Mencegah Anemia, Manfaat Kandungan Daging Sapi bagi Remaja Putri

Daging sapi merupakan sumber zat besi heme. Zat besi jenis ini paling mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi non-heme yang terkandung di dalam produk nabati. Kandungan daging sapi penting untuk asupan konsumsi remaja putri yang banyak mengalami anemia karena jumlah zat besi di dalam tubuh kurang. Apabila kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, maka akan mengganggu kondisi kesehatan dirinya dan generasi setelahnya di masa mendatang. 

Remaja putri rentan mengalami anemia

Banyak remaja putri yang tidak sadar dirinya mengalami anemia. Faktanya, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 sebanyak 31,7% remaja putri di Indonesia menderita anemia. Bahkan, tahun 2018 angkanya meningkat menjadi 48,9%. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang kurang sehingga pemenuhan zat gizinya pun tidak lengkap. 

Tanda dan gejala yang paling mudah diketahui yaitu 3L atau Letih, Lemah, dan Lesu. Remaja putri yang mengalami anemia biasanya memiliki konjungtiva mata pucat serta memiliki hemoglobin darah di bawah 12 g/dL. Selain produktivitas yang menurun, anemia juga memengaruhi kualitas janin kelak ketika hamil. 

Daging sapi sebagai sumber zat besi

Berdasarkan Data Komposisi Bahan Pangan Indonesia, 100 g daging sapi mentah mengandung 2,6 mg zat besi. Akan tetapi, saat diolah daging sapi mengalami perubahan kandungan zat besi. Berikut ini kandungan daging sapi berukuran 100g yang telah diolah berdasarkan jumlah besi di dalamnya:

Rendang daging sapi: 14,9 mg

Daging sapi asap: 5 mg

Abon sapi: 14,6

Kornet: 4 mg

Sosis: 1,1 mg

Daging anak sapi: 1,2 mg

Tak hanya daging sapi dan olahannya, organ dalam seperti hati sapi juga merupakan sumber zat besi. Dalam 100 g hati sapi, terkandung 6,5 mg zat besi. Sayangnya, banyak remaja putri yang terlalu khawatir tentang body image sehingga membatasi konsumsi makanan, termasuk daging sapi. 

Protein hewani daging sapi untuk pertumbuhan 

Gizi saat remaja sangat penting untuk dicukupi karena berkaitan dengan masa pertumbuhan yang sedang aktif. Apabila tidak tercukupi dengan baik, maka pertumbuhan pun tidak akan berjalan dengan optimal. Daging sapi berukuran 100 g mengandung tinggi protein yaitu sekitar 17,5 g protein. Jumlah ini memenuhi kebutuhan protein harian remaja sebanyak 27%.

Protein berfungsi sebagai zat yang memperbaiki dan membangun jaringan tubuh sehingga berperan dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan. Selain itu, protein juga menjaga pH tubuh dan keseimbangan cairan. Sistem imun juga bergantung pada kecukupan protein. Saat karbohidrat dan simpanan lemak telah habis digunakan untuk metabolisme, maka protein menjadi sumber energi selanjutnya. 

Cara agar zat besi terserap tubuh dengan baik

Banyak orang yang belum mengetahui, mengonsumsi makanan sumber zat besi dalam jumlah banyak, daging sapi misalnya, belum tentu tubuh mampu menyerap seluruh zat besi tersebut ke dalam tubuh. Hal ini dipengaruhi beberap faktor yang mampu mendukung penyerapan atau justru menghambat penyerapan. 

Sebaiknya konsumsi makanan sumber zat besi bersamaan dengan makanan atau minuman sumber vitamin C. Misalnya, konsumsi daging sapi bersamaan dengan jus jambi biji. Atau konsumsi hati api bersamaan dengan buah jeruk. Hindari minuman yang mengandung tinggi tanin karena dapat menganggu penyerapan zat besi. Salah satu minuman sumber tanin yaitu, teh, kopi, dan cokelat. Anda bisa mengonsumsi minuman tersebut, dengan syrat tidak bersamaan dengan konsumsi daging sapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *