hand sanitizer gel
Uncategorized

Rekomendasi Hand Sanitizer Gel Terbaik dan Aman

Untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus, sebetulnya masih disarankan untuk menggunakan sabun dan air terlebih dahulu. Akan tetapi, jika dalam keadaan darurat tidak ada sabun dan air, maka Anda bisa menggunakan hand sanitizer gel berbahan dasar alkohol.

Menurut CDC, hand sanitizer gel seharusnya mengandung setidaknya 60 persen alkohol, sehingga dapat mencegah Anda terkena penyakit dan menyebarkan kuman atau bakteri dan virus. Kini, hand sanitizer gel sudah banyak dijual dengan harga yang terjangkau dan dapat kita temukan di minimarket, supermarket dan apotek.

Rekomendasi Hand Sanitizer Gel yang Terbaik Membasmi Virus dan Bakteri

Berikut rekomendasi produk hand sanitizer gel terbaik dan aman digunakan dan dapat mencegah penyebaran virus dan bakteri.

1. Softies Hand Sanitizer Gel

Hand sanitizer gel dari Softies ini merupakan pembersih tangan yang memiliki bentuk gel, dan dibuat dengan formula anti bacterial serta mengandung alkohol sebesar 70% yang diklaim efektif mampu membasmi kuman hingga 99.9%. Produk hand sanitizer gel dari Softies ini juga memiliki wangi yang lembut, oleh karena itu ketika memakainya maka akan tercium bau alkohol secara samar-samar. 

Tak hanya itu, hand sanitizer gel ini juga memiliki tekstur gel yang tidak lengket di tangan serta mudah kering ketika digunakan. Jika Anda mengalami tangan kering setelah menggunakan produk ini, maka sebaiknya gunakan pelembap ketika usai mengaplikasikan hand sanitizer gel ini. Softies Hand Sanitizer Gel memiliki dua varian ukuran yaitu 60 ml dengan harga Rp 8.000 dan 250 ml dengan harga Rp 41.200. 

2. Secret Clean Hand Sanitizer Gel 

Secret Clean Hand Sanitizer Gel adalah pembersih tangan yang memiliki komposisi bahan berupa alkohol 70% yang diklaim mampu bekerja dengan efektif untuk membunuh kuman, bakteri dan virus penyebab penyakit. Hand sanitizer berbentuk gel ini juga dipercaya aman jika digunakan untuk pemilik kulit sensitif karena tidak menimbulkan iritasi. 

Secret Clean Hand Sanitizer Gel juga mengandung ekstrak lidah buaya yang dapat membuat kulit tangan Anda tetap lembap, halus dan tidak kering. Produk ini praktis digunakan serta tidak perlu dibilas air usai mengaplikasikan di tangan. Secret Clean Hand Sanitizer Gel dibanderol dengan harga Rp 10.700 untuk ukuran 38 ml.

3. Mineral Botanica Hand Gel Sanitizer

Brand lokal Mineral Botanica juga mengeluarkan produk hand gel sanitizer yang dapat melindungi kulit tangan Anda dari bakteri, kuman dan virus. Produk ini diketahui dapat membunuh hingga 99.9% bakteri dan virus serta mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme atau bakteri. Mineral Botanica Hand Gel Sanitizer juga mengandung olive oil yang bisa membuat kulit Anda menjadi lembap. Selain itu, produk ini juga memiliki kandungan aloe vera yang dapat menenangkan dan mencegah iritasi kulit. Anda bisa mendapatkan Mineral Botanica Hand Gel Sanitizer dengan harga Rp 28.000.

4. Carex Hand Gel Sensitive

Hand sanitizer gel dari Carex ini mengandung 60% alkohol dan parfum lembut yang tidak mengandung alergen, aqua, glycerin, carbomer dan aminomethyl propanol. Carex Hand Gel Sensitive diklaim mampu membunuh kuman tanpa bilas sekaligus melindungi dan merawat kulit tangan yang sensitif. Anda bisa mendapatkan hand sanitizer gel dari Carex ini dengan harga Rp 15.000 untuk ukuran 50 ml.

5. The Body Shop Mango Hand Cleanse Gel Sanitizer

Hand sanitizer gel dari The Body Shop ini merupakan pembersih tangan yang memiliki aroma mango yang manis dan menyegarkan. Hand sanitizer gel ini juga mengandung 73% alkohol dan bahan anti bakteri yang dapat membasmi kuman dan virus. Untuk menggunakannya, cukup dengan mengaplikasikan pada tangan Anda dan biarkan mengering. Anda bisa mendapatkan hand sanitizer gel dari The Body Shop ini dengan harga Rp 79.000 untuk ukuran 60 ml.

amobiotic
Uncategorized

Alami Infeksi Bakteri? Atasi dengan Obat Amobiotic

Pernahkah Anda mendengar tentang obat Amobiotic? Obat ini adalah obat yang secara khusus ditujukan untuk penderita infeksi bakteri. Infeksi bakteri ini meliputi infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, infeksi saluran kemih, infeksi telinga tengah, dan lain sebagainya.

Anda mungkin tidak bisa mendapatkan obat ini secara bebas. Karena, untuk membelinya di apotek diperlukan resep dari dokter.

Karena itu, obat ini biasanya diberikan apabila Anda sudah melakukan konsultasi dengan dokter, dan dokter mendiagnosa Anda mengalami infeksi bakteri. 

 Amobiotic untuk infeksi bakteri

Perlu diingat, obat ini ditujukan untuk penderita infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Artinya, obat ini tidak efektif menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh hal lain, seperti virus atau jamur, meskipun merupakan antibiotik.

Tidak semua orang mengetahui perbedaan di antara infeksi bakteri dan infeksi virus. Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan keduanya: 

  • Infeksi bakteri

Bakteri merupakan mikroorganisme kecil yang terdiri dari satu sel. Ada banyak variasi, jenis, dan ragam dari bakteri. 

Tidak semua bakteri menyebabkan penyakit seperti infeksi. Di dalam tubuh manusia pun ada bakteri yang memang sudah ada dengan sendirinya. 

Namun, ada juga beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Bakteri yang sejenis ini disebut dengan patogen. 

  • Infeksi virus

Berbeda dengan bakteri, virus adalah mikroorganisme yang serupa dengan bakteri, namun bersifat parasit. Virus tidak bisa tumbuh dan bertahan hidup tanpa bergantung pada sel atau jaringan hidup tertentu.

Virus bisa menyerang bagian dalam tubuh Anda dan berkembang biak. Salah satu kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus adalah flu.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa infeksi bakteri dan virus adalah dua hal yang berbeda. Anda hanya bisa mengandalkan Amobiotic untuk mengobati kondisi Anda apabila infeksi yang diderita adalah infeksi bakteri. 

Pengobatan untuk infeksi bakteri

Ada berbagai metode yang bisa dilakukan sebagai cara mengobati infeksi bakteri. Namun, perlu diketahui bahwa metode pengobatan yang dipilih akan didasarkan pada berbagai pertimbangan.

Ada beberapa faktor yang dijadikan dasar dalam menentukan jenis pengobatan untuk infeksi bakteri. Faktor-faktor tersebut antara lain: 

  • Riwayat penggunaan obat antibiotik di masa lalu
  • Riwayat medis penderita dan kondisi medis lainnya yang diderita
  • Jenis, tingkat keparahan, dan lokasi infeksi
  • Karakteristik spesies bakteri yang menyebabkan infeksi
  • Jenis alergi yang dimiliki oleh sang penderita

Hal-hal yang sudah disebutkan di atas akan dipertimbangkan ketika dokter memilih metode pengobatan untuk infeksi bakteri yang Anda alami. Ketika meresepkan Amobiotic pun, dokter pasti juga akan menanyakan mengenal hal-hal di atas kepada Anda. 

Beberapa jenis bakteri mungkin kebal terhadap kandungan tertentu pada antibiotik. Karena itu, perlu diketahui seperti apa karakteristik dari bakteri yang menyebabkan infeksi Anda. 

Infeksi yang diatasi oleh Amobiotic

Ada beberapa jenis kondisi medis yang bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Namun, tidak semua jenis infeksi bisa diatasi oleh Amobiotic.

Secara khusus, obat ini efektif untuk menyembuhkan infeksi bakteri yang meliputi:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas
  • Infeksi telinga bagian tengah
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak seperti cellulitis
  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah

Jika dokter mendiagnosa Anda mengalami kondisi di atas, maka bisa saja Anda diresepkan obat Amobiotic. Gunakanlah sesuai anjuran dari dokter untuk hasil yang maksimal.

Gonore dan Perawatan Ceftriaxone
Obat

Gonore dan Perawatan Ceftriaxone

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan seksual oral, anal, dan vaginal yang tidak menggunakan pengaman. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat pada tahun 2017 dilaporkan ada lebih dari 500 ribu kasus gonore. Infeksi menular seksual ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius apabila tidak dirawat, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Kebanyakan kasus penyakit gonore dapat diobati dengan obat-obatan seperti ceftriaxone dan perawatan segera. 

Perawatan penyakit gonore

Antibiotik dapat mengatasi gejala dan menyembuhkan infeksi penyakit gonore selama obat tersebut diminum sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Perawatan akan dimulai setelah diagnosa dibuat. 

  • Gonore kelamin

Bagi wanita yang tidak sedang hamil namun menderita infeksi gonore yang memengaruhi serviks, uretra, dan rahim, CDC merekomendasikan penggunaan obat-obatan seperti ceftriaxone 250 mg yang disuntikkan ke otot dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Apabila ceftriaxone tidak tersedia, perawatan alternatif yang direkomendasikan adalah cefixime 400 mg diminum dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Ceftriaxone dan cefixime keduanya masuk ke dalam kelas antibiotik yang dikenal dengan sebutan cephalosporin. 

  • Gonore oral

Infeksi gonore yang menyerang tenggorokan lebih sulit diobati dibandingkan dengan gonore yang ada di daerah kelamin. Meskipun obat-obatan yang sama direkomendasikan untuk merawat infeksi gonore oral, obat tersebut biasanya kurang efektif. Dokter dapat melakukan kultur tenggorokan 5 hingga 7 hari setelah perawatan dimulai. Prosedur ini dapat membantu menentukan apakah infeksi benar-benar hilang. Perawatan jangka panjang dibutuhkan apabila infeksi tidak sembuh setelah beberapa hari. 

Perawatan disseminated gonorrhoea 

Disseminated gonorrhoea adalah sebuah komplikasi langka yang terjadi ketika N. gonorrhoeae menginfeksi aliran darah. Orang-orang dengan kondisi ini perlu mendapatkan rawat inap di rumah sakit pada fase pertama perawatan mereka. Pasien juga perlu mengunjungi ahli penyakit menular. 

  • Gonococcal arthritis

Bagi mereka yang terinfeksi gonococcal arthritis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1 gram yang disuntikkan ke otot atau diberikan secara intravena setiap 24 jam dan azithromycin 1 gram yang diminum dalam sekali dosis. Apabila seseorang tidak bisa menggunakan ceftriaxone yang mungkin disebabkan karena alergi obat, mereka dapat diberi cefotaxime dan ceftizoxime masing-masing dalam dosis 1 gram dan diberikan secara intravena setiap 8 jam. Fase pertama terus berlanjut hingga kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik selama 24 hingga 48 jam. Pada fase kedua, apabila kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik, pengobatan pasien akan diganti dengan antibiotik oral dengan waktu perawatan total sekitar 1 minggu. 

  • Gonococcal meningitis dan endocarditis

Orang yang menderita gonococcal meningitis dan endocarditis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1-2 gram secara intravena setiap 12-24 jam dan azithromycin 1 gram diminum dalam satu dosis. Perawatan meningitis membutuhkan waktu sekitar 10 hari, sementara perawatan endocarditis setidaknya 4 minggu. 

Sama seperti obat-obatan lainnya, ceftriaxone dan antibiotik lainnya dapat menyebabkan efek samping, seperti perubahan bakteri yang biasanya hidup di usus atau vagina. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena diare dan infeksi jamur vagina. Beberapa efek samping lain di antaranya adalah sakit perut, ruam, reaksi alergi, dan kerusakan ginjal.