Penyakit

Kaki Linu? Ini Cara Untuk Mengatasinya!

Kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang melakukan banyak pekerjaan cukup banyak. Kaki harus menopang berat tubuh Anda selama berjam-jam saat Anda berdiri dalam waktu yang lama. Kaki juga melakukan pekerjaan berat saat Anda berolahraga seperti berlari. Terkadang hal tersebut bisa menyebabkan kaki linu yang tentu membuat Anda tidak nyaman.

Perawatan untuk Kaki Linu

Kaki linu bisa disebabkan oleh beberapa hal mulai dari cedera, obesitas hingga mengenakan sepatu yang kurang pas. Kaki linu, pegal maupun nyeri bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Berikut beberapa perawatan dan pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi linu pada kaki.

Makanan untuk penderita pengapuran tulang perlu dicermati agar tingkat keparahan sakit sendi bisa dikurangi
  1. Kompres Air Dingin

Anda bisa meredakan linu maupun nyeri pada kaki Anda dengan mengompresnya dengan air dingin atau es batu. Hal ini berguna bagi Anda yang mengalami nyeri pada persendian kaki akibat cedera, infeksi, peradangan, radang sendi atau asam urat.

Namun jangan mengompresnya langsung pada kulit, gunakan handuk atau kain kecil. Anda bisa mengompresnya selama 15 hingga 20 menit.

Anda juga dapat menggunakan botol air dingin lalu gulingkan pada bagian kaki yang linu.

  1. Peregangan

Lakukan peregangan khususnya pada bagian kaki Anda yang sakit. Anda juga bisa melakukan peregangan pada salah satu area kaki seperti tumit atau jari kaki. Peregangan dapat mencegah kram sekaligus meningkatkan fleksibilitas. Beberapa gerakan peregangan yang bisa Anda lakukan seperti:

  • Melenturkan jari-jari kaki Anda, lalu tekuk dan luruskan, ulangi hingga beberapa kali.
  • Duduk di kursi dengan kaki berada di atas handuk, ambil handuk tersebut hingga membuat kaki Anda tertarik ke arah tubuh.
  • Duduk dan rentangkan kaki, gerakan pergelangan kaki Anda dengan memutarnya searah jarum jam dan berlawanan dari arah jarum jam.

Anda bisa melakukan peregangan tersebut beberapa kali dalam sehari.

  1. Pijat

Siapa yang tidak suka pijat? Bagi orang Indonesia, pijat adalah salah satu cara untuk mengatasi pegal dan linu. Memijat kaki bisa mengatasi linu dan meningkatkan sirkulasi darah. Anda bisa memijat kaki dengan menggunakan lotion untuk minyak untuk memudahkan memijat.

  1. Gunakan Sepatu yang Sesuai

Salah satu penyebab kaki linu adalah menggunakan sepatu dengan ukuran yang terlalu kecil atau besar. Sepatu yang tidak pas akan membuat kaki Anda tidak nyaman. Dengan menggunakan ukuran sepatu yang pas bukan hanya meminimalisir sakit pada kaki, namun juga bisa mencegah kuku kaki tumbuh ke dalam.

Selain menggunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai, khusus untuk wanita gunakan sepatu dengan hak yang rendah. Hal ini bisa membantu mengatasi kaki bengkak dan nyeri pada lengkung kaki, ini sangat berguna terutama saat masa kehamilan.

Sedangkan dengan orang yang menderita plantar fasciitis (sakit pada tumit bagian bawah), gunakan sepatu yang lebih lebar dengan sol tebal dan empuk.

  1. Minum Obat Pereda Nyeri

Guna mengurangi kaki linu, sakit atau nyeri Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen. Obat NSAID juga mampu mengurangi peradangan serta mengurangi nyeri pada penderita radang sendi hingga asam urat. Obat tersebut juga bisa membantu mengatasi bengkak pada kaki.

  1. Terapkan Metode RICE

Jika kaki linu yang Anda rasakan karena terkilir atau keseleo, Anda bisa mencoba metode RICE (rest, ice, compression, dan elevation. Metode RICE meliputi:

  • Rest (istirahat) mengistirahatkan kaki dari berlari, berolahraga atau berjalan guna mencegah cedera semakin memburuk.
  • Ice (es) saat kaki Anda terkilir, langsung kompres dengan air dingin. Kompres beberapa kali dalam 48 jam pertama selama 15 hingga 20 menit.
  • Kompresi, balut kaki yang cedera dengan perban. Usahakan perban harus pas namun jangan terlalu erat.
  • Elevation, angkat kaki Anda saat berbaring sehingga kaki yang cedera lebih tinggi dari tubuh Anda. Ini berguna untuk mengurangi pembengkakan pada kaki Anda.

Jika beberapa cara di atas tidak mampu mengatasi kaki linu yang Anda alami, segera temui dokter.

Penyakit

Hal-Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Sakit Saat Kencing

Buang air kecil atau orang biasa menyebutnya kencing merupakan hal normal yang terjadi pada setiap orang. Rasa untuk buang air kecil akan muncul setelah kandung kemih mencapai batasnya untuk menampung urin. 

Ini masih normal dan tidak masalah selagi Anda bisa membuang urin tanpa gejala lainnya. Jika salah satu gejala muncul seperti merasa sakit saat kencing, ini bisa jadi ada sesuatu yang tidak beres. Anda perlu memperhatikan nya lebih lagi.

Kencing sakit setelah berhubungan intim dapat disebabkan berbagai macam kondisi medis.

Sakit saat kencing bisa jadi masalah tidak serius tapi juga bisa menjadi masalah yang serius. Kondisi yang juga dinamakan disuria ini bisa menjadi tanda dari sejumlah infeksi yang berbeda dan beberapa di antaranya memerlukan perawatan.

Berikut beberapa hal yang menyebabkan sakit saat kencing.

Penyebab karena penyakit

Sakit saat kencing bisa berupa gejala dari penyakit tertentu, penyakit yang kemungkinan menimbulkan rasa sakit ini, antara lain:

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih bisa menimbulkan rasa sakit saat kencing dan bisa terjadi pada siapa pun, terlebih pada wanita. Infeksi terjadi ketika bakteri masuk ke uretra dan kandung kemih, bertumbuh secara berlebihan dan membuat urin menjadi asam. Inilah yang akan menyebabkan sensasi terbakar dan sakit saat urin keluar dari uretra. 

  1. Infeksi menular seksual

Saat Anda terkena infeksi menular seksual, gejala sakit saat kencing juga dapat terasa. Beberapa infeksi menular seksual, seperti herpes genital, gonore, dan klamidia dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Agar Anda mengetahui kondisi Anda sebenarnya, Anda bisa melakukan tes skrining untuk infeksi menular seksual.

  1. Prostatitis

Kondisi medis lainnya dapat menyebabkan sakit saat kencing adalah prostatitis. Berhubungan dengan namanya, kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat dan bergejala dengan menimbulkan rasa terbakar, menyengat, dan tidak nyaman saat buang air kecil.

  1. Sistitis

Penyebab lain dari buang air kecil yang menyakitkan adalah sistitis atau peradangan pada lapisan kandung kemih. Sistitis interstisial juga dikenal sebagai sindrom kandung kemih yang menyakitkan, merupakan jenis sistitis yang paling umum. 

Gejala sistitis interstisial termasuk nyeri dan nyeri tekan di kandung kemih dan daerah panggul. Jenis lainnya adalah sistitis radiasi yang terjadi karena terapi radiasi.

  1. Uretritis

Uretritis sering menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa uretra telah meradang, yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala lain, seperti  meningkatnya keinginan untuk buang air kecil juga bisa mengikuti saat Anda terkena uretritis.

  1. Epididimitis

Epididimitis menjadi kondisi medis lainnya penyebab sakit saat kencing. Epididimitis (radang epididymis) adalah peradangan pada epididimis, sebuah tabung melingkar di bagian belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. 

Penyebab paling umum epididimitis adalah infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia. 

  1. Penyakit radang panggul (PID)

Penyakit radang panggul dapat mempengaruhi saluran tuba, ovarium, leher rahim, dan rahim. Ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut, seks yang menyakitkan, dan sakit saat kencing atau buang air kecil.

Penyakit radang satu ini merupakan infeksi serius, yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang awalnya berada di vagina lalu berpindah ke organ reproduksi. 

  1. Uropati obstruktif

Uropati obstruktif adalah gangguan pada saluran kemih yang terjadi karena aliran urin terhambat dan dapat bersifat struktural maupun fungsional. Ketika obstruksi di ureter, kandung kemih, atau uretra menyebabkan urin mengalir kembali ke ginjal, ini bisa menyebabkan munculnya rasa sakit saat kencing. 

Kondisi lainnya adalah terjadinya striktur uretra, penyempitan di uretra yang membatasi aliran urin sehingga menyebabkan masalah salah satunya sakit saat buang air kecil.

  1. Batu ginjal

Batu ginjal bisa menyebabkan Anda mengalami kesulitan atau nyeri saat buang air kecil. Batu ginjal adalah massa material, seperti kalsium atau asam urat, yang menumpuk dan membentuk batu yang mengeras di dalam dan sekitar ginjal.

Terkadang, batu ginjal akan bersarang di dekat area di mana urin memasuki kandung kemih atau saluran kemih, inilah yang menyebabkan Anda merasa sakit saat kencing. 

  1. Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih juga bisa menjadi penyebab kondisi ini. Sel-sel kanker mulai berkembang di kandung kemih dan menyebabkan sakit saat buang air kecil yang biasanya juga ditandai dengan adanya darah dalam urin.

Penyebab lain selain penyakit

Ada pula penyebab lainnya muncul rasa sakit saat kencing, ini bisa berupa:

  • Minum air putih yang kurang atau tidak cukup sehingga menyebabkan dehidrasi
  • Sering menahan buang air kecil
  • Melakukan aktivitas tertentu yang menyebabkan gesekan pada organ genital, seperti aktivitas bersepeda, berkuda
  • Obat-obatan tertentu, seperti untuk perawatan kanker dan beberapa antibiotik, bisa memunculkan efek samping berupa nyeri saat buang air kecil
  • Produk kebersihan yang Anda gunakan untuk area genetical, seperti sabun, losion, dan busa mandi dapat mengiritasi jaringan vagina terutama. Pewarna dalam deterjen dan produk perlengkapan mandi, contohnya kertas toilet yang beraroma juga dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan nyeri saat buang air kecil.

Ada beragam penyebab yang memunculkan rasa sakit saat kencing. Ini bisa merupakan masalah serius dan memerlukan perawatan lebih lanjut. Daripada Anda melakukan self-diagnose, lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter. 

SehatQ memberikan ruang untuk Anda berkonsultasi dengan dokter atau menemukan informasi lain seputar topik ini. Anda bisa melakukan chat dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi di App Store atau Play Store.

Jenis Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Penyakit

Jenis Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Anemia bukanlah masalah pada orang dewasa saja. Remaja juga dapat mengalaminya. Jenis anemia yang menyerang biasanya anemia defisiensi besi.

Itu berarti penyebab terjadinya anemia pada remaja adalah kekurangan zat besi pada tubuh. Hal ini dikarenakan masa remaja yang merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa adalah masa-masa yang penuh dengan perubahan fisik dan mental.

Perubahan-perubahan itu membawa dampak yang cukup besar bagi perkembangan remaja selanjutnya.

Mereka kerap menginginkan suatu hal yang praktis untuk bisa dikonsumsi seperti makanan cepat saji dan minuman ekstra manis yang memang lezat dan nikmat namun kurang kandungan nutrisi seperti zat besi.

Selain itu, para remaja juga gemar mengonsumsi kopi yang belakangan sedang marak dalam berbagai merek.

Faktor lainnya pada usia remaja, wanita biasanya sudah mulai terkena menstruasi yang menyebabkan banyak kehilangan darah serta penyakit turunan baik karena genetik dan nongenetik.

Gejala anemia pada remaja

Selain penyebab, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala yang kemungkinan menjadi pertanda adanya anemia pada remaja.

Gejala-gejala yang sering dirasakan adalah adanya pucat pada bagian pipi dan bibir, pucat pada lapisan bagian dalam kelopak mata, pucat pada bantalan kuku dan tidak berwarna, mudah tersulut emosi.

Gejala lainnya adalah susah konsentrasi, badan terasa lemah dan berakibat ingin tidur terus-menerus, mudah lelah, sesak napas, jantung berdetak cepat, tangan dan kaki bengkak, sakit kepala, pusing dan pingsan, refleks sering menggerak-gerakkan kaki.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda sebagai remaja mengalami gejala anemia seperti pucat dan badan terasa lesu, itu berarti Anda mengalami gejala anemia biasa, dan hanya perlu mengonsumsi terus makanan dan minuman yang mengandung zat besi dan vitamin serta menghindari rokok dan alkohol.

Selain itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen zat besi yang dibutuhkan untuk membantu atau memaksimalkan zat besi dalam tubuh sehingga produksi sel darah merah melimpah dan Anda terhindar dari anemia.

Adapun untuk suplemen ini sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan supaya tidak menimbulkan efek samping.

Namun jika Anda mengalami sesak napas, detak jantung cepat hingga sakit kepala, tandanya Anda sudah mengalami jenis anemia yang parah.

Jika begitu, Anda harus segera ke dokter untuk berkonsultasi untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap yang di dalamnya ada tes hematokrit untuk mengetahui persentase jumlah kadar merah dalam tubuh Anda atau melalui transfusi darah.

Apa yang terjadi jika anemia pada remaja dibiarkan saja?

Jika anemia pada remaja dibiarkan saja akan berdampak pada pertumbuhan kognitif yang selanjutnya dapat memengaruhi produktivitas ekonomi bagi remaja di masa depan.

Selain itu, jika diobati anemia akan menyebabkan hal-hal berikut:

Kelelahan yang parah

Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang penuh dengan banyak aktivitas sehingga jika Anda di usia remaja terkena anemia dan dibiarkan saja, Anda tidak akan mampu dan sanggup menyelesaikan tugas-tugas akademik yang sebenarnya mudah.

Hal itu karena Anda mengalami kelelahan yang sangat parah sehingga menghambat produktivitas Anda sehari-hari.

Permasalahan pada jantung

Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi manusia sehingga jika organ ini terkena masalah saja, akibatnya sangat fatal.

Ketika Anda terkena anemia, jantung harus memompa lebih banyak lagi darah untuk mengganti kekurangan oksigen dalam darah yang berakibat pada pembesaran jantung atau gagal jantung.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh

Jika anemia tidak segera diatasi akan berakibat pada melemahnya imunitas tubuh karena zat besi merupakan unsur yang dapat memberikan imunitas.

Akibatnya Anda mudah terserang penyakit oleh juga karena berkurangnya kemampuan sel darah putih sebagai antibodi yang tidak disokong zat besi.

Mengakibatkan kematian

Terakhir anemia juga dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan biasanya ini adalah jenis sel sabit yang bisa mengakibatkan komplikasi kehilangan banyak darah.

Jenis anemia pada remaja ini mesti dideteksi sedini mungkin. Dengan begitu, risiko gangguan kesehatan ini dapat dikurangi dan lebih cepat mendapatkan pengobatan yang tepat.

Penyakit

Penyebab-penyebab Leher Seperti Tercekik

Leher seperti tercekik adalah sensasi yang membuat kita merasa seakan-akan bagian tenggorokan terasa penuh sampai mengganggu pernapasan. Kondisi tersebut bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa penyebab tersebut memang perlu diketahui dan pelajari agar kita tidak salah mengira dan ini berkaitan juga dengan cara mengatasi agar sensasi leher seperti tercekik hilang. 

Sakit leher sebelah kanan dapat disebabkan oleh saraf kejepit.

Penyebab pertama yang membuat leher sakit adalah adanya cedera pada pita suara. Kondisi tersebut biasanya diawali dengan adanya benjolan atau polip di bagian pita suara. Di samping itu, orang yang pita suaranya cedera kerap kali mengalami rasa sakit pada tenggorokan dan suara menjadi serak. Adapun pita suara bisa cedera karena sebelumnya mengeluarkan suara secara berlebihan atau berteriak. 

Selain karena cedera pada pita suara, orang bisa mengalami sensasi sakit di bagian leher apabila pita suaranya mengalami peradangan. Jika kondisi itu yang terjadi, maka dampaknya bisa membuat si penderita mengalami serak, bahkan pada beberapa kasus membuat suara menjadi hilang sesaat. 

Kedua, jika pembaca merasakan munculnya sensasi leher seperti tercekik, maka dapat pula itu terjadi karena anda sedang mengalami gastroesophageal reflux disease atau GERD. Berbagai sumber menerangkan, kondisi tersebut terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan. Pada banyak kasus GERD memang muncul diiringi sama gejala leher terasa tercekik, sesak napas, dan tenggorokan terasa penuh. 

Penyebab ketiga leher seperti tercekik atau bahkan sakit diakibatkan adanya penyakit radang di amandel. Kerap kali, radang pada amandel ini bisa membuat amandel menjadi bengkak. Bahkan, pembekakan tersebut dapat pula diraba di bagian leher. Nah, jika seseorang mengalami kondisi tersebut, maka sensasi sakit pada leher besar kemungkinan dirasakan. 

Lebih lanjut, selain radang pada amandel, radang tenggorokan juga memberikan sensasi sakit di sekitar leher. Biasanya orang yang sakit radang tenggorokan ini mengalami kesulitan dalam menelan. Di sisi lain, bagi anda yang mulai merasakan sensasi nyeri di bagian leher, maka anda perlu waspada karena itu merupakan salah satu gejala radang tenggorokan. 

Adapun penyebab leher seperti tercekik yang berikutnya adalah adanya gangguan pergerakan otot leher. Kondisi itu biasanya membuat orang yang mengalaminya jadi susah untuk menengok. Gangguan pergerakan otot leher ini salah satunya bisa disebut sebagai salah bantal. 

Itulah beberapa penyebab yang bisa membuat leher seperti tercekik. Tentu saja dalam menentukan kondisi anda, anda tidak bisa melakukannya seorang diri. Jika leher anda seperti tercekik, ada baiknya anda langsung menemui dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Langkah ini memang tidak boleh diabaikan karena jika anda sendiri yang menentukan penyebabnya, maka bisa jadi anda malah salah dalam mengobatinya. 

Salah pengobatan ini sesuatu yang perlu dihindari karena bisa membahayakan kesehatan anda. Di sisi lain, salah pengobatan juga dapat membuat penyakit yang anda alami bisa saja lebih parah daripada kondisi sebelumnya. Oleh karena itu, jika merasa leher seperti tercekik, sebaiknya menemui dokter untuk mencari tahu secara pasti apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. 

Demikian penjelasan singkat yang dapat diberikan tentang penyebab-penyebab yang mungkin saja bikin leher seperti tercekik. Tentu artikel singkat ini diharapkan bisa menambah pengetahuan dan membantu pembaca. Akan tetapi, pembaca pun disarankan untuk membaca artikel lain dan tidak menjadikan ini sebagai rujukan satu-satunya. 

Saran tersebut dikemukakan karena lebih banyak referensi, maka informasi yang diperoleh mengenai penyebab leher seperti tercekik lebih komprehensif. Di samping itu, membandingkan satu tulisan dengan tulisan yang lain memang penting agar meminimalisir kekeliruan dalam memahami sesuatu hal.

Bingung Cara Tidur Saat Hidung Tersumbat? Yuk Simak Tipsnya!
Penyakit

Bingung Cara Tidur Saat Hidung Tersumbat? Yuk Simak Tipsnya!

Cara tidur saat hidung tersumbat. Hidung tersumbat bisa menyulitkan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, salah satunya tidur.

Hidung tersumbat dapat membuat Anda kesulitan tidur pulas, dan masalah ini akan terasa menyiksa. Tidur menjadi tidak nyenyak karena kesulitan bernapas dengan nyaman.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan cara tidur saat hidung tersumbat.

Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Secara Alami

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidung tersumbat secara alami, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Tambah tumpukan bantal

Anda bisa mengangkat kepala Anda lebih tinggi, salah satunya dengan menambahkan tumpukan bantal agar lendir yang menyumbat bisa dikeluarkan.

2. Mengonsumsi madu

Hidung tersumbat dapat memaksa penderita untuk bernapas dari mulut. Hal ini bisa menyebabkan tenggorokan jadi kering dan sakit sehingga akan mengganggu tidur Anda.

Madu dapat mengatasi masalah seperti ini. Madu bisa menyelimuti tenggorokan agar dapat menghilangkan ketidaknyamanan dan mengatasi batuk.

3. Mandi air hangat

Uap dari air hangat dapat membantu mengeluarkan lendir dari hidung. Selain itu, air hangat juga dapat membuka sinus. Jadi, mandi air hangat bisa menjadi solusi untuk membantu Anda untuk tidur.

4. Menggunakan pelembab ruangan

Humidifier atau mesin pelembab ruangan berfungsi memancarkan suhu hangat ke ruangan atau kamar. Alat ini dapat membantu Anda lebih mudah bernafas saat tidur.

5. Menggunakan larutan saline

Larutan saline adalah obat semprot hidung yang memiliki isi berupa air dan sedikit garam. Obat satu ini dapat membantu Anda mengatasi hidung tersumbat serta mengatasi  iritasi dan pembengkakan di hidung.

6. Menggunakan mesin diffuser

Menggunakan mesin ini dengan minyak atsiri, seperti minyak peppermint atau minyak pohon, bisa menjadi solusi agar Anda bisa tidur saat hidung tersumbat.

Minyak pohon memiliki kandungan antiradang dan antimikroba yang bisa menjadi solusi mengatasi penyumbatan pada hidung.

7. Oleskan minyak atsiri

Aroma minyak atsiri yang terhirup hidung bisa membuat napas menjadi lebih plong. Untuk penggunaannya, oleskan minyak atsiri ini di dada. 

Namun, sebelum mengoleskannya, campur terlebih dahulu minyak atsiri ini dengan carrier oil. Hal ini dilakukan agar terhindar dari iritasi kulit.

8. Teh hangat

Teh hangat bisa mengatasi hidung tersumbat dan meredakan gejala pilek. Selain itu, teh juga memiliki kandungan senyawa antivirus, anti radang, dan antioksidan yang tentu baik untuk Anda.

Anda juga bisa menambahkan madu atau lemon pada teh Anda. Madu memiliki khasiat meredakan batuk, sementara lemon bisa melawan infeksi dalam tubuh. Selain itu, pilih teh yang tidak mengandung kafein agar tidur tidak terganggu.

9. Gunakan air garam untuk mencuci hidung

Metode ini bisa membantu mengatasi hidung tersumbat. Bahannya cukup tiga sendok teh garam dan satu sendok teh baking soda. 

Aduk rata lalu simpan di wadah kedap udara. Lalu, ambil satu sendok teh campurkan bahan tersebut, lalu masukan ke 230 ml air hangat. Isi larutan ini ke neti pot atau syringe.

Untuk menggunakannya, Anda miringkan kepala lalu tuang larutan ke salah satu hidung hingga keluar dari lubang hidung lainnya. Selama melakukan proses ini, bernapaslah menggunakan mulut.

Cara Atasi Hidung Tersumbat dengan Obat

Anda bisa menggunakan antihistamin atau dekongestan oral untuk mengatasi hidung tersumbat. Tambahkan juga dengan obat semprot hidung yang diformulasikan untuk mengatasi hidung tersumbat.

Penggunaan obat ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 6 tahun. Anda bisa konsultasikan dulu mengenai penggunaan obat yang tepat serta informasi dosis dan pemakaian yang sesuai.

Demikian beberapa cara tidur saat hidung tersumbat. Semoga beberapa cara ini bisa membantu masalah hidung tersumbat Anda sehingga bisa tidur dengan nyenyak.

Penyakit

Cara Mengatasi Tenggorokan Berdahak Tanpa Batuk

Meski tanpa gejala batuk dan flu, tenggorokan berdahak merupakan hal yang umum terjadi. Tubuh memproduksi lendir sebagai mekanisme alami untuk merespon elemen-elemen asing yang dapat memicu infeksi maupun iritasi. Itulah sebabnya beberapa penyakit infeksi seperti flu memiliki gejala batuk berdahak.

mengeluarkan dahak di tenggorokan tapi tidak batuk

Namun, kadang kala, tenggorokan berdahak dapat membuat rasa tidak nyaman. Kita akan merasa perlu membersihkan tenggorokan secara terus menerus. Ada Pula beberapa kondisi yang menyertai tenggorokan berdahak seperti suara serak, sakit tenggorokan, dan batuk. Meski tidak berbahaya, ada baiknya untuk mengetahui penyebab di balik kondisi ini dan cara mengatasinya.

Dahak atau lendir secara normal diproduksi oleh bebagai bagian tubuh. Di tenggorokan sendiri lendir berfungsi untuk menjaga kelembapan dan memerangkap benda serta organisme asing, seperti kotoran, debu, parasit, virus, dan bakteri agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

Namun, terdapat beberapa kondisi di mana produksi lendir di tenggorokan bisa menjadi terlalu banyak. Selain itu, terdapat kondisi postnasal drip di mana lendir dari hidung juga bisa turun dan menumpuk di tenggorokan.

Berbagai penyebab tenggorokan berdahak

Setiap harinya, tubuh memproduksi sekitar 1-2 liter lendir yang digunakan untuk menjaga kondisi tenggorokan agar selalu dalam keadaan lembab dan membantu sistem pernapasan. Namun, jumlah lendir dan dahak dapat bertambah ketika mengalami kondisi tertentu sebagai berikut:

  • Alergi, seperti alergi pada debu atau serbuk sari
  • Infeksi dan peradangan pada sinus atau sinusitis
  • Iritasi tenggorokan, baik karena paparan polusi atau karena reaksi alergi
  • Pilek dan flu
  • Perubahan cuaca, menjadi lebih dingin atau kering
  • Refluks lambung atau GERD
  • Terpapar asap atau uap dari bahan kimia, parfum, produk pembersih, kendaraan, dan rokok
  • Dampak dari penggunaan obat-obatan tertentu
  • Lingkungan dan gaya hidup seperti kurang minum air atau berlebihan mengonsumsi alkohol, kopi, dan the.

Cara mengatasi tenggorokan berdahak

Tenggorokan berdahak tanpa disertai gejala batuk bukan merupakan kondisi yang serius. Bahkan, masalah ini dapat diatasi dengan obat-obatan non resep atau perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa cara mudah meredakan tenggorokan berdahak di rumah.

  1. Semprot atau kumur air garam

Salah satu cara mengatasi tenggorokan berdahak adalah dengan menyemprotkan air garam steril atau saline ke salah satu lubang hidung dan mengeluarkannya dari lubang hidung lainnya. Cara ini terbukti efektif untuk mengatasi tenggorokan berlendir akibat sinusitis kronis dan alergi. Jika air saline tidak bisa ditemukan, gunakan obat semprot hidung yang memberikan efek serupa.

Selain menyemprotkan air ke hidung, berkumur dengan air garam juga dapat mengatasi tenggorokan berdahak. Caranya dengan melarutkan 1 sendok garam ke segelas air hangat, kemudian pakai air tersebut untuk berkumur. Cara ini juga dapat membantu membersihkan penumpukan lendir di belakang tenggorokan.

  1. Minum air putih

Dahak atau lendir yang ada di tenggorokan biar dibiarkan dapat mengental dan membuat tidak nyaman. Salah satu cara mengencerkan lendir adalah dengan memperbanyak minum air putih. Air putih juga dapat membantu tenggorokan tetap lembab dan terasa nyaman, sehingga tidak ada penumpukan lendir.

  1. Konsumsi sup dan minuman hangat

Selain minum air putih, tenggorokan berdahak juga bisa diatasi dengan minum sup atau the hangat. Tak hanya mengencerkan lendir, uap hangat sup ataupun teh juga dapat memberi rasa nyaman dan melegakan tenggorokan serta hidung tersumbat.

  1. Obat pengencer lendir

Bila tenggorokan berdahak mulai mengganggu aktivitas secara berkelanjutan, konsultasikan kepada dokter untuk diperiksa dan diberikan obat-obatan yang dapat membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokan. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan golongan mukolitik, ekspektoran, atau antihistamin untuk meringankan gejala ini.

Penyakit

Lakukan 8 Hal Ini Untuk Mengatasi Jantung Berdebar Saat Tidur!

Ada beberapa kondisi yang menjadi alasan kenapa jantung berdebar lebih cepat saat bangun tidur. Para ahli kesehatan biasanya menghubungkan jantung berdebar saat bangun tidur ini dengan sleep apnea. Tidak hanya saat bangun tidur saja, jantung berdebar saat tidur pun sering terjadi.

Jantung berdebar saat bangun tidur bisa disebabkan oleh kebanyakan minum kafein.

Untuk beberapa keadaan, jