Tips Praktis Menghindari dan Mengatasi Penyebab Gelisah
Kesehatan Mental

Tips Praktis Menghindari dan Mengatasi Penyebab Gelisah

Tahukah Anda bahwa 4 persen dari total penduduk dunia menderita masalah kecemasan? Artinya, ada sekitar 275 juta orang yang kerap merasa cemas, gugup, dan khawatir secara berlebihan. Anda mungkin termasuk salah satu di antaranya. 

Coba tanyakan kembali, sebenarnya apa yang menjadi penyebab gelisah yang Anda alami? Tiap orang rata-rata memiliki pencetus gelisah yang berbeda. Namun untuk menghindari dan mengatasinya, sebenarnya Anda maupun orang lain bisa menggunakan cara yang sama. 

Berikut ini adalah beberapa tips praktis untuk menghindari dan mengatasi penyebab gelisah yang kerap menggelayuti Anda. Coba langkah penanganan kecemasan ini dan rasakan hidup Anda akan menjadi lebih tenang dan nyaman!

  1. Beri Waktu “Me Time”

Bisa jadi penyebab gelisah Anda adalah pekerjaan dan aktivitas harian yang menumpuk. Jalan satu-satunya untuk mengatasi masalah ini adalah memberi diri sendiri me time. Mengambil waktu sendirian dan melakukan hal yang Anda gemari akan mengikis perasaan cemas dan gugup Anda. 

  1. Atur Pernapasan 

Ketika kecemasan tiba-tiba menyergap Anda, cobalah segera mengatur pernapasan. Ambillah pernapasan dengan lebih dalam. Jangan langsung embuskan semuanya. Embuskan napas yang Anda tarik tersebut secara perlahan. Teknik pernapasan ini akan membantu Anda untuk memusatkan pikiran ke hal-hal yang lebih positif. 

  1. Hindari Kafein

Beberapa orang lebih memilih menyesap kopi ketika rasa cemas mulai datang. Padahal, kafein pada kopi justru bisa menjadi penyebab gelisah yang lebih parah. Sebaiknya, Anda menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein apabila termasuk mudah mengalami gelisah. Tentunya 1-2 gelas kopi dengan susu yang tengah populer saat ini pun tidak disarankan untuk diminum. 

  1. Pakai Parfum 

Cara ini mungkin terkesan sepele, namun percayalah akan cukup ampuh mengusir rasa gelisah dan cemas yang Anda alami. Anda bisa menggunakan parfum dengan wangi tertentu tiap beberapa waktu sekali. Pemakaian parfum bisa ditambahkan ketika Anda merasa gelisah. Wangi-wangi parfum, khususnya yang beraroma melati, lavender, dan vanilla nyatanya mampu membuat pikiran Anda lebih rileks. 

  1. Menulis 

Menulislah karena kegiatan ini bisa membantu Anda mengeksplorasi perasaan sehingga rasa khawatir dan gelisah bisa dikesampingkan. Jangan takut tidak bisa menulis sebab siapapun sebenarnya dapat melakukan kegiatan ini. Anda jangan membayangkan menulis untuk mengatasi penyebab gelisah haruslah bersifat rumit dan menarik dibaca. Anda cukup menulis seperti saat menulis buku harian biasa.

  1. Jauhi Alkohol

Minuman beralkohol sering dianggap mampu membuat seseorang dengan rasa gelisah dan cemas menjadi lebih tenang. Namun, efek tenang dari mengonsumsi minuman beralkohol nyatanya hanya bersifat jangka pendek. Setelah efek tersebut hilang, Anda justru bisa merasakan perasaan gelisah yang lebih parah. 

  1. Berolahraga 

Anda mungkin tiba-tiba merasa cemas tanpa mengetahui penyebab gelisah tersebut. Bisa jadi kegelisahan itu muncul karena penumpukan adrenalin di dalam tubuh. Untuk mengatasinya, lakukanlah olahraga apapun! Berjalan kaki sekalipun bisa menjadi cara mengurangi rasa gelisah yang tengah melingkupi Anda. 

  1. Menonton Komedi

Kegelisahan tentu harus dilawan dengan hal-hal yang dapat membuat Anda riang dan tertawa. Anda bisa memilih menonton video komedi favorit Anda untuk bisa menghadirkan tawa tersebut. Awalnya, Anda mungkin belum terlalu mampu lepas tertawa. Namun lama-kelamaan, rasa gelisah akan berkurang dan berganti dengan riuh tawa karena komedi yang Anda saksikan. 

***

Banyak cara menghindari dan mengatasi penyebab gelisah. Caranya pun tidak sulit dilakukan, seperti tips di atas. Anda yang menjadi penentunya, ma uterus dilingkupi gelisah atau keluar dari kondisi tersebut dengan tips praktis ini!

Olahraga

Teknik Mengangkat Kaki ke Tembok Agar Bermanfaat

Salah satu latihan relaksasi yang bagus dilakukan sebelum atau sesudah melakukan yoga adalah mengangkat kaki ke tembok. Aktivitas ini juga bisa dilakukan ketika seseorang terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-hari dan tidak sempat untuk berolahraga. Tak perlu ke gym untuk berolahraga menyehatkan tubuh atau menggunakan peralatan mahal untuk olahraga optimal.

Tak hanya memberi efek relaksasi, kaki yang diangkat ke tembok juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski demikian, manfaat aktivitas ini baru bisa didapatkan jika seseorang melakukan gerakan tersebut dengan benar dan tidak secara berlebihan ketika dilakukan karena efek yang ditimbulkan bisa berbeda.

Tips Mengangkat Kaki ke Tembok

Untuk mendapatkan manfaat dari gerakan ini dan tubuh merasakan dampaknya, perlu dilakukan dengan benar. Teknik yang benar harus dilakukan karena jika caranya salah maka bisa bisa menimbulkan sejumlah risiko yang berdampak pada kesehatan. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan.

  • Baringkan tubuh di atas matras atau lantai, posisikan pinggul hingga bahu sedekat mungkin dengan tembok.
  • Putar tubuh hingga kaki naik dan menempel ke tembok, jaga jarak bokong sedekat mungkin dengan tembok. 
  • Dalam posisi membentuk sudut 90 derajat, meluruskan kedua kaki dan pastikan kedua kaki berada dalam keadaan nyaman dan tidak tegang.
  • Sejajarkan bahu dengan pinggul, jangan lupa untuk menjaga supaya posisi punggung tetap netral hingga merasakan lekukan pada punggung bagian bawah dan belakang leher.
  • Lemaskan bahu dan jauhkan dari telinga, taruh kedua lengan agar menempel di lantai dengan posisi telapak tangan bebas menghadap ke atas maupun ke bawah.
  • Seimbangkan berat badan dari sisi ke sisi, lalu berbaring dengan rileks dan melakukan pernapasan dalam, setelah itu melepaskan ketegangan pada kaki dan pinggul.
  • Jika sudah selesai, tekuk kaki dengan cara mendekatkan lutut ke arah dada, kembalikan tubuh ke posisi semula dan mulai berdiri secara perlahan.

Kesalahan dalam Mengangkat Kaki

Terdapat beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan oleh orang yang melakukan gerakan ini, jangan disepelekan karena kesalahan ini bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah menahan napas dalam waktu yang cukup lama, meskipun gerakan ini memang bisa menerapkan teknik pernapasan dalam.

Pernapasan dalam melakukan gerakan ini dilakukan secara sadar dan bisa meningkatkan efek relaksasi dari gerakan ini. Kesalahan kedua adalah sering asal mengangkat maupun menurunkan kaki dari tembok, kebiasaan ini meningkatkan risiko mengalami cedera. Ketika mengangkat dan menurunkan kaki dari tembok, lakukan secara perlahan dan pastikan tubuh tidak terpelintir.

Berlama Lama Mengangkat Kaki ke Tembok

Waktu yang lama disarankan untuk mengangkat kaki ini tidak lebih dari 20 menit, jika terlalu lama melakukan gerakan ini kemungkinan besar seseorang yang melakukannya akan merasa kesemutan pada tungkai dan kaki. Masalah ini bisa diatasi dengan menekuk lutut ke dada sebelum menyelesaikan gerakan ini.

Selain itu juga bisa dengan menggoyangkan kaki, tujuannya merangsang sirkulasi pada kaki selain itu jika merasakan sakit pada punggung ketika mengangkat kaki dan menempelkan ke tembok segera hentikan gerakan ini. Jika tak kunjung membaik segera konsultasikan ke dokter atau periksakan ke rumah sakit.

Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari gerakan ini bisa diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga lain secara rutin. Meskipun tidak ada salahnya untuk memulai gerakan sederhana untuk bisa langsung dilakukan.