Gonore dan Perawatan Ceftriaxone

Gonore dan Perawatan Ceftriaxone

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan seksual oral, anal, dan vaginal yang tidak menggunakan pengaman. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat pada tahun 2017 dilaporkan ada lebih dari 500 ribu kasus gonore. Infeksi menular seksual ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius apabila tidak dirawat, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Kebanyakan kasus penyakit gonore dapat diobati dengan obat-obatan seperti ceftriaxone dan perawatan segera. 

Perawatan penyakit gonore

Antibiotik dapat mengatasi gejala dan menyembuhkan infeksi penyakit gonore selama obat tersebut diminum sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Perawatan akan dimulai setelah diagnosa dibuat. 

  • Gonore kelamin

Bagi wanita yang tidak sedang hamil namun menderita infeksi gonore yang memengaruhi serviks, uretra, dan rahim, CDC merekomendasikan penggunaan obat-obatan seperti ceftriaxone 250 mg yang disuntikkan ke otot dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Apabila ceftriaxone tidak tersedia, perawatan alternatif yang direkomendasikan adalah cefixime 400 mg diminum dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Ceftriaxone dan cefixime keduanya masuk ke dalam kelas antibiotik yang dikenal dengan sebutan cephalosporin. 

  • Gonore oral

Infeksi gonore yang menyerang tenggorokan lebih sulit diobati dibandingkan dengan gonore yang ada di daerah kelamin. Meskipun obat-obatan yang sama direkomendasikan untuk merawat infeksi gonore oral, obat tersebut biasanya kurang efektif. Dokter dapat melakukan kultur tenggorokan 5 hingga 7 hari setelah perawatan dimulai. Prosedur ini dapat membantu menentukan apakah infeksi benar-benar hilang. Perawatan jangka panjang dibutuhkan apabila infeksi tidak sembuh setelah beberapa hari. 

Perawatan disseminated gonorrhoea 

Disseminated gonorrhoea adalah sebuah komplikasi langka yang terjadi ketika N. gonorrhoeae menginfeksi aliran darah. Orang-orang dengan kondisi ini perlu mendapatkan rawat inap di rumah sakit pada fase pertama perawatan mereka. Pasien juga perlu mengunjungi ahli penyakit menular. 

  • Gonococcal arthritis

Bagi mereka yang terinfeksi gonococcal arthritis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1 gram yang disuntikkan ke otot atau diberikan secara intravena setiap 24 jam dan azithromycin 1 gram yang diminum dalam sekali dosis. Apabila seseorang tidak bisa menggunakan ceftriaxone yang mungkin disebabkan karena alergi obat, mereka dapat diberi cefotaxime dan ceftizoxime masing-masing dalam dosis 1 gram dan diberikan secara intravena setiap 8 jam. Fase pertama terus berlanjut hingga kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik selama 24 hingga 48 jam. Pada fase kedua, apabila kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik, pengobatan pasien akan diganti dengan antibiotik oral dengan waktu perawatan total sekitar 1 minggu. 

  • Gonococcal meningitis dan endocarditis

Orang yang menderita gonococcal meningitis dan endocarditis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1-2 gram secara intravena setiap 12-24 jam dan azithromycin 1 gram diminum dalam satu dosis. Perawatan meningitis membutuhkan waktu sekitar 10 hari, sementara perawatan endocarditis setidaknya 4 minggu. 

Sama seperti obat-obatan lainnya, ceftriaxone dan antibiotik lainnya dapat menyebabkan efek samping, seperti perubahan bakteri yang biasanya hidup di usus atau vagina. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena diare dan infeksi jamur vagina. Beberapa efek samping lain di antaranya adalah sakit perut, ruam, reaksi alergi, dan kerusakan ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *