Penyakit

Berikut Penyebab dan Cara Mengobati Kelumpuhan yang Perlu Anda Tahu

Tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah ‘lumpuh’. Namun, apakah Anda sudah tahu benar apa itu kelumpuhan yang sebenarnya? Dengan mengetahui penyebab dan cara mengobati kelumpuhan, Anda diharapkan semakin waspada terhadap gangguan kesehatan ini.

Pengertian kelumpuhan secara medis

Pengertian kelumpuhan itu sendiri adalah hilangnya kemampuan tubuh untuk menggerakan seluruh atau sebagian anggota tubuh. Penyebab kelumpuhan itu sendiri cukup beragam. Beberapa di antaranya tidak boleh disepelekan begitu saja. Seseorang dapat pulih dari kelumpuhan atau bahkan mengalami kelumpuhan secara permanen.

Kondisi ini terjadi ketika terdapat gangguan komunikasi antara otak dan otot. Kelumpuhan dapat menimpa satu atau kedua sisi tubuh, maupun secara keseluruhan atau hanya sebagian. Dalam kasus tertentu, kelumpuhan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kelumpuhan yang terjadi di bagian tubuh bawah termasuk kaki disebut dengan paraplegia, sedangkan kelumpuhan pada lengan dan kaki dikenal dengan quadriplegia.

Faktor yang menyebabkan kelumpuhan

Secara umum, sebagian besar kelumpuhan disebabkan oleh penyakit stroke atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera tulang belakang atau leher hingga patah. Ada pun penyebab lain yang menjadi pemicu kelumpuhan pada seseorang, antara lain:

  • cerebral palsy
  • sindrom pascapolio
  • cedera otak traumatik
  • cacat lahir
  • neurofibromatosis

Bagaimana cara mengobati kelumpuhan?

Tindakan medis untuk mengobati kelumpuhan tergantung pada kondisi orang tersebut, termasuk penyebab dari kelumpuhan itu sendiri dan juga gejala yang dialami. Beberapa prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

  • konsumsi obat, seperti botox atau pelemas otot pada kasus kelumpuhan paralisis spastik
  • terapi okupasi
  • terapi fisik (fisioterapi)
  • operasi atau tindakan amputasi
  • penggunaan alat bantu gerak, seperti kursi roda, penopang, skuter, dan lainnya.

Walaupun begitu, prosedur medis di atas hanya dapat membantu sebatas mengelola gejala yang muncul. Pasalnya, sebagian besar kasus kelumpuhan tidak dapat diobati.

Konsultasi dini dengan dokter dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi lebih lanjut. Anda perlu untuk segera menghubungi UGD jika mengalami kelumpuhan maupun jika orang terdekat Anda mengalami hal serupa. Kondisi tersebut biasanya muncul dengan gejala, seperti:

  • terjadi secara tiba-tiba
  • terjadi setelah cedera yang serius, seperti setelah jatuh atau mengalami kecelakaan
  • mengalami kesulitan berbicara, bernapas, atau menelan.
Penyakit

Hati-hati Gangguan Keseimbangan, Lakukan Tes Posturografi

Gangguan keseimbangan dapat menyebabkan pusing dan membuat Anda seperti berputar atau bergerak mesikipun Anda sedang berdiri atau duduk diam. Sebagai hasilnya, Anda merasa tidak enak dan mual, yang mana akan sangat mengganggu kehidupan aktivitas sehari-hari Anda. Dalam beberapa kasus, gangguan keseimbangan juga dapat menyebabkan seseorang terjatuh, mengakibatkan patah tulang dan cidera lain. Gejala utama adanya gangguan keseimbangan adalah Anda merasa goyah saat berjalan atau berdiri. Apabila Anda merasa kesulitan berjalan akibat hal tersebut, segera lakukan beberapa jenis tes gangguan keseimbangan seperti tes darah, tes pergerakan mata, dan posturografi untuk membantu dokter memberikan diagnosa dan perawatan yang tepat. Namun, apa sebenarnya gangguan keseimbangan tersebut?

Apa yang menyebabkan gangguan keseimbangan?

Beberapa penyebab gangguan keseimbangan di antaranya adalah infeksi pada telinga, gangguan telinga dalam, cidera kepala, sirkulasi darah yang buruk, penggunaan beberapa obat-obatan tertentu, ketidakseimbangan kimiawi di otak, tekanan darah rendah dan tinggi, kondisi saraf tertentu, penuaan, dan arthritis. Agar mendapatkan diagnosa yang tepat, Anda perlu melakukan beberapa rangkaian tes seperti posturografi. Beberapa diagnosa yang dapat dibuat di antaranya adalah:

  • Vertigo. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita pusing saat menggerakkan kepala mereka. Gejala ini biasanya muncul ketika Anda mencoba melihat ke belakang atau menengadah ke atas guna mengambil sesuatu yang terletak di atas kepala.
  • Infeksi atau peradangan telinga dalam. Kondisi ini dapat membuat Anda pusing dan goyah saat berjalan. Penyakit flu atau infeksi sistem pernapasan atas dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Penyakit Meniere. Penyakit jenis ini mengubah volume cairan yang ada di dalam telinga Anda dan menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya kemampuan dalam mendengar, dan bunyi dering nyaring di telinga. Hingga saat ini, penyebab penyakit ini masih belum diketahui.
  • Cidera kepala dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang keras, infeksi telinga, dan perubahan tekanan udara. Kondisi-kondisi tersebut akan menyebabkan bocornya cairan dalam telinga ke telinga tengah, mengakibatkan gangguan keseimbangan.
  • Perjalanan laut yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk benar-benar hilang.
  • Tumor. Kondisi seperti neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan keseimbangan.

Faktor risiko dan diagnosa

Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan keseimbangan terutama apabila Anda sedang dalam masa pengobatan, memiliki infeksi virus, mengalami masalah telinga dalam, atau sedang dalam masa pemulihan setelah mendapatkan cidera kepala. Apabila Anda berumur 65 tahun atau lebih dan memiliki penyakit arthritis dan tekanan darah tinggi atau rendah, Anda memiliki risiko tinggi memiliki gangguan keseimbangan. Selain itu, bepergian menggunakan perahu atau kapal juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan sementara.

Gangguan keseimbangan memang cukup sedikit sulit untuk didiagnosa mengingat kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Dokter mungkin akan bertanya mengenai gejala dan meninjau riwayat kesehatan Anda untuk mencari kondisi atau penggunaan obat-obatan yang dapat memicu kondisi gangguan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, Anda akan dirujuk pada dokter ahli THT. Mereka akan melakukan beberapa jenis tes seperti tes darah, tes pendengaran, tes pergerakan mata, pemindaian pencitraan pada kepala dan otak (MRI atau CT scan), dan posturografi (studi postur tubuh). Gangguan keseimbangan dapat menjadi sebuah masalah sementara ataupun jangka panjang, tergantung dengan penyebab kondisi tersebut. Untuk kasus infeksi telinga, biasanya gangguan ini akan sembuh setelah mendapatkan perawatan yang cukup. Namun, dalam kasus-kasus tertentu (misalnya disebabkan karena kondisi kronis atau penuaan), proses penyembuhan akan memakan waktu yang sangat lama.

Penyakit

Kenapa Gusi Sering Berdarah? Ini Penyebabnya!

Gusi berdarah mungkin sudah sering Anda alami. Terkadang memang kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba bahkan saat tidak masalah pada gusi. Jika Anda termasuk sering mengalami gusi berdarah secara tiba-tiba, Anda patut waspada. Seringkali kejadian gusi berdarah disebabkan oleh trauma pada gusi.

Misalnya, aktivitas sikat gigi yang terlalu kuat dan penggunaan benang gigi yang baru. Jika gusi berdarah disebabkan oleh dua hal tersebut, maka kejadian ini bisa dicegah. Namun, jika Anda tidak sedang sikat gigi atau menggunakan bedang gigi tetapi tiba-tiba Anda mengalami gusi berdarah, maka Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Apalagi, jika kondisi ini terjadi berulang-ulang kali.

Simak beberapa penyebab gusi berdarah yang terjadi tiba-tiba tanpa adanya trauma atau penyakit pada gusi Anda:

  1. Kekurangan vitamin K

Kurangnya asupan vitamin K dalam tubuh, bisa membuat darah lebih sulit untuk menggumpal atau dengan kata lain, jika terjadi pendarahan, maka dara akan lebih sulit untuk berhenti.

  • Leukemia

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah. Kondisi ini biasanya akan membuat penderita memiliki kandar trombosit yang rendah. Hal ini menyebabkan terjadinya penderahan secarah mudah bahkan teradi secara tiba-tiba. Ketika terjadi, biasanya juga akan lebih sulit berhenti.

  • Trombositopenia

Trombositopenia merupakan kondisi dimana trombosit dalam darah kurang dari jumlah normalnya. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita leukimia ataupun pada mereka yang tidak memilki leukemia. Kondisi ini bisa membuat pendarahan mudah terjadi. Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit dengan salah satu tanda trombositopenia.

  • Hemofilia atau penyakit Von Willebrand

Gangguan darah hemofilia atau penyakit Von Willebrand juga bisa menjadi penyebab gusi berdarah berulang pada Anda. Jika Anda ingin memastikan benar atau tidaknya, Anda perlu melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut.

  • Diabetes

Gusi berdarah adalah salaha satu ciri diabetes 1 dan 2 yang juga perlu Anda sadari. Penderita diabetes tidak bisa melawan kuman atau bakteri, yang bisa menyebabkan berbagai gangguan di tubuh, termasuk radang gusi, yang bisa membuat gusi menjadi lebih mudah berdarah.

Jika Anda sering mengalami gusi berdarah yang terus-menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat. Lebih cepat diketahui penyebabnya, maka lebih cepat juga Anda ditangani dan mencegah gusi berdarah terulang kembali.

Penyakit

Waspada, Ini yang Menjadi Penyebab Kelainan Tulang Belakang!

Sering melihat orang yang tubuhnya cenderung membungkuk? Kemungkinan mereka menderita kelainan tulang belakang atau kifosis. Punggung yang sedikit melengkung ini adalah hal yang wajar, tetapi jika kifosis terjadi biasanya penderita akan merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas. Rasa tidak nyaman ini dikarenakan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan dan parahnya lagi, ketidaknyamanan ini akan terjadi terus menerus serta berpengaruh terhadap bentuk tubuh.

Ini penyebab kelainan tulang belakang kifosis

Struktur tulang punggung adalah tulang yang menanjang ke atas seperti balok Uno Stacko. Walaupun, memangjang seperti balok, ternyata tulang punggung memiliki keunikan dengan sifatnya yang fleksibel. Oleh karena itu fleksibilitas ini, tubuh kita bisa bergerak dengan leluasa dan seluwes mungkin.

Namun, siapa sangka keunikan itu juga membuat tulang punggung rentan mengalami gangguan, salah satunya adalah kifosis. Kifosis disebabkan ketika tulang-tulang yang menyusun tulang punggug di bagian atas tidak berbentuk sebagaimana mestinya. Bentuk tulang punggung yang harusnya lurus pada kifosis menjadi melengkung yang membuat tubuh penderita cenderung membungkuk ke arah depan.

Penyebab dari kifosis sangat beragam, seperti:

  1. Postur tubuh yang kurang baik
  2. Gangguan pada pertumbuhan
  3. Usia lanjut
  4. Bentuk tulang vertebra yang tidak normal
  5. Cara duduk yang salah dalam jangka panjang

Cara mengatasi ketidaknyamanan akibat kifosis

Pada penderita kifosis gejala yang paling terlihat adalah tulang punggung yang melengkung ke depan. Selain itu, bahu penderita kifosis juga cenderung maju ke depan. Kelainan yang terlihat ini biasanya terjadi pada penderita kifosis parah dan tidak nampak pada kifosis yang ringan.

Selain dari gejala tersebut, biasanya penderita kifosis juga bisa merasakan keluhan lain seperti nyeri punggung, punggung terasa kaku, dan otot hamstring yang terasa tegang. Tentunya hal tersebut bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, terdapat beberapa Gerakan yang bisa dilakukan untuk melatih otot punggung agar mengurangi rasa tidak nyaman tersebut seperti:

  • Menarik lutut ke dada
  • Mengangkat panggul sembari berbaring (pelvic tilting)
  • Menggerakkan lutut ke samping sambal berbaring (knee rolls)
  • Pastikan kursi dan meja kerja pasa posisi yang nyaman sehingga badan tetap tegak saat kerja
  • Perhatikan tas atau beban di punggung, gunakan ransel yang bisa mendistribusikan beban secara merata di punggung.
Penyakit

Ini Penyebab Sesak Nafas yang Terjadi dengan Tiba-tiba

Tahukah Anda, bahwa beberapa kondisi seperti kelebihan berat badan, serangan panik, asma, radang paru-paru dan setelah aktifitas berat bisa mengalami sesak nafas? Sesak nafas terjadi akibat tubuh tidak mendapatkan asupan udara yang cukup untuk masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan perasaan tidak nyaman. Kondisi ini bisa berlangsung sesaat dan bisa juga berlangsung dalam waktu yang cukup lama, tetapi perlu diingat bahwa kondisi sesak nafas juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan lain yang perlu Anda waspadai.

Gejala dan penyebab sesak nafas

Kesulitan bernapas adalah gejala utama dari sesak nafas. Namun, gejala sesak nafas juga bergantung pada tingkat keparahan sesak nafas itu sendiri. Kesulitan bernafas bisa ditandai dengan nafas yang pendek, cepat, dangkal, kadang disertai nyeri, dan rasa tidak nyaman seperti tercekik yang bisa berlangsung sesaat ataupun berlangsung lama dan kronis.

Sesak nafas biasanya disebabkan oleh gangguan jantung dan paru-paru yang berakibat peredaran oksigen dalam tubuh terganggu. Berikut diuraikan beberapa penyebab sesak nafas:

  • Gangguan jantung: Kardiomiopati, aritmia, gagal jantung, pericarditis
  • Gangguan paru-paru: Tuberkulosis, edema paru, fibrosis paru, radang selaput dada, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit paru insterstisial, dan radang paru-paru (pneumonia)
  • Obesitas
  • Keracunan gas karbon monoksida
  • Pneumotoraks dan tulang rusuk patah
  • Tenakan darah rendah atau hipotensi
  • Anemia

Penanganan untuk sesak nafas

Jika Anda memiliki keluhan sesak nafas, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kesehatan umum Anda. Untuk mempermudah dokter meneggakan diagnosis, penderita perlu menjelaskan bagaimana dan kapan sesak nafas itu terjadi, berapa lama, seberapa sering sesak nafas terjadi, dan apakah sesak nafas tersebut mengganggu aktivitas atau tingkat keparahan sesak nafas.

Jika memang terjadi sesak nafas, pertolongan pertamanya adalah dengan mengubah posisi untuk menenangkan tubuh dan membuka jalur pernafasan. Perubahan posisi bisa dilakukan dengan duduk, berdiri dengan bersandar, berbaring, dan menggunakan kipas. Jika sesak nafas tidak kunjung membaik dengan perubahan posisi tersebut atau mungkin semakin parah, hal itu merupakan indikasi untuk memerlukan pertolongan yang segera.

Penyakit

Apakah Obat Aspirin Aman untuk Mengatasi Sindrom Reye

Sindrom reye adalah penyakit cukup jarang terjadi dan tidak diketahui penyebab utamanya. Penyakit ini bisa mengakitbatkan pembengkakan pada otak dan menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Jika tidak cepat ditangani, sindrom reye bisa berdampak kematian. Gejala-gejala penyakit ini juga tidak timbul secara mendadak. Sindrom reye bisa muncul mengikuti penyakit infeksi seperti flu atau cacar air yang dialami anak atau remaja.

Biasanya kondisi yang terjadi pada anak, tampak sembuh dari flu atau cacar airnya lalu kemudian sakit lagi dengan gejala muntah berulang-ulang, merasa lemas, gelisah, bingung, mudah marah, bernafas dengan cepat dan kejang serta bisa hilang kesadaran untuk kasus yang parah. Penyakit ini memang belum diketahu penyebab pastinya, tetapi penggunaan obat Aspirin pada anak atau remaja bisa memicu timbulnya sindrom reye.

Aspirin merupakan obat pengencer darah yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah serta mengurangi risiko serangan jantung. Oleh karena itu, untuk upaya mencegah terjadinya sindrom reye, dokter sangat tidak mengajurkan pemberian aspirin untuk anak atau remaja. Jika terkena flu, demam, radang atau nyeri lebih baik memberikan obat lain seperti asetaminofen atau ibuprofen yang juga dijual bebas.

Anda bisa memberikan obat yang dijual bebas sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan aspirin. Saat membeli obat, pastikan Anda membaca labelnya karena aspirin bisa saja memiliki nama yang berbeda, seperti acetylsalicylic acid, acetylsalicylate, salicylic acid dan salicylate. Jika muncul gejala-gejala sindrom reye, anak harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan di unti perawatan intensif. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan permanen pada otak dan melindungi fungsi vital tubuh seperti pernafasan dan sirkulasi darah.

Umumnya dokter akan memberikan penanganan berupa pemberian cairan elektrolit untuk menjaga kadar garam, mineral dan glukosa darah, pemberian diuretic untuk membuat kelebihan cairan dan mengurangi pembengkakan otak, melakukan detoksifikasi ammonia dan memberikan obat aktikonvulsan untuk mencegah kejang-kejang.

Penderita sindrom reye akan menjalani perawatan selama beberapa minggu di rumah sakit sebelum sembuh total dan diperbolehkan pulang. Sebagain besar anak dan remaja yang mengalami sindrom reye mampu bertahan walaupun ada kemungkinan menderita berbagai kerusakan permanen pada otak.

Penyakit

3 Gerakan Mudah untuk Penderita Cedera Hamstring

Jika Anda penggemar olahraga, tentunya tidak asing lagi dengan kondisi cedera yang sering menyerang para atlit atau biasa disebut sebagai cedera hamstring. Hamstring merupakan tiga otot besar yang terletak di area paha belakang yang berkerja pada saat Anda menekuk lutut dan berfungsi ketika pinggul bergerak. Oleh karena itu, hamstring seringkali membuat penderita kesulitan bergerak karena otot-otot menjadi kaku dan kencang.

Latihan otot pada yang bisa dilakukan saat cedera hamstring

Apakah Anda tahu bahwa untuk mengatasi cedera hamstring bisa dilakukan dengan latihan otot paha? Dengan gerakan latihan yang tepat dan telah direkomendasikan rasa kaku dan kencang akibat cedera hamstring bisa membaik secara perlahan dan bisa membuat gerakan tubuh menjadi normal seperti semula.

Pada otot hamstring yang mengalami cedera atau sobek, beberapa benjolan akan terbentuk di daerah yang mengalami cedera. Namun, jangan khawatir terlebih dahulu, karena benjolang tersebut merupakan proses dari penyembuhan cedera hamstring. Benjolan tersebut terdiri dari jaringan kolagen yang pada akhirnya dinamakan jaringan jaringan parut.

Kondisi tersebut merupakan kondisi yang normal setelah timbulnya cedera. Oleh karena itu, untuk mengatasi benjolan tersebut dan membuat jaringan otot hamstring kembali seperti sedia kala bisa dilakukan latihan perlahan dan bertahap yang dimulai dari pemanasan.

Berikut tiga gerakan mudah yang dapat dilakukan sebagai terapi cedera hamstring

  1. Peregangan otot paha sambil telentang yang bisa dimulai dari intesitas ringan dan bisa ditingkatkan secara perlahan dalam waktu 4-6 minggu. Peregangan ini dapat dilakukan dengan posisi tidur terlentang, kemudian angkat kaki yang cedera secara perlahan ke arah dada, dan tekuk kaki tersebut. Letakkan kedua tangan di belakang lutut yang cedera, secara perlahan luruskan kaku yang ditekuk ke atas, dan tahan selama 2 detik.
  2. Peregangan otot paha sambil duduk dengan bantuan kursi. Duduk di kursi dengan posisi kaki yang cedera di depan kaki lain, secara perlahan tegakkan punggung, dan gerakan badan ke depan. Pada saat Anda melakukan gerakan ini akan terasa bahwa otot hamstring tertarik dan tahan selama 2 detik.
  3. Lakukan peregangan oto pada sambil berdiri. Berdiri dengan tegap di belakang kursi, berpegangan pada belakang sandaran kursi, gerakkan kaki yang cedera ke arah belakang, sedikit menekuk hingga terasa sedikit tekanan pada otot paha belakang. Kemudian, tahan posisi tersebut selama 2 detik.

Anda perlu ingat bahwa, meskipun tiga gerakan sederhana tersebut bisa Anda lakukan sendiri di rumah, alangkah baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menilai kesiapan saat Anda melakukan latihan otot paha.

Penyakit

Penyebab Sindrom Kompartemen yang Perlu Anda Tahu!

Kondisi serius bisa terjadi pada bagian tubuh yang dinamakan dengan kompartemen. Kompartemen sendiri merupakan sekumpulan jaringan otot, pembulu darah, dan saraf pada lengan dan kaki yang dikelilingi oleh membran kuat yang disebut fascia. Fascia tidak bisa mengembang, sehingga jika terjadi pembengkakan di dalam fascia maka struktur di dalam kompartemen seperti otot, pembuluh darah, dan saraf bisa mengalami tekanan yang sakit tinggi yang disebut sebagai sindrom kompartemen yang bisa mengakibatkan kematian jaringan (nekrosis) dari isi kompartemen.

Dampak yang terjadi pada penderita sindrom kompartemen

Secara garis besar sindrom kompartemen dibagi menjadi dua jenis yang memiliki penyebab dan tatalaksana yang berbeda. Di bawah ini diuraikan mengenai tipe, penyebab dan tatalaksana dari sindrom kompartemen:

  1. Sindrom kompartemen akut yang umumnya merupakan kondisi gawat darurat medis. Berbagai penyebab dari sindrom kompartemen akut antara lain:
  2. Patah tulang atau cedera yang meremukkan pada area lengan dan kaki
  3. Penggunaan gips atau perban yang terlalu ketat dengan kondisi bengkak yang belum reda.
  4. Luka bakar yang bisa menyebabkan jaringan parut dan kencang pada kulit
  5. Setelah melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat atau rusak.
  6. Cedera otot yang menimbulkan memar
  7. Penggunaan obat-obat anabolic steroid, alkohol dan narkoba

Sindrom kompartemen akut bisa menyebabkan keruasak otot secara permanen jika tidak segera ditangani. Selain itu, tindakan pembedahan fascia (fasciotomy) meruapakan pilihan perawatan untuk mencegah komplikasi dari sindrom kompartemen akut. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengurangi tekanan dalam kompatemen.

  • Sindrom kompartemen kronik yang terjadi secara bertahap. Meskipun penyebab pasti pada sindrom kompartemen kronik tidak diketahui pada umumnya kondisi ini bisa terjadi pada orang yang melakukan aktifitas fisik dengan Gerakan berulang dan teratur seperti berenang. Bermain tenis, bersepeda, dan berlari.

Diduga aktivitas fisik yang dilakukan berulang bisa menyebabkan pembengkakan sementara sehingga aliran darah ke otot di kompertemen terganggu. Jika sindrom kompatemen kronis sudah ditegakkan dokter akan merekomendasi beberapa tindikan tanpa operasi seperti:

  • Terapi fisik untuk meregangka otot
  • Penggunaan obat anti inflamasi
  • Mengubah jenis permukaan tempat berolah raga
  • Menguranig kegiatan berisiko tinggi sebagai bagian olahraga
  • Beristirahat yang cukup setelah beraktifitas
  • Kompres dengan air dingin setelah beraktifitas fisik

Jika tindakan tersebut tidak bisa mengurangi gejala yang ditimbulkan, maka tindakan bedah bisa menjadi pilihan pada sindrom kompartemen kronis.