Konsumsi Moxicillin pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Keguguran, Benarkah?

Kehamilan adalah proses bahagia bagi siapapun yang menjalaninya, terlebih lagi bagi pasangan yang benar-benar menginginkan seorang anak. Selama kehamilan berlangsung, ibu hamil akan memberikan yang terbaik untuk perkembangan janin yang sedang di kandungnya. Pun dengan asupan serta suplemen yang dikonsumsi. 

amoxicillin

Lalu, bagaimana saat harus mengonsumsi amoxicillin untuk ibu hamil? Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa penggunaan antibiotik saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Nah, untuk mengetahui kebenarannya, cek artikel berikut. 

Apa itu amoxicillin?

Amoxicillin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti infeksi dada, termasuk pneumonia, abses gigi, dan infeksi saluran kemih. Antibiotik ini dapat digunakan pada anak-anak, dan sering kali digunakan untuk mengobati infeksi telingan dan dada. Lalu bagaimana penggunaan amoxicillin pada ibu hamil?

Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan obat ini berdasarkan keamanan untuk digunakan selama kehamilan. Lima kategori adalah A, B, C, D, dan X, yang digunakan untuk mengklasifikasikan kemungkinan risiko pada bayi yang belum lahir saat obat diminum selama kehamilan. Amoxicillin termasuk kategori B, jadi aman untuk ibu hamil. 

Penggunaan amoxicillin pada ibu hamil

Amoxicillin dan beberapa jenis antiobiotik lainnya, seperti co-amoxiclav dan penisilin V sering kali digunakan dalam kehamilan dan diperkirakan tidak akan membahayakan bayi di dalam rahim. Namun, jika Anda sedang hamil dan telah mngonsumsi obat apapun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan atau menambah perawatan antibiotik. 

Umumnya amoxicillin digunakan atas resep dokter untuk pengobatan berikut:

  • Infeksi pada telinga, hidung, dan tenggorokan
  • Infeksi pada organ reporoduksi
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi pada kulit dan struktur kulit
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah 
  • Gonores
  • Infeksi yang disebabkan oleh H. pylori (jenis bakteri) untuk mengurangi risiko kekambuhan ulkus duodenum

Lalu, apakah penggunanaan amoxicillin dapat menyebabkan keguguran atau bayi cacat lahir?

Tubuh bayi dan sebagian besar organ dalam bayi akan terbentuk selama 12 minggu pertama kehamilan. Terutama selama waktu inilah beberapa obat diketahui dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Sebuah penelitian tentamg wanita yang menggunakan amoxicillin atau penicillin V pada awal kehamilan tidak menunjukkan peningkatan kemungkinan cacat lahir pada bayi mereka. 

Selain itu, penggunaan amoxicillin pada ibu hamil diketahui tidak ada peningkatan kemungkinan keguguran atau lahir mati, yang juga dilakukan pada penelitian yang sama dengan ibu hamil. Namun, ada beberapa jenis antibiotik lain yang mungkin dapat meningkatkan risiko tersebut, tetapi bukan amoxicillin. 

Antibiotik yang berbahaya bagi bu hamil

Dalam sebuah penelitian yang dinyatakan oleh Canadian Medical Association Journal, Berard dan rekan, menemukan ada lima antibiotik yang berbahaya dikonsumsi oleh ibu hamil. Di antaranya:

  • Makrolida
  • Kuinolon
  • Tetrasiklin
  • Sulfonamide
  • Metronidazole

Kelima antibiotik tersebut memiliki risiko keguguran yang tinggi pada tahap awal kehamilan atau trimester pertama kehamilan. Usia kehamilan rata-rata untuk keguguran adalah 14 minggu kehamilan. Wanita yang mengalami keguguran lebih cenderung berusia lebih tua, hidup sendiri, dan memiliki berbagai masalah kesehatan lainnya serta infeksi. 

Meskipun penggunaan antibiotik untuk mengobati infeksi telah dikaitkan dengan penurunan risiko prematur dan berat badan lahir rendah dalam penelitian lain, namun penggunaan jenis antibiotik tertentu tetap dapat meningkatkan risiko aborsi spontan, dengan peningkatan risiko 60 persen hingga dua kali lipat. 

Kesimpulannya, amoxicillin untuk ibu hamil diperbolehkan atau aman untuk dikonsumsi, serta tidak menyebabkan keguguran atau pun cacat lahir pada bayi. Meskipun begitu, ada beberapa jenis antibiotik lainnya yang berbahaya jika dikonsumsi untuk ibu hamil. Jadi, jika Anda hamil ada baiknya untuk mengonsultasikan obat apapun yang Anda konsumsi dengan dokter kandungan Anda.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *