Hal yang Perlu Diperhatikan dari Perkembangan Anak 2 Tahun

Usia 2 tahun dianggap sebagai waktu di mana anak mulai mengenal dunianya. Ia mulai belajar banyak untuk membentuk karakternya. Maka tidak heran kalau anak sering mengikuti ucapan dan kebiasaan orang terdekatnya. Orang tua tentunya harus selalu mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak 2 tahun. Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada anak.

Anak usia 2 tahun mulai bisa melakukan apa yang diinginkannya secara mandiri

Perkembangan Fisik

Perkembangan anak 2 tahun jika dilihat dari fisiknya mencakup kenaikan tinggi badan dan berat badan. Idealnya, anak 2 tahun memiliki berat sekitar 10-13 kilogram dengan tinggi 84-89 cm. Anak juga sudah mulai tumbuh gigi dengan jumlah rata-rata 16 buah. Selain itu, aktivitas anak sudah mulai aktif. Kemampuan motorik kasar dan halus semakin berkembang. Misalnya berlari, meloncat, menendang, bermain balok, dan menggambar coretan di kertas. Orang tua tidak perlu khawatir jika anak aktif bergerak kesana kemari.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk perkembangan anak 2 tahun:

  • Bawa anak ke taman yang memiliki area rerumputan yang luas sehingga ia bisa bebas berlarian dan tidak perlu takut jika terluka karena terjatuh di permukaan yang kasar. Anda bisa juga mengajak anak ke playground di sekitar rumah. Bermain ayunan perosotan, naik tangga, dan melompat di pasir mampu mengasah motorik kasarnya.
  • Sedangkan mengasah kemampuan motorik halusnya, Anda bisa memberikan kertas dan krayon yang aman digunakan untuk anak menggambar. Ketika selesai bermain di rumah, Anda juga bisa mengajaknya membereskan mainan bersama dan menaruh mainan sesuai dengan kelompoknya.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Anak usia 2 tahun sudah mulai bersemangat bermain dengan teman sebayanya. Namun, ia belum mengenal konsep berbagi mainan. Makanya sering terlihat anak-anak menangis karena saling berebut mainan dengan temannya. Jangan khawatir karena itu adalah hal normal. Orang tua hanya perlu memberi pengertian padanya secara perlahan mengenai konsep berbagi dan bermain bersama. Perkembangan anak usia 2 tahun dari segi sosial juga ditunjukkan ketika ia mulai mandiri, suka meniru orang lain, dan menolak sesuatu jika tidak menyukainya.

Karena belum bisa mengenali emosinya dengan baik, anak seringkali menjadi tantrum. Tantrum adalah kondisi saat emosi anak meledak dan dilampiaskan dengan menjerit, berteriak, hingga menendang. Biasanya tantrum terjadi karena anak belum bisa menyampaikan apa yang diinginkan atau dirasakan. Meski tantrum wajar terjadi dalam perkembangan anak 2 tahun, bukan berarti boleh dibiarkan. Orang tua juga harus belajar menangani anak ketika sedang tantrum. Bantu anak mengenali emosi yang dirasakan, apakah lapar, lelah, merasa tidak nyaman, atau takut.

Perkembangan Kognitif

Anak usia 2 tahun sudah mulai mengenal bentuk dan warna dan mampu melakukan perintah singkat. Misalnya “Makanannya dihabiskan dulu, baru boleh bermain lagi.” Selain itu kemampuan berhitung juga mulai berkembang, dimulai dari mengenal angka. Perkembangan anak usia 2 tahun juga mulai terlihat dari bagaimana cara dia berkomunikasi. Ia sudah bisa menyebut beberapa nama benda, sudah mengenal anggota keluarganya seperti ayah, ibu, dan kakaknya. Ia juga sudah bisa mengutarakan keinginannya, misal ingin ke kamar kecil atau ingin minum. Untuk memperlancar kemampuan kognitif dan berbahasanya, orang tua bisa mengajarkan melalui permainan. Contohnya bernyanyi bersama, menyebut nama benda, dan sering membacakan buku cerita.

Orang tua tidak perlu terlalu mengekang ketika anak bermain. Justru pada saat itulah perkembangan anak 2 tahun memulai belajar dan mengenal lingkungan sekitarnya. Anda cukup mengawasi dan memberikan pengarahan secara lembut. Selalu berikan apresiasi atas hal-hal baik yang mereka lakukan. Jangan lupa juga untuk selalu berkomunikasi dengan anak untuk melatih kemampuan komunikasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *