Daftar Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di Rumah Sakit Kediri

Penyebaran virus corona baru atau COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta pemerintah provinsi dan daerah secara resmi telah menambah jumlah rumah sakit rujukan pasien infeksi virus corona baru. Pemerintah Kabupaten Kediri salah satunya memberikan rumah sakit Kediri sebagai rujukan untuk pasien Covid-19.

Sebagai informasi, ada 11 rumah sakit yang digandeng untuk penanganan Covid-19, yaitu RSUD Kabupaten Kediri, RSIA Permata Hati, RSIA Kasih Bunda, RS HVA Toeloengredjo, RS Amelia, RS Wilujeng, RS Muhammadiyah Siti Khodijah, RSU Muhammadiyah Surya Melati, RS Arga Husada, RS Aura Syifa dan RSUD SLG.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri Jatim menggandeng 11 rumah sakit (RS) di wilayahnya sebagai tempat rujukan penanganan Corona COVID-19. Artinya, pasien yang terindikasi gejala Corona COVID-19 tidak harus selalu dilarikan ke RSUD Pare Kediri.

RS rujukan Corona COVID-19 lainnya, antara lain, misalnya RS Toeloengredjo, RS Amelia, RS Aura Syifa, RSUD SLG, dan beberapa rumah sakit swasta lainnya. Sebelumnya rumah sakit Kediri sempat terjadi lonjakan pasien covid-19. Kapasitas keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate rawat inap di RSUD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang menjadi rujukan pasien covid-19 melebihi kapasitas asli atau overload. Imbasnya, sebagian pasien terpaksa menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk sementara waktu.

Disebabkan tingginya kasus Covid-19 maka pemerintah kabupaten Kediri menambah rumah sakit rujukan Covid-19 RS Nuraini Pare Kediri menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 untuk pasien gejala ringan dan sedang per Januari 2021. Satgas Penanganan Covid-19 Kediri sudah menyewa rumah sakit yang perlatannya maish komplit itu.

Tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Kediri hampir penuh, akan tetapi semua pasien masih bisa ditangani. Sementara, kapasitas tempat isolasi mandiri Pemkab Kediri yang berada di wisma atlet dan SD Pelem II Kediri masih 50 persen.

Manajemen Rumah Sakit Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri telah mempersiapkan tenda darurat untuk penanganan pasien COVID-19, seiring meningkatnya jumlah pasien terpapar virus corona dalam beberapa waktu terakhir.

Bagian Hubungan Masyarakat RS SLG Kabupaten Kediri Ahmad Jazuli Harwono mengemukakan pendirian tenda darurat ini sudah dilakukan sejak awal Desember 2020 dan merupakan inisiatif dari pihak rumah sakit karena jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Di RS SLG Kabupaten Kediri sebenarnya mampu merawat hingga 26 pasien yang terpapar Covid-19. Namun, karean banyaknya pasien kapasitas hampir penuh. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) Ahsin Usman mengaku saat ini tengah mempersiapkan tempat tidur dan fasilitas tambahan untuk pasien Covid-19 di Kediri.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Ahmad Khatib mengklaim telah meminta dan mewanti-wanti agar RS rujukan di Kediri menambah kapasitas tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19. 

“Semoga segera ada yang sembuh dan pulang. Kami pun sudah proses untuk menambah tempat dan ruangan baru. Ini di RSKK akan menambah kapasitas tempat isolasi, RS HVA Toeloengredjo Kota Pare juga tambah, RS Simpang Lima Gumul juga akan tambah. Kemudian rumah sakit swasta yang lain dipersilahkan melayani pasien Covid-19,” kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, rumah sakit di Kabupaten Kediri bersifat rumah sakit rujukan, sehingga pasien yang masuk bukan hanya dari Kabupaten Kediri melainkan dari sejumlah daerah di Jawa Timur lainnya seperti Jombang, Nganjuk, hingga Blitar.

Dengan kondisi seperti ini, Ahmad pun mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ideal. Sebab, menurutnya Kabupaten Kediri hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda bahwa sebaran virus corona melandai.

“Belum ada tanda-tanda landai, jadi untuk selalu waspada tidak kendur dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Data sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri per Minggu (6/6) menunjukkan sebanyak 4.908 orang dinyatakan positif Covid-19 yang dirawat rumah sakit Kediri. Dari jumlah itu, 69 orang masih menjalani perawatan di RS dan isolasi mandiri, kemudian 4.610 orang telah sembuh, dan 478 orang telah meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *