Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi

Craniosynostosis merupakan kondisi cacat lahir yang terjadi ketika satu atau lebih sutura di tengkorak bayi menutup sebelum otak bayi terbentuk dengan sempurna. Sutura tulang sendi yang ada pada tengkorak bayi. 

Terdapat tujuh tulang sendi yang membentuk sutura, terbuat dari jaringan serat yang lentur dan menghubungkan ketujuh tulang sendi tersebut. Biasanya, sutura akan terus terbuka sampai bayi berusia 2 tahun. Penutupan yang terlalu cepat akan membuat otak mendesak tulang, menyebabkan bentuk kepala bayi tampak cacat.

Jenis-jenis craniosynostosis

Terdapat beberapa jenis craniosynostosis yang ditentukan berdasarkan sutura mana yang terpengaruh dan faktor penyebabnya. Sebagian besar penderita kondisi ini hanya mengalami masalah pada satu sutura. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

  • Sagittal craniosynostosis

Jenis craniosynostosis yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini mempengaruhi satura sagital yang ada di bagian atas tengkorak. Saat kepala bayi tumbuh, bentuknya akan menjadi panjang dan sempit. 

  • Coronal craniosynostosis

Jenis ini terjadi pada sutura koronal yang membentang dari masing-masing telinga ke bagian atas tengkorak bayi. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dahi bayi tampak rata, sementara sisi lainnya tampak menonjol. 

  • Metopic craniosynostosis

Jenis ini mempengaruhi sutura metopik yang membentang dari bagian atas kepala di bagian tengah dahi sampai ke pangkal hidung. Biasanya, bayi yang mengalami jenis ini akan memiliki bentuk kepala menyerupai segitiga dan posisi mata yang terlalu dekat satu sama lain. 

  • Lambdoid craniosynostosis

Lambdoid craniosynostosis termasuk jenis yang paling langka. Kondisi ini melibatkan satura di bagian belakang kepala. Kepala bayi akan tampak datar dan salah satu sisinya tampak miring. 

Gejala dan penyebab craniosynostosis

Biasanya, gejala dari craniosynostosis akan tampak jelas tepat setelah bayi dilahirkan atau beberapa bulan kemudian. Gejalanya meliputi: 

  • Bentuk tengkorak tidak rata
  • Pertumbuhan kepala bayi yang tidak normal
  • Ubun-ubun yang tidak normal atau hilang di bagian atas kepala bayi
  • Tepi yang tampak keras dan terangkat di sekitar sutura 

Selain gejala fisik, bayi juga akan mengalami gejala lainnya, tergantung pada jenis yang diderita. Umumnya, gejala tambahan akan berupa:

  • Sakit kepala
  • Hilangnya kemampuan penglihatan
  • Ketidakmampuan untuk belajar
  • Rongga mata yang terlalu lebar atau terlalu sempit

Untuk mengetahui penyebab dari craniosynostosis yang dialami, dokter perlu menjalani serangkaian pemeriksaan pada bayi Anda. Kondisi ini sebenarnya tergolong cukup langka. Tapi, kondisi ini terjadi karena adanya kelainan genetik. 

Beberapa sindrom yang disebabkan oleh kelainan genetik bisa memicu craniosynostosis, seperti: 

  • Sindrom Saethre-Chotzen
  • Sindrom Apert
  • Sindrom Carpenter
  • Sindrom Pfeiffer
  • Sindrom Crouzon

Komplikasi craniosynostosis yang tidak diobati

Bila tidak segera diatasi, kondisi craniosynostosis yang diderita bayi bisa menimbulkan sejumlah komplikasi. Komplikasi utamanya berupa perubahan bentuk kepala dan wajah secara permanen serta isolasi sosial.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi medis berupa:

  • Gangguan kognitif
  • Kejang-kejang
  • Kematian, tapi cukup jarang terjadi
  • Gangguan pergerakan mata
  • Kebutaan
  • Keterlambatan proses perkembangan
  • Tidak ada energi atau minat

Resiko peningkatan tekanan dalam tengkorak akibat kondisi ini sebenarnya tergolong kecil, selama satura dan bentuk kepala masih bisa diperbaiki melalui operasi. Tapi, jika sindrom yang mendasari kondisi ini tak diselesaikan, kondisi ini akan sulit diatasi dan memicu komplikasi. 

Karena itu, saat menyadari bayi mengalami craniosynostosis, sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter. Dokter bisa mendeteksi kondisi ini langsung beberapa bulan setelah bayi lahir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *