Faktor Risiko Penyebab Spondilosis Servikal

Faktor Risiko Penyebab Spondilosis Servikal

Pernah mengalami rasa sakit di bagian leher dalam jangka waktu cukup lama sehingga menyebabkan sakit kepala yang parah ataupun kesemutan di beberapa bagian tubuh? Jika iya, jangan-jangan Anda sedang mengalami spondilosis servikal. 

Spondilosis vertikal merupakan kondisi ketika ruas tulang leher dan bantalannya menderita kerusakan. Kerusakan inilah yang kemudian menekan saraf tulang belakang secara keseluruhan sehingga menyebabkan rasa sakit di bagian leher Anda. Rasa sakit pun sangat mudah menjalar ke bagian kepala dan bahu sehingga menimbulkan sakit kepala yang berlebihan serta kebas di bagian anggota gerak tubuh, seperti tangan. 

Banyak kondisi yang bisa menyebabkan kondisi spondilosis servikal Anda alami. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami kondisi kerusakan leher dan bantalannya. 

  1. Usia 

Tahukah Anda bahwa hampir 9 dari 10 orang berusia 60 tahun mengalami spondilosis servikal? Faktor usia memang sangat berpengaruh pada kerusakan tulang di berbagai bagian tubuh Anda, tidak terkecuali di bagian leher dan bantalannya yang mungkin akan mengalami keausan. Tidak sedikit orang bahkan sudah mengalami kerusakan leher sejak usia 30 tahunan, yang mana gejalanya semakin bertambah parah seiring bertambahnya usia. Spondilosis sendiri merupakan masalah penuaan yang dianggap wajar. 

  1. Genetik 

Kalau Anda memiliki keluarga yang pernah atau sedang mengalami kondisi spondilosis servikal, kehati-hatian perlu ditingkatkan. Soalnya, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga spondilosis servikal cenderung lebih berisiko terkena masalah kesehatan yang satu ini. Kondisi tersebut terjadi karena spondilosis servikal sangat berhubungan dengan kondisi genetik seseorang. 

  1. Cedera

Seseorang yang pernah mengalami cedera di bagian leher akan lebih mudah terkena spondilosis servikal. Ini karena cedera yang dialami leher umumnya tidak dapat pulih dengan total dan menyisakan kerusakan kecil di bagian leher maupun bantalannya. 

  1. Merokok 

Anda punya kebiasaan merokok? Tahu tidak, orang-orang yang terbiasa merokok memiliki risiko terkena spondilosis servikal lebih awal. Ini karena merokok meningkatkan risiko nyeri dan cedera leher sehingga risiko bantalan leher rusak menjadi lebih besar. Jika bantalan leher rusak, Anda pun akan lebih mudah mengalami berbagai gejala spondilosis servikal, seperti sakit kepala dan kesemutan di bagian anggota gerak tubuh.

  1. Kelebihan Berat Badan 

Berat badan yang tidak ideal ternyata berpengaruh ke peningkatan risiko terkena spondilosis servikal. Anda yang memiliki berat badan berlebih cenderung memberikan beban lebih berat bagi leher untuk menahan kepala. Kondisi tersebutlah yang akhirnya membuat masalah berat badan Anda kemungkinan besar menjadi penyebab utama spondilosis servikal. 

  1. Kurang Bergerak 

Orang-orang yang terbiasa duduk atau tidur seharian akan lebih rentan terkena spondilosis servikal. Pasalnya saat tidak bergerak, leher akan lebih mudah kaku dan mengalami kerusakan. Hal ini berbeda apabila Anda aktif bergerak setiap hari sehingga kelenturan leher dan bantalannya dapat dipertahankan. Karena alasan kurang gerak inilah, banyak orang-orang yang berusia baru di awal 30 tahun akan mudah mengeluhkan gejala yang mengarah ke spondilosis servikal. 

  1. Pekerjaan 

Faktor pekerjaan dapat pula memperbesar risiko Anda terkena spondilosis servikal. Orang-orang dengan pekerjaan yang mengharuskan ia melakukan gerakan leher tertentu sepanjang waktu akan lebih mudah terkena masalah kesehatan ini. Pekerjaan yang membuat Anda harus menatap layar laptop sepanjang hari ataupun pekerjaan tukang ledeng yang membuatnya terus-menerus melihat ke bawah dengan kepala tertunduk menjadi beberapa profesi yang berisiko menghadirkan masalah spondilosis servikal. 

***

Walaupun spondilosis servikal merupakan tanda penuaan yang wajar, jangan sampai masalah kesehatan ini menyerang Anda lebih awal. Aktif bergerak serta menjaga leher agar tidak mengalami cedera merupakan langkah-langkah preventif untuk mengurangi faktor risiko penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *