Sorbitol: Definisi, Keamanan, dan Manfaatnya untuk Tubuh

Bukan hanya gula pasir yang dimanfaatkan sebagai pemanis alami, tapi ada pula gula alkohol yang dijadikan sebagai alternatif pengganti gula pasir. Salah satunya adalah sorbitol. Sorbitol adalah pemanis buatan yang banyak ditemui dalam produk permen bebas gula dan obat batuk sirup.

Ada yang menyatakan bahwa sorbitol lebih sehat dibandingkan gula pasir, karena mengandung kalori yang lebih sedikit dan lambat dicerna oleh tubuh. Benarkah begitu?

Mengenal sorbitol.

Sorbitol sebenarnya adalah bagian dari karbohidrat yang disebut gula alkohol atau poliol. Senyawa ini larut dalam air dan secara alami terdapat di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Sorbitol juga diproduksi secara komersial untuk digunakan dalam makanan dan minuman kemasan. Fungsinya untuk memberikan rasa manis, tekstur, dan menjaga kelembaban makanan.

Apakah sorbitol aman dikonsumsi?

Keamanan sorbitol telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan di seluruh dunia. Ini termasuk WHO, FDA, Uni Eropa, serta negara Australia, Kanada, dan Jepang. Meskipun keamanan sorbitol dan gula alkohol lainnya telah diakui oleh dunia, sebagian gula alkohol dapat mengganggu pencernaan, termasuk perut bergas, kembung, dan diare. Ini terjadi apabila gula alkohol tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Oleh sebab itu, produk makanan yang mengandung gula alkohol berupa sorbitol atau manitol harus mencantumkan peringatan pada label kemasannya terkait potensi efek pencaharnya ini.

Manfaat sorbitol untuk tubuh.

Sorbitol dianggap lebih baik dibandingkan gula pasir disebabkan rasanya yang tidak begitu manis atau lebih rendah kalori. Rasa manisnya hanya sekitar 60%, sedangkan kalorinya 35% lebih sedikit dibandingkan gula pasir per gramnya. Kalori dalam sorbitol sebesar 2,6 Kalori, sedangkan gula pasir 4 Kalori per gramnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1920-an, efek positif gula alkohol dikenal untuk kesehatan mulut dan mengontrol kadar gula darah.

Kesehatan mulut.

Sorbitol bermanfaat untuk kesehatan mulut, karena bersifat nonkariogenik. Artinya, gula alkohol tidak berkontribusi pada pembentukan rongga atau gigi  berlubang. Kegiatan mengunyah makanan juga melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang dengan cara melancarkan aliran air liur. Meningkatnya sekresi air liur dan sifat nonkariogenik inilah yang menjadikan gula alkohol (sorbitol dan xylitol) digunakan dalam permen karet bebas gula.

Mengontrol kadar gula darah.

Sama seperti gula alkohol lainnya, kecuali erythritol, sorbitol mengandung kalori dalam bentuk karbohidrat. Perlahan-lahan, sorbitol diserap dari usus kecil Anda, tapi tidak semuanya. Sorbitol yang tersisa diteruskan ke usus besar, yang akan dimetabolisme dan menghasilkan kalori lebih sedikit. Karena itu, konsumsi sorbitol dibandingkan dengan gula pasir dalam jumlah yang sama dapat mengurangi sekresi insulin, sehingga membantu mengontrol kadar gula darah.

Berapakah asupan yang direkomendasikan per harinya?

Sebenarnya, tidak ada rekomendasi yang formal untuk asupan sorbitol setiap harinya. Proses fermentasi sorbitol di dalam usus besar inilah yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, termasuk perut kembung, bergas, dan diare.

Namun, efek ini bisa bervariasi pada setiap orang. Oleh karena itu, FDA memerlukan pernyataan label terkait potensi efek pencahar untuk makanan yang memungkinkan seseorang mengonsumsi 50 gram sorbitol dalam sehari.

Jika saat ini Anda sedang menjalani diet rendah oligosakarida difermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol (FODMAP), maka sumber makanan yang mengandung sorbitol harus dipantau. Hal ini dikarenakan sorbitol merupakan sejenis poliol.

Sumber makanan sorbitol.

Secara alami, gula alkohol diproduksi di berbagai tanaman sebagai hasil fotosintesis. Sorbitol pun ditemukan secara alami dalam buah beri, seperti blackberry, rasberi, dan stroberi, serta buah-buahan lainnya, seperti aprikot, alpukat, apel, ceri, persik, dan plum.

Selain dari makanan utuh, sorbitol diproduksi juga secara komersial untuk membantu mengurangi asupan kalori dari gula pasir. Misalnya, dalam makanan yang dipanggang, cokelat, makanan penutup, permen keras, permen karet bebas gula, dan snack bar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *