Fakta Kadar Bilirubin Normal pada Bayi

Ketika bayi baru lahir, dokter pasti akan memeriksa kadar bilirubin normal pada anak tersebut. Pemeriksaaan pasca kelahiran ini menjadi amat penting guna memastikan bayi yang baru lahir tidak mengalami masalah dalam kesehatannya.

Kadar bilirubin merupakan pigmen kuning yang umum ada di darah dan tinja manusia. Kadar bilirubin normal pada bayi diharapkan selalu berada di bawah 5 miligram per desiliter. Jika lebih dari itu, artinya anak tersebut sedang mengalami gangguan kesehatan dan mesti segera mendapatkan perawatan intensif.

Pemeriksaan kadar bilirubin pada bayi akan terus diperiksa oleh tim dokter hingga beberapa waktu kelahiran. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai bilirubin pada bayi yang menjadi amat krusial sehingga terus dipantau.

  1. Bisa Terus Naik

Ada alasan khusus mengapa kadar bilirubin pada bayi terus dipantau, namun orang dewasa tidak. Ini karena kadar bilirubin normal pada orang dewasa cenderung sudah stabil. Sementara pada bayi, kadar bilirubin akan terus mengalami kenaikan pada 1—2 minggu pertama dari waktu kelahirannya. Pemantauan dilakukan agar bayi tidak mengalami kadar bilirubin berlebihan yang bisa menganggu fungsi organ tubuhnya.

  • Alami Sakit Kuning

Tahu tidak alasan mengapa anak bayi sering mengalami sakit kuning? Alasannya tidak lain karena ada masalah terkait kadar bilirubin normalnya. Bayi yang mengalami sakit kuning atau dikenal dengan istilah jaundince memiliki kadar bilirubin yang terlalu tinggi. Sakit kuning pada bayi sangat mudah terlihat karena menunjukkan gejala kulit dan bagian putih mata yang menjadi berwarna kekuningan. Jaudince pada bayi bisa menandakan adanya gangguan pada fungsi organ tubuhnya, khususnya pada hati, sehingga mesti segera ditangani.

  • Bergantung Hari

Kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir ditetapkan mesti berada di bawah 5 miligram per desiliter. Namun, nilai tersebut hanya berlaku untuk hari pertama ia dilahirkan. Pasalnya, ada kecenderungan kadar bilirubin bayi terus mengalami kenaikan. Karena itu, dokter membuat ketentuan toleransi batas kadar bilirubin normal pada bayi bergantung hari. Pada bayi 1—2 hari, toleransi kadar bilirubin bayi tidka boleh melebihi 15 miligram per desiliter. Lalu pada usia 2—3 hari, kadar bilirubin normal tidak boleh melebihi 18 miligram per desiliter. Lewat 3, hari, toleransi kadar bilirubin normal pada bayi tidak boleh lebih dari 20 miligram per desiliter.

  • Faktor ketika Lahir

Kadar bilirubin yang tidak normal pada bayi tidak terjadi begitu saja. Umumnya, ada beberapa faktor risiko yang membuat bayi baru lahir mengalami kadar bilirubin tinggi. Sulitnya proses persalinan sehingga membuat sang bayi mengalami trauma menjadi salah satu penyebab tingginya kadar bilirubin. Selain itu, adanya perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi serta kelahiran prematur juga menjadi pemicu naiknya kadar bilirubin ke luar batas ambang toleransi.

  • Terapi ASI

Ketika kadar bilirubin pada bayi didapati dalma kondisi di atas batas toleransi, dokter akan segera meminta anak tersebut untuk melakukan perawatan. Terapi sinar serta terapi imunogloubin intravena kerap menjadi pilihan perawatan untuk bisa mengembalikan bayi ke kadar bilirubin normal. Namun selain perawatan medis di rumah sakit, upaya menurunkan kadar bilirubin bayi juga bisa dilakukan dengan terapi air susu ibu (ASI). Memastikan bayi cukup terhidrasi dengan ASI bisa mengurangi tingkat kadar bilirubin. Menjemur bayi di waktu pago hari juga merupakan upaya yang bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan medis.

Menjaga kadar bilirubin normal pada bayi amat penting guna memastikan kesehatan buah hati ke depannya. Mengetahui berbagai fakta mengenai kadar bilirubin pun menjadi tidak kalah pentingnya agar ketika tim medis memberikan situasi yang terjadi, Anda sebagai orangtua bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dengan rasa panik yang minim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *