breast milk
bayi & menyusui

Rekomendasi Breast milk Shells Untuk Ibu Menyusui

Breast milk  atau ASI menjadi asupan nutrisi penting untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan sebab pada usia tersebut bayi belum mendapatkan asupan nutrisi lain. Jadi, sepenuhnya masih bergantung pada breast milk

Cairan berwarna putih ini tidak hanya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk bayi, tapi juga terdiri dari 3 jenis yaitu, kolostrum, ASI transisi, dan ASI mature atau matang. Ingin tahu apa perbedaan ketiganya? Berikut ulasannya. 

Jenis-jenis Breast milk  atau ASI 

  1. Kolostrum

Pada hari pertama hingga hari ke 3 – 5 setelah melahirkan, kelenjar payudara akan mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan kental, itulah yang dinamakan dengan kolostrum. Kandungan proteinnya yang tinggi ini membuat breast milk  atau ASI jenis ini menjadi kental. Inilah yang membuat bayi merasa kenyang lebih lama meskipun jumlahnya sedikit. Tidak hanya itu, kolostrum juga mengandung zat-zat kekebalan tubuh, seperti  IgG, IgA, dan IgM yang dapat melindungi bayi yang baru lahir dari virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. 

Pada hari ke-3 dan ke-5 produksi kolostrum ini akan berkurang dan berganti menjadi ASI Transisi. 

  1. ASI Transisi

ASI transisi ini mulai keluar di hari ke-4 hingga hari ke-10 setelah masa penyesuaian bayi dengan berbagai kandungan serta manfaat kolostrum. Berwarna putih dan bertekstur lebih cair dengan jumlah produksi yang lebih banyak dibandingkan kolostrum, ASI jenis ini memiliki kandungan lemak dan laktosa yang tinggi sementara kandungan protein dan zat kekebalan tubuh lebih rendah. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium. 

  1. ASI Mature atau Matang

    ASI mature keluar setelah hari ke-10 atau setelah masa ASI transisi selesai. ASI inilah 

yang nantinya akan dikonsumsi terus oleh anak hingga usia 2 tahun. 

Dilansir dari American Pregnancy Association, breast milk  jenis ini mengandung 90% 

air agar bayi tidak dehidrasi dan 10% sisanya mengandung karbohidrat, protein, dan 

lemak yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

ASI mature dibagi menjadi dua jenis, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk atau susu 

awal adalah air susu yang pertama kali keluar selama proses menyusui. Foremilk 

mengandung lebih banyak air, vitamin, protein, serta rendah lemak. Sementara 

hindmilk atau susu akhir adalah air susu yang keluar di akhir selama proses 

menyusui. Dibandingkan foremilk, hindmilk lebih banyak mengandung lemak yang 

bagus untuk menambah berat badan bayi. 

Baik foremilk dan hindmilk keduanya tidak bisa dipisahkan dan harus dikonsumsi 

oleh bayi, karena kandungan nutrisi pada dua jenis breast milk  tersebut sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. 

Rekomendasi Breast Milk  Shellss (Penampung ASI)

Memiliki produksi ASI yang melimpah menjadi harapan ibu menyusui, namun dilain sisi produksi ASI yang melimpah ini juga seringkali membuat pakaian ibu jadi basah dan kotor. Tidak hanya itu, permasalahan seperti iritasi pada puting dan rasa panas akibat peradangan juga kerap dialami oleh ibu menyusui.

Nah, kabar baiknya, sekarang sudah ada yang namanya breast shells yaitu perlengkapan yang dibuat khusus untuk ibu menyusui agar dapat menampung air susu sehingga pakaian ibu tetap bersih dan tidak basah serta mencegah dan melindungi puting dari gesekan baju atau bra yang dapat menyebabkan iritasi. Berikut rekomendasi breast milk  shellss untuk ibu menyusui. 

  1. MOOIMOM Breast Milk Collection Shells

Mooimom adalah sebuah brand yang menyediakan perlengkapan untuk bayi dan ibu 

hamil, melahirkan, dan menyusui. Breast milk  collection shells adalah salah satu 

produk yang disediakan brand ini.

Memiliki lapisan silikon yang lembut sehingga terasa nyaman dan aman untuk 

digunakan ibu menyusui. Breast milk ini juga dapat melindungi puting yang sedang 

sakit atau iritasi dari gesekan baju atau bra. 

Terbuat dari Food Grade Silicone dan PP, BPA FREE, Breast milk  dari Mooimom ini 

bisa tahan di suhu rendah -20ºC dan suhu tinggi 250ºC sehingga bisa 

dipanaskan/direbus dan disimpan dalam lemari es. Breast milk  collection shells ini 

dijual dengan harga Rp159.000.

  1. GABAG Kolibri Breast Milk Shellss

Berfungsi untuk menampung ASI dan melindungi puting dari gesekan, breast milk  shells dari GabaG ini terbuat dari silikon sehingga membuat puting terasa lembut dan dingin. Breast milk seharga Rp109.000 ini terbuat dari BPA Free Food Grade, jadi aman untuk digunakan oleh ibu menyusui. 

  1. Medela Breast Shellss

Produk buatan Swiss ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk ibu menyusui yang mengalami permasalahan iritasi puting, puting rata, atau baju kotor akibat air susu yang menetes. Breast milk  shells ini nyaman untuk digunakan seharian dan terlihat natural seperti tanpa menggunakan breast milk  shells. Adapun harga untuk sepasang breast milk  shells ini Rp299.000 

Sumber:

https://dinkes.kulonprogokab.go.id/detil/614/jenis-jenis-asi
https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/breastfeeding/breastfeeding-overview-copy-70904/
https://sadkes.net/jenis-jenis-asi-yang-harus-ibu-ketahui/
https://toko.sehatq.com/produk/mooimom-breastmilk-collection-shellss-penampung-asi
https://www.gabag-indonesia.com/breastmilk-shellss
https://www.tokopedia.com/murahpool/medela-breast-shellss-nipple-shield-pelindung-puting?whid=0
Mengenal Sejarah Lahirnya Brand Mom Uung dan Berbagai Produknya
bayi & menyusui

Mengenal Sejarah Lahirnya Brand Mom Uung dan Berbagai Produknya

Ada banyak sekali ibu mudah yang mengalami masalah saat menyusui akibat produksi ASI yang terhambat. Namun, Anda tidak perlu khawatir lagi karena ada berbagai produk ASI booster salah satunya dari Mom Uung.

Mengenal Sejarah Mom Uung

Mom Uung ini berawal dari seorang wanita yang bernama Uung Victoria Finky yang ingin membantu para ibu yang mengalami masalah seputar produksi ASI. 

Produk ASI booster Mom Uung ini terbuat dari bahan herbal seperti ekstrak ikan gabus dan daun kelor yang memang diketahui bisa meningkatkan kualitas juga jumlah volume ASI. 

Awalnya, Uung Victoria Finky ini juga mengalami masalah serupa. Anaknya dulu sulit sekali mengalami kenaikan berat badan padahal kuantitas ASI dari dirinya sudah mencukupi. 

Hingga anaknya berusia 9 bulan, berat badannya di bawah grafik. Padahal dia merasa kuantitas ASI yang diberikan pada anaknya sudah mencukupi. 

Jadi, tidak hanya produksi ASI yang seret, tapi juga kualitas ASI yang harus terjaga. Sebab, ASI yang berkualitas akan mendukung tumbuh kembang anak.

Sampai kemudian Uung mengonsumsi produk herbal tersebut yang langsung berdampak pada pertumbuhan anaknya. Sehingga ini menjadi tanggung jawab baginya untuk ikut membantu permasalahan yang sama bagi ibu muda lainnya. 

Dari permasalahan yang dialami dirinya sendiri, akhirnya dia mencoba memberikan pilihan solusi lewat produk bran Mom Uung ini. Bahkan Uung juga membuka layanan konsultasi gratis. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk merangkul para ibu-ibu muda agar bisa memberikan ASI hingga 2 tahun usia anak. 

Mengenal Mom Uung ASI Booster

Mom Uung ASI Booster ini merupakan suplemen alami yang terbuat dari ekstrak daun kelor dan juga ekstrak ikan gabus. ASI booster ini diyakini bisa membantu meningkatkan produksi ASI dan juga menjaga kualitas ASI sehingga akan membantu tumbuh kembang si kecil. 

Bahan-bahan herbal yang terkandung di dalamnya sudah terbukti halal. Selain dapat menambah volume air susu, Mom Uung ASI booster ini juga bisa meningkatkan kualitas ASI. Jadi sangat aman untuk dicoba. 

ASI booster ini berbentuk suplemen yang semua bahannya diramu dalam satu kapsul yang siap diminum. 

ASI booster ini bisa dikonsumsi rutin setiap hari dengan dosis 2 kapsul dengan jumlah minum 2 kali sehari. Dalam tiap kapsulnya, ASI booster ini mengandung 200 gram daun kelor dan 300 gram ikan gabus.

Untuk penyimpanan, Anda bisa meletakkan botol ASI booster ini di tempat yang kering dan juga terhindar dari sinar matahari langsung. Simpanlah di suhu di bawah 30 derajat Celsius.

Produk ASI booster Mom Uung ini juga merupakan satu-satunya produk yang memiliki sertifikat natural produk. Produk ini juga sudah memiliki BPOM dan halal untuk dikonsumsi. Bahan yang terkandung di dalamnya juga alami tanpa adanya bahan kimia. Sehingga baik juga dikonsumsi jangka panjang. 

Produk Mom Uung Lainnya

Selain ASI booster, Mom Uung juga memiliki produk lain, yaitu Mom Uung Breast Pump. 

Breast pump adalah pompa ASI portable yang akan membantu ibu mengeluarkan ASI yang sudah terkumpul di payudara. Pompa ASI portable elektrik ini tidak menimbulkan bunyi yang mengganggu. Penggunaannya bisa menggunakan 2 mode sekaligus, yaitu metode message dan hisap. Keunggulan lainnya, hisapan dari pompa akan tetap stabil meskipun baterai nya sudah low. Namun juga bisa digunakan juga saat melakukan pengisian daya. Ketika didirikan, alat pompa juga lebih seimbang sehingga tidak mudah jatuh. 

Semua produk-produk dari Mom Uung ini sudah tersedia secara offline dan online. Anda bisa dengan menemukannya di mana saja.

bayi & menyusui

Amankah Menyusui Sambil Tidur?

Bayi perlu diberi makan atau ASI pada malam hari dan banyak ibu merasa belajar menyusui sambil berbaring atau tidur membantu mereka untuk mendapatkan lebih banyak istirahat. Anda mungkin ingin memberi makan sambil berbaring di siang hari juga. Namun apakah menyusui sambil tidur aman?

Menyusui bayi Anda setiap 2 hingga 3 jam adalah kerja keras. Anda berhak istirahat, dan menyusui sambil tidur bisa membantu Anda rileks karena Anda bisa beristirahat sambil tetap terikat dan menyusui bayi Anda. Jika Anda merasa lelah, menyusui sambil tidur bisa menjadi salah satu opsi yang Anda lakukan. Namun tidur disini bukanlah memejamkan mata, melainkan tidur berbaring dan tetap terjaga.

Posisi menyusui sambil tidur disebut juga dengan posisi berbaring atau menyamping. Saat menyusui dalam posisi ini, Anda berbaring menyamping dan bayi menghadap Anda, juga berbaring ke samping. Berikut langkah menyusui sambil tidur yang aman untuk dilakukan:

  1. Letakkan bayi telentang di tengah lantai atau di tempat tidur besar. Jika Anda berada di tempat tidur, ingatlah untuk menjauhkan sprei, selimut, dan bantal dari wajah bayi untuk meminimalkan risiko.
  2. Berbaring di samping bayi Anda, dengan perut berbaris di dekat kepala bayi. Anda dapat menggunakan bantal di bawah kepala, pastikan bantal diletakkan di tempat yang tidak dapat dijangkau si kecil! (Anda juga dapat menggunakan bantal sebagai penyangga punggung atau di antara kedua kaki Anda jika itu akan membuat Anda lebih nyaman berbaring miring.)
  3. Geser si kecil ke atas sehingga hidungnya sejajar dengan puting Anda dan lengan Anda berada di atas kepalanya. Atau gendong bayi dengan punggung di sepanjang lengan Anda. (Tapi jangan sandarkan kepala bayi di lengan atas Anda.)
  4. Gulingkan bayi Anda ke samping dengan menarik pinggul atau lututnya ke dekat pinggul Anda. (Tulang belakang Anda dan tulang belakang bayi Anda mungkin membentuk huruf “V”.) Anda dapat meletakkan selimut atau bantal yang digulung di belakang punggung bayi untuk menopangnya dan mencegahnya berguling menjauh dari Anda. Dorong hidung bayi untuk menyentuh puting Anda, tetapi jangan menekan wajahnya ke payudara Anda!
  5. Usahakan memposisikan bayi sehingga telinga, bahu, dan pinggulnya sejajar. Hal ini akan membantu mereka mendapatkan susu dengan lebih mudah.
  6. Jika perlu, gunakan lengan yang tidak bertumpu di tempat tidur untuk membentuk payudara Anda dan mengarahkannya ke mulut bayi Anda. Namun, banyak bayi (terutama bayi yang lebih tua) akan menyusu dengan sendirinya.

Beberapa orang tua yang menyusui menemukan bahwa begitu payudara bagian bawah kosong, mereka dapat dengan mudah mencondongkan tubuh ke depan dan menyusui bayi mereka dari payudara atas penuh mereka. Jika Anda memilih untuk melakukan ini, pastikan untuk mengeringkan payudara bagian bawah sepenuhnya terlebih dahulu.

Kadang-kadang wanita akan menemukan bahwa payudaranya tidak mengalir sepenuhnya atau merata setelah menyusui sambil tidur dengan posisi berbaring menyamping. Kelebihan ASI di payudara Anda dapat menyebabkan pembengkakan, saluran tersumbat, mastitis, atau penurunan suplai ASI, jadi Anda harus terus waspada terhadap hal ini!

Jika payudara Anda tidak terkuras sepenuhnya, Anda harus mempertimbangkan untuk duduk untuk menyelesaikan menyusui atau memerah sedikit ASI untuk memastikan payudara Anda terkuras dengan benar.

Pastikan untuk tetap terjaga saat menyusui bayi Anda sambil tidur. Karena risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih tinggi saat berbagi ranjang, Anda sebaiknya memastikan bahwa jika mereka tertidur, bayi Anda ditempatkan di lingkungan tidur yang terpisah dan aman.

Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?
bayi & menyusui

Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?

Daging kambing memang enak sekali ketika diolah menjadi berbagai makanan yang lezat, seperti sate, gulai, hingga semur. Namun, apakah ibu menyusui makan daging kambing diperbolehkan? Apakah bisa memengaruhi kualitas ASI?

Banyak yang menganggap tabu jika ibu menyusui makan daging kambing. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, sebab, daging kambing terkenal sebagai makanan yang dapat meningkatkan kolesterol. 

Bolehkan Ibu Menyusui Makan Daging Kambing?

Menurut penelitian, hingga kini belum ditemukan bahaya dan larangan ibu menyusui makan daging kambing. Apalagi melihat nutrisi yang terkandung dalam daging kambing juga banyak, kok.

Dalam satu iris tebal daging kambing yang beratnya 42 gram, terkandung nutrisi seperti:

  • 23,7 gram air
  • 3,19 gram asam lemak jenuh
  • 7,59 gram lemak
  • 10 gram protein
  • 3,73 gram asam lemak tak jenuh
  • 38,6 mg kolesterol

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa daging kambing mengandung protein yang tinggi. Namun, di sisi lain daging kambing juga mengandung lemak dan asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Kandungan kolesterol dalam kambing juga tidak bisa disepelekan.

Manfaat Ibu Menyusui Makan Daging Kambing

Seperti yang dijelaskan bahwa daging kambing merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Bagi ibu menyusui, protein ini akan berguna mempercepat penyembuhan luka. Apalagi ibu menyusui akan rentan mengalami puting lecet akibat menyusui atau pun mengalami luka pasca melahirkan.

Menurut riset, protein dari daging kambing dapat membantu mempercepat penyembuhan jaringan tubuh yang rusak. Protein juga membantu tubuh menghasilkan kolagen yang juga berfungsi mempercepat proses penyembuhan luka.

Selain itu, kandungan protein yang kaya pada daging kambing juga dapat menambah asupan protein dalam ASI. Sebab, ternyata komposisi utama ASI adalah protein, yakni sekitar 0,9 hingga 1,2 gram/dL.

Protein yang terkandung dalam ASI dapat menambah massa otot dan berat badan bayi. Seiring bertambahnya massa otot bayi, maka massa tubuh abyi juga akan turut naik. Dengan begitu, tumbuh kembang bayi juga akan menjadi optimal.

Efek Makan Kambing bagi Ibu Menyusui

Ibu menyusu makan daging kambing yang berlebihan jelas tidak disarankan karena dapat merugikan kesehatan. Selain mengandung protein, daging kambing juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup banyak juga. Jika ibu menyusui mengonsumsi lemak jenuh dan kolesterol yang banyak, maka bisa berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah.

Jika makan daging kambing berlebihan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, tentu akan berisiko menyebabkan stroke hingga penyakit jantung pada ibu menyusui. Selain itu, makan daging kambing secara berlebihan juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami kenaikan berat badan berlebihan atau obesitas. Sebab, daging kambing mengandung tinggi lemak yang sebaiknya dihindari untuk konsumsi berlebihan.

Bayangkan saja, dalam satu iris daging kambing mengandung 7,59 gram lemak. Dimana dalam setiap gram lemak tersebut mengandung 9 kkal energi. Bahkan angka ini dua kali lebih besar dibanding jumlah kalori di dalam karbohidrat dan protein. Jika asupan kalori yang masuk ke tubuh terlalu besar dibanding pembakaran kalori, maka yang terjadi berat badan akan meningkat. 

Tidak hanya itu saja, mengonsumsi daging kambing dalam porsi yang berlebihan juga menambah kadar garam dalam tubuh. Dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi.

Barengi Konsumsi Daging Kambing dengan Sayur

Ibu menyusui makan daging kambing boleh saja asal mengikuti panduan yang tepat. Salah satunya bisa dengan menambah sayuran dan asupan serat lainnya. Ibu menyusui juga bisa menambahkan acar sebagai pendamping daging kambing yang akan dikonsumsi.

Selain itu, bisa juga dengan memerhatikan cara pengolahannya agar lebih sehat. Daging kambing misalnya diolah menjadi sup kambing. Cara pengolahan ini tidak menggunakan santan yang mengandung banyak lemak. Sup juga akan menambah berbagai jenis sayur-sayuran sehingga menjadikannya lebih sehat.

Namun, perlu diingat untuk tidak menambahkan garam terlalu banyak pada makanan olahan daging  kambing agar tidak meningkatkan risiko hipertensi.

bayi & menyusui

Inilah Manfaat Asam Folat Untuk Ibu Menyusui

Setelah menjalani masa kehamilan, wanita memasuki tahap menyusui. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan selama menjalani masa menyusui, salah satunya termasuk mengkonsumsi makanan tertentu. Ada berbagai kandungan yang bermanfaat bagi ibu menyusui untuk menjaga kondisinya dan bayi mereka, salah satunya termasuk asam folat. Asam folat untuk ibu menyusui memiliki peran yang sama ketika mereka menjalani masa kehamilan.

Pemahaman Tentang Asam Folat

Asam folat juga disebut sebagai vitamin B9 dimana kandungan tersebut mampu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan ibu menyusui dan bayi mereka.

Jika Anda merupakan seorang ibu yang menjalani tahap menyusui, Anda perlu pahami bahwa khasiat tubuh akan lebih optimal jika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat setiap hari. Kebutuhan asam folat yang direkomendasikan adalah 500 mcg per hari.

Jika asupan makanan berkualitas dan mencukupi, Anda dan bayi Anda akan mendapatkan kebutuhan nutrisi yang baik sehari-hari.

Asam Folat Untuk Ibu Menyusui

Berikut adalah manfaat asam folat untuk ibu menyusui:

  1. Membuat sel-sel baru

Asam folat memiliki kegunaan dalam membuat DNA yang dapat mendukung pertumbuhan sel manusia. Tidak hanya itu, asam folat juga dapat memperbaiki sistem saraf yang rusak. Oleh karena itu, asam folat memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan regenerasi sistem saraf pusat.

  1. Menjaga suasana hati

Setelah melakukan persalinan, banyak ibu yang mengalami depresi. Hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk mengatasi masalah seperti ini, ibu menyusui dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, karena kandungan tersebut juga dapat memperbaiki suasana hati (mood).

Kebutuhan asam folat yang tidak mencukupi dapat meningkatkan risiko depresi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat dapat meningkatkan 3 zat, antara lain dopamin, norepinefrin, dan serotonin. Depresi terjadi karena ibu menyusui mengalami kekurangan zat-zat tersebut.

  1. Mengatasi anemia

Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat memiliki kegunaan dalam pembentukan dan regenerasi sel darah merah. Pembentukan sel darah merah membutuhkan asam folat. Jika asupan asam folat berkurang, maka produksi sel darah merah tidak berjalan dengan baik sehingga tubuh ibu menyusui berisiko terhadap anemia.

  1. Mengurangi risiko penyakit jantung

Asam folat diklaim dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Penyakit jantung terjadi karena seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat mampu menurunkan tekanan darah dengan baik. Tidak hanya itu, penelitian lain menyatakan bahwa asam folat mampu mengatur kontraksi dan relaksasi pembuluh darah dan enzim pembeku darah supaya berada di tingkat yang normal.

Asam Folat Untuk Bayi

Ketika bayi berusia di antara 0 hingga 5 bulan, asam folat didapatkan bayi melalui ASI (air susu ibu). Ketika bayi berusia di antara 6 bulan hingga 3 tahun, asam folat diperoleh melalui MPASI (makanan pendamping ASI). Asam folat yang direkomendasikan kepada bayi adalah 80 hingga 160 mcg.

Berikut adalah manfaat asam folat untuk bayi:

  1. Membantu perkembangan saraf

Asam folat dapat membantu perkembangan saraf bayi sehingga hal tersebut dapat mencegah cacat tabung saraf pada bayi.

  1. Membantu perkembangan otak

Asam folat dapat membantu perkembangan otak bayi seperti daya ingat dan kemampuan kognitifnya.

  1. Membantu pertumbuhan

Asam folat juga memiliki peran dalam pertumbuhan bayi supaya bayi dapat tumbuh dengan optimal.

Makanan Yang Mengandung Asam Folat

Ada berbagai makanan yang mengandung asam folat. Contohnya adalah telur, asparagus, brokoli, pisang, dan pepaya.

Kesimpulan

Asam folat untuk ibu menyusui dan bayi dapat membantu menjaga kondisi tubuh mereka. Hal tersebut juga dapat mengurangi risiko penyakit seperti penyakit jantung pada ibu menyusui. Oleh karena itu, Anda dan bayi Anda sebaiknya konsumsi asam folat secara rutin selama menjalani tahap menyusui.

bayi & menyusui

Catat! Ini Dia Aksesoris Ibu Menyusui yang Wajib Dimiliki

Aksesoris ibu menyusui bukanlah untuk pajangan atau hiasan, selayaknya istilah aksesoris yang kita tahu selama ini. Aksesoris ibu menyusui ini dapat menunjang kegiatan menyusui dan memperlancar proses laktasi. 

Selama periode menyusui ini, ibu menyusui tidak jarang menemui berbagai hambatan, seperti kesulitan memproduksi ASI hingga tantangan untuk tetap memompa ASI selama di kantor dan menyusui di tempat umum. Ibu perlu tahu bahwa terdapat kelas menyusui yang tersedia di rumah sakit atau di lingkungan sekitar maupun komunitas ibu menyusui. Dengan begitu, ibu akan mendapatkan bekal ilmu dan keterampilan agar proses menyusui menjadi lebih lancar.

Aksesoris ibu menyusui didesain serupa dengan tujuan ini, yaitu untuk membantu ibu menyusui tetap merasa nyaman untuk memberikan ASI eksklusif untuk buah hati. Beberapa contoh aksesoris ibu menyusui yang paling banyak dibeli, yaitu pompa ASI, wadah penyimpanan ASI, hingga breast pad. Selain ketiga contoh tersebut, aksesoris ibu menyusui apa saja yang perlu dimiliki? 

  • Breast pad

Salah satu aksesoris ibu menyusui yang perlu dipertimbangkan untuk dimiliki, yaitu breast pad. Perlengkapan menyusui yang satu ini bertujuan untuk mencegah ASI menetes dan merembes ke pakaian ibu. Pasalnya, di awal proses menyusui, tubuh ibu akan memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. 

Dalam situasi tertentu, seperti ketika sedang bekerja, ke luar rumah untuk waktu yang lama, berhubungan intim, dan tidur di malam hari, ibu menyusui membutuhkan breast pad ini untuk menutup keluarnya ASI yang berlebih.

  • Nursing cover

Dikenal dengan nursing cover, kain yang biasanya digunakan untuk menutup ibu ketika menyusui di tempat umum ini perlu untuk dimiliki. Dengan begitu, ibu menyusui akan mendapatkan privasi dan kenyamanan. 

Sebagai alternatif, ibu menyusui juga dapat menggunakan kain lain, seperti selimut bayi maupun scarf. Meskipun begitu, fungsi dan desain nursing cover yang dilengkapi dengan tali yang dapat dikalungkan ke leher secara mudah, akan sangat membantu ibu untuk menyusui buah hati dengan mudah dan nyaman.

  • Pompa ASI

Aksesoris ibu menyusui yang satu ini dapat dibilang cukup penting. Manfaat yang akan didapatkan ibu, antara lain dapat mengurangi pembengkakan payudara, mengatasi produksi ASI yang berlebih, hingga menstimulasi produksi ASI. Selain itu, pompa ASI juga akan sangat berguna bagi ibu yang bekerja, karena dapat membuat cadangan ASI untuk sewaktu-waktu digunakan ketika sedang berada di luar rumah.

  • Cooler bag dan ice gel

Biasanya, ibu akan membeli cooler bag dan ice gel bersamaan dengan membeli pompa ASI untuk memenuhi perlengkapan atau aksesoris ibu menyusui. Cooler bag ini berguna sebagai tas penyimpanan botol atau kantong ASI selama ibu berada di rumah luar. Aksesoris ini dilengkapi dengan lapisan insulasi yang bermanfaat menjaga suhu ASI agar tetap dingin. Sebagai tambahan, ice gel tadi dapat ditaruh di dalam cooler bag.

  • Nipple cream

Puting ibu menyusui rawan mengalami luka akibat beberapa faktor, seperti mastitis, dermatitis, atopik, hingga penggunaan pompa ASI yang tidak tepat. Selain itu, nipple cream juga berguna untuk melembapkan dan mengatasi kulit kering di sekitar puting. 

Jika Anda sedang mencari aksesoris ibu menyusui, silakan cek di SehatQ.com untuk mendapat produk terbaik dengan harga terjangkau.