Dampak Mayonaise untuk Ibu Hamil Jadi Tanda Tanya
bayi & menyusui

Dampak Mayonaise untuk Ibu Hamil Jadi Tanda Tanya

Beberapa kudapan lezat menambahkan saus mayonaise sebagai pelengkap. Bagi orang pada umumnya, terutama bagi mereka yang suka, mayonaise ini mungkin bisa menambah cita rasa dari makanan dan aman-aman saja untuk dikonsumsi. Namun, konon para ibu hamil mesti berhati-hati. Sebab mayonaise untuk ibu hamil disebut-sebut bisa membahayakan janin, benarkah demikian?

Jawabannya bisa, ya, bisa juga tidak. Semua tergantung oleh satu faktor kunci, yakni bahan dasar yang digunakan mayonaise tersebut. Narasi mengenai bahaya mayonaise untuk ibu hamil, mungkin, datang dari kenyataan bahwa mayoritas produsen menggunakan telur mentah sebagai bahan pembuat mayonaise.

Dalam kondisi ini, posisi produsen tentu tidak salah. Pasalnya kebijakan tersebut memang sesuai dengan—katakanlah—pakem proses pembuatan mayonaise. Gampangnya, mayonaise yang baik, ya, ia yang terbuat dari kuning telur mentah tersebut. Karena lecithin dan protein di dalam kuning telur bersifat sebagai pengemulsi dan menstabilkan mayonaise, juga memastikan semua bahan menyatu dengan sempurna.

Ingat selalu bahwa mayonaise tidak berbahaya, walaupun ia dibuat dengan telur mentah. Kita harus pahami dan sepakat bahwa ibu hamil adalah kondisi tertentu yang membuat seorang perempuan “berbeda” dengan orang yang tidak hamil. Bukan mayonaise-nya yang berbahaya, tetapi kondisi ibu hamil yang tidak siap dengan kandungan bahan makanan itu sehingga jika dikonsumsi dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan tertentu.

Kuning telur mentah berbahaya bagi ibu hamil karena di sana diyakini banyak sekali terdapat bakteri salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit bawaan yang disebut Salmonellosis dan amat berpotensi membahayakan janin maupun ibu hamil itu sendiri. 

Mayonaise untuk ibu hamil yang menyebabkan penyakit ini akan menimbulkan gejala mual, muntah, demam, sakit kepala, diare, dan kram yang tak wajar. Salmonellosis juga dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti dehidrasi ekstrim, arthritis reaktif, bakteri yang menyebar di aliran darah, hingga meningitis. Adapun dampaknya pada janin bisa menyebabkan cacat perkembangan janin yang parah.

Jika melihat penjelasan di atas, berarti apakah mayonaise untuk ibu hamil aman-aman saja selama dibuat dengan telur yang telah dipasteurisasi atau melalui proses pematangan? Jawabannya juga belum tentu. Ibu hamil juga perlu memperhatikan kandungan bahan lain yang terdapat dalam mayonaise. Pasalnya, ibu hamil tetap harus memperhatikan keseimbangan gizi atau nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya selama menjalani masalah kehamilan.

Secara umum, di dalam sesendok mayonaise memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

  • Mayonaise tinggi kalori, ada 700 kilokalori di setiap 100 gram atau 94 kilokalori per 1 sendok makan mayonaise;
  • Kandungan lemak yang tinggi, sebanyak 5 mg kolesterol ada di dalam 1 sendok makan mayonaise yang lezat;
  • Mengandung hingga 125 mg sodium. Penting untuk diketahui bahwa rekomendasi garam harian yang dianjurkan sebaiknya tak melebihi 2.300 mg;
  • Protein dan beragam vitamin (vitamin A, D, E, K, B6 dan B12).

Dengan mengonsumsi mayonaise, meski dibuat dengan telur yang dipasteurisasi, ibu hamil mungkin memiliki risiko seperti:

  • Obesitas

Idealnya, orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi 2.000 kalori per hari, khusus ibu hamil ada tambahan 300 kalori per hari. Konsumsi mayonaise berlebihan, apalagi ditambah makanan tinggi kalori lain, dapat membuat berat badan melonjak dalam waktu cepat.

  • Tekanan darah tinggi

Patut diperhatikan bahwa mayonaise mengandung kadar garam tinggi, yakni hampir 50% dari rekomendasi konsumsi harian. Hal ini dapat membuat tekanan darah meningkat yang berbahaya untuk calon ibu dan janin di dalam kandungan.

  • Diabetes

Gula yang terkandung di dalam mayonaise pun tergolong tinggi. Bila dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan diabetes gestasional pada ibu hamil.

  • Membahayakan sistem imun bayi

Ibu hamil yang mengonsumsi lemak dalam jumlah tinggi dapat membahayakan sistem imun bayi. Selain itu kadar lemak yang tinggi pun akan meningkatkan risiko obesitas bayi di masa mendatang.

Dari semua penjelasan di atas, diharapkan ibu hamil dapat menyikapi dan menjawab pertanyaan mengenai keamanan mayonaise untuk dirinya dengan arif dan bijak. Tentu saja, mungkin tiap-tiap orang memiliki kondisi kesehatan dan kekuatan sistem imun yang berbeda-beda. 

Jika ingin tetap mengonsumsinya, pastikan mayonaise untuk ibu hamil itu aman. Anda bisa berkonsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu atau semacamnya. Akan tetapi, bagi Anda yang tidak ingin mengambil risiko, sebaiknya hindari bahan makanan ini.

Kehamilan

Awas “Kebobolan”, Ini Dia 8 Tanda IUD Bermasalah!

Umumnya, kasus IUD sangatlah jarang, tetapi hal ini tetap bisa terjadi, seperti IUD keluar dari tempatnya atau bahkan, lepas. Jika hal ini Anda alami, maka Anda mungkin saja harus menghilangkannya. Anda mungkin tidak menyadari tanda IUD bermasalah hingga akhirnya Anda kebobolan, alias hamil. 

Apa yang dimaksud dengan IUD?

Intrauterine device (IUD) adalah sebuah alat dari plastik berbentuk hutuf-T yang dimasukkan ke dalam rahim Anda untuk mencegah kehamilan. Terkadang, wanita menggunakan IUD untuk tujuan lain, seperti untuk mengatasi menstruasi yang berat. IUD bisa bertahan selama 3 – 12 tahun bergantung pada merk yang Anda gunakan. 

Ada dua jenis utama IUD, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mencegah sperma membuahi sel telur. IUD tembaga bekerja dengan cara mengusir sperma dari sel telur, sedangkan IUD hormonal bekerja dengan dua cara, yaitu:

  1. Mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma tidak bisa melewati dan bertemu sel telur. 
  2. Mungkin juga dengan menghentikan ovulasi atau proses pelepasan sel telur dari indung telur. 

Sayangnya, IUD hormonal tidak konsisten dalam hal ini, sehingga bukan metode yang diandalkan untuk menghentikan ovulasi. 

Selain itu, jika ternyata Anda tidak menyukai IUD atau ingin program hamil, IUD bisa dilepas kembali dengan mudah oleh bantuan dokter.

Penyebab IUD bermasalah

IUD bisa saja mengalami masalah, apabila:

  • Mengalami kontraksi rahim yang kuat selama menstruasi.
  • Memiliki rongga rahim yang kecil.
  • Kemiringan rahim yang jelas.
  • IUD dipasang oleh tenaga kesehatan yang tidak berpengalaman.

Selain itu, risiko IUD Anda bermasalah menjadi lebih tinggi apabila: 

  • Berusia di bawah 20 tahun.
  • Sedang menyusui.
  • Memasang IUD segera setelah melahirkan.

8 Tanda IUD bermasalah yang harus diwaspadai

Tujuan utama menggunakan IUD adalah mencegah kehamilan. Namun, bagaimana bila masih “kebobolan” padahal sudah pasang IUD? Untuk menyukseskan program keluarga berencana (KB) Anda, cobalah perhatikan beberapa tanda IUD bermasalah di bawah ini:

  1. Senar IUD tidak dapat dirasakan oleh jari Anda.
  2. Anda merasakan plastik IUD.
  3. Pasangan Anda pun bisa merasakan IUD yang Anda gunakan saat berhubungan seksual.
  4. Terjadi pendarahan di antara periode menstruasi.
  5. Pendarahan vagina yang berat.
  6. Mengalami kram yang melebihi saat menstruasi.
  7. Nyeri di perut bagian bawah.
  8. Mengalami keputihan yang tidak biasa.

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat menyadari tanda IUD bermasalah adalah dengan tidak memasangnya kembali sendiri. Sebaliknya, segeralah temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan dan tes untuk memastikan apakah IUD bergerak atau berpindah dari tempatnya. Dokter akan memberikan solusinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jika Anda berencana berhubungan seksual sebelum ke dokter, maka gunakanlah metode kontrasepsi cadangan. Bila perlu, Anda juga bisa menggunakan kontrasepsi darurat.

Potensi risiko IUD yang bermasalah

Meskipun jarang terjadi, tetapi bukan berarti hal ini tidak bisa menimpa Anda suatu waktu. Mengetahui risiko dan kemungkinan komplikasi saat IUD bergerak atau lepas dari posisinya dapat membantu Anda lebih waspada terhadap tanda-tanda IUD bermasalah. Adapun potensi komplikasinya adalah:

  • Perforasi rahim, yang menyebabkan terbentuknya lubang di rahim.
  • Infeksi panggul, tetapi risikonya sangat rendah.

IUD juga bisa terlepas sebagian atau seluruhnya dari rahim dan menyebabkan kehamilan terjadi. Jadi, penting untuk Anda mengetahui tanda-tanda IUD bermasalah dan tindakan yang harus Anda lakukan. Untuk berhati-hati, periksa secara berkala pembalut atau tampon Anda saat menstruasi untuk memastikan IUD Anda tidak lepas.

Uncategorized

Ciri-Ciri Hamil 1 Minggu yang Sering Tidak Disadari

ciri-ciri hamil 1 minggu setelah berhubungan intim termasuk mual, muntah, kram perut

Awal kehamilan merupakan saat-saat yang membingungkan bagi seseorang yang baru  pertama kali hamil, karena mereka akan merasakan banyak perubahan pada dirinya. Meski bisa, tetapi biasanya ciri-ciri hamil 1 minggu belum bisa terlihat atau dirasakan. 

Setiap wanita umumnya harus tahu apa saja tanda dan gejala yang muncul pada masa awal kehamilan. Pasalnya, ada beberapa tanda-tanda hamil yang muncul di awal tetapi sering tidak disadari. Ini penting, pasalnya hamil yang terdeteksi lebih dini ternyata dapat menyelamatkan ibu dan bayi dari masalah yang tidak diinginkan yang mungkin berisiko untuk nantinya.

Ada beberapa indikasi kehamilan, tetapi tidak mampu ditangkap oleh si ibu atau orang-orang di sekitarnya. Pasalnya, tanda-tanda itu kurang umum. Berikut adalah ciri-ciri hamil yang  jarang terjadi pada wanita saat masa pertama kehamilan:

  • Perasaan Tidak Stabil

Perubahan perasaan secara tiba-tiba atau lebih dikenal dengan istilah mood swing masuk ke dalam daftar tanda seseorang tengah mengalami sesuatu yang besar di dalam dirinya, termasuk kehamilan. Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh. Terkadang, Anda mungkin ceria, tapi tak berapa lama kemudian justru Anda merasa ingin marah atau menangis tersedu-sedu. Tanda-tanda hamil ini umumnya terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil.

  • Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil merupakan salah satu tanda awal kehamilan yang paling sering tidak disadari. Padahal, kondisi ini cukup umum dialami banyak wanita yang tengah hamil muda. Saat Anda hamil, perubahan hormon membuat kandung kemih jadi lebih sensitif sehingga Anda lebih sulit menahan buang air kecil. Tindakan-tindakan spontan, seperti bersin, batuk, atau tertawa juga mungkin dapat membuat Anda ngompol tanpa sadar.

  • Sembelit

Sembelit atau sulit buang air besar mungkin juga termasuk ke dalam salah satu tanda-tanda hamil. Ciri-ciri hamil muda ini muncul karena kenaikan hormon progesteron. Ketika hormon progesteron tinggi, pergerakan usus jadi lebih lambat untuk menyalurkan makanan hingga ke ujung anus. Maka feses Anda lebih sulit dikeluarkan. 

Selain sembelit, masalah perut lainnya yang juga muncul di sebagai tanda-tanda hamil adalah perut kembung dan begah. Tanda kehamilan ini bisa terjadi di minggu awal kehamilan, dan bahkan bisa berlanjut sampai beberapa bulan ke depan.

  • Mimisan atau gusi berdarah

Jika Anda tak pernah atau jarang sekali mimisan, tetapi secara tiba-tiba mengalami kondisi tersebut, cobalah diam dan berpikir sejenak. Apalagi jika itu terjadi tak lama setelah Anda dan pasangan bersanggama. Meski tak selalu terjadi, bisa saja mimisan atau gusi berdarah itu timbul sebagai ciri-ciri hamil 1 minggu.

Hal ini bisa terjadi lantaran sepanjang trimester pertama, jantung Anda bekerja lebih keras sehingga jumlah dan volume darah yang beredar di tubuh meningkat. Peningkatan jumlah dan volumenya ini termasuk yang mengalir ke hidung dan mulut. 

Lapisan dalam hidung serta bagian dalam gusi dipenuhi oleh pembuluh darah kecil yang rapuh dan rentan pecah. Aliran darah yang datang dengan deras dan secara tiba-tiba bisa menjebol dinding pembuluh hingga menyebabkannya mimisan atau gusi.

***

Biasanya para ibu sulit menentukan ciri-ciri hamil 1 minggu, karena terkadang gejalanya belum atau tidak dirasakan dan terlihat. Apalagi, tanda kehamilan tiap orang bisa berbeda-beda. Jika Anda penasaran, cobalah memastikan secara sederhana dengan testpack. Setelah itu Anda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan akan kondisi kehamilan Anda yang sebenar-benarnya.