Penyakit

Napas Bunyi, Apa Saja Jenisnya?

napas bunyi

Napas bunyi merupakan kondisi yang menimbulkan suara ketika seseorang menarik dan membuang napas. Napas bunyi bisa didengar secara langsung. Namun, stetoskop juga diperlukan untuk mendengar suara tersebut (ketika pasien melakukan pemeriksaan auskultasi). Stetoskop merupakan alat yang dibutuhkan (jika manusia mengalami napas bunyi), untuk mengetahui apa yang menyebabkan suara tersebut terjadi. Ada berbagai faktor yang dapat memicu nafas yang disertai dengan bunyi tertentu.

Untuk menghasilkan suara, paru-paru memiliki 3 jenis suara, antara lain suara napas, suara adventif, dan resonansi vokal. Pasien bisa menghasilkan bunyi napas di setiap bagian dada.

Apa Saja Jenis Napas Bunyi?

Napas bunyi juga dapat menunjukkan suara yang berbeda, karena tergantung pada jenis napas berikut:

  • Rales

Rales merupakan jenis napas yang menunjukkan suara klik di paru-paru. Suara tersebut terjadi ketika penderita bernapas. Rales juga disertai dengan suara yang beragam, antara lain suara yang terdengar seperti kering, basah, halus, dan kasar.

  • Ronki

Ronki merupakan jenis napas yang menunjukkan suara yang serupa dengan dengkuran.

  • Stridor

Stridor merupakan jenis napas yang dipengaruhi oleh penyumbatan aliran udara di tenggorokan.

  • Mengi

Mengi merupakan jenis napas yang dipengaruhi oleh penyempitan saluran udara. Mengi menunjukkan suara napas yang seolah-olah meniup peluit.

Apa Saja Gejala Napas Bunyi?

Selain bunyi napas, penderita mungkin juga mengalami gejala lain seperti batuk dan demam. Gejala-gejala tersebut bisa muncul karena manusia menderita kondisi lain seperti pneumonia.

Apa Saja Yang Memicu Napas Bunyi?

Napas yang disertai dengan bunyi terjadi karena berbagai kondisi yang sesuai dengan jenis napas berikut:

  • Rales

Rales disebabkan oleh penyakit jantung, pneumonia, fibrosis paru, fibrosis kistik, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

  • Ronki

Ronki disebabkan oleh bronkitis, bronkiektasis, dan PPOK.

  • Stridor

Stridor disebabkan oleh laryngomalacia (pelunakan kotak suara), epiglottitis (peradangan yang terjadi di lidah), pita suara lumpuh, kotak suara menyempit, infeksi batang tenggorokan, dan benda tersangkut di tenggorokan.

  • Mengi

Mengi disebabkan oleh alergi, asma, PPOK, pneumonia, bronkitis, bronkiolitis, gagal jantung, GERD (penyakit yang berkaitan dengan asam lambung), kanker paru-paru, edema paru, penyakit paru interstisial, dan trakebronkitis.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Pernapasan

Jika Anda menunjukkan kondisi seperti yang disebutkan di atas, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Gejala apa saja Anda alami?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?

Seperti Apa Diagnosis Napas Bunyi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang sesuai dengan faktor pemicunya. Contohnya, jika Anda mengalami pneumonia, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara berikut:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami pneumonia atau tidak. Dokter akan mengetahui bahwa pasien mengalami pneumonia melalui tanda dan gejalanya.

  • Tes pencitraan

Tes lain yang dapat dilakukan dokter adalah tes pencitraan seperti CT scan dan X-ray. Tujuannya untuk menunjukkan gambaran yang lebih terperinci dari dalam tubuh pasien.

  • Tes lain

Dokter dapat melakukan tes lain seperti tes darah juga untuk mengetahui lebih lanjut tentang bakteri penyebab pneumonia.

Bagaimana Cara Mengobati Napas Bunyi?

Untuk mengobati nafas bunyi, pasien bisa mencoba cara berikut:

  • Obat-obatan

Ada berbagai obat yang dapat digunakan pasien untuk mengatasi kondisi tersebut. Dua di antaranya adalah aspirin dan acetaminophen.

  • Bahan alami

Contoh bahan alami yang bisa dikonsumsi pasien adalah air putih.

Bagaimana Cara Mencegah Napas Bunyi?

Pada dasarnya, pasien perlu menerapkan pola hidup yang sehat seperti beristirahat yang cukup dan tidak merokok untuk mencegah masalah pada pernapasan.

Kesimpulan

Napas bunyi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa terjadi karena penderita mengalami kondisi lain yang dapat mengganggu pernapasan. Ada berbagai cara yang sederhana yang bisa dilakukan pasien untuk mengatasi masalah pernapasan. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang napas bunyi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

5 Penyebab Lidah Terasa Kebas

lidah terasa kebas

Lidah punya kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Dengan lidah, manusia dapat mengecap rasa, berbicara, hingga menelan. Saat lidah bermasalah tentu akan mengganggu.

Salah satu masalah yang sering kali dialami yaitu lidah terasa kebas, mati rasa, atau kesemutan. Saat ini terjadi, maka Anda akan mengalami hilangnya sensasi di bagian tubuh tertentu. 

Jika ini terjadi, tentu akan terasa aneh, apalagi jika disertai gejala lain seperti:  

  • Rasa terbakar atau kesemutan
  • Sensasi pin dan jarum
  • Pembengkakan
  • Gatal
  • Kelemahan
  • Sakit wajah

Gejala ini bisa terjadi di lidah atau di dekat lidah seperti di sekitar mulut. Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya. 

Lalu apa penyebab lidah terasa kebas ini? 

1. Alergi 

Lidah mati rasa paling sering disebabkan oleh reaksi alergi dari makan makanan atau bahan kimia tertentu. Apalagi jika mengingat lidah merupakan salah satu bagian tubuh yang pertama kali bersentuhan dengan dunia luar baik itu makanan, minuman atau zat lainnya.

Ini berarti lidah merupakan pintu gerbang untuk melindungi tubuh dari unsur-unsur berbahaya. Akibatnya, lidah menjadi sangat sensitif, dan mekanisme pertahanan umum yang digunakannya untuk melindungi tubuh termasuk mati rasa. 

Selain lidah terasa kebas, jika ini disebabkan alergi lidah juga bisa membengkak dan menjadi geli karena reaksinya .

2. Cedera pada Saraf 

Penyebab lidah terasa kebas selanjutnya bisa jadi akibat dari cedera, kompresi atau iritasi saraf atau cabang salah satu saraf di bagian tubuh yang diakibatkan. 

Lidah terdiri dari saraf dan pembuluh darah kecil yang mulai lebih tinggi di wajah dan otak. Saraf dan pembuluh bercabang ke berbagai arah untuk memberikan aliran darah dan sensasi ke seluruh lidah. 

Ada banyak penyebab yang dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah di lidah serta penyebab yang memicu respons pelindung dari lidah.

3. Infeksi Bakteri  

Banyak penyakit inflamasi atau penyakit mendasar yang menyebabkan tubuh menyerang dirinya sendiri juga dapat memengaruhi saraf di lidah dan menyebabkan cedera yang menyebabkan mati rasa. 

Salah satunya infeksi bakteri seperti penyakit Lyme dan infeksi virus seperti herpes zoster dapat menyebabkan peradangan dan cedera saraf yang mengakibatkan mati rasa dan kelumpuhan pada wajah. 

Kelumpuhan ini bisa menyebar hingga ke lidah dan sekitar mulut.

4. Ketidakseimbangan Vitamin dan Mineral

Ada vitamin tertentu yang penting untuk fungsi saraf yang sehat seperti vitamin D dan B12. Kekurangan vitamin ini dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan saraf dan cedera. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi Vitamin B6 dapat menyebabkan mati rasa.

Selain itu, lidah terasa kebas juga bisa disebabkan kekurangan mineral tertentu dalam tubuh seperti kalsium yang penting untuk fungsi umum tubuh. 

Kekurangan mineral ini (hipokalsemia) dapat menyebabkan kesemutan di sekitar mulut yang bisa terasa sangat mirip dengan mati rasa lidah.

5. Gangguan Sistem Saraf Pusat

Jika Anda mengalami mati rasa pada lidah sebulan sering kali bisa menjadi tanda gejala kondisi sistem saraf pusat seperti:

  • Migrain atau stroke 
  • Hipoglikemia juga dapat memengaruhi cara kerja saraf Anda yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan di lidah, mulut, dan bagian tubuh lainnya.
  • Vaskular atau kondisi yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di lidah dapat menyebabkan lidah mati rasa karena lidah tidak menerima aliran darah yang dibutuhkannya. 

Faktor risiko termasuk merokok, obesitas, dan penyakit kardiovaskular, meskipun siapa pun dapat mengalami hal ini. 

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Anda harus berkonsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik; CT scan atau MRI; dan elektrokardiogram.

Selanjutnya, jika lidah terasa kebas disertai kesulitan bernapas, kesulitan menelan, tenggorokan sesak atau gatal-gatal segera hubungi dokter. Sebab ini bisa menjadi tanda reaksi alergi yang serius.

Apakah Puting Gatal adalah Kondisi yang Serius?
Kesehatan Wanita

Apakah Puting Gatal adalah Kondisi yang Serius?

Saat merasakan puting gatal, banyak wanita yang khawatir kalau rasa gatal itu menjadi gejala dari penyakit serius, seperti kanker. Sebenarnya, parah atau tidaknya rasa gatal itu tergantung pada kondisi yang mendasarinya, dan kanker bukanlah satu-satunya kondisi yang bisa menyebabkan hal ini.

Rasa gatal pada area puting sangat umum dialami oleh banyak wanita. Apabila rasa gatal sudah mengganggu aktivitas Anda, mungkin Anda perlu berkonsultasi dengan dokter Anda. 

Apa yang menyebabkan puting gatal?

Kondisi paling umum yang menyebabkan puting gatal adalah atopik dermatitis. Dermatitis jenis ini disebut juga dengan eksim, yang itu peradangan yang terjadi pada kulit. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti dan bisa saja berbeda-beda pada setiap penderita. 

Ketika Anda mengalami eksim, rasa gatal pada puting akan disertai dengan kulit yang kering dan kemunculan ruam. Ada beberapa faktor yang bisa memperparah kondisi ini, yaitu:

  • Kandungan pada pembersih
  • Parfum
  • Sabun
  • Serat wol
  • Kulit kering
  • Serat buatan

Selain itu, rasa gatal juga mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal ketika Anda di tengah masa kehamilan. Saat hamil, payudara Anda akan membesar, dan pembesaran pembuluh darah di sekitar payudara akan menyebabkan rasa gatal di puting. 

Dalam beberapa kasus yang cukup parah, rasa gatal ini juga bisa disebabkan oleh kanker. Namun, hal ini cukup jarang terjadi. 

Mengenali kondisi puting gatal yang berbahaya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puting gatal bisa juga disebabkan oleh kanker atau kondisi medis lainnya yang cukup parah. Meskipun cukup jarang terjadi, Anda tetap perlu mengenali tanda-tandanya sebagai upaya antisipasi. 

Selain rasa gatal, apabila Anda mengalami kanker payudara, Anda juga akan merasakan adanya benjolan di sekitar payudara Anda. Ditambah lagi, akan ada perubahan tekstur kulit payudara yang signifikan. 

Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini: 

  • Keluarnya cairan yang berwarna kuning, cokelat, dan berdarah dari puting
  • Bentuk puting payudara masuk ke dalam, bukan menonjol ke luar
  • Rasa sakit atau nyeri di payudara
  • Perubahan kulit payudara yang membuat kulit payudara menjadi menyerupai kulit jeruk
  • Penebalan jaringan payudara

Kondisi di atas bisa menjadi tanda dari masalah payudara yang serius. Karena itu, ketika merasakannya, segera hubungi dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan. 

Selain itu, apabila Anda tengah berada di masa menyusui dan merasakan nyeri yang luar biasa di payudara dan puting, Anda juga perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi puting gatal

Sebenarnya, jenis pengobatan yang dilakukan akan didasarkan pada faktor penyebab rasa gatal. Apabila rasa gatal disebabkan oleh kondisi medis tertentu, pengobatannya mungkin meliputi:

  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas
  • Meningkatkan konsumsi cairan
  • Istirahat yang cukup

Dalam kasus tertentu, apabila kondisi medis yang mendasari rasa gatal cukup parah, perawatan medis yang dilakukan mungkin berupa:

  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi
  • Operasi pengangkatan seluruh atau sebagian payudara

Tidak hanya itu, ketika Anda menderita puting gatal, Anda sendiri juga harus melakukan berbagai macam upaya perawatan di rumah. Misalnya dengan rutin memakai pelembab yang aman untuk payudara, serta menghindari zat yang bisa memicu alergi. 

Perlu diingat, puting gatal sangat umum terjadi. Kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah medis serius. Namun, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mendapatkan perawatan dengan baik.

Hidup Sehat

Setelah Pemeriksaan Hematokrit, Ini Arti Angka Hematokrit Rendah Atau Tinggi

Jika Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap, biasanya akan ada banyak komponen yang dilihat, seperti jumlah sel darah merah, trombosit, leukosit, hingga nilai hematokrit. Tinggi atau rendahnya nilai hematokrit ini menandakan ada gangguan yang terjadi. Salah satu dari bagian pemeriksaan darah rutin adalah pemeriksaan hematokrit

Berapakah Nilai Hematokrit Normal?

Proporsi sel darah merah dalam darah angkanya harus pas. Sebab, darah merah memiliki fungsi yang penting bagi tubuh, yaitu membantu mengedarkan oksigen serta nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

Nilai hematokrit yang normal itu sebenarnya akan berbeda untuk masing-masing orang. Akan bergantung pada jenis kelamin, usia, status kehamilan, hingga ketinggian dataran tempat tinggal, serta metode yang digunakan untuk pemeriksaan hematokrit

Berikut gambaran angka hematokrit normal pada masing-masing individu:

  • Bayi yang baru lahir sekitar 55-68 persen
  • Bayi berusia satu minggu sekitar 47-65 persen
  • Bayi usia satu bulan sekitar 37-49 persen
  • Bayi usia tiga bulan sekitar 30-36 persen
  • Anak usia satu tahun sekitar 29-41 persen
  • Anak usia 10 tahun sekitar 36-40 persen
  • Laki-laki dewasa memiliki nilai normal 42-54 persen
  • Perempuan dewasa punya nilai normal 38-46 persen
  • Ibu hamil, batas bawah nilai normalnya 30-34 persen, untuk batas atasnya 46 persen
  • Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi sekitar 45-61 persen untuk pria, 41-56 persen untuk wanita.

Angka hematokrit untuk individu yang tinggal di dataran tinggi memang lebih tinggi. Sebab, daerah yang tinggi juga membutuhkan kadar oksigen semakin tipis. Tubuh pun butuh lebih bannyak sel darah merah yang berguna memenuhi permintaan oksigen di bagian tubuh.

Biasanya, rentang nilai hematokrit normal ini juga akan berbeda di masing-masing laboratoorium tempat dilakukannya pemeriksaan hematokrit hingga 7 persen. Oleh sebab itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui arti pemeriksaan hematokrit yang dilakukan.

Nilai Hematokrit Tinggi dan Rendah Setelah Tes Darah

Nilai hematokrit rendah dan tinggi bisa jadi menandakan sesuatu. Jika rendah menandakan persentase sel darah merah di volume darah keseluruhan. Artinya lebih sedikit dibanding volume idelanya. 

Ada beberapa kondisi yang menandakan rendahnya hematokrit rendah, seperti:

  • Perdarahan internal
  • Gangguan sumsum tulang belakang
  • Mengalami defisiensi nutrisi, seperti folat, zat besi, dan vitamin B-12
  • Anemia hemolitik
  • Leukimia
  • Gagal ginjal
  • Limfoma
  • Penyakit kronis
  • Anemia sel sabit

Jika nilai hematokrit tinggi, maka menandakan sel darah merah dalam volume darah keseluruhan lebih banyak dibanding kondisi normal. Biasanya orang yang punya nilai hematokrit tinggi biasanya dialami oleh orang yang tinggal di dataran tinggi dan perokok. Selain itu, ornag yang mengalami dehidrasi juga bisa menyebabkan nilai hematokrit jadi tinggi. Jika kebutuhan cairan sudah terpenuhi, biasanya nilai hematokrit akan kembali normal. 

Ada beberapa gangguan jika nilai hematokrit tinggi, yaitu:

  • Tumor jenis tertentu
  • Penyakit paru-paru
  • Kelainan sumsum tulang belakang (rubra vera)
  • Penggunaan obat eritropoetin sembarangan, biasanya ditemukan pada atlet yang menggunakan dopping

Jika setelah melakukan pemeriksaan hematokrit kadarnya sedikti tinggi atau sedikit rendah, biasanya sebagian orang tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, bila angkanya sudah sangat rendah, biasanya dibutuhkan suntikan zat besi, konsumsi obat yang memicu pembentukan sel darah merah, atau transfusi darah. Jika kadar hematokrit jauh lebih tinggi dari normal, biasanya prosedur pembuangan darah bisa dilakukan.

Penyakit

Sindrom Hunter (Mucopolysaccharidosis Tipe II), Penyakit Langka yang Menyerang Anak-anak

Sindrom Hunter atau mucopolysaccharidosis tipe II adalah kondisi dimana tubuh tidak memiliki  cukup enzim iduronate 2-sulfatase. Enzim tersebut bertugas memecah molekul kompleks sejenis gula yang membangun tulang, kulit, dan jaringan lainnya.

Tanpa enzim tersebut, molekul akan menumpuk. Penumpukan gula dalam jumlah banyak dapat merusak bagian tubuh termasuk otak, dan menyebabkan komplikasi penyakit. 

Cenderung dialami oleh anak laki-laki 

Mucopolysaccharidosis tipe II (MPS II) adalah penyakit turunan yang disebabkan oleh kromosom X yang rusak. Gen rusak tersebut diturunkan melalui ibu yang membawa gen yang rusak, tapi ibu belum tentu menderita sindrom Hunter atau bahkan tidak tahu kalau mereka memiliki gen tersebut.

Kondisi langka ini cenderung dialami oleh anak laki-laki karena mereka hanya memiliki satu kromosom X, sedangkan anak perempuan memiliki dua kromosom X. Ketika salah satu kromosom rusak, anak perempuan masih memiliki gen yang sehat sehingga penyakit tidak berkembang tapi mereka akan menjadi pembawa. 

Namun jika anak laki-laki mewarisi gen yang rusak, mereka tidak memiliki kromosom X lain untuk mengimbangi masalah tersebut.

Seorang ayah dengan sindrom Hunter juga bisa menurunkan mucopolysaccharidosis tipe II ke putrinya, tapi sang anak tidak akan tertular penyakit kecuali mereka mendapatkan gen rusak dari ibu mereka juga.

Gejala

Tanda-tanda awal sindrom Hunter biasanya terlihat pada usia 2 hingga 4 tahun. Namun gejala juga bisa terlihat pada usia dini jika sindrom Hunter sudah memengaruhi 75% otak. 

Gejala fisik anak dengan mucopolysaccharidosis tipe II antara lain:

  • Pipi bulat besar
  • Hidung lebar
  • Jarak antar gigi lebih lebar
  • Bibir tebal dan lidah besar
  • Alis lebat
  • Ukuran kepala lebih besar, dada lebar, dan leher pendek
  • Tumbuh kembang anak lambat, terutama di usia 5 tahun, sehingga lebih kecil dari anak seusianya
  • Kulit tebal dan keras
  • Tangan pendek dan lebar, serta jari-jari kaku dan melengkung

Tanda-tanda lainnya meliputi:

  • Sulit bergerak karena sendi kaku
  • Mudah terserang batuk dan pilek
  • Kehilangan pendengaran yang semakin memburuk seiring waktu
  • Pertumbuhan kulit putih yang menyerupai kerikil
  • Kesulitan berbicara
  • Masalah perilaku, seperti hiperaktif atau agresi
  • Kesulitan berpikir

Mendiagnosa sindrom Hunter

Biasanya dokter akan mengajukan pertanyaan terkait riwayat keluarga untuk menentukan apakah gejala disebabkan oleh mucopolysaccharidosis tipe II.

Dokter juga akan melakukan beberapa tes untuk menegakkan diagnosis sindrom Hunter, berupa:

  • Tes urin, untuk memeriksa kadar gula yang sangat tinggi dalam urin mereka
  • Tes darah, untuk melihat apakah aktivitas enzim rendah atau tidak ada, sebagai tanda dari penyakit mucopolysaccharidosis
  • Pengujian genetik, untuk mengidentifikasi apakah anak mengalami mutasi gen

Untuk berjaga-jaga, Anda bisa menjalani tes sebelum kehamilan untuk mengetahui apakah buah hati Anda berisiko mengembangkan kondisi tersebut. 

Catatan

Mucopolysaccharidosis tipe II adalah penyakit langka yang terjadi pada 1 dari 100.000 hingga 170.000 kelahiran dan cenderung terjadi pada anak laki-laki. Sindrom Hunter tidak bisa disembuhkan, namun dengan menjalani perawatan, gejala dan komplikasinya bisa diringankan. 

Sindrom Hunter yang parah bisa menyebabkan kematian dini pada anak. Mereka tidak akan bisa hidup lebih lama dari maksimal usia 20 tahun akibat komplikasi penyakit yang diderita.

Namun hingga kini peneliti masih mencari cara untuk mengelola sindrom Hunter yang parah.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait mucopolysaccharidosis tipe II atau penyakit langka lainnya, tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. 

Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Faktor Risiko Penyebab Spondilosis Servikal
Penyakit

Faktor Risiko Penyebab Spondilosis Servikal

Pernah mengalami rasa sakit di bagian leher dalam jangka waktu cukup lama sehingga menyebabkan sakit kepala yang parah ataupun kesemutan di beberapa bagian tubuh? Jika iya, jangan-jangan Anda sedang mengalami spondilosis servikal. 

Spondilosis vertikal merupakan kondisi ketika ruas tulang leher dan bantalannya menderita kerusakan. Kerusakan inilah yang kemudian menekan saraf tulang belakang secara keseluruhan sehingga menyebabkan rasa sakit di bagian leher Anda. Rasa sakit pun sangat mudah menjalar ke bagian kepala dan bahu sehingga menimbulkan sakit kepala yang berlebihan serta kebas di bagian anggota gerak tubuh, seperti tangan. 

Banyak kondisi yang bisa menyebabkan kondisi spondilosis servikal Anda alami. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat membuat Anda lebih rentan mengalami kondisi kerusakan leher dan bantalannya. 

  1. Usia 

Tahukah Anda bahwa hampir 9 dari 10 orang berusia 60 tahun mengalami spondilosis servikal? Faktor usia memang sangat berpengaruh pada kerusakan tulang di berbagai bagian tubuh Anda, tidak terkecuali di bagian leher dan bantalannya yang mungkin akan mengalami keausan. Tidak sedikit orang bahkan sudah mengalami kerusakan leher sejak usia 30 tahunan, yang mana gejalanya semakin bertambah parah seiring bertambahnya usia. Spondilosis sendiri merupakan masalah penuaan yang dianggap wajar. 

  1. Genetik 

Kalau Anda memiliki keluarga yang pernah atau sedang mengalami kondisi spondilosis servikal, kehati-hatian perlu ditingkatkan. Soalnya, orang-orang yang memiliki riwayat keluarga spondilosis servikal cenderung lebih berisiko terkena masalah kesehatan yang satu ini. Kondisi tersebut terjadi karena spondilosis servikal sangat berhubungan dengan kondisi genetik seseorang. 

  1. Cedera

Seseorang yang pernah mengalami cedera di bagian leher akan lebih mudah terkena spondilosis servikal. Ini karena cedera yang dialami leher umumnya tidak dapat pulih dengan total dan menyisakan kerusakan kecil di bagian leher maupun bantalannya. 

  1. Merokok 

Anda punya kebiasaan merokok? Tahu tidak, orang-orang yang terbiasa merokok memiliki risiko terkena spondilosis servikal lebih awal. Ini karena merokok meningkatkan risiko nyeri dan cedera leher sehingga risiko bantalan leher rusak menjadi lebih besar. Jika bantalan leher rusak, Anda pun akan lebih mudah mengalami berbagai gejala spondilosis servikal, seperti sakit kepala dan kesemutan di bagian anggota gerak tubuh.

  1. Kelebihan Berat Badan 

Berat badan yang tidak ideal ternyata berpengaruh ke peningkatan risiko terkena spondilosis servikal. Anda yang memiliki berat badan berlebih cenderung memberikan beban lebih berat bagi leher untuk menahan kepala. Kondisi tersebutlah yang akhirnya membuat masalah berat badan Anda kemungkinan besar menjadi penyebab utama spondilosis servikal. 

  1. Kurang Bergerak 

Orang-orang yang terbiasa duduk atau tidur seharian akan lebih rentan terkena spondilosis servikal. Pasalnya saat tidak bergerak, leher akan lebih mudah kaku dan mengalami kerusakan. Hal ini berbeda apabila Anda aktif bergerak setiap hari sehingga kelenturan leher dan bantalannya dapat dipertahankan. Karena alasan kurang gerak inilah, banyak orang-orang yang berusia baru di awal 30 tahun akan mudah mengeluhkan gejala yang mengarah ke spondilosis servikal. 

  1. Pekerjaan 

Faktor pekerjaan dapat pula memperbesar risiko Anda terkena spondilosis servikal. Orang-orang dengan pekerjaan yang mengharuskan ia melakukan gerakan leher tertentu sepanjang waktu akan lebih mudah terkena masalah kesehatan ini. Pekerjaan yang membuat Anda harus menatap layar laptop sepanjang hari ataupun pekerjaan tukang ledeng yang membuatnya terus-menerus melihat ke bawah dengan kepala tertunduk menjadi beberapa profesi yang berisiko menghadirkan masalah spondilosis servikal. 

***

Walaupun spondilosis servikal merupakan tanda penuaan yang wajar, jangan sampai masalah kesehatan ini menyerang Anda lebih awal. Aktif bergerak serta menjaga leher agar tidak mengalami cedera merupakan langkah-langkah preventif untuk mengurangi faktor risiko penyakit ini.

Penyakit

Tinea Barbae: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tinea barbae merupakan infeksi jamur yang timbul pada kulit wajah dan sekitarnya dimana kondisi tersebut disertai dengan rambut. Infeksi tersebut terjadi pada pria remaja dan dewasa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala seperti gatal. Orang-orang yang mengalami kondisi tersebut disebabkan karena berada di lingkungan tropis dan memiliki kelembaban yang tinggi.

image Tinea Barbae

Gejala

Seseorang yang mengalami tinea barbae akan menunjukkan gejala berikut:

  • Benjolan merah.
  • Infeksi pada area kulit yang disertai dengan rambut.
  • Gatal (pada area yang terinfeksi).
  • Pembengkakan (pada area yang terinfeksi).
  • Peradangan pada kulit di sekitar wajah.

Penyebab

Tinea barbae disebabkan oleh jamur dermatofit. Jamur tersebut dapat menimbulkan berbagai infeksi pada kulit. Jenis jamur tersebut timbul pada bagian yang meliputi rambut.

Selain jamur dermatofit, tinea barbae juga disebabkan oleh pisau cukur yang tidak bersih. Alat tersebut dapat menimbulkan iritasi pada folikel atau kantung rambut yang ada di sekitar janggut. Hewan juga dapat menyebabkan penularan infeksi jamur pada manusia.

Jika Anda Mengalami Tinea Barbae

Jika Anda mengalami tinea barbae dan ingin mengatasi masalah tersebut, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan tinea barbae.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat tinea barbae.
  • Daftar riwayat medis (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Bagaimanakah kondisi yang Anda alami karena tinea barbae?
  • Apakah Anda sering mencukur?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi yang dialami pasien parah atau tidak.

  • Pemeriksaan mikroskopis

Pemeriksaan mikroskopis dilakukan untuk membantu menganalisa kondisi kulit pasien.

Pengobatan

Setelah melakukan diagnosis, dokter dapat menentukan pengobatan bagi pasien yang mengalami tinea barbae. Berikut adalah cara-cara untuk mengobati tinea barbae:

  • Obat-obatan

Ada sejumlah obat yang dapat Anda gunakan, namun tergantung pada kondisi yang Anda alami. Jika Anda mengalami infeksi, Anda sebaiknya gunakan krim, pil, atau sampo. Jika Anda mengalami peradangan, Anda sebaiknya gunakan krim atau pil.

  • Bahan alami

Anda dapat menggunakan bahan-bahan alami seperti aloe vera dan tea tree oil untuk mengatasi tinea barbae. Bahan-bahan tersebut tidak hanya mencegah bakteri pada kulit wajah, namun juga dapat mencegah peradangan. Bahan-bahan tersebut dapat Anda gunakan beberapa kali sehari untuk memberikan efek yang baik pada kulit wajah Anda.

  • Operasi

Operasi merupakan pilihan lain yang perlu Anda lakukan jika kondisi yang Anda alami memburuk. Contoh prosedur operasi yang dapat Anda lakukan adalah laser penghilang rambut. Prosedur tersebut dapat mengatasi infeksi jamur.

Anda juga perlu menjaga kulit wajah secara rutin. Jika Anda tidak merawat kulit wajah Anda dengan baik, maka risiko infeksi jamur bisa timbul lagi (jika Anda pernah mengalaminya).

Pencegahan

Tinea barbae dapat Anda cegah melalui beberapa cara berikut:

  • Bercukur

Anda sebaiknya menggunakan alat cukur listrik untuk mempermudah pemotongan rambut di sekitar mulut. Namun, jika Anda menggunakan alat cukur biasa, Anda perlu menggantikannya secara rutin (jika kotor dan tidak bisa dibersihkan).

Ketika Anda mencukur, Anda sebaiknya cukur dari arah rambut (di sekitar mulut) tumbuh daripada mencukur dari arah yang berlawanan.

  • Kebersihan tubuh

Anda juga perlu membersihkan tubuh secara rutin, termasuk bagian wajah, untuk mengurangi risiko seperti jerawat.

  • Penularan

Hewan yang mengalami infeksi jamur dapat menyebabkan seseorang mengalami tinea barbae. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari hewan tersebut.

Kesimpulan
Tinea barbae merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan berbagai gejala pada wajah. Meskipun demikian, Anda dapat mengurangi risiko tersebut dengan melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter tentang tinea barbae.

Penyakit

Kenali 6 Fakta Kehamilan dengan Sindrom Antifosfolipid

Sindrom Antifosfolipid adalah gangguan autoimun yang menyebabkan darah mudah membeku dan menggumpal. Dalam kondisi normal, antibodi berperan melawan infeksi. Namun, pada sindrom antifosfolipid, antibodi justru bertindak keliru dengan menyerang senyawa lemak yang disebut fosfolipid yang berperan dalam proses pembekuan darah. 

Pada ibu hamil, sindrom ini menyebabkan masalah untuk janin yang sedang berkembang hingga menyebabkan keguguran

image Sindrom Antifosfolipid

1. Menyebabkan 15-20 persen wanita keguguran 

Risiko keguguran pada wanita dengan sindrom antifosfolipid disebabkan karena pembekuan darah kecil sehingga memblokir suplai darah ke plasenta.

Faktanya sebesar 15-20 persen wanita yang mengalami keguguran disebabkan oleh sindrom ini. Bahkan, sejumlah penelitian membuktikan jika banyak wanita dengan sindrom antifosfolipid mengalami keguguran berulang.

2. Membuat beberapa masalah pada kehamilan  

Sindrom ini dapat menyebabkan beberapa masalah pada kehamilan, seperti:  

  • Urine berbusa atau bengkak di tangan, kaki, atau wajah
  • Keguguran berulang pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu
  • Keguguran, dapat sekali saja atau berulang, pada usia kehamilan di atas 10 minggu
  • Persalinan prematur
  • Pertumbuhan janin lebih lambat dari yang seharusnya
  • Preeklampsia, yaitu kondisi keracunan kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria (adanya protein pada air seni) pada usia kehamilan di atas 20 minggu
  • Eklampsia, yaitu preeklampsia disertai dengan kejang
  • Tanda-tanda awal pembekuan darah, seperti mati rasa, bengkak, atau nyeri tiba-tiba di kaki dan lengan, serta sesak napas, nyeri dada, batuk darah atau lendir yang berlumuran darah, kelumpuhan atau kelemahan pada wajah atau anggota tubuh.

3. Masih bisa melahirkan normal

Faktanya, ibu dengan sindrom antifosfolipid ini masih bisa melahirkan normal. selama kondisi ibu maupun bayi dalam kondisi sehat.  Namun, sama seperti ibu hamil pada umumnya, jika ibu maupun bayinya mengalami stres atau mengalami masalah seperti terjadi persalinan prematur, naka operasi caesar menjadi metode persalinan yang paling aman dan tercepat. 

Artinya, persalinan melalui operasi hanya dilakukan dengan alasan medis bukan karena APS. Jika persalinan dilakukan melalui operasi caesar, konsumsi obat-obatan pengencer darah harus dihentikan 24 jam sebelumnya.

4. Apa yang harus dilakukan ibu dengan sindrom antifosfolipid setelah melahirkan bayi?

Setelah berhasil melahirkan, ibu dengan sindrom antifosfolipid ini harus memantau kondisi mereka. Ada beberapa hal yang dilakukan ibu dengan sindrom APS pasca melahirkan, diantaranya:

  • Suntikan subkutan heparin direkomendasikan selama 6 sampai 8 minggu setelah melahirkan untuk mencegah pembekuan darah 
  • Kontrol rutin dan menggunakan obat dengan teratur sesuai petunjuk dokter
  • Menghindari obat-obat hormonal, misalnya pil KB yang mengandung estrogen karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pembekuan
  • Rutin berolahraga (4–5 kali per minggu, minimal selama 30 menit per kali)
  • Menghindari duduk terlalu lama (lebih dari dua jam)
  • Menjauhi paparan asap rokok
  • Menjaga berat badan ideal

5. Ibu dengan sindrom APS masih bisa menyusui

Perihal menyusui, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebab, sebagian besar wanita penderita APS dapat menyusui bayinya.  Namun, perlu diketahui, ibu dengan sindrom APS harus mengonsumsi sejumlah obat yang dapat ditransfer melalui ASI ke bayi. Untuk itu, perhatikan aturan dan diskusikan dengan dokter perihal obat-obatan ini. Berikut ini beberapa aturannya:

  • Obat yang aman dikonsumsi selama menyusui: antiinflamasi nonsteroid (termasuk LDA), acetaminophen, hydroxychloroquine, prednisone dosis rendah (kurang dari 20 mg / hari), warfarin dan heparin 
  • Jika dosis harian prednison melebihi 20 mg, ibu harus menunggu sekitar empat jam setelah minum obat sebelum menyusui bayinya.
  • Hindari menyusui saat menggunakan siklofosfamid, metotreksat, atau mikofenolat mofetil.

6. 70 persen wanita dengan sindrom APS berhasil melahirkan  

Wanita yang telah didiagnosis dengan sindrom antifosfolipid memiliki sekitar 70 persen kemungkinan kehamilan yang berhasil dengan pengobatan.

Selama kehamilan pastikan Anda melakukan kunjungan rutin lebih sering selama trimester ketiga, tes darah dan urin, pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan USG kebidanan sangat penting.  Adapun pengobatan sindrom antifosfolipid memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah
  • Mengobati dan menghilangkan penyumbatan pembuluh darah
  • Mencegah terjadinya komplikasi pada kehamilan

Biasanya dokter akan memberikan beberapa obat yang terdiri dari aspirin dosis rendah dan atau suntikan heparin.

karena perawatan tersebut dapat meningkatkan komplikasi pada kehamilan trimester 3 , biasanya pasien perlu berkonsultasi dengan perinatologis dan menjalani perawatan prenatal secara teratur selama kehamilan.

Umumnya obat-obatan dapat mencegah penderita sindrom antifosfolipid dari komplikasi berbahaya. Namun kadang dapat pula terjadi kondisi yang tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan.

Pastikan jika Anda mengalami gejala yang membuat tubuh menjadi tidak berdaya selama kehamilan, segera konsultasikan kepada dokter, ya!

Jangan Diremehkan, Ini Penyebab Mata Sakit Saat Berkedip
Penyakit

Jangan Diremehkan, Ini Penyebab Mata Sakit Saat Berkedip

Pernahkah Anda merasakan mata sakit saat berkedip? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Faktor penyebab ini bisa serius, bisa juga tidak.

Sayangnya, banyak orang lebih sering meremehkan penyebab mata sakit saat berkedip. Padahal, bila tidak ditangani dengan benar, hal ini bisa menimbulkan efek negatif jangka panjang pada mata. 

Hal yang menyebabkan mata sakit saat berkedip

Memahami penyebab mata sakit saat berkedip sebenarnya cukup penting. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa mengetahui cara untuk mengobati serta mencegah kondisi ini terulang kembali di kemudian hari.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menimbulkan rasa sakit ketika berkedip:

  • Alergi

Setiap orang bisa mengalami alergi apa saja. Efek dari alergi pun bisa timbul di berbagai area tubuh, termasuk pada mata. 

Alergi terhadap zat seperti serbuk sari atau spora jamur dapat menyebabkan radang konjungtiva. Radang ini disebut juga dengan alergi konjungtivitis.

Bila hal ini terjadi, maka bukan hanya sakit ketika berkedip, mata Anda juga akan memerah, gatal, dan berair. 

  • Blepharitis

Blepharitis merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan pada tepi kelopak mata, baik kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah. Peradangan ini akan membuat tepi kelopak mata Anda terasa perih dan nyeri saat berkedip.

Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang mengalami Blepharitis. Beberapa di antaranya adalah infeksi bakteri serta kondisi kelenjar mata yang tersumbat.

Tidak hanya itu, masalah kulit juga bisa memicu hal ini. Contohnya seperti dermatitis seboroik, yaitu gangguan kulit yang menyebabkan kulit bersisik dan berwarna kemerahan.

  • Mata kering

Anda mungkin tidak menyangka bahwa rasa nyeri ketika berkedip juga bisa disebabkan oleh kondisi mata yang kering. Pada dasarnya, mata akan berusaha untuk memproduksi lebih banyak cairan lewat air mata.

Hal ini dilakukan supaya Anda tetap bisa berkedip, bergerak, dan melihat dengan nyaman. Apabila cairan ini tidak berhasil diproduksi dalam jumlah yang cukup, mata Anda rentan mengalami kekeringan. 

Saat mata Anda menjadi kering, Anda akan merasakan berbagai gejala mata kering. Salah satunya adalah rasa nyeri ketika berkedip.

  • Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika mata Anda mengalami tekanan yang cukup tinggi, melebihi tekanan mata normal. Mata sakit saat berkedip bisa menjadi salah satu gejala dari kondisi ini.

Saat seseorang terserang glaukoma, ia akan mengalami penumpukan cairan di mata. Biasanya, kondisi ini jarang menimbulkan gejala. 

Gejala rasa sakit ketika berkedip bisa saja menjadi pertanda bahwa glaukoma yang dialami sudah cukup parah dan menjadi masalah darurat. Bila hal ini terjadi, Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis. 

  • Sinusitis

Sinusitis adalah kondisi peradangan pada selaput lendir. Tidak banyak orang yang tahu bahwa rasa nyeri ketika berkedip bisa juga disebabkan oleh sinusitis.

Sinus merupakan rongga kecil di antara hidung dan mata. Saat sinus meradang, Anda akan mengalami sinusitis. Biasanya hal ini disebabkan oleh infeksi virus.

Ketika Anda terserang sinusitis, berbagai gejala bisa Anda rasakan. Salah satunya adalah mata sakit saat berkedip.

  • Keratitis

Keratitis adalah infeksi yang terjadi pada kornea. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus maupun bakteri.

Salah satu gejala dari keratitis adalah nyeri ketika berkedip, serta mata berair. Selain itu, Anda mungkin akan merasakan seolah-olah ada pasir di mata Anda. 

Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan mata sakit saat berkedip. Bila kondisi ini terus Anda alami dan tak kunjung membaik, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter mata Anda. 

penyebab keracunan arsenik
Penyakit

Air Tanah Jadi Penyebab Keracunan Arsenik Terbanyak, Begini Mengantisipasinya

Arsenik merupakan logam yang secara alami ditemukan di bebatuan di kerak bumi. Arsenik sangat beracun, dan termasuk zat pemicu kanker (karsinogenik). Oksigen, klorin, dan belerang mengandung arsenik dalam jumlah kecil. Sementara itu. karena berasal dari dalam bumi, air tanah menjadi sumber arsenik terbesar.

Sangat banyak kasus dimana air tanah menjadi penyebab keracunan arsenik. Masalahnya mereka tidak sadar bahwa air yang mereka gunakan untuk minum atau mencuci buah dan sayur beracun.

Sumber racun arsenik dalam kehidupan sehari-hari

Air tanah yang terknotaminasi adalah penyebab keracunan arsenik yang paling umum. Awalnya kontaminasi terjadi akibat arsenik yang berasal dari tanah atau limbah pertanian, pertambangan, dan industri mengendap. Arsenik lalu meresap ke dalam air tanah, kemudian mengalir hingga akhirnya menyatu dengan sumber mata air tanah.

Jumlah arsenik dalam persediaan air tanah seperti sumur biasanya lebih tinggi daripada persediaan air permukaan seperti danau dan sungai, karena arsenik berdiam pada satu tempat.

Makanan dan tanaman juga menjadi sebab seseorang keracunan arsenik yang jarang disadari. Makanan yang dicuci dengan air yang telah terkontaminasi, begitupula tanaman yang disiram dengan air yang sama, akan ikut terkontaminasi dengan racun arsenik.

Namun arsenik pada tumbuhan dan hewan (arsenik organik) biasanaya kurang berbahaya dibandingkan arsenik anorganik yang terdapat di air, udara, dan tanah.

Gejala keracunan arsenik

Paparan arsenik dapat menghasilkan gejala langsung seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Detak jantung tidak normal
  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Kram otot

Paparan arsenik dalam jangka panjang memiliki gejala yang lebih parah. Biasanya diawali dengan perubahan pada kulit, seperti lesi kulit dan munculnya bercak keras pada tangan dan telapak kaki (hiperkeratosis). Ini juga bisa memicu kanker kulit.

Selain itu, keracunan arsenik juga dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan paru-paru. Efek lainnya adalah diabetes, penyakit paru, dan penyakit kardiovaskular. Pada beberapa kasus paparan arsenik dapat menyebabkan kematian bayi, atau gangguan pada fungsi otak.

Mencegah keracunan arsenik

Health Canada menetapkan jumlah maksimum arsenik dalam air minum yang dapat diterima adalah 10 μg / L, atau 0,010 miligram per liter (mg / L). Umumnya kadar arsenik dalam air kurang dari 0,005 mg \ L, tetapi konsentrasinya mungkin lebih tinggi di beberapa daerah.

Karena arsenik tidak berbau atau berasa, Anda harus memerhatikan sumber air Anda dengan melakukan uji kualitas atau kontaminannya secara rutin. Salah satu tindakan pencegahan yang paling efektif untuk mencegah keracunan adalah menggunakan air bersih yang disarin untuk keperluan makan dan minum.

Jika ternyata arsenik dalam air Anda melebihi batas yang disarankan, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini:

  • Ganti sumber air tanah dengan sumber air yang memiliki kadar arsenik lebih rendah, misalnya air hujan atau air permukaan yang sudah disaring.
  • Membedakan wadah air dengan arsenik tinggi dan air rendah arsenik.
  • Mencampur air arsenik rendah dengan arsenik tinggi untuk mencapai tingkat konsentrasi arsenik yang dapat diterima.
  • Pasang sistem pembuangan arsenik dengan intervensi teknologi untuk menghilangkan arsenik seperti oksidasi, koagulasi-presipitasi, absorpsi, pertukaran ion, dan teknik membran.Cara ini akan berhasil dengan melibatkan masyarakat yang terlebih dulu sudah diberi tahu mengenai risiko paparan arsenik.

Catatan

Arsenik adalah salah satu dari 10 bahan kimia yang menjadi perhatian WHO dalam memastikan kesehatan masyarakat. Namun air bukanlah penyebab keracunan arsenik satu-satunya yang harus dikhawatirkan. Udara dan tanah bisa mengontaminasi dan menyebabkan seseorang keracunan.

Diskusikan mengenai perawatan dan pengobatan keracunan arsenik dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.