Kesehatan Wanita

9 Gangguan Kesehatan yang Ditandai dengan Haid Tidak Normal

Menstruasi atau haid adalah siklus alami wanita yang sudah dewasa. Masa menstruasi pada tiap wanita memang bisa berbeda-beda. Normalnya, periode haid wanita adalah selama 2–7 hari, sedangkan siklus menstruasi berlangsung selama 21–35 hari, dengan rata-rata umumnya selama 28 hari. 

Darah haid sedikit bisa saja terjadi akibat stres yang mendera

Namun ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai ketika Anda mengalami haid tidak normal. Bisa jadi, ini merupakan pertanda adanya gangguan atau penyakit tertentu. Berikut sejumlah gangguan kesehatan yang ditandai dengan haid tidak normal:  

1. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. Jika Anda mengalami gangguan menstruasi seperti haid tidak normal dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan, maka bisa jadi Anda menderita ini. 

Kondisi ini kerap mengalami gangguan haid berupa siklus haid yang tidak teratur atau bahkan memanjang. Ketika menderita PCOS, maka ukuran ovarium (indung telur) lebih besar karena mengandung banyak folikel sel telur yang tampak sebagai kista-kista kecil dengan diameter antara 4-9 mm. 

Dalam jangka panjang, PCOS dapat mempengaruhi kesuburan dan membuat penderitanya sulit hamil. 

2. Polip atau Fibroid pada Rahim

Gangguan kesehatan lain yang mungkin disebabkan oleh haid tidak normal yaitu polip rahim. Kondisi ini terjadi ketika pertumbuhan jaringan yang tidak normal di lapisan dinding rahim (endometrium). 

Gejala utama polip rahim adalah siklus haid yang tidak teratur. Selain itu, dapat juga muncul sejumlah gejala berikut:

  • Durasi atau volume menstruasi berlebih (menorrhagia)
  • Perdarahan dari vagina diantara dua siklus menstruasi
  • Muncul flek dan pendarahan setelah menopause
  • Perdarahan setelah berhubungan intim
  • Sulit atau tidak bisa hamil (infertilitas)

Sebagian besar polip rahim bersifat jinak, meski beberapa di antaranya dapat berkembang menjadi ganas atau kanker.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).

Endometriosis diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, atau aliran darah menstruasi yang berbalik arah.Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Sakit pada perut bagian bawah dan panggul.
  • Volume darah yang berlebihan saat menstruasi.
  • Sakit saat buang air besar atau buang air kecil.

4. Adenomiosis

Haid tidak normal bisa juga merupakan tanda Anda menderita Adenomyosis atau adenomiosis. Kondisi ini terjadi ketika lapisan permukaan rongga rahim (endometrium) tumbuh di dalam dinding otot rahim (miometrium). 

Dalam kondisi normal, seharusnya jaringan endometrium hanya melapisi permukaan rongga rahim.

Kondisi ini dapat dialami oleh wanita di semua kelompok usia, namun lebih sering terjadi di usia 40-50 tahun. Meski umumnya dianggap tidak membahayakan, adenomiosis dapat berpengaruh buruk pada kualitas hidup penderitanya. 

Adapun gejala lain yang timbul pada penderita ini yaitu: 

  • Perdarahan yang deras dan berkepanjangan saat menstruasi (menorrhagia).
  • Nyeri haid (dismenore).
  • Rasa tertekan pada perut bagian bawah atau panggul, akibat membesarnya rahim.

5. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi pada organ reproduksi wanita, seperti serviks, rahim, dan ovarium. Kondisi yang disebut sebagai radang panggul ini merupakan salah satu penyebab infeksi bakteri akibat penyakit menular seksual. 

Umumnya PID dialami oleh wanita usia 15–25 tahun yang aktif berhubungan seksual. Radang panggul tidak menimbulkan gejala sehingga sebagian penderita tidak langsung menyadarinya. 

Namun, seiring dengan perkembangan penyakit, akan muncul gejala-gejala berikut:

  • Menstruasi menjadi lebih deras dan lebih lama (menorrhagia)
  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
  • Keluar perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Mudah merasa lelah atau tidak enak badan
  • Keputihan menjadi lebih banyak, berbau tak sedap, serta berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan

Kondisi ini perlu mendapat penanganan untuk mencegah terjadinya komplikasi, seperti kehamilan di luar kandungan (ektopik) atau kemandulan (infertilitas).

6. Menorrhagia

Selama masa menstruasi, wanita umumnya mengeluarkan volume darah rata-rata 30–40 mililiter tiap bulannya. Tapi, beberapa wanita dengan haid tidak normal, bisa mengeluarkan hingga lebih dari 60 mililiter per bulan. 

Inilah yang disebut menorrhagia yaitu ketika jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi sangat banyak, sampai perlu mengganti pembalut hampir tiap jam. 

Kehilangan banyak darah akan menyebabkan tubuh kehilangan zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin. Akibatnya, berisiko mengalami anemia.

7. Amenorrhea

Amenorrhea juga termasuk salah satu gangguan kesehatan karena haid tidak normal di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 3 periode berturut-turut atau belum mendapatkan menstruasi sejak menginjak usia 15 tahun.

Kondisi ini bisa jadi pertanda dari penyakit berikut:

Gangguan pada hipotalamus (bagian otak yang mengatur regulasi hormon reproduksi).

  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Stres
  • Gangguan pada rahim
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Menopause dini. 

8. Dismenorea

Kondisi ini terjadi ketika wanita merasakan nyeri haid yang berlebihan, sehingga membuat mereka tidak mampu beraktivitas.  Nyeri haid berlebihan ini bisa menjadi indikasi dari penyakit seperti endometriosis dan fibroid.

Gejala-gejala lainnya dari dismenore adalah mual, muntah, sakit kepala, nyeri punggung, dan diare. 

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan anti inflamasi untuk mengurangi rasa sakit menstruasi.  

9.  Kanker rahim

Haid tidak normal sebagai gejala kanker rahim adalah hal yang sangat langka tetapi bisa saja terjadi. Anda bisa mendeteksi kanker rahim, jika mengalami haid tidak normal yang disertai gejala berikut: 

  • Nyeri panggul atau perut
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Nafsu makan menurun
  • Cepat merasa kenyang
  • Merasa sangat lelah
  • Pencernaan terasa tidak nyaman
  • Mengalami konstipasi
  • Perut membengkak
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri punggung
  • Berat badan turun
  • Keputihan dengan aroma dan warna abnormal

Demikian sejumlah kemungkinan yang dapat terjadi dengan tanda haid tidak normal. Apapun yang Anda alami, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat.