Mengatasi Fibrosis Hati dengan Rutin Mengonsumsi Kopi

Salah satu tahap paling awal dari kerusakan atau gagalnya organ hati adalah fibrosis hati. Sebenarnya, fibrosis hati merupakan mekanisme alami organ tersebut untuk mengatasi masalah yang dialaminya. Namun, lama kelamaan kondisi ini justru membuat organ hati menjadi rusak dan gagal berfungsi.

Menurut definisi yang telah dirumuskan oleh para ahli, fibrosis hati adalah salah satu jenis hepatitis atau radang yang terjadi pada hati sebagai upaya untuk menyelamatkan luka yang terjadi pada hati, dan melibatkan sederet jenis sel induk dan mediator.

Setiap kali hati cedera atau mengalami masalah, hati akan sembuh dengan sendirinya. Ini menyebabkan pembentukan jaringan parut pada hati. Jika hati secara terus-menerus cedera, jaringan parut akan menumpuk dalam hati dan menggantikan sel hati yang sehat. Kondisi inilah yang dikenal dengan fibrosis hati.

Kondisi ini masih bisa diupayakan dengan cara yang cenderung sederhana dan mudah. Ya, seseorang cuma perlu mengonsumsi kopi secara rutin. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di  Journal of Hepatology, kopi bisa mencegah seseorang terkena fibrosis hati. Fibrosis hati adalah tahap awal penyakit gangguan hati yang dikenal dengan sirosis.

Kopi menjadi bahan alami yang efektif karena mengandung antioksidan yang diyakini mampu melindungi organ hati dari kerusakan. Penelitian yang dilakukan di Rotterdam, Belanda, ini melibatkan 2.424 peserta penelitian. Rata-rata umur peserta penelitian adalah 45 tahun ke atas.

Setiap peserta penelitian menjalani pemeriksaan fisik secara lengkap seperti indeks massa tubuh (IMT), tinggi badan, tes darah, dan pemindaian perut untuk memeriksa kondisi organ hati dan melihat perkembangan fibrosis hati pada masing-masing peserta penelitian.

Mereka juga diberikan 389 pertanyaan mengenai kebiasaan makan dan minum untuk mengetahui asupan kopi yang mereka minum, mengingat ini adalah penelitian untuk menganalisis manfaat kopi bagi hati.

Peserta penelitian dibagi ke dalam tiga kategori sesuai dengan pola minum kopi mereka. Kategori pertama tidak mengonsumsi kopi, kategori kedua konsumsi kopi moderat yang artinya peserta penelitian minum kopi tiga cangkir per hari, dan terakhir konsumsi kopi sering, yaitu peserta penelitian yang minum kopi lebih dari tiga cangkir per hari.

Lalu, para peneliti menganalisis hubungan antara minum kopi dan fibrosis hati. Para peneliti juga meneliti berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.

Hasilnya, ditemukan bahwa peserta penelitian yang sering minum kopi memiliki risiko lebih rendah terkena fibrosis hati dan sirosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan Anda minum kopi memiliki efek menguntungkan, yaitu mencegah jaringan parut hati atau sirosis bahkan sebelum penyakit ini berkembang.

Selain itu, di lain penelitian, kandungan asam di dalam kopi dapat bekerja melawan virus penyebab hepatitis B. Hepatitis B sendiri merupakan salah satu penyebab utama terjadinya fibrosis hati. Kandungan utama kopi, yakni kafein, digadang-gadang sebagai agen utama dalam mengatasi fibrosis hati ini. 

Saat mencerna kafein, tubuh juga membentuk zat kimia yang disebut paraxanthine. Senyawa ini akan memperlambat pertumbuhan jaringan parut dalam fibrosis hati. Lebih lanjut, dua kandungan lain dalam kopi, yaitu Kahweol dan Cafestol juga diketahui bersifat anti-kanker.

Dengan demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan jika rutin mengonsumsi kopi dapat menjaga organ hati seseorang tetap dalam kondisi yang prima. Namun, seseorang juga tak diperkenankan mengonsumsi kopi secara berlebih. Sebab biar bagaimana juga, tetap ada efek-efek tertentu yang bisa menyebabkan masalah lain pada tubuh.

Memang hingga saat ini belum terdapat rekomendasi spesifik mengenai jumlah asupan kopi yang aman dan dapat bermanfaat untuk kesehatan organ hati seseorang, termasuk mengatasi fibrosis hati. Penelitian sejauh ini hanya menunjukkan konsumsi kopi tingkat sedang (3-4 cangkir per hari) secara teratur dapat bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *