Petting Dengan Pakaian Lengkap Bisa Hamil, Benarkah?

Petting dapat menyebabkan kehamilan apabila vagina  terpapar air mani dan sperma

Petting merupakan aktivitas seksual untuk bercumbu dan memberikan rangsangan sebelum berhubungan seksual maupun dilakukan tanpa penetrasi. Kegiatan ini bisa sangat bermanfaat untuk pasangan suami istri dan dapat dilakukan tanpa harus melepaskan pakaian.

Sayangnya, petting juga berisiko dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau orang yang sering gonta-ganti pasangan. Salah satu risiko petting yang diklaim dapat terjadi adalah kehamilan. Lantas, benarkah petting dengan pakaian lengkap bisa hamil?

Petting bisa hamil atau tidak sangat tergantung pada aktivitas seksual yang dilakukan. Kehamilan terjadi ketika sel sperma pria membuahi sel telur wanita. Pembuahan dapat terjadi meskipun penis tidak masuk ke dalam vagina (penetrasi), namun kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi pada petting.

Air mani pria pada saat ejakulasi dapat mengandung jutaan sperma, bahkan hingga lebih dari 300 juta sperma. Saat terangsang, penis mengalami ereksi dan mengeluarkan cairan praejakulasi yang mengandung sperma.

Jika sperma pria masuk ke dalam tubuh wanita melalu vagina, lalu mencapai tuba falopi di mana sel telur berada, bisa saja terjadi pembuahan. Pembuahan dapat dilakukan oleh sperma yang terdapat pada cairan praejakulasi.

Petting yang dilakukan dengan kondisi penis dan vagina berdekatan tanpa memakai pakaian dalam masih memungkinkan sperma masuk ke dalam vagina. Sperma juga bisa masuk ke vagina secara tidak sengaja melalui jari atau bagian tubuh lain yang terkena cairan air mani, atau ketika penis menyentuh area sekitar vagina.

Tidak hanya sperma dari ejakulasi saja yang dapat menyebabkan kehamilan. Cairan pra-ejakulasi atau pre-cum saat petting, yang dikeluarkan pria tepat sebelum mencapai titik klimaksnya, juga dapat menyebabkan kehamilan. Pre-cum adalah pelumas yang diproduksi oleh kelenjar di penis.

Pada dasarnya, cairan pre-cum tidak mengandung sel sperma. Namun, sel sperma tetap dilaporkan bisa bocor ke dalam cairan pre-cum. Bahkan, cairan pre-cum dilaporkan mengandung 16,7% sel sperma yang aktif untuk membuahi. 

Keluarnya cairan pre-cum tidak bisa dikontrol  oleh pria. Cairan ini dilepaskan dengan tak sadar yang terjadi tepat sebelum ejakulasi. Itulah sebabnya dalam hubungan seksual penetratif, penis yang ditarik keluar saat sang pria akan klimaks tidak efektif untuk mencegah kehamilan.

Petting tidak hanya dapat menyebabkan kehamilan. Aktivitas ini, jika dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau orang yang bergonta-ganti pasangan, juga dapat menjadi salah satu cara IMS atau infeksi menular seksual menyebar.

Petting memang melibatkan aktivitas non-penetratif, termasuk seks oral dan ciuman. Namun jangan salah, penyakit menular pun dapat menyebar melalui seks oral dan berciuman.  Berikut ini beberapa infeksi menular seksual yang dapat berpindah akibat petting.

  • Infeksi sitomegalovirus. Infeksi ini dapat  yang menular lewat ciuman, urine, darah, air mani, dan ASI.
  • Sifilis. Walau lebih umum terjadi lewat seks oral, vaginal, dan anal, infeksi ini tetap bisa berpindah lewat ciuman dari mulut pasangan yang terinfeksi.
  • Klamidia akibat seks oral saat petting, baik seks oral pada vagina maupun penis.
  • Gonore dari seks oral saat petting, baik seks oral pada vagina maupun penis.
  • Herpes oral dari virus HSV-1, bisa menular dengan mudah saat petting lewat ciuman.
  • Herpes genital dari virus HSV-2, bisa menular saat petting lewat seks oral, genital, dan ciuman.
  • Infeksi human papillomavirus (HPV) akibat seks oral saat petting, baik seks oral maupun vaginal.
  • Infeksi HIV akibat seks oral saat petting, baik seks ora; pada vagina maupun penis.

Jadi, petting dengan pakaian lengkap bisa hamil memang benar terjadi tetapi hal tersebut juga dilihat berdasarkan bagaimana ejakulasi yang terjadi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *