Berapa Harga Vaksin Hib di Rumah Sakit dan Puskesmas?
bayi & menyusui

Berapa Harga Vaksin Hib di Rumah Sakit dan Puskesmas?

Vaksin Hib adalah salah satu vaksin wajib yang harus dilakukan dan termasuk ke dalam daftar imunisasi dasar lengkap yang dicanangkan pemerintah.

Vaksin Hib bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh, khususnya dari infeksi bakteri Haemophilus influenzae type b. yang menyebabkan penyakit berbahaya seperti meningitis, pneumonia, hingga infeksi lainnya di dalam tubuh. 

Sesuai jadwal imunisasi dasar lengkap yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin Hib diberikan sebanyak 3 kali saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Kemudian diulangi pada saat bayi berusia 18 bulan. 

Sebagai informasi, penyakit meningitis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang mematikan. Sehingga pencegahan dengan melakukan vaksin Hib sangatlah dianjurkan. 

Berdasarkan data yang ada, sebanyak 3-6% anak yang terjangkit penyakit meningitis tidak bisa disembuhkan dan meninggal dunia. Bahkan, jika berhasil sembuh, anak bisa mengalami cacat fisik karena kerusakan pada saraf otak. 

Kamu bisa melakukan vaksin Hib di rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Mengingat vaksin Hib merupakan salah satu program pemerintah, maka kamu bisa mendapatkan vaksin secara cuma-cuma di Puskesmas. 

Tapi, kalau kamu berniat melakukannya di rumah sakit, berikut ini estimasi biayanya. 

Harga vaksin Hib di rumah sakit

Beberapa rumah sakit umumnya memberikan harga untuk vaksin Hib mulai dari Rp215 ribu hingga Rp290 ribu.

Harga ini biasanya tidak termasuk dengan biaya administrasi, konsultasi dokter, dan obat-obatan lainnya.

Beberapa rumah sakit juga biasanya menyediakan vaksin paketan yang terdiri dari vaksin DPT, hepatitis B, polio, dan Hib. Harganya pun bermacam-macam bergantung pada paketan yang ditawarkan. Rincian harganya mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp1 jutaan. 

Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa menghubungi masing-masing rumah sakit untuk kisaran harganya. 

Harga vaksin Hib di Puskesmas dan prosedurnya

Vaksin Hib termasuk dalam daftar imunisasi dasar lengkap yang dicanangkan oleh pemerintah, sehingga biayanya pun mendapatkan subsidi alias gratis. 

Untuk mendapatkan manfaat ini, pastikan kamu memiliki kartu BPJS Kesehatan dan dalam keadaan aktif serta tidak telat membayar iurannya.

Berikut ini beberapa prosedur yang bisa kamu ikuti untuk mendapatkan vaksin Hib gratis di Puskesmas terdekat.

  • Pastikan kamu mengetahui jadwal vaksin Hib di Puskesmas terdekat dengan mendatangi Puskesmas secara langsung atau bertanya melalui call center Puskesmas tersebut.
  • Pastikan usia anak sesuai dengan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mendapatkan vaksin Hib, yakni usia 2 bulan, 4 bulan, dan juga 6 bulan.
  • Datang ke Puskesmas dengan membawa buku imunisasi beserta kartu BPJS Kesehatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  • Kamu akan mendapatkan nomor antrian dan pemberian vaksin Hib bisa langsung dilakukan setelah mendapatkan giliran sesuai antrian. 
  • Pastikan juga anak dalam keadaan sehat, tidak sakit atau demam, ya. Jika memang sedang demam, sebaiknya pemberian vaksin ditunda hingga jadwal berikutnya. 

Apa yang terjadi jika bayi tidak mendapatkan vaksin Hib?

Seperti yang sudah dibahas di atas, vaksin Hib bermanfaat untuk mencegah bayi terinfeksi bakteri Haemophilus influenzae type b. yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti meningitis. 

Penyakit meningitis diketahui sebagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian pada bayi. Hal ini karena penyakit ini menyerang bagian saraf dan otak. 

Selain itu, bakteri Hib ini juga bisa menyebabkan infeksi pada pernapasan atau pneumonia yang juga bisa menyebabkan kematian. 

Oleh sebab itu, vaksin Hib sangat dianjurkan, bahkan termasuk ke dalam daftar imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menurunkan risiko kematian bayi akibat bakteri Hib. 

9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif
bayi & menyusui

9 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Cepat dan Efektif

Ketika anak menginjak usia 5 bulan, si kecil biasanya sudah mulai berbicara. Anda sebagai orang tua tentu sangat senang saat mendengar anak mengeluarkan kata pertamanya, meskipun belum jelas apa yang dia katakan. Kemudian Anda tidak sabar untuk mendengar kata selanjutnya diucapkan anak. Cara melatih anak berbicara sebenarnya butuh kesabaran dan kreativitas.

Setiap anak punya waktu tersendiri saat belajar berbicara. Ada anak yang bisa berbicara cepat, ada pula yang butuh waktu lebih lama untuk bisa mengucapkan kata-kata.

Anda memang perlu mencoba berbagai cara melatih anak berbicara. Ada beberapa tips yang dianggap efektif yang bisa dicoba.

Cara Melatih Anak Berbicara dengan Efektif

  1. Sering-sering ajak anak berbicara

Anda tak perlu menunggu usia anak cukup untuk mengajaknya berbicara. Bahkan Anda sudah bisa mengajak anak berbicara sejak si kecil baru lahir, lho. 

Meskipun anak belum bisa merespon apa yang Anda bicarakan, tapi sel di syaraf otaknya sudah bisa menangkap dan menyimpan sinyal dengan baik dalam memorinya.

Itulah kenapa pentingnya untuk sering mengajak anak berbicara sehingga kosakata yang diajarkan semakin diingat si kecil. 

  1. Membaca buku bersama

Bayi yang baru lahir tidak boleh disepelekan. Sejak kecil, biasakanlah anak untuk membaca buku bersama. Membacakan sambil memperlihatkan anak buku bergambar bisa jadi salah satu cara efektif melatih anak berbicara. Anak yang sering Anda bacakan buku sudah terbukti mampu menyerap banyak kosakata sehingga akan membantunya berbicara.

  1. Menggunakan bahasa isyarat

Anda bisa menggunakan bahasa isyarat sambil memperkenalkan kata-kata baru pada anak. Ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif melatih anak berbicara. 

Bila Anda ingin memperkenalkan kata “minum”, Anda bisa menunjukkan bahasa isyarat minum agar anak mudah mengingat kata-katanya.

  1. Ajak anak bernyanyi

Anda juga bisa mengajak anak bernyanyi. Cara ini lebih mudah dan menyenangkan dalam melatih anak berbicara. Anda juga bisa mengikuti suara dengan gerakan sekaligus. Sebab, anak-anak akan lebih mudah meniru dan mengingat kata-kata yang disertai dengan gerakan. 

  1. Jangan koreksi anak ketika berbicara

Bila anak sudah bisa mengucapkan satu-dua kata, tentu anak tak langsung tepat mengucapkannya. Lebih baik membiarkan anak berbicara terlebih dahulu, ketimbang mengoreksinya. Atau Anda bisa menjawab dengan versi yang benar dibanding mengoreksi ucapan si kecil.

  1. Ucapkan nama benda

Ketika ingin memegang atau memiliki sesuatu, anak akan menunjuk benda tersebut. Saat hal ini terjadi, Anda bisa mengucapkan nama benda yang ditunjuk oleh anak. 

Cara ini terbilang efektif untuk melatih anak berbicara. Saat masih kecil, anak memang punya rasa penasaran yang tinggi. Sehingga, inilah waktunya bagi Anda untuk memperkenalkan kosakata baru padanya.

  1. Hindari menatap gawai terlalu lama

Era teknologi seperti sekarang ini memang membuat semua orang menghabiskan banyak waktu menatap layar bahkan bisa seharian. Oleh sebab itu, jangan biarkan anak bermain gadget atau terlalu lama menonton TV karena akan membuat dia malas belajar bicara. Mereka akan asyik menonton video atau mendengarkan musik melalui layar.

  1. Biarkan anak memilih

Biarkan anak memilih apa yang ingin dilakukannya, bahkan berikan dia pilihan. Misalnya, Anda bisa menyiapkan 2 buah buku dengan gambar yang berbeda. Lalu, biarkan anak memilih sendiri buku mana yang akan dibacanya. Jika sudah dipilih, tugas Anda untuk membantu menjelaskan pada si kecil buku apa yang dipilih olehnya.

  1. Modifikasi ucapan anak

Ketika anak masih belajar bicara, anak mungkin hanya bisa menyebutkan nama bendanya saja. Misal hanya menyebut “kucing” saat melihat kucing.

Inilah waktunya bagi Anda untuk memodifikasi ucapannya. Anda bisa berkata dengan kalimat penjelasan, seperti “Itu adalah kucing berwarna kuning”. Sehingga kosakata anak pun akan bertambah. 

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait proses belajar bicara anak. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui bila ada tanda keterlambatan bicara atau adanya kondisi medis sehingga mengganggu proses belajar bicara anak.

Memang, proses tumbuh kembang masing-masing anak berbeda. Bila anak Anda belum semahir anak-anak seusianya, Anda sebenarnya tidak perlu merasa khawatir karena ini termasuk hal yang normal. Anda perlu bersabar dan terus mencoba cara melatih anak berbicara. Bila tidak ada perkembangan dalam proses belajar anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Faktor Risiko & Ciri Bayi Kuning yang Berbahaya
bayi & menyusui

Mengenal Faktor Risiko & Ciri-ciri Bayi Kuning yang Berbahaya

Kernikterus adalah jenis kerusakan otak langka yang dapat dicegah dan terjadi pada bayi baru lahir dengan penyakit kuning. Penyakit kuning adalah warna kuning pada kulit dan jaringan lain yang mempengaruhi sekitar 60%-80% bayi di Amerika Serikat. Penyakit ini terjadi ketika bayi memiliki terlalu banyak bilirubin dalam darah mereka. Biasanya, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Hanya jika kadar bilirubin tetap terlalu tinggi dan tidak diobati, penyakit kuning menjadi kernikterus dan menyebabkan kerusakan otak.

Faktor risiko dan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya

Sekitar 60% dari semua bayi mengalami penyakit kuning. Beberapa bayi mungkin mengalami lebih penyakit kuning yang parah dan kadar bilirubin tinggi daripada lainnya. Bayi dengan salah satu faktor risiko berikut memerlukan pemantauan ketat dan penanganan penyakit kuning sejak dini:

1. Bayi Prematur

Bayi yang lahir sebelum 37 minggu, atau 8,5 bulan, kehamilan mungkin mengalami penyakit kuning karena hati mereka belum berkembang sepenuhnya. Hati muda mungkin tidak dapat membuang begitu banyak bilirubin.

2. Bayi dengan warna kulit lebih gelap

Penyakit kuning mungkin terlewatkan atau tidak dikenali pada bayi dengan warna kulit lebih gelap. Memeriksa gusi dan bibir bagian dalam dapat mendeteksi penyakit kuning. Jika ada keraguan, segera lakukan tes bilirubin.

3. Keturunan Asia Timur atau Mediterania

Bayi yang lahir dari keluarga Asia Timur atau Mediterania berisiko lebih tinggi terkena penyakit kuning. Selain itu, beberapa keluarga mewarisi kondisi (seperti defisiensi G6PD), dan bayi mereka lebih mungkin terkena penyakit kuning.

4. Kesulitan makan

Bayi yang tidak makan, mengompol, atau buang air besar dalam beberapa hari pertama kehidupan lebih mungkin terkena penyakit kuning.

5. Genetika

Bayi dengan saudara perempuan atau saudara laki-laki yang menderita penyakit kuning lebih mungkin mengembangkan penyakit kuning.

6. Memiliki memar

Bayi dengan memar saat lahir lebih mungkin terkena penyakit kuning. Memar terbentuk ketika darah keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan kulit tampak hitam dan biru. Penyembuhan memar besar dapat menyebabkan kadar bilirubin yang tinggi dan bayi Anda mungkin terkena penyakit kuning.

7. Golongan darah

Wanita dengan golongan darah O atau faktor darah Rh negatif mungkin memiliki bayi dengan kadar bilirubin yang lebih tinggi. Seorang ibu dengan ketidakcocokan Rh harus diberikan Rhogam.

Segera lakukan tindakan setelah mengetahui faktor risiko dan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya

Penyakit kuning yang parah dan tidak diobati terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan otak atau kondisi yang disebut kernikterus. Diagnosis dini dan pengobatan penyakit kuning dapat mencegah kernikterus. Jika khawatir bayi Anda mungkin mengalami penyakit kuning, segera kunjungi dokter bayi. Mintalah untuk melakukan tes bilirubin penyakit kuning.

Apabila bayi Anda mengidap penyakit kuning, segera telepon dan kunjungi dokter bayi. Tanyakan kepada dokter atau perawat bayi tentang tes bilirubin penyakit kuning. Jika bayi mengalami penyakit kuning, penting untuk menganggap penyakit ini dengan serius dan tetap mengikuti rencana tindak lanjut untuk janji temu dan perawatan yang direkomendasikan.

Pastikan bayi Anda cukup makan. Proses membuang kotoran akan menghilangkan bilirubin dalam darah bayi. Jika menyusui, Anda harus menyusui bayi setidaknya 8 hingga 12 kali sehari selama beberapa hari pertama. Ini akan membantu Anda menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi dan membantu menurunkan kadar bilirubin dan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya.