Penyebab Sindrom Kompartemen yang Perlu Anda Tahu!

Penyebab Sindrom Kompartemen yang Perlu Anda Tahu!

Kondisi serius bisa terjadi pada bagian tubuh yang dinamakan dengan kompartemen. Kompartemen sendiri merupakan sekumpulan jaringan otot, pembulu darah, dan saraf pada lengan dan kaki yang dikelilingi oleh membran kuat yang disebut fascia. Fascia tidak bisa mengembang, sehingga jika terjadi pembengkakan di dalam fascia maka struktur di dalam kompartemen seperti otot, pembuluh darah, dan saraf bisa mengalami tekanan yang sakit tinggi yang disebut sebagai sindrom kompartemen yang bisa mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis) dari isi kompartemen.

Dampak yang terjadi pada penderita sindrom kompartemen

Secara garis besar sindrom kompartemen dibagi menjadi dua jenis yang memiliki penyebab dan tatalaksana yang berbeda. Di bawah ini diuraikan mengenai tipe, penyebab dan tatalaksana dari sindrom kompartemen:

  1. Sindrom kompartemen akut yang umumnya merupakan kondisi gawat darurat medis. Berbagai penyebab dari sindrom kompartemen akut antara lain:
  2. Patah tulang atau cedera yang meremukkan pada area lengan dan kaki
  3. Penggunaan gips atau perban yang terlalu ketat dengan kondisi bengkak yang belum reda.
  4. Luka bakar yang bisa menyebabkan jaringan parut dan kencang pada kulit
  5. Setelah melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat atau rusak.
  6. Cedera otot yang menimbulkan memar
  7. Penggunaan obat-obat anabolic steroid, alkohol dan narkoba

Sindrom kompartemen akut bisa menyebabkan keruasak otot secara permanen jika tidak segera ditangani. Selain itu, tindakan pembedahan fascia (fasciotomy) meruapakan pilihan perawatan untuk mencegah komplikasi dari sindrom kompartemen akut. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengurangi tekanan dalam kompatemen.

  • Sindrom kompartemen kronik yang terjadi secara bertahap. Meskipun penyebab pasti pada sindrom kompartemen kronik tidak diketahui pada umumnya kondisi ini bisa terjadi pada orang yang melakukan aktifitas fisik dengan Gerakan berulang dan teratur seperti berenang. Bermain tenis, bersepeda, dan berlari.

Diduga aktivitas fisik yang dilakukan berulang bisa menyebabkan pembengkakan sementara sehingga aliran darah ke otot di kompertemen terganggu. Jika sindrom kompatemen kronis sudah ditegakkan dokter akan merekomendasi beberapa tindikan tanpa operasi seperti:

  • Terapi fisik untuk meregangka otot
  • Penggunaan obat anti inflamasi
  • Mengubah jenis permukaan tempat berolah raga
  • Menguranig kegiatan berisiko tinggi sebagai bagian olahraga
  • Beristirahat yang cukup setelah beraktifitas
  • Kompres dengan air dingin setelah beraktifitas fisik

Jika tindakan tersebut tidak bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan, maka tindakan bedah bisa menjadi pilihan pada sindrom kompartemen kronis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *