Mie Dan Pasta, Apakah Baik Untuk Kesehatan?
Hidip Sehat

Mie Dan Pasta, Apakah Baik Untuk Kesehatan?

Mie dan pasta termasuk dalam makanan instan yang menjadi favorit masyarakat, mungkin Anda salah satu yang menyukainya. Meski menjadi favorit, mie dan pasta tidak terlalu baik jika terlalu sering dikonsumsi. Keduanya memiliki potensi yang tidak baik untuk kesehatan jika sering mengonsumsinya. 

Mie dan pasta seringkali dianggap sama, meski begitu keduanya sangat berbeda terutama mengenai kandungan gizi yang ada di dalamnya. Baik mie dan pasta sebetulnya tidak begitu mengganggu kesehatan jika dikonsumsi dengan takaran yang tepat. Nah berikut ini perbedaan antara mie dan pasta.

  1. Kalori

Dari segi kalori, mie dan pasta tidak berbeda satu sama lain. Mie putih mengandung 96 kalori per ½ mangkuk, sedangkan mie telur dan pasta mengandung 111 kalori per ½ mangkuk. Jadi dapat dikatakan bahwa keduanya memiliki jumlah kalori yang hampir sama. 

  1. Lemak

Dari segi kandungan lemak, pasta memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dari mie, tetapi mayoritas lemak yang ada di dalam pasta adalah lemah tidak jenuh.

  1. Protein

Pasta memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada mie. Pasta mengandung 4 gram protein dalam setiap ½ mangkuk, sementara mie putih hanya mengandung 0.8 gram protein tiap ½ mangkuk dan mie kuning mengandung protein 3.7 gram setiap ½ mangkuk.

  1. Serat

Begitu pula dari segi kandungan serat, pasta memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada mie (pasta mengandung 1.3 gram serat dan mie putih mengandung 0.9 gram serat tiap ½ mangkuk). 

  1. Vitamin

Secara umum, pasta memiliki kandungan mikronutrien yang lebih lengkap dibandingkan mie karena biasanya diperkaya dengan beberapa jenis vitamin dan mineral. Pasta mengandung 83 mcg asam folat, sementara mie hanya mengandung 3 mcg asam folat dalam ½ mangkuk. Dari segi vitamin B, pasta memiliki kadar vitamin B 10 kali lipat lebih tinggi dari mie.

  1. Mineral

Secara umum, pasta juga memiliki kadar mineral yang lebih tinggi dari mie. Pasta mengandung kadar zat besi 8 kali lebih tinggi dari mie. Mikronutrien lain seperti kalsium, magnesium, fosfor, potasium, dan zink juga lebih banyak terdapat dalam pasta dibandingkan mie.

Secara umum pasta terlihat lebih baik dan sehat daripada mie. Akan tetapi Anda juga tidak boleh mengonsumsi pasta secara berlebihan. Nantinya akan timbul beberapa masalah kesehatan akibat terlalu sering mengonsumsi pasta.

  1. Tingkatkan risiko penyakit jantung

Mengonsumsi pasta yang melalui proses rafinasi membuatnya tinggi karbohidrat. Dalam sebuah studi yang melibatkan 117.366 orang, mereka yang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat terbukti lebih berisiko menderita penyakit jantung. Tidak hanya itu, studi lain menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti pasta membuat lingkar pinggang kian lebar. Hal ini juga berpengaruh terhadap tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga resistensi insulin seseorang.

  1. Tinggi kalori, rendah serat

Bagi orang yang sedang menjaga berat badan, sebaiknya jangan pilih pasta yang tinggi karbohidrat. Dalam satu porsi sajian pasta, kandungan kalorinya bisa mencapai 220. Sementara kadar seratnya sangat rendah yaitu 2,5 gram. Itulah mengapa orang yang mengonsumsi pasta bisa merasa lapar tidak lama setelah menghabiskan seporsi pasta dengan topping sesuai seleranya. Rendahnya kadar serat membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Akibatnya, risiko mengonsumsi terlalu banyak kalori pun menghantui.

  1. Tingkatkan kadar gula darah

Sebagai salah satu makanan Italia yang tinggi karbohidrat, mengonsumsi pasta bisa menyebabkan kadar gula darah melejit. Ini terjadi karena saat masuk ke aliran darah, karbohidrat dipecah dengan cepat menjadi glukosa. Jangan heran jika kemudian pasta yang dicerna dengan cepat ini mengakibatkan lonjakan gula darah. Penderita diabetes atau sindrom metabolik sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, termasuk pasta. Sebisa mungkin, konsumsi makanan yang dicerna lebih lama seperti makanan tinggi serat. Dengan demikian, penyerapan glukosa di aliran darah tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah.

Itulah beberapa fakta mengenai mie dan pasta yang harus Anda ketahui. Mie dan pasta tidak akan mengganggu kesehatan Anda dengan catatan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Mie dan pasta tetap bisa Anda konsumsi asal dengan takaran dan pengolahan yang tepat.

Hidup Sehat

Gula Cair

Mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis sudah menjadi kebiasaan bagi setiap orang, karena dapat memberikan rasa yang nyaman di lidah. Setiap hari orang mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, dan bahan gula yang digunakan juga berbeda, salah satu bahan tersebut adalah gula cair.

Gula cair adalah salah satu jenis gula yang digunakan untuk minuman bersoda. Gula cair memiliki konsentrasi tinggi dimana gula tersebut, bila dikonsumsi, tidak menimbulkan rasa kenyang, namun membuat orang ingin menambah porsi. Orang-orang justru tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi gula cair dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, gula cair memiliki ciri khas yang berbeda dengan gula pasir. Kedua jenis gula tersebut menimbulkan reaksi yang berbeda pada otak manusia.

Perbedaan lain, sebagai contoh, seseorang yang mengkonsumsi kacang-kacangan dengan jumlah kalori sebanyak 450 kalori dan orang yang mengkonsumsi minuman bersoda dengan jumlah kalori yang sama. Hasil dari perbandingan tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi minuman bersoda ingin mengkonsumsi makanan atau minuman lain.

Dengan demikian, jika orang-orang mengkonsumsi gula cair, mereka akan merasa sulit untuk mengendalikan diri untuk tidak makan atau menambah porsi dari apa yang mereka konsumsi.

Dampak Gula Cair Bagi Tubuh

Gula cair dapat memicu dampak negatif bagi tubuh. Berikut adalah dampak negatif yang terjadi pada kesehatan manusia bila manusia mengkonsumsi gula cair:

  • Naiknya berat badan

Jika manusia mengkonsumsi gula cair, maka akan berpotensi untuk mengalami kenaikan berat badan. Gula cair termasuk bahan yang mengandung gula tinggi dimana bahan tersebut dapat membuat tubuh manusia memerlukan kalori yang lebih banyak.

Tidak hanya itu, beberapa penelitian juga menemukan kaitannya antara konsumsi fruktosa secara berlebihan dengan penumpukan lemak di perut dimana masalah ini bisa menjadi salah satu indikator sindrom metabolik yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

  • Gula darah tidak terkendali

Jika manusia mengkonsumsi gula, khususnya gula cair, secara berlebihan, maka dapat memicu kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar fruktosa yang tinggi dapat menimbulkan sensitivitas insulin mereka menurun. Tugas insulin adalah mengendalikan gula di dalam darah agar manusia terhindar dari risiko diabetes tipe 2.

Gula cair dapat membuat manusia mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Sebuah penelitian yang melibatkan 300.000 orang, mereka yang mengkonsumsi 2 minuman dengan pemanis tambahan setiap hari, menunjukkan bahwa 26% responden lebih rentan terhadap diabetes tipe 2.

  • Masalah pada jantung

Gula cair juga dapat memicu gangguan pada jantung. Ketika seseorang mengkonsumsi gula cair dalam jumlah yang banyak, maka terjadi peningkatan pada molekul lemak di pembuluh darah. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga dapat memicu serangan jantung.

Cara Mengatasi Masalah Seperti Ini

Orang-orang perlu dibatasi dengan mengkonsumsi 143 kalori dari makanan yang mengandung gula cair. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap asupan gula di dalam tubuh. Sebagian orang tidak mengalami masalah jika mengkonsumsi gula cair dalam jumlah yang banyak, sebagian orang perlu membatasi jumlah asupan pada makanan yang mengandung gula, bahkan sebagian tidak ingin mengkonsumsi makanan yang mengandung gula.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, orang-orang dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi gula cair, apalagi dalam jumlah yang banyak. Mereka bisa mengkonsumsi beberapa alternatif sebagai berikut: air putih, kopi, teh herbal, dan teh hijau.

Kesimpulan

Itulah informasi tentang gula cair yang perlu Anda pahami. Anda sebaiknya menahan diri untuk tidak mengkonsumsi bahan seperti ini, apalagi dalam jumlah yang banyak. Jika Anda mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak, maka dapat memicu gangguan pada tubuh seperti serangan jantung. Jika Anda mengalami gangguan pada tubuh karena mengkonsumsi gula cair, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.