breast milk
bayi & menyusui

Rekomendasi Breast milk Shells Untuk Ibu Menyusui

Breast milk  atau ASI menjadi asupan nutrisi penting untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan sebab pada usia tersebut bayi belum mendapatkan asupan nutrisi lain. Jadi, sepenuhnya masih bergantung pada breast milk

Cairan berwarna putih ini tidak hanya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk bayi, tapi juga terdiri dari 3 jenis yaitu, kolostrum, ASI transisi, dan ASI mature atau matang. Ingin tahu apa perbedaan ketiganya? Berikut ulasannya. 

Jenis-jenis Breast milk  atau ASI 

  1. Kolostrum

Pada hari pertama hingga hari ke 3 – 5 setelah melahirkan, kelenjar payudara akan mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan kental, itulah yang dinamakan dengan kolostrum. Kandungan proteinnya yang tinggi ini membuat breast milk  atau ASI jenis ini menjadi kental. Inilah yang membuat bayi merasa kenyang lebih lama meskipun jumlahnya sedikit. Tidak hanya itu, kolostrum juga mengandung zat-zat kekebalan tubuh, seperti  IgG, IgA, dan IgM yang dapat melindungi bayi yang baru lahir dari virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Pada hari ke-3 dan ke-5 produksi kolostrum ini akan berkurang dan berganti menjadi ASI Transisi. 

  1. ASI Transisi

ASI transisi ini mulai keluar di hari ke-4 hingga hari ke-10 setelah masa penyesuaian bayi dengan berbagai kandungan serta manfaat kolostrum. Berwarna putih dan bertekstur lebih cair dengan jumlah produksi yang lebih banyak dibandingkan kolostrum, ASI jenis ini memiliki kandungan lemak dan laktosa yang tinggi sementara kandungan protein dan zat kekebalan tubuh lebih rendah. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium. 

  1. ASI Mature atau Matang

    ASI mature keluar setelah hari ke-10 atau setelah masa ASI transisi selesai. ASI inilah 

yang nantinya akan dikonsumsi terus oleh anak hingga usia 2 tahun. 

Dilansir dari American Pregnancy Association, breast milk  jenis ini mengandung 90% 

air agar bayi tidak dehidrasi dan 10% sisanya mengandung karbohidrat, protein, dan 

lemak yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

ASI mature dibagi menjadi dua jenis, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk atau susu 

awal adalah air susu yang pertama kali keluar selama proses menyusui. Foremilk 

mengandung lebih banyak air, vitamin, protein, serta rendah lemak. Sementara 

hindmilk atau susu akhir adalah air susu yang keluar di akhir selama proses 

menyusui. Dibandingkan foremilk, hindmilk lebih banyak mengandung lemak yang 

bagus untuk menambah berat badan bayi. 

Baik foremilk dan hindmilk keduanya tidak bisa dipisahkan dan harus dikonsumsi 

oleh bayi, karena kandungan nutrisi pada dua jenis breast milk  tersebut sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. 

Rekomendasi Breast Milk  Shellss (Penampung ASI)

Memiliki produksi ASI yang melimpah menjadi harapan ibu menyusui, namun dilain sisi produksi ASI yang melimpah ini juga seringkali membuat pakaian ibu jadi basah dan kotor. Tidak hanya itu, permasalahan seperti iritasi pada puting dan rasa panas akibat peradangan juga kerap dialami oleh ibu menyusui.

Nah, kabar baiknya, sekarang sudah ada yang namanya breast shells yaitu perlengkapan yang dibuat khusus untuk ibu menyusui agar dapat menampung air susu sehingga pakaian ibu tetap bersih dan tidak basah serta mencegah dan melindungi puting dari gesekan baju atau bra yang dapat menyebabkan iritasi. Berikut rekomendasi breast milk  shellss untuk ibu menyusui. 

  1. MOOIMOM Breast Milk Collection Shells

Mooimom adalah sebuah brand yang menyediakan perlengkapan untuk bayi dan ibu 

hamil, melahirkan, dan menyusui. Breast milk  collection shells adalah salah satu 

produk yang disediakan brand ini.

Memiliki lapisan silikon yang lembut sehingga terasa nyaman dan aman untuk 

digunakan ibu menyusui. Breast milk ini juga dapat melindungi puting yang sedang 

sakit atau iritasi dari gesekan baju atau bra. 

Terbuat dari Food Grade Silicone dan PP, BPA FREE, Breast milk  dari Mooimom ini 

bisa tahan di suhu rendah -20ºC dan suhu tinggi 250ºC sehingga bisa 

dipanaskan/direbus dan disimpan dalam lemari es. Breast milk  collection shells ini 

dijual dengan harga Rp159.000.

  1. GABAG Kolibri Breast Milk Shellss

Berfungsi untuk menampung ASI dan melindungi puting dari gesekan, breast milk  shells dari GabaG ini terbuat dari silikon sehingga membuat puting terasa lembut dan dingin. Breast milk seharga Rp109.000 ini terbuat dari BPA Free Food Grade, jadi aman untuk digunakan oleh ibu menyusui. 

