Mengenal Mycoral, Obat Ampuh Atasi Infeksi Kulit

Apabila kamu memiliki infeksi pada kulit yang disebabkan jamur, seperti tinea versicolor (panu), athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan, dan kandidiasis, mycoral krim bisa membantumu dalam mengatasinya. 

Mycoral krim ini mengandung zat aktif ketoconazole. Ketoconazole adalah obat antijamur topikal (obat yang digunakan di bagian luar tubuh) yang berfungsi untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit dan selaput mukosa. Ketoconazole juga digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit yang tidak bisa diobati dengan obat topikal lain atau griseofulvin.

Ketoconazole termasuk dalam golongan obat agen antijamur imidazol. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh. Ketoconazole diketahui memiliki status sebagaimana penjelasan di bawah ini:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Makanan dapat menurunkan tingkat penyerapan obat. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah akan menurun seiring dengan peningkatan pH lambung, ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan, termasuk cairan sendi yang meradang, tendon, saliva, sebum, cerumen, empedu, feses, urine, testis, serta kulit dan jaringan lunak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara luas di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan, terutama melalui feses dan urine.

Ada pula indikasi penggunaan Mycoral krim ini ketika:

  • Infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam melingkar kemerahan pada kulit badan (tinea korporis).
  • Rasa gatal di selangkangan akibat infeksi jamur (tinea cruris).
  • Infeksi jamur menular yang menyerang tubuh bagian tangan (tinea manus).
  • Infeksi jamur pada kulit kaki (tinea pedis) yang disebabkan Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum canis, dan Epidermophyton floccosum.
  • Panu (tinea versicolor) yang disebabkan Malassezia furfur.
  • Infeksi jamur yang disebabkan jamur Candida (kandidiasis kulit).

Untuk aturan sebelum menggunaka Mycoral krim ini, bersihkan dan keringkan terlebih dahulu area kulit yang terinfeksi. Kemudian, oleskan krim secukupnya pada area tersebut. Jangan lupa mencuci tangan baik sebelum ataupun setelah mengoleskan obat.

Namun yang perlu juga digarisbawahi adalah efek samping dari penggunaan Mycoral krim, yakni iritasi, gatal, rasa terbakar, reaksi alergi lainnya yang dapat terjadi.

Berapa lama pengobatan dengan Mycoral krim?

  • Tinea korporis: 3-4 minggu
  • Tinea kruris: 2-4 minggu
  • Tinea pedis: 4-6 minggu
  • Tinea versicolor: 2-3 minggu
  • Kandidiasis kulit: 2-3 minggu

Untuk kondisi-kondisi tersebut, oleskan ketoconazole krim 2 persen sebanyak 1-2 kali sehari.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh doktermu.

Kapan perlu menghentikan penggunaan Mycoral krim dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika mengalami:

  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat atau berdebar-debar
  • Kelemahan atau kelelahan yang tidak biasa
  • Pusing tiba-tiba seperti ingin pingsan
  • Terjadi gangguan hati, seperti sakit perut bagian atas, demam, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, serta kulit atau mata menguning

Mycoral krim merupakan obat bebas terbatas, sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Kamu bisa mendapatkan Mycoral secara online maupun offline. Untuk Mcycoral krim 5 g, kamu cukup merogoh kocek Rp13.090. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *