Mengenal Efek Samping Simvastatin, Obat untuk Menurunkan Kolesterol

Mengenal Efek Samping Simvastatin, Obat untuk Menurunkan Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi seringkali dialami oleh banyak orang yang terbiasa tidak menerapkan pola makan sehat. Saat seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, salah satu obat yang digunakan adalah simvastatin. Tapi, tahukah Anda sebenarnya ada efek samping simvastatin yang tidak baik untuk tubuh Anda?

Selayaknya obat pada umumnya, simvastatin juga tidak terhindari dari resiko adanya efek samping. Kemunculan efek samping ini mungkin bisa berbeda-beda pada setiap orang. 

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengonsumsi simvastatin sesuai anjuran dari dokter. 

Kemungkinan efek samping simvastatin

Konsumsi simvastatin secara rutin memang tidak akan menyebabkan kantuk. Akan tetapi, ada efek samping lain yang bisa ditimbulkannya. Efek samping ini dibagi ke dalam dua kategori, yaitu:

  • Efek samping umum

Kategori ini merupakan kategori efek samping yang lebih umum terjadi pada pasien. Efek samping dalam kategori ini cenderung lebih ringan dan tidak berjangka panjang. 

Efek samping umum penggunaan obat ini meliputi sakit kepala, mual, nyeri perut, konstipasi, nyeri otot, nyeri sendi, dan infeksi organ pernapasan bagian atas. 

Terkadang, dalam beberapa kasus, efek samping umum juga dapat berupa perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Perubahan warna ini juga bisa terjadi pada bagian putih mata Anda. 

  • Efek samping serius

Kategori efek samping ini melibatkan bentuk-bentuk efek samping yang lebih serius. Terkadang, efek samping ini bahkan bisa mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan pertolongan pertama sesegera mungkin.

Efek samping serius penggunaan obat ini berupa nyeri otot yang parah, gagal ginjal, keracunan hati, anemia, reaksi alergi yang parah hingga membuat kesulitan bernapas, sensitivitas terhadap matahari, dan lain sebagainya.

Reaksi alergi serius bisa dikenali dengan tanda-tanda seperti mengalami sesak napas, kesulitan bernapas dan berbicara, ruam kulit yang sangat parah, serta pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, dan tenggorokan.

Efek samping simvastatin bagi wanita hamil dan menyusui

Tidak sedikit wanita hamil dan menyusui yang memiliki kadar kolesterol cukup tinggi. Hal ini bisa juga dipengaruhi oleh konsumsi makanan selama masa kehamilan. 

Kadar kolesterol yang tinggi pada ibu hamil dan menyusui bisa membahayakan kesehatan bayi. Karena itu, kondisi ini tetap perlu dikendalikan.

Namun, simvastatin tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai upaya mengatasi kolesterol pada wanita hamil dan menyusui. Akan lebih baik kalau Anda berhenti mengonsumsi simvastatin setidaknya tiga bulan sebelum mengandung.

Untuk memastikan hal ini, Anda bisa mencoba untuk berbicara dengan dokter mengenai keinginan untuk hamil. Dokter bisa memberikan alternatif pengobatan lain sebagai bentuk antisipasi jika Anda mengandung tiga bulan kemudian.

Bagi wanita yang tengah berada di masa menyusui, sebenarnya tidak diketahui dengan pasti apa efek sampingnya. Belum dapat dipastikan apakah kandungan dari simvastatin akan terdapat pada ASI yang diberikan ke bayi.

Akan tetapi, berbagai jenis obat-obatan memang bisa memberikan efek samping yang tidak baik bagi bayi. Selama masa kehamilan, sebaiknya hentikan konsumsi simvastatin. 

Jika Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi, cobalah membicarakannya dengan dokter untuk mendapatkan alternatif pengobatan lain. 

Reaksi dengan obat-obatan lain

Simvastatin juga memiliki potensi untuk menimbulkan reaksi yang kurang baik ketika digabungkan dengan obat jenis lain. Beberapa di antaranya adalah antibiotik, obat HIV, warfarin, obat antidepresan, dan lain-lain.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat-obatan yang dikonsumsi. Hal ini penting untuk menghindari efek samping simvastatin yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *