Gejala Compulsive Disorder (OCD)

Gejala Compulsive Disorder (OCD)

Merupakan gangguan mental yang bisa menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan sesuatu tindakan secara berulang-ulang dinamakan dengan obsessive compulsive disorder (OCD). Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh penderita gangguan mental ini, maka perasaan mereka hanya akan diliputi dengan keresahan dan ketakutan.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami siapa saja, meskipun lebih sering terjadi di awal usia dewasa. OCD juga dapat menyerang anak dan remaja, terkadang penderita menyadari jika pikiran dan tindakan mereka berlebihan. Namun, hal itu tetap dirasa harus dilakukan dan mereka para penderita tidak dapat menghindari hal tersebut.

Penyebab Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab kelainan ini, namun terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang masuk dalam kondisi ini. Seperti menderita gangguan mental, memiliki anggota keluarga yang menderita OCD dan sebelumnya pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.

Gejala dari kelainan ini adalah gangguan pikiran yang menimbulkan rasa cemas hingga takut yang timbul secara terus menerus. Perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan rasa kecemasan tersebut, misalnya OCD, takut terkena penyakit kemudian mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah.

Gejala yang muncul berbeda dengan gejala OCPD atau obsessive compulsive personality disorder, dalam melakukan pengobatan psikiater akan terlebih dahulu melakukan wawancara secara mendalam mengenai pikiran dan perilaku yang timbul hingga dampak yang terjadi pada kehidupan penderita gangguan ini, berikut penjelasan kondisi yang menyebabkan gangguan.

  1. Faktor Genetik dan Biologis

Gangguan ini bisa saja terjadi karena faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga, namun gen yang mungkin memengaruhi kondisi tersebut belum dapat teridentifikasi dengan jelas atau diketahui sejak dini.

  1. Faktor Lingkungan

Lingkungan sangat mungkin membuat seseorang mengalami gangguan ini, termasuk trauma masa kecil, infeksi streptococcus atau yang disebut dengan pediatric autoimmune neuropsychiatric disorders associated with streptococcal infections (PANDAS) hingga perilaku kompulsif yang dipelajari dari mengamati anggota keluarga seiring waktu berjalan.

Gejala OCD

Meliputi pikiran yang mengganggu dan timbul secara terus menerus atau obsesif, serta perilaku yang dilakukan berulang-ulang atau kompulsif. Namun, beberapa penderita OCD hanya mengalami pikiran obsesif tanpa disertai perilaku kompulsif dan sebaliknya. Pikiran dan perilaku ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan dan hubungan sosial penderita.

  1. Pikiran Obsesif

Setiap orang bisa mengalami keadaan ini tetapi pada penderita OCD, pikiran yang muncul secara berulang dapat menetap. Pikiran ini bisa tiba-tiba muncul ketika penderita OCD memikirkan atau melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Takut kotor atau terkena penyakit, seperti menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang disentuh banyak orang.
  • Sangat menginginkan segala sesuatu tersusun selaras atau teratur dan tidak senang jika melihat sekumpulan benda menghadap ke arah yang berbeda.
  • Takut melakukan sesuatu yang bisa berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain, seperti merasa ragu apakah sudah mengunci pintu rumah atau mematikan kompor.
  1. Perilaku Kompulsif

Gejala obsessive compulsive disorder (OCD) selanjutnya adalah perilaku kompulsif, merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif. 

Rasa lega sesaat bisa muncul setelah melakukan perilaku kompulsif, namun kemudian gejala obsesif kembali akan muncul dan membuat penderita mengulangi perilaku ini. Gejala perilaku ini seperti mencuci tangan berkali-kali sampai lecet, menyusun benda menghadap ke arah yang sama dan memeriksa berulang kali tindakan yang sebelumnya dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *