alat kesehatan

Mengenal Ventilator Sebagai Salah Satu Alat Bantu Pernapasan

Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan seseorang. Melalui alat bantu pernapasan ini, pasien yang sulit bernapas sendiri akan dibantu untuk mendapatkan udara dan bernapas seperti orang normal. Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

Sebelumnya Buat Pesawat, PTDI Siap Produksi Ventilator Bekerja Sama dengan  ITB - Pikiran-Rakyat.com

Alat ventilator berfungsi mendorong oksigen masuk ke paru-paru pasien dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Alat ini akan dihubungkan dengan selang yang dimasukkan ke saluran napas melalui mulut atau hidung pasien. Proses medis ini disebut intubasi. Selain membantu fungsi paru-paru, sejumlah obat juga bisa dimasukkan lewat ventilator. Contohnya, obat pereda nyeri, obat penenang, obat perelekasasi otot, hingga obat tidur.

Ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memang memerlukan bantuan dari alat ventilator. Alat ventilator ini umumnya dibutuhkan pada beberapa kondisi di bawah ini.

  1. Selama operasi

Obat bius yang digunakan saat operasi dapat melumpuhkan berbagai otot tubuh pasien, termasuk otot-otot pernapasan. Hal inilah yang menyebabkan pasien tidak bisa bernapas selama menjalani operasi, sehingga membutuhkan bantuan ventilator.

  1. Pada proses pemulihan pasca operasi

Beberapa pasien mungkin tidak bisa bernapas dengan baik pascaoperasi. Misalnya karena ada cedera, infeksi, ataupun jenis gangguan tertentu pada fungsi paru-paru (seperti penyakit paru obstruktif kronis/PPOK). Pada kondisi ini, penggunaan ventilator diperlukan. Penggunaan ventilator pascaoperasi juga mungkin menjadi bagian dari proses pemulihan, contohnya pada operasi jantung. Ventilator akan terus dipasang hingga pasien sadar dan mampu mengangkat kepalanya sendiri.

  1. Ketika proses bernapas sangat sulit

Pada orang dengan penyakit paru atau gangguan saluran pernapasan tertentu, ventilator dapat dimanfaatkan. Pasalnya, pasien tidak mampu melakukan proses pernapasan dan memenuhi kebutuhan oksigen tubuh dengan baik.

Tidak hanya itu, ada beberapa penyakit atau kondisi medis yang membuat seseorang memerlukan bantuan dari ventilator. Secara umum, berikut contoh penyakit atau kondisi medis yang membutuhkan penggunaan ventilator.

  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Pingsan atau koma
  • Cedera otak
  • Overdosis obat
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Infeksi paru
  • Pneumonia
  • Polio
  • Myasthenia gravis
  • Stroke
  • Cedera sumsum tulang bagian atas

Manfaat ventilator untuk pasien

Ventilator memiliki manfaat yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan ventilator.

  • Membantu agar tubuh pasien tidak perlu bekerja keras untuk bernapas
  • Memberikan waktu bagi pasien untuk pulih dari operasi dan mampu kembali bernapas dengan baik
  • Membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida
  • Menjaga fungsi saluran napas tetap stabil dan mencegah cedera yang tidak diinginkan selama bernapas

Risiko pemakaian ventilator yang mungkin terjadi

Selain memberikan manfaat bagi pemakainya, penggunaan ventilator ini juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Risiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan ventilator.

  1. Infeksi

Infeksi merupakan risiko utama dari penggunaan ventilator. Selang pernapasan mungkin saja mengizinkan bakteri masuk ke dalam paru-paru. Masuknya bakteri bisa memicu terjadinya infeksi bakteri, seperti pneumonia dan sinusitis. Risiko ini dapat bertambah seiring lamanya durasi penggunaan ventilator.

  1. Iritasi

Selang pernapasan dalam penggunaan ventilator bisa menggesek, melukai, atau mengiritasi tenggorokan dan paru-paru pasien. Kondisi ini dapat membuat pasien sulit untuk batuk, padahal batuk mampu membantu dalam mengeluarkan debu dan zat penyebab iritasi dari paru-paru.

  1. Gangguan pita suara

Selang napas dalam penggunaan ventilator bisa melalui kotak suara (laring) pasien. Inilah mengapa pasien sulit berbicara saat menggunakan ventilator. Bila tidak hati-hati, selang napas tersebut bisa saja merusak pita suara pasien. Oleh sebab itu, pastikan pasien segera mendiskusikan kondisinya bila ia sulit bernapas atau berbicara setelah ventilator dilepas.

  1. Cedera paru

Penggunaan ventilator bisa saja menyebabkan kerusakan paru-paru. Ini dapat terjadi akibat beberapa kondisi di bawah ini selama pemasangan ventilator.

  • Tekanan pada paru-paru yang terlalu tinggi
  • Ada udara yang bocor di antara paru-paru dan dinding dada (pneumothorax)
  • Terlalu banyak oksigen dalam paru-paru (keracunan oksigen)

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui dan pahami tentang ventilator. Penggunaan ventilator sebagai alat bantu pernapasan ini tidak boleh sembarangan digunakan. Jika memang kondisi Anda sangat membutuhkan bantuan dari ventilator, segeralah berkonsultasi dengan dokter.