Obat

Dosis yang Dianjurkan untuk Konsumsi Obat Dolo Neurobion

Ketika membeli obat yang dijual bebas dengan logo berwarna hijau, seringkali membuat kita bingung dengan berapa dosis yang tepa untuk meminumnya. Salah satu contohnya adalah obat Dolo Neurobion yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri. Pada obat dolo neurobion, terdapat kandungan vitamin B1 (thiamine mononitrate), vitamin B6 (Pyriodoxolh hydrochloride), vitamin B12, dan paracetamol 500 mg.

Dosis yang dianjurkan untuk mengonsumsi obat dolo neurobion pada orang orang dewasa adalah 1 tablet yang bisa dikonsumsi 2 hingga 3 kali perhari. Anda bisa mengonsumsinya sebelum dan setelah makan. Walaupun demikian, sebaiknya konsumsi setelah makan agar tidak mengganggu saluran pencernaan.

Dengan merujuk pada dosis obat tersebut, sebaiknya konsumsi obat dolo neurobion dengan tidak berlebihan. Jika Anda ingin menambah atau mengurangi dosis, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Manfaat obat dolo neurobion

Jika dibandingkan dengan banyak obat di luar sana, dolo neurobion lah yang paling diandalkan untuk mengatasi rasa nyeri. Umumnya, rasa nyeri yang menjadi penyebab adalah peradangan pada sel-sel saraf. Selain itu, yang diobati oleh dolo neurobion adalah peradangan saraf perifer atau neuritis, dan neuralgia.

Kondisi ini adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan sinyal saraf di dalam sistem saraf.c Cara kerja obat ini adalah dengan meredakan rasa nyeri pada tubuh. Dolo neurobion akan menghambat kerja enzim Cyclooxygenase yang berperan sebagai mediator nyeri.

Dengan demikiam, produksi prostaglandin dari enzim ini akan berkurang sehingga nyeri tidak lagi terlalu mengganggu. Selain itu, kandungan vitamin B komplek yang terdapat pada dolo neurobion bisa membantu struktur normal sel saraf dengan memproduksi neurotransmitter, yang merupakan senyawa kimia yang bisa membantu menyampaikan pesan antar sel saraf.

Selain itu, obat dolo neurobion juga bisa membantu produksi lapisan pembungkus neuron yang akan memberikan nutrisi (myelin) sehingga gangguan pada saraf dapat teratasi dengan baik. Namun, yang perlu Anda ingat adalah hal ini bisa berbeda pada setiap orang. Tidak ada sistem saraf yang sama antara satu orang dan lainnya. Oleh karena itu, gangguannya pun bisa berbeda-beda. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk tetep bijak dalam mengonsumsi obat.

Obat

Cara Mudah Mengobati Penebalan Kulit dan Kapalan

Siapa yang tidak kesal kalau kulitnya kapalan? Selain mengganggu penampilan, penebalan kulit ini juga bisa membuat Anda merasa tidak nyaman. Banyak yang menganggap penebalan kulit ini tidak perlu diobati. Memang, penyakit ini bukan lah kondisi gawat yang mengancam nyama, tetapi masalah ini juga bisa sembuh dengan sendirinya.

Penyebab dari penebalan kulit itu sendiri biasanya terjadi karena gesekan dan tekanan yang terjadi berulang-ulang di area yang sama. Hal yang bisa memicu timbulnya penebalan kulit meliputi:

  • Kebiasaan memakai sepatu yang tidak sesuai ukuran, baik terlalu sempit atau kebesaran
  • Tidak memakai alas kaki ketika berjalan atau lari
  • Tidak memakai kaus kaki saat mengenakan sepatu, atau memakai kaus kaki yang tidak sesuai dengan ukuran kaki
  • Melakukan kegiatan tertentu secara berulang-ulang, contohnya menulis, bermain alat musik atau bersepeda.
  • Memiliki kelainan bentuk kaki, seperti bunion (benjolan tulang yang abnormal pada jempol kaki), hammertoe (kondisi tulang bengkok di ruas jari kaki sehingga membuat jari tersebut berbentuk seperti cakar), osteofit (tulang yang tumbuh di sekitar persendian).
  • Faktor usia, jaringan lemak pada kulit semakin berkurang seiring bertambahnya usia sehingga penebalan kulit akan lebih mudah terbentuk.

Penebalan kulit bisa terjadi di bagian tubuh manapu, tapi umumnya terbentuk pada bagian yang sering berjadi gesekan atau mengalami tekanan. Telapak kaki, siku, dan telapak tangan adalah area yang sering mengalami penebalan kulit.

Cara mengobati penebalan kulit (kapalan)

Dalam kondisi sehat, kapalan sebetulnya bisa disembuhkan dengan mengubah gaya hidup. Mulai dari memakai sepatu sesuai dengan ukuran kaki serta selalu mengenakan pelindung kaki maupun tangan. Anda juga bisa mengoleskan krim untuk melembapkan kulit sekaligus mencegah kembalinya penebalan kulit.

Meskipun demikian, bagi yang mengidap kondisi kesehatan lain, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Misalnya, orang yang mengidap diabetes dan memilliki kulit yang sangat sensitif. Selain itu, Anda juga perlu mewaspadai kapalan yang terlihat kemerahan atau terasa sangat sakit. Tanda-tanda ini bisa mengindikasi adanya infeksi dan harus ditangangi oleh dokter. Biasanya, dokter akan mengikir lapisan penebalan kulit tersebut kemudian memasang plester yang mangandung 40% asam salisilat.

Penyakit

Penyebab Sindrom Kompartemen yang Perlu Anda Tahu!

Kondisi serius bisa terjadi pada bagian tubuh yang dinamakan dengan kompartemen. Kompartemen sendiri merupakan sekumpulan jaringan otot, pembulu darah, dan saraf pada lengan dan kaki yang dikelilingi oleh membran kuat yang disebut fascia. Fascia tidak bisa mengembang, sehingga jika terjadi pembengkakan di dalam fascia maka struktur di dalam kompartemen seperti otot, pembuluh darah, dan saraf bisa mengalami tekanan yang sakit tinggi yang disebut sebagai sindrom kompartemen yang bisa mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis) dari isi kompartemen.

Dampak yang terjadi pada penderita sindrom kompartemen

Secara garis besar sindrom kompartemen dibagi menjadi dua jenis yang memiliki penyebab dan tatalaksana yang berbeda. Di bawah ini diuraikan mengenai tipe, penyebab dan tatalaksana dari sindrom kompartemen:

  1. Sindrom kompartemen akut yang umumnya merupakan kondisi gawat darurat medis. Berbagai penyebab dari sindrom kompartemen akut antara lain:
  2. Patah tulang atau cedera yang meremukkan pada area lengan dan kaki
  3. Penggunaan gips atau perban yang terlalu ketat dengan kondisi bengkak yang belum reda.
  4. Luka bakar yang bisa menyebabkan jaringan parut dan kencang pada kulit
  5. Setelah melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat atau rusak.
  6. Cedera otot yang menimbulkan memar
  7. Penggunaan obat-obat anabolic steroid, alkohol dan narkoba

Sindrom kompartemen akut bisa menyebabkan keruasak otot secara permanen jika tidak segera ditangani. Selain itu, tindakan pembedahan fascia (fasciotomy) meruapakan pilihan perawatan untuk mencegah komplikasi dari sindrom kompartemen akut. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengurangi tekanan dalam kompatemen.

  • Sindrom kompartemen kronik yang terjadi secara bertahap. Meskipun penyebab pasti pada sindrom kompartemen kronik tidak diketahui pada umumnya kondisi ini bisa terjadi pada orang yang melakukan aktifitas fisik dengan Gerakan berulang dan teratur seperti berenang. Bermain tenis, bersepeda, dan berlari.

Diduga aktivitas fisik yang dilakukan berulang bisa menyebabkan pembengkakan sementara sehingga aliran darah ke otot di kompertemen terganggu. Jika sindrom kompatemen kronis sudah ditegakkan dokter akan merekomendasi beberapa tindikan tanpa operasi seperti:

  • Terapi fisik untuk meregangka otot
  • Penggunaan obat anti inflamasi
  • Mengubah jenis permukaan tempat berolah raga
  • Menguranig kegiatan berisiko tinggi sebagai bagian olahraga
  • Beristirahat yang cukup setelah beraktifitas
  • Kompres dengan air dingin setelah beraktifitas fisik

Jika tindakan tersebut tidak bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan, maka tindakan bedah bisa menjadi pilihan pada sindrom kompartemen kronis.