Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?

Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?

Daging kambing memang enak sekali ketika diolah menjadi berbagai makanan yang lezat, seperti sate, gulai, hingga semur. Namun, apakah ibu menyusui makan daging kambing diperbolehkan? Apakah bisa memengaruhi kualitas ASI?

Banyak yang menganggap tabu jika ibu menyusui makan daging kambing. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, sebab, daging kambing terkenal sebagai makanan yang dapat meningkatkan kolesterol. 

Bolehkan Ibu Menyusui Makan Daging Kambing?

Menurut penelitian, hingga kini belum ditemukan bahaya dan larangan ibu menyusui makan daging kambing. Apalagi melihat nutrisi yang terkandung dalam daging kambing juga banyak, kok.

Dalam satu iris tebal daging kambing yang beratnya 42 gram, terkandung nutrisi seperti:

  • 23,7 gram air
  • 3,19 gram asam lemak jenuh
  • 7,59 gram lemak
  • 10 gram protein
  • 3,73 gram asam lemak tak jenuh
  • 38,6 mg kolesterol

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa daging kambing mengandung protein yang tinggi. Namun, di sisi lain daging kambing juga mengandung lemak dan asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Kandungan kolesterol dalam kambing juga tidak bisa disepelekan.

Manfaat Ibu Menyusui Makan Daging Kambing

Seperti yang dijelaskan bahwa daging kambing merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Bagi ibu menyusui, protein ini akan berguna mempercepat penyembuhan luka. Apalagi ibu menyusui akan rentan mengalami puting lecet akibat menyusui atau pun mengalami luka pasca melahirkan.

Menurut riset, protein dari daging kambing dapat membantu mempercepat penyembuhan jaringan tubuh yang rusak. Protein juga membantu tubuh menghasilkan kolagen yang juga berfungsi mempercepat proses penyembuhan luka.

Selain itu, kandungan protein yang kaya pada daging kambing juga dapat menambah asupan protein dalam ASI. Sebab, ternyata komposisi utama ASI adalah protein, yakni sekitar 0,9 hingga 1,2 gram/dL.

Protein yang terkandung dalam ASI dapat menambah massa otot dan berat badan bayi. Seiring bertambahnya massa otot bayi, maka massa tubuh abyi juga akan turut naik. Dengan begitu, tumbuh kembang bayi juga akan menjadi optimal.

Efek Makan Kambing bagi Ibu Menyusui

Ibu menyusu makan daging kambing yang berlebihan jelas tidak disarankan karena dapat merugikan kesehatan. Selain mengandung protein, daging kambing juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup banyak juga. Jika ibu menyusui mengonsumsi lemak jenuh dan kolesterol yang banyak, maka bisa berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah.

Jika makan daging kambing berlebihan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, tentu akan berisiko menyebabkan stroke hingga penyakit jantung pada ibu menyusui. Selain itu, makan daging kambing secara berlebihan juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami kenaikan berat badan berlebihan atau obesitas. Sebab, daging kambing mengandung tinggi lemak yang sebaiknya dihindari untuk konsumsi berlebihan.

Bayangkan saja, dalam satu iris daging kambing mengandung 7,59 gram lemak. Dimana dalam setiap gram lemak tersebut mengandung 9 kkal energi. Bahkan angka ini dua kali lebih besar dibanding jumlah kalori di dalam karbohidrat dan protein. Jika asupan kalori yang masuk ke tubuh terlalu besar dibanding pembakaran kalori, maka yang terjadi berat badan akan meningkat. 

Tidak hanya itu saja, mengonsumsi daging kambing dalam porsi yang berlebihan juga menambah kadar garam dalam tubuh. Dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi.

Barengi Konsumsi Daging Kambing dengan Sayur

Ibu menyusui makan daging kambing boleh saja asal mengikuti panduan yang tepat. Salah satunya bisa dengan menambah sayuran dan asupan serat lainnya. Ibu menyusui juga bisa menambahkan acar sebagai pendamping daging kambing yang akan dikonsumsi.

Selain itu, bisa juga dengan memerhatikan cara pengolahannya agar lebih sehat. Daging kambing misalnya diolah menjadi sup kambing. Cara pengolahan ini tidak menggunakan santan yang mengandung banyak lemak. Sup juga akan menambah berbagai jenis sayur-sayuran sehingga menjadikannya lebih sehat.

Namun, perlu diingat untuk tidak menambahkan garam terlalu banyak pada makanan olahan daging  kambing agar tidak meningkatkan risiko hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *