Hidup Sehat

Mengonsumsi Beras Merah Setiap Hari, Sehat atau Tidak?

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan beras merah. Beras jenis ini seringkali dijadikan sebagai alternatif dari beras putih. Biasanya, penggunaan nasi merah dilakukan ketika ingin menurunkan berat badan.

Tapi, selain mengendalikan berat badan, sebenarnya masih ada banyak manfaat kesehatan lain yang didatangkan dari konsumsi nasi merah. Namun, Anda juga perlu memperhatikan bahwa nasi merah juga memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan. 

Manfaat kesehatan mengonsumsi beras merah

Pertama-tama, mari ketahui dulu apa saja manfaat konsumsi nasi merah bagi kesehatan. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas, secara garis besar, manfaatnya meliputi: 

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Nasi merah dikenal kaya akan serat. Serat ini merupakan kandungan yang diperlukan oleh tubuh untuk mengendalikan berat badan, menjaga kesehatan sistem pencernaan, serta mencegah dari penyakit jantung. 

Selain dari serat, kemampuan nasi merah untuk meningkatkan kesehatan jantung datang dari kandungan yang disebut lignan. Kandungan ini juga mampu mengurangi risiko penyakit jantung. 

  • Menurunkan berat badan

Banyak orang yang mengganti nasi putih dengan beras merah ketika sedang berdiet. Menurut penelitian, kandungan serat dalam nasi merah memang bisa berkontribusi dalam menurunkan berat badan.

Serat akan membuat Anda menjadi lebih cepat kenyang, dan rasa kenyang itu akan bertahan dalam waktu yang lama. Jadi, nafsu makan bisa lebih dikendalikan. Secara tidak langsung, ini berpengaruh juga terhadap penurunan berat badan. 

  • Bebas gluten

Gluten adalah sejenis protein yang sering ditemukan pada makanan, termasuk juga pada nasi putih. Terkadang, gluten bisa memicu alergi pada sebagian orang. Reaksi alerginya dapat berupa diare, muntah, sakit perut, dan kembung.

Karena itu, banyak orang yang mencoba mencari makanan bebas gluten. Nasi merah bisa menjadi salah satu solusinya. 

Risiko negatif dari beras merah

Meskipun memiliki banyak manfaat kesehatan, tidak bisa dipungkiri bahwa nasi merah juga memiliki risiko tersendiri. Risiko ini akan mendatangkan dampak negatif untuk kesehatan Anda. 

Berikut ini beberapa kemungkinan risiko negatif yang akan Anda alami ketika mengonsumsi nasi merah: 

  • Kandungan racun

Tidak seperti beras putih, nasi merah tidak melalui proses pengolahan yang kompleks. Ini membuat kandungan arsenik yang ada dalam nasi merah tertinggal dalam jumlah yang lebih banyak. Kandungan arsenik ini bisa menyebabkan kanker kandung kemih atau paru-paru.

Perlu diketahui, kandungan arsenik pada dasarnya memang ada pada makanan yang diproduksi dari padi, seperti beras. Pada nasi putih, kandungan arsenik sudah lebih banyak dihilangkan karena telah melalui proses pengolahan yang panjang. 

  • Penambahan berat badan

Risiko yang satu ini bisa terjadi apabila Anda mengonsumsi beras merah dalam kadar yang berlebihan. Banyak orang beranggapan nasi merah tidak akan menambah berat badan, sehingga mengonsumsinya tanpa batas.

Padahal, meskipun kaya akan serat dan rendah kalori, nasi merah juga bisa berkontribusi dalam penambahan berat badan. Secara khusus, ini terjadi apabila nasi merah dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Kedua hal di atas merupakan risiko negatif yang akan terjadi ketika Anda mengonsumsi nasi merah setiap hari. Risiko ini juga perlu dijadikan pertimbangan ketika merencanakan untuk mengonsumsi nasi merah.

Baik beras merah maupun beras putih sama-sama memiliki dampak positif dan negatif. Lebih baik, Anda memilih untuk mengonsumsi nasi dengan cara yang bijak agar tidak membahayakan kesehatan Anda sendiri.