telah mengembangkan konsep-konsep untuk mendukung psikologi pendidikan pada abad 19. Salah satu konsep yang telah diterapkan adalah tes kecerdasan atau yang lebih umum disebut sebagai tes IQ. Tes IQ yang diterapkan oleh Alfred Binet bertujuan untuk menguji logika manusia untuk menentukan jawaban yang tepat ketika mereka melakukan tes tersebut.

Sampai saat ini, tes IQ banyak digunakan di sektor pendidikan ketika calon murid ingin mencoba mendaftar di sekolah tertentu. Ada berbagai jenis pertanyaan yang diberikan kepada calon murid di dalam tes IQ, salah satu contoh pertanyaan di tes tersebut adalah menentukan gambar mana yang berbeda dengan yang lain.

Tes seperti ini menguji tidak hanya ketelitian manusia, namun juga menguji seberapa cepat mereka bisa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Jika manusia dapat menjawab pertanyaan dengan baik, mereka bisa memiliki IQ yang lebih tinggi. Tes IQ tidak hanya menentukan seberapa pintar manusia dalam menjawab pertanyaan, namun juga dapat menentukan pekerjaan seperti apa yang direkomendasikan berdasarkan hasil tes tersebut.

Sosok-Sosok Yang Berpengaruh Pada Psikologi Pendidikan

Beberapa sosok ternama yakin bahwa pendidikan itu penting, dan mereka mendukung perkembangan psikologi pendidikan. Berikut adalah sosok-sosok yang yang dapat mempengaruhi publik tentang psikologi pendidikan:

  • John Locke

John Locke merupakan filsuf asal Inggris yang menyatakan bahwa manusia lahir tanpa pengetahuan apapun dan bisa diperoleh melalui pengetahuan dan pengalaman.

  • William James

William James merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang mengemukakan bagaimana seorang guru dapat membantu murid belajar.

  • Alfred Binet

Alfred Binet merupakan psikolog asal Perancis yang mengembangkan tes IQ.

  • John Dewey

John Dewey merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang meyakinkan bahwa belajar melalui praktik merupakan hal yang penting untuk diterapkan.

  • Jean Piaget

Jean Piaget merupakan psikolog asal Swiss yang terkenal atas teorinya tentang perkembangan kognitif manusia.

  • B. F. Skinner

B. F. Skinner merupakan seorang ahli dalam perilaku manusia asal Amerika Serikat yang memperkenalkan konsep motivasi dan hukuman dalam pendidikan.