  1. Medela Breast Shellss

Produk buatan Swiss ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk ibu menyusui yang mengalami permasalahan iritasi puting, puting rata, atau baju kotor akibat air susu yang menetes. Breast milk  shells ini nyaman untuk digunakan seharian dan terlihat natural seperti tanpa menggunakan breast milk  shells. Adapun harga untuk sepasang breast milk  shells ini Rp299.000 

Sumber:

https://dinkes.kulonprogokab.go.id/detil/614/jenis-jenis-asi
https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/breastfeeding/breastfeeding-overview-copy-70904/
https://sadkes.net/jenis-jenis-asi-yang-harus-ibu-ketahui/
https://toko.sehatq.com/produk/mooimom-breastmilk-collection-shellss-penampung-asi
https://www.gabag-indonesia.com/breastmilk-shellss
https://www.tokopedia.com/murahpool/medela-breast-shellss-nipple-shield-pelindung-puting?whid=0
bayi & menyusui

Amankah Menyusui Sambil Tidur?

Bayi perlu diberi makan atau ASI pada malam hari dan banyak ibu merasa belajar menyusui sambil berbaring atau tidur membantu mereka untuk mendapatkan lebih banyak istirahat. Anda mungkin ingin memberi makan sambil berbaring di siang hari juga. Namun apakah menyusui sambil tidur aman?

Menyusui bayi Anda setiap 2 hingga 3 jam adalah kerja keras. Anda berhak istirahat, dan menyusui sambil tidur bisa membantu Anda rileks karena Anda bisa beristirahat sambil tetap terikat dan menyusui bayi Anda. Jika Anda merasa lelah, menyusui sambil tidur bisa menjadi salah satu opsi yang Anda lakukan. Namun tidur disini bukanlah memejamkan mata, melainkan tidur berbaring dan tetap terjaga.

Posisi menyusui sambil tidur disebut juga dengan posisi berbaring atau menyamping. Saat menyusui dalam posisi ini, Anda berbaring menyamping dan bayi menghadap Anda, juga berbaring ke samping. Berikut langkah menyusui sambil tidur yang aman untuk dilakukan:

  1. Letakkan bayi telentang di tengah lantai atau di tempat tidur besar. Jika Anda berada di tempat tidur, ingatlah untuk menjauhkan sprei, selimut, dan bantal dari wajah bayi untuk meminimalkan risiko.
  2. Berbaring di samping bayi Anda, dengan perut berbaris di dekat kepala bayi. Anda dapat menggunakan bantal di bawah kepala, pastikan bantal diletakkan di tempat yang tidak dapat dijangkau si kecil! (Anda juga dapat menggunakan bantal sebagai penyangga punggung atau di antara kedua kaki Anda jika itu akan membuat Anda lebih nyaman berbaring miring.)
  3. Geser si kecil ke atas sehingga hidungnya sejajar dengan puting Anda dan lengan Anda berada di atas kepalanya. Atau gendong bayi dengan punggung di sepanjang lengan Anda. (Tapi jangan sandarkan kepala bayi di lengan atas Anda.)
  4. Gulingkan bayi Anda ke samping dengan menarik pinggul atau lututnya ke dekat pinggul Anda. (Tulang belakang Anda dan tulang belakang bayi Anda mungkin membentuk huruf “V”.) Anda dapat meletakkan selimut atau bantal yang digulung di belakang punggung bayi untuk menopangnya dan mencegahnya berguling menjauh dari Anda. Dorong hidung bayi untuk menyentuh puting Anda, tetapi jangan menekan wajahnya ke payudara Anda!
  5. Usahakan memposisikan bayi sehingga telinga, bahu, dan pinggulnya sejajar. Hal ini akan membantu mereka mendapatkan susu dengan lebih mudah.
  6. Jika perlu, gunakan lengan yang tidak bertumpu di tempat tidur untuk membentuk payudara Anda dan mengarahkannya ke mulut bayi Anda. Namun, banyak bayi (terutama bayi yang lebih tua) akan menyusu dengan sendirinya.

Beberapa orang tua yang menyusui menemukan bahwa begitu payudara bagian bawah kosong, mereka dapat dengan mudah mencondongkan tubuh ke depan dan menyusui bayi mereka dari payudara atas penuh mereka. Jika Anda memilih untuk melakukan ini, pastikan untuk mengeringkan payudara bagian bawah sepenuhnya terlebih dahulu.

Kadang-kadang wanita akan menemukan bahwa payudaranya tidak mengalir sepenuhnya atau merata setelah menyusui sambil tidur dengan posisi berbaring menyamping. Kelebihan ASI di payudara Anda dapat menyebabkan pembengkakan, saluran tersumbat, mastitis, atau penurunan suplai ASI, jadi Anda harus terus waspada terhadap hal ini!

Jika payudara Anda tidak terkuras sepenuhnya, Anda harus mempertimbangkan untuk duduk untuk menyelesaikan menyusui atau memerah sedikit ASI untuk memastikan payudara Anda terkuras dengan benar.

Pastikan untuk tetap terjaga saat menyusui bayi Anda sambil tidur. Karena risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih tinggi saat berbagi ranjang, Anda sebaiknya memastikan bahwa jika mereka tertidur, bayi Anda ditempatkan di lingkungan tidur yang terpisah dan aman.