Obat Painkiller yang Populer Digunakan Saat Proses Persalinan

Ada begitu banyak narasi yang menggambarkan betapa menyakitkannya proses persalinan. Salah satu yang paling ekstrem, sekaligus paling populer adalah; melahirkan layaknya pertaruhan hidup dan mati seseorang. Oleh karenanya tak perlu heran jika dalam proses melahirkan, seorang wanita mendapat banyak dosis obat painkiller atau obat pereda nyeri.

Seperti namanya, penggunaan obat painkiller di sini tak lain sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir (atau malah menghilangkan seluruhnya) rasa sakit sepanjang proses persalinan. Adapun tingkat dari efek obat painkiller tersebut bisa disesuaikan berdasarkan situasi dan kondisi yang tengah berlangsung.

Ada beberapa obat painkiller yang kerap digunakan saat proses persalinan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, setiap pilihan memiliki efek, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Berikut beberapa di antaranya:

  • Bius lokal

Bius lokal dapat dimaknai secara sederhana sebagai upaya membuat sebagian area pada tubuh mati rasa dengan memanfaatkan zat atau senyawa tertentu. Bius lokal membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan, tapi tidak mengurangi rasa sakit karena kontraksi.

Biasanya, bius lokal diterapkan ketika seorang ibu sudah memasuki tahap kedua proses persalinan. Pembiusan dilakukan di sekitar area vagina, termasuk perineum, agar daerah tersebut mati rasa. Penyuntikan obat painkiller tersebut mengincar saraf pudendal yang ada di bagian dalam vagina. Efek obat biasanya akan terasa dalam waktu 2-3 menit dan bertahan selama sekitar 1 jam.

Kelebihan bius lokal adalah minim efek samping, karena tidak punya pengaruh langsung terhadap unsur-unsur vital pada ibu maupun bayi. Kendati demikian, obat painkiller jenis ini punya kelemahan hanya mampu menghilangkan rasa sakit pada area yang kecil dan tidak bertahan lama.

  • Epidural

Pemberian obat painkiller ini memungkinkan area pinggul ke bawah mati rasa dengan intensitas tergantung jenis obat dan dosis yang digunakan. Karena itu, epidural membantu mengurangi rasa sakit akibat kontraksi dan rasa sakit di vagina saat melahirkan, sehingga membantu mencegah ibu merasa tertekan ataupun kelelahan. Ibu akan tetap sadar dan terjaga selama proses melahirkan.

Pemberian epidural biasanya dilakukan pada saat proses kelahiran aktif, pada tahap kedua melahirkan, dan sebelum melahirkan dengan operasi caesar. Biasanya pemberian epidural dilakukan setelah pembukaan 4-6 cm. Epidural disuntikkan ke area di punggung bagian bawah, dekat syaraf tulang belakang. Efek epidural biasanya akan terasa setelah 10-20 menit.

Beberapa di antara kelemahan teknik ini adalah memperlambat proses melahirkan dan meningkatkan resiko diperlukannya infus dan monitor janin. Proses ini juga meningkatkan risiko penurunan tekanan darah yang berkaitan dengan perlambatan detak jantung bayi, serta membuat ibu pusing dan mual. Belum lagi apabila jarum suntik menusuk membran di sekitar saraf tulang belakang, Ibu bisa merasakan sakit kepala, atau dalam kasus yang jarang terjadi, saraf menjadi terluka atau infeksi.

  • Analgesik

Analgesik adalah kelompok obat painkiller yang paling populer. Fungsi dari obat ini adalah melumpuhkan pusat rasa sakit pada otak, sehingga mengurangi intensitas rasa sakit. Biasanya obat analgesik sudah mulai diberikan sekitar 6-8 jam sebelum persalinan.

Obat painkiller ini diberikan dengan suntikan pada otot atau melalui infus. Adapun efek dari obat ini biasanya terasa dalam 15-30 menit. Sayangnya, kelompok obat ini memiliki beberapa efek samping, seperti rasa mual, pusing, dan muntah, juga mungkin sekali membuat bayi mengalami masalah pernapasan, kurangnya kemampuan menghisap, dan refleks yang lebih lambat saat lahir.

Masing-masing dokter punya preferensi tersendiri mengenai penggunaan obat painkiller, kendati biasanya keputusan tersebut didasari oleh kondisi ibu. Pada beberapa situasi, ibu juga punya kesempatan untuk memilih obat painkiller apa yang ingin mereka gunakan. Berdasarkan apa yang tertulis di atas, demikian kiranya dapat menjadi semacam informasi tambahan bagi kamu yang akan segera menjalani persalinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *