Sering Cemas Karena Obesophobia, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Obesitas merupakan kondisi yang membuat banyak orang tidak percaya diri. Banyak oranng, terutama remaja memiliki ketakutan tinggi terhadap keadaan tersebut atau disebut juga obesophobia. Apabila dibiarkan terus menerus tanpa pemeriksaan dan pengobatan, obesophobia dapat menimbulkan komplikasi dan gangguan kesehatan.   

Cara mendiagnosa obesophobia

Dokter akan melakukan diagnosa medis dengan cara evaluasi psikologis. Akan tetapi, sebelumnya Anda harus mengetahui kapan saatnya pergi ke dokter apabila muncul tanda-tanda berikut ini:

  • Sering cemas ketika memikiran tentang berat badan
  • Terobsesi dengan penurunan berat badan
  • Diet terus menerus 
  • Menghindari aktivitas sosial yang berkaitan dengan makanan
  • Memiliki pandangan body image negatif tentang dirinya sendiri
  • Selalu membatasi asupan makanan
  • Terobsesi menghitung kalori sebelum mengonsumsi makanan atau minuman
  • Terlalu banyak berolahraga

Pada dasarnya, tidak ada tes formal yang mampu mendiagnosis obesophobia. Kondisi ini biasanya diidentifikasi oleh dokter sebagai gangguan kecemasan. Berikut ini evaluasi psikologis yang dilakukan:

  • Menanyakan gejala yang dialami
  • Mengevaluasi kebiasaan makan
  • Menganalisis riwayat medis, kejiwaan, serta sosial

Apabila doter mendiagnosa adanya kelainan, maka disarankan perawatan dan pengobatan lanjutan.

Cara mengatasi obesophobia

Perawatan dan pengobatan obesophobia bertujuan mengelola ketakutan dan kecemasan mengenai kenaikan berat badan serta mengurangi risiko adanya gangguan makan. Berikut ini perawatan dan pengobatan dengan pendekatan diagnosis gangguan makan:

  1. Psikoterapi

Penderita akan berkonsultasi selama beberapa sesi. Psikoterapi berfungsi mengurangi kecemasan dan meningatkan kepercayaan diri tentang body image. Metode yang paling umum dilakukan yaitu terapi kebiasaan kognitif yang meliputi pemeriksaan berikut ini:

  • Mengenali pola pikir yang menyimpang
  • Mengubah kepercayaan yang salah mengenai kesehatan
  • Menerapkan kebiasaan positif

Tes psikoterapi paling umum untuk mengatasi fobia dan gangguan kecemasan yaitu Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penderita obesophobia akan mengakui pola pikir menyimpangnya. Terapis kemudian membantu mengubah kepercayaan negatif dan membantu penderita mempelajari kebiasaan positif. 

Selain itu, penderita juga mendapatkan exposure therapy. Terapis memberikan beberapa makanan tinggi kalori sebagai bentu terapi. Akan tetapi, cara ini harus dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. 

  1. Obat-obatan

Umumnya fobia tidak diatasi dengan obat-obatan. Namun, dokter mungkin akan memberikan resep obat-obatan untuk mengatasi kecemasan antara lain: 

  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Penstabil mood

Obat jenis antidepresan digunaan pasien yang menderita gangguan kecemasan dan mencegah serangan panik. Pastikan konsultasi ke psikiater terlebih dahulu sebelum memulai atau mengakhiri pengobatan. 

Apabila terhadi gangguan kebiasaan makan, penderita mungkin akan meresepkan obat-obatan terkait dengan gangguan tersebut. 

Kemungkinan terjadinya kurang gizi

Anoreksia nervosa dan bulimia merupakan akibat dari obesophobia. Anoreksia nervosa merupakan ketakutan berlebihan akan penambahan berat badan. Penderita anoreksia nervosa menjadi sangat kurus dengan pola makan terbatas. Kondisi ini bisa sangat merusak tubuh karena berisiko menyebabkan pengeroposan tulang, kemandulan, rapuhnya kuku dan tulang, serta tumbuhnya lapisan rambut halus di seluruh tubuh. 

Sementara bulimia memiliki gejala yang hampir sama dengan anoreksia nervosa. Namun, penderita bulimia cenderung mempertahankan berat badan normalnya. Biasanya penderita makan dalam jumlah sangat banyak dalam jangka waktu tertentu karena tidak mampu mengontrol keinginannya. Kemudian penderita bulimia mencoba mengeluarkan makanan yang dikonsumsinya dengan cara muntah paksa, puasa, minum obat pencahar, atau olahraga berlebihan. 

Apabila kedua kondisi tersebut, terutama anoreksia nervosa, terjadi terus menerus tanpa diberikan perawatan dan pengobatan maka kasus kurang gizi sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, jika Anda merasakan tanda dan gejalanya segera periksakan diri ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *