Manfaat Papain Dalam Daun Pepaya Jepang

Daun pepaya Jepang sedang menjadi primadona saat ini. Selain rasanya yang lezat, daun pepaya Jepang mengandung zat papain yang menyehatkan. Papain adalah enzim proteolytic yang dapat membantu mengurai protein menjadi fragmen protein berukuran lebih kecil yang disebut peptide dan asam amino. Inilah sebabnya mengapa papain merupakan bahan yang populer dalam produk pelunak daging. 

Anda bisa mendapatkan papain dengan mengonsumsi daun pepaya Jepang. Papain juga tersedia dalam bentuk topikal atau kapsul. Anda bisa membeli suplemen papain atau suplemen kombinasi papain dengan enzim lain seperti bromelain. Papain adalah pengobatan tradisional alami untuk mengurangi nyeri, peradangan, dan pembengkakan. Papain juga digunakan untuk meningkatkan pencernaan dan merawat infeksi, diare, dan alergi. Papain juga telah diuji karena potensi penggunaanya dalam merawat kanker dan penyakit lain. 

Papain juga dapat membantu meringankan gejala tenggorokan nyeri, seperti pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan. Menurut penelitian pada 100 orang dengan pharyingitis dan tonsillitis, pereda tenggorokan yang mengandung 2 mg papain dapat membantu meredakan gejala nyeri tenggorokan lebih baik dibandingkan dengan penggunaan placebo. Tidak diketahui apakah efek bermanfaat tersebut disebabkan oleh papain, atau bahan lain, atau kombinasi khusus dari bahan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ilmiah seputar hal ini masih sangat terbatas. 

Menurut sebuah artikel dalam Nutrition Review, penelitian telah menunjukkan bahwa enzim proteolytic dapat membantu mengurangi peradangan dan lebih baik dibandingkan dengan beberapa obat anti-peradangan lainnya. Akan tetapi, penilitian klinis pada manusia masih sangat terbatas. Karena potensi efek bermanfaat tersebut, papain dan enzim proteolytic terkadang digunakan untuk membantu pemulihan luka dan mengurangi pembengkakan yang terjadi setelah cidera ataupun trauma. 

Papain dalam daun pepaya Jepang juga dapat membantu gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan konstipasi. Menurut sebuah studi tahun 2013, papain secara signifikan dapat meringankan gejala konstipasi dan perut kembung pada orang-orang yang menderita disfungsi gastrointestinal kronis. Namun belum ada bukti yang dapat diandalkan yang menunjukkan bahwa papain yang memiliki peran dalam penggunaan hal ini pada manusia. 

Penelitian juga menyatakan bahwa papain dapat digunakan sebagai obat alami untuk ulkus kulit, luka, dan kondisi kulit lainnya. Misalnya, sebuah studi pada hewan tahun 2010 menemukan bahwa pembersih luka berbahan papain dapat membantu mempercepat luka pada tikus. Sebuah tinjauan sistematis tahun 2012 dari banyak studi menyimpulkan bahwa papain merupakan zat yang efektif dan aman untuk merawat berbagai jenis luka pada beragam tahapan pemulihan. Kebanyakan dari penelitian tersebut masih berada dalam tahap awal. Meskipun temuan positif tersebut, FDA Amerika Serikat meminta para perusahaan untuk berhenti memasarkan produk papain topikal yang belum disetujui karena beberapa orang mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa setelah menggunakannya. Oleh karena itu, Anda harus berbicara dengan dokter seputar risiko reaksi alergi sebelum menggunakan obat apapun. Anda juga bisa menggunakan patch test untuk mengetahui apakah Anda akan menderita reaksi alergi atau tidak. Untuk melakukannya, oleskan sedikit produk pada pergelangan tangan bagian tangan atau siku, tutup menggunakan perban, dan biarkan selama 12 jam. Jika iritasi muncul, bersihkan dengan bersih dan konsultasi dengan dokter. Jangan pernah menggunakan produk itu kembali. 

Papain adalah zat yang terkandung di dalam daun pepaya Jepang. Meskipun bermanfaat bagi kesehatan, ada potensi efek samping dan risiko yang perlu Anda waspadai. Suplemen papain, atau mengonsumsi papain dalam dosis yang tinggi, dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, perforasi esofagus, iritasi lambung, dan juga reaksi alergi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *