Obat

Penggunaan Obat Luka Dermazin Krim 1%

Luka bakar mengakibatkan sel-sel kulit mati. Dalam hal itu, penggunaan luka juga disarankan agar membantu menyembuhkan luka yang Anda alami. Salah satu obat luka yang direkomendasikan ialah Dermazin Krim 1%  yang mengandung silver sulfadiazine. 

Waktu yang tepat untuk penggunaan obat luka 

Sebelum menggunakan obat luka yang mengandung sulfadiazin perak, Anda harus beri tahu dokter dan apoteker Anda jika Anda alergi terhadap sulfadiazin perak, obat sulfa, atau obat lain apa pun. 

Selain itu, Anda harus memberi tahu dokter dan apoteker Anda terkait obat resep dan nonresep maupun vitamin apa yang sedang Anda pakai. Sangat penting juga untuk memberitahukan pada dokter ataupun apoteker anda terkait penyakit yang pernah Anda derita seperti penyakit hati atau ginjal.   

Tak hanya itu, apabila Anda sedang hamil ataupun menyusui, hubungi dokter Anda untuk mendapatkan konsultasi serta penanganan yang tepat dalam menggunakan obat luka tersebut. 

Jenis bekas luka bakar 

Luka bakar memang mengakibatkan sel kulit mati dan menimbulkan area tebal yang berwarna menjadi sebuah bekas luka. Ada pula jenis bekas luka yang perlu Anda ketahui. Di antaranya, bekas luka bisa kecil atau besar. Bekas luka bakar yang menutupi seluruh permukaan wajah atau tubuh Anda dapat mempengaruhi penampilan Anda.

Tak hanya itu, ada pula jenis luka bakar tingkat pertama yang dinilai sering sembuh dengan sendirinya tanpa jaringan parut. Sementara itu, luka bakar tingkat dua dan tiga terkadang meninggalkan bekas luka tersebut.

Ada pula jenis bekas luka yang perlu diketahui sebagai berikut. 

– Bekas luka hipertrofik biasanya menimbulkan warna merah atau ungu serta menonjol. Luka tersebut biasanya hangat saat disentuh dan terasa gatal.  

– Bekas luka kontraktur bisa berupa mengencangkan otot, kulit, otot, tendon, serta mempersulit Anda untuk bergerak. 

– Bekas luka keloid biasanya bisa membentuk benjolan mengkilap yang tidak berbulu pada spot luka Anda. 

Kapan harus ke dokter untuk mengobati luka bakar? 

Meskipun luka bakar tingkat pertama dan kedua biasanya tidak memerlukan perhatian medis, orang harus memantau luka bakar untuk tanda-tanda bahwa luka itu semakin parah. 

Luka bakar tingkat pertama dapat berkembang menjadi luka bakar tingkat dua. Kemungkinan, kulit Anda akan menunjukkan gejala kerusakan yang lebih setelah beberapa jam. Jika seseorang mengalami luka bakar tingkat dua yang tidak kunjung membaik harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Ada berbagai hal yang harus diperhatikan. Di antaranya, luka bakar yang menutupi area kulit yang lebih besar dari 3 inci, luka bakar di siku, lutut, atau persendian lainnya. Tak hanya itu, luka bakar yang mengenai wajah, kaki, tangan, hingga pantat pun harus diperhatikan.  

Luka bakar tingkat tiga dan empat memerlukan perhatian medis segera agar tidak mengancam keselamatan jiwa. Seseorang tidak boleh mencoba pengobatan rumahan ketika luka bakarnya parah.

Pengobatan bekas luka bakar dengan obat luka 

Perawatan untuk luka bakar bakar bergantung pada derajat serta ukuran luka bakar yang dialami. Jangan mencoba perawatan di rumah apa pun tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter Anda. 

Untuk luka bakar derajat dua, Anda perlu mengoleskan obat luka atau salep antibiotik tipis-tipis pada luka bakar untuk membantu menyembuhkannya. Selain itu, Anda haru menutupi luka bakar yang Anda alami dengan kain kasa steril yang antilengket. Hal itu bertujuan melindungi area tersebut agar tidak terkena infeksi sekaligus sebagai pemulihan kulit. 

Untuk luka bakar derajat tiga, Anda perlu mengenakan pakaian ketat dan mendukung yang disebut pakaian kompresi di atas luka bakar Anda guna membantu penyembuhan kulit Anda. Kemungkinan, Anda harus mengenakan pakaian kompresi sepanjang hari, setiap hari selama beberapa bulan. 

Dengan begitu obat luka yang anda aplikasikan pada luka yang Anda alami akan bekerja secara efektif. 

Penyimpanan dan pembuangan obat luka

Simpan obat luka ini dalam wadahnya, tertutup rapat, dan jauh dari jangkauan anak-anak. Simpanlah obat ini pada suhu kamar serta jauhkan obat ini dari panas dan kelembaban berlebih.

Bahkan, obat luka dengan kandungan tersebut harus dibuang dengan cara khusus agar terhindar dari jangkauan hewan hingga anak-anak. Terlebih, Anda tidak boleh membuang obat tersebut ke dalam toilet atau closed. Sebaliknya, cara terbaik untuk membuang obat Anda adalah melalui program pengambilan kembali obat atau konsultasikan dengan apoteker terlebih dulu. 

Penting untuk menjauhkan semua obat dari pandangan dan jangkauan anak-anak, termasuk obat luka yang satu ini. Karena itu, selalu kunci tutup pengaman dan segera letakkan obat luka di tempat yang aman. 

Obat

Pilihan Obat Alergi untuk Anda, Bantu Ringankan Gejala Alergi

Obat alergi tersedia dalam bentuk pil, sirup, inhaler, semprotan hidung, hingga obat tetes mata. Obat-obat ini sangat penting untuk membantu mengurangi reaksi alergi.

Ada berbagai macam bentuk alergi, setiap orang mungkin mengalami masalah berbeda-beda. Pasalnya, alergi sangat umum terjadi. Ada begitu banyak orang yang mengalami masalah alergi.

Alergi atau reaksi alergi terjadi ketika sistem imun tubuh Anda bereaksi terhadap sesuatu  yang seharusnya tidak mengancam kesehatan Anda. Pemicu ini disebut alergen, dapat mencakup debu, serbuk sari, bulu hewan, hingga makanan tertentu.

Reaksi alergi yang umum terjadi adalah kulit gatal-gatal, hidung tersumbat, mengi, dan ruam. Misalnya, ada banyak orang mengalami alergi bulu kucing, ada pula yang mengalami alergi makanan, misalnya terhadap kacang.

Nah reaksi alergi dimulai ketika Anda bersentuhan dengan alergen tersebut, entah terhirup, tertelan, atau menyentuh kulit Anda.

Lantas, tubuh Anda memproduksi protein yang disebut lgE. Protein ini menangkap alergen, kemudian histamin dan bahan kimia lain dilepas ke aliran darah Anda. Inilah yang menyebabkan terjadinya gejala.

Nah saat gejala muncul, Anda membutuhkan obat alergi untuk meringankan gejala tersebut.

Gejala alergi

Gejala alergi juga berbeda-beda, tergantung bagaimana proses Anda terpapar. Bisa melalui udara, makanan, atau misalnya terkena sengatan serangga. Artinya, obat alergi juga berbeda-beda.

Jika Anda memiliki alergi yang dipicu oleh sesuatu yang Anda hirup, ada beberapa gejala umum yang mungkin terjadi:

  • Mata gatal dan berair
  • Bersin-bersin
  • Hidung gatal dan berair

Lalu bagi Anda yang memiliki alergi kulit terhadap benda asing tertentu, biasanya Anda akan mengalami gatal-gatal, ruam, hingga bercak merah yang menonjol. Alergi makanan dapat menyebabkan kram perut, muntah-muntah, hingga diare.

Anda dapat mengalami gejala ringan hingga gejala berat. Sebagian besar gejala tersebut akan hilang begitu Anda tidak lagi terpapar dengan alergen.

Memilih obat alergi

Obat alergi bisa Anda dapatkan dengan bebas di apotek, tetapi ada juga beberapa obat yang memerlukan resep dokter.

Perlu Anda ketahui, secara umum tidak ada obat alergi yang dapat menyembuhkan, tetapi ada beberapa obat yang dapat membantu meringankan dan mengobati gejala yang mengganggu seperti hidung tersumbat dan pilek.

Obat-obat tersebut dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu antihistamin, dekongestan, kortikosteroid, dan beberapa lainnya.

1. Antihistamin

Antihistamin telah dipercaya selama bertahun-tahun untuk meringankan gejala alergi. Ada dalam bentuk pil, sirup, nasal spray, atau tetes mata.

Cara kerja

Ketika Anda terekspos dengan alergen, sistem kekebalan tubuh Anda akan terpicu. Reaksi imun tubuh Anda cenderung berlebihan dan akan mengeluarkan zat yang disebut histamin. Histamin menyebabkan pembesaran pembuluh darah, kemrehan, bengkak, dan gatal. Nah, antihistamin bekerja dengan cara memblokir histamin tersebut.

Efek samping

Ada beberapa obat antihistamin dapat menyebabkan kantuk, ada pula yang tidak.

Contoh obat

  • Clorphenamine
  • Hydroxyine
  • Promethazine
  • Cetrizine
  • Fexofenadine
  • Loratadine

2. Dekongestan

Dekongestan adalah obat yang dapat meredakan hidung tersumbat dan sering diresepkan bersama dengan antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi. Obat ini juga tersedia dalam bentuk nasal spray, tetes mata, dan pil.

Cara kerja

Selama terjadi reaksi alergi, jaringan di hidung Anda mungkin membengkak sebagai reaksi terhadap kontrak dengan alergen. Pembengkakan ini menghasilkan cairan dan lendir. Nah, dekongestan bekerja dengan cara mengecilkan pembengkakan jaringan hidung dan pembuluh darah tersebut. Lantas gejala hidung bengkak, tersumbat, dan ingus akan berkurang.

Efek samping

Dekongestan mungkin meningkatkan tekanan darah. Akibatnya, obat ini tidak dianjurkan untuk orang yang memiliki masalah tekanan darah atau glaukoma.

Contoh obat

  • Pseudoephedrine
  • Phenylephrine
  • Oxymetazoline

3. Kortikosteroid

Steroid diperlukan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan akibat reaksi alergi. Obat ini juga dapat membantu Anda meringankan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, dan gatal-gatal pada wajah.

Cara kerja

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan di dalam saluran hidung, sehingga dapat meredakan gejala alergi yang terjadi di hidung Anda. Steroid sangat efektif untuk mengatasi alergi, tetapi harus diminum secara teratur untuk mendapatkan efek maksimal.

Efek samping

Penggunaan steroid dalam jangka panjang mungkin menimbulkan berbagai efek samping, tergantung penggunaannya.

Contoh obat

  • Beclomethasone
  • Ciclesonide
  • Fluticasone furoate
  • Budesonide
  • Fluticasone
  • Triamcinolone
  • Dexamethasone

4. Mast Cell Stabilizers

Mast cell stabilizer dapat digunakan untuk mengatasi gejala rinitis dan alergi mata. Obat ini dapat mengatasi peradangan ringan hingga sedang. Obat ini tersedia dalam bentuk tetes mata untuk mengatasi mata merah dan semprotan hidung untuk gejala alergi hidung.

Cara kerja

Mast cell stabilizer mencegah pelepasan histamin dari mast cells. Sebagian obat ini juga memiliki efek antiinflamasi, meski tidak sebaik steroid.

Efek samping

Obat ini dapat menyebabkan berbagai reaksi efek samping seperti iritasi tenggorokan, batuk, dan ruam kulit. Obat dalam bentuk tetes mata juga dapat menyebabkan sensasi terbakar atau perih.

Contoh obat

  • Cromolyn sodium
  • Lodoxamide-tromethamine
  • Nedocromil
  • Pemirolast

5. Allergy shots

Allergy shot adalah suntikan alergi untuk membantu tubuh Anda membiasakan diri menghadapi alergen. Sebenarnya suntikan alergi tidak termasuk obat, tapi ini dapat membantu mengurangi gejala Anda.

Suntikan alergi juga biasa disebut imunoterapi. Biasanya cara ini diambil ketika obat-obatan tidak cukup untuk mengatasi reaksi alergi Anda.

Seberapa sering?

Pada awalnya, mungkin Anda perlu mendapatkan suntikan alergi dua pekan sekali selama beberapa bulan. Dosis akan meningkat, tubuh Anda membiasakan diri, dan setelahnya jarak antar suntikan bisa melebar jadi beberapa bulan sekali, bahkan hingga hitungan tahun.

Efektivitas

Secara umum, efektivitas suntikan alergi juga bergantung pada seberapa parah gejala Anda. Umumnya suntikan alergi dapat mengatasi masalah alergi terhadap sengatan lebah, serbuk sari, tungau, dan bulu hewan.

Sayangnya, suntikan alergi tidak dapat digunakan untuk mengatasi alergi makanan atau alergi terhadap obat-obatan.

Nah itu dia pilihan obat alergi yang bisa Anda coba untuk meringankan gejala alergi Anda.

Obat

Mengenal Mycoral, Obat Ampuh Atasi Infeksi Kulit

Apabila kamu memiliki infeksi pada kulit yang disebabkan jamur, seperti tinea versicolor (panu), athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan, dan kandidiasis, mycoral krim bisa membantumu dalam mengatasinya. 

Mycoral krim ini mengandung zat aktif ketoconazole. Ketoconazole adalah obat antijamur topikal (obat yang digunakan di bagian luar tubuh) yang berfungsi untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit dan selaput mukosa. Ketoconazole juga digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit yang tidak bisa diobati dengan obat topikal lain atau griseofulvin.

Ketoconazole termasuk dalam golongan obat agen antijamur imidazol. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh. Ketoconazole diketahui memiliki status sebagaimana penjelasan di bawah ini:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Makanan dapat menurunkan tingkat penyerapan obat. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah akan menurun seiring dengan peningkatan pH lambung, ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan, termasuk cairan sendi yang meradang, tendon, saliva, sebum, cerumen, empedu, feses, urine, testis, serta kulit dan jaringan lunak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan, terutama melalui feses dan urine.

Ada pula indikasi penggunaan Mycoral krim ini ketika:

  • Infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam melingkar kemerahan pada kulit badan (tinea korporis).
  • Rasa gatal di selangkangan akibat infeksi jamur (tinea cruris).
  • Infeksi jamur menular yang menyerang tubuh bagian tangan (tinea manus).
  • Infeksi jamur pada kulit kaki (tinea pedis) yang disebabkan Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis, dan Epidermophyton floccosum.
  • Panu (tinea versicolor) yang disebabkan Malassezia furfur.
  • Infeksi jamur yang disebabkan jamur Candida (kandidiasis kulit).

Untuk aturan sebelum menggunaka Mycoral krim ini, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu area kulit yang terinfeksi. Kemudian, oleskan krim secukupnya pada area tersebut. Jangan lupa mencuci tangan baik sebelum ataupun setelah mengoleskan obat.

Namun yang perlu juga digarisbawahi adalah efek samping dari penggunaan Mycoral krim, yakni iritasi, gatal, rasa terbakar, reaksi alergi lainnya yang dapat terjadi.

Berapa lama pengobatan dengan Mycoral krim?

  • Tinea korporis: 3-4 minggu
  • Tinea kruris: 2-4 minggu
  • Tinea pedis: 4-6 minggu
  • Tinea versicolor: 2-3 minggu
  • Kandidiasis kulit: 2-3 minggu

Untuk kondisi-kondisi tersebut, oleskan ketoconazole krim 2 persen sebanyak 1-2 kali sehari.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh doktermu.

Kapan perlu menghentikan penggunaan Mycoral krim dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika mengalami:

  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar
  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa
  • Pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan
  • Terjadi gangguan hati, seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, serta kulit atau mata menguning

Mycoral krim merupakan obat bebas terbatas, sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Kamu bisa mendapatkan Mycoral secara online maupun offline. Untuk Mcycoral krim 5 g, kamu cukup merogoh kocek Rp13.090. 

Penyakit

Apakah Obat Aspirin Aman untuk Mengatasi Sindrom Reye

Sindrom reye adalah penyakit cukup jarang terjadi dan tidak diketahui penyebab utamanya. Penyakit ini bisa mengakitbatkan pembengkakan pada otak dan menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Jika tidak cepat ditangani, sindrom reye bisa berdampak kematian. Gejala-gejala penyakit ini juga tidak timbul secara mendadak. Sindrom reye bisa muncul mengikuti penyakit infeksi seperti flu atau cacar air yang dialami anak atau remaja.

Biasanya kondisi yang terjadi pada anak, tampak sembuh dari flu atau cacar airnya lalu kemudian sakit lagi dengan gejala muntah berulang-ulang, merasa lemas, gelisah, bingung, mudah marah, bernafas dengan cepat dan kejang serta bisa hilang kesadaran untuk kasus yang parah. Penyakit ini memang belum diketahu penyebab pastinya, tetapi penggunaan obat Aspirin pada anak atau remaja bisa memicu timbulnya sindrom reye.

Aspirin merupakan obat pengencer darah yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah serta mengurangi risiko serangan jantung. Oleh karena itu, untuk upaya mencegah terjadinya sindrom reye, dokter sangat tidak mengajurkan pemberian aspirin untuk anak atau remaja. Jika terkena flu, demam, radang atau nyeri lebih baik memberikan obat lain seperti asetaminofen atau ibuprofen yang juga dijual bebas.

Anda bisa memberikan obat yang dijual bebas sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan aspirin. Saat membeli obat, pastikan Anda membaca labelnya karena aspirin bisa saja memiliki nama yang berbeda, seperti acetylsalicylic acid, acetylsalicylate, salicylic acid dan salicylate. Jika muncul gejala-gejala sindrom reye, anak harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan di unti perawatan intensif. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan permanen pada otak dan melindungi fungsi vital tubuh seperti pernafasan dan sirkulasi darah.

Umumnya dokter akan memberikan penanganan berupa pemberian cairan elektrolit untuk menjaga kadar garam, mineral dan glukosa darah, pemberian diuretic untuk membuat kelebihan cairan dan mengurangi pembengkakan otak, melakukan detoksifikasi ammonia dan memberikan obat aktikonvulsan untuk mencegah kejang-kejang.

Penderita sindrom reye akan menjalani perawatan selama beberapa minggu di rumah sakit sebelum sembuh total dan diperbolehkan pulang. Sebagain besar anak dan remaja yang mengalami sindrom reye mampu bertahan walaupun ada kemungkinan menderita berbagai kerusakan permanen pada otak.