Jenis Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Jenis Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Anemia bukanlah masalah pada orang dewasa saja. Remaja juga dapat mengalaminya. Jenis anemia yang menyerang biasanya anemia defisiensi besi.

Itu berarti penyebab terjadinya anemia pada remaja adalah kekurangan zat besi pada tubuh. Hal ini dikarenakan masa remaja yang merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa adalah masa-masa yang penuh dengan perubahan fisik dan mental.

Perubahan-perubahan itu membawa dampak yang cukup besar bagi perkembangan remaja selanjutnya.

Mereka kerap menginginkan suatu hal yang praktis untuk bisa dikonsumsi seperti makanan cepat saji dan minuman ekstra manis yang memang lezat dan nikmat namun kurang kandungan nutrisi seperti zat besi.

Selain itu, para remaja juga gemar mengonsumsi kopi yang belakangan sedang marak dalam berbagai merek.

Faktor lainnya pada usia remaja, wanita biasanya sudah mulai terkena menstruasi yang menyebabkan banyak kehilangan darah serta penyakit turunan baik karena genetik dan nongenetik.

Gejala anemia pada remaja

Selain penyebab, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala yang kemungkinan menjadi pertanda adanya anemia pada remaja.

Gejala-gejala yang sering dirasakan adalah adanya pucat pada bagian pipi dan bibir, pucat pada lapisan bagian dalam kelopak mata, pucat pada bantalan kuku dan tidak berwarna, mudah tersulut emosi.

Gejala lainnya adalah susah konsentrasi, badan terasa lemah dan berakibat ingin tidur terus-menerus, mudah lelah, sesak napas, jantung berdetak cepat, tangan dan kaki bengkak, sakit kepala, pusing dan pingsan, refleks sering menggerak-gerakkan kaki.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda sebagai remaja mengalami gejala anemia seperti pucat dan badan terasa lesu, itu berarti Anda mengalami gejala anemia biasa, dan hanya perlu mengonsumsi terus makanan dan minuman yang mengandung zat besi dan vitamin serta menghindari rokok dan alkohol.

Selain itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen zat besi yang dibutuhkan untuk membantu atau memaksimalkan zat besi dalam tubuh sehingga produksi sel darah merah melimpah dan Anda terhindar dari anemia.

Adapun untuk suplemen ini sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan supaya tidak menimbulkan efek samping.

Namun jika Anda mengalami sesak napas, detak jantung cepat hingga sakit kepala, tandanya Anda sudah mengalami jenis anemia yang parah.

Jika begitu, Anda harus segera ke dokter untuk berkonsultasi untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap yang di dalamnya ada tes hematokrit untuk mengetahui persentase jumlah kadar merah dalam tubuh Anda atau melalui transfusi darah.

Apa yang terjadi jika anemia pada remaja dibiarkan saja?

Jika anemia pada remaja dibiarkan saja akan berdampak pada pertumbuhan kognitif yang selanjutnya dapat memengaruhi produktivitas ekonomi bagi remaja di masa depan.

Selain itu, jika diobati anemia akan menyebabkan hal-hal berikut:

Kelelahan yang parah

Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang penuh dengan banyak aktivitas sehingga jika Anda di usia remaja terkena anemia dan dibiarkan saja, Anda tidak akan mampu dan sanggup menyelesaikan tugas-tugas akademik yang sebenarnya mudah.

Hal itu karena Anda mengalami kelelahan yang sangat parah sehingga menghambat produktivitas Anda sehari-hari.

Permasalahan pada jantung

Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi manusia sehingga jika organ ini terkena masalah saja, akibatnya sangat fatal.

Ketika Anda terkena anemia, jantung harus memompa lebih banyak lagi darah untuk mengganti kekurangan oksigen dalam darah yang berakibat pada pembesaran jantung atau gagal jantung.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh

Jika anemia tidak segera diatasi akan berakibat pada melemahnya imunitas tubuh karena zat besi merupakan unsur yang dapat memberikan imunitas.

Akibatnya Anda mudah terserang penyakit oleh juga karena berkurangnya kemampuan sel darah putih sebagai antibodi yang tidak disokong zat besi.

Mengakibatkan kematian

Terakhir anemia juga dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan biasanya ini adalah jenis sel sabit yang bisa mengakibatkan komplikasi kehilangan banyak darah.

Jenis anemia pada remaja ini mesti dideteksi sedini mungkin. Dengan begitu, risiko gangguan kesehatan ini dapat dikurangi dan lebih cepat mendapatkan pengobatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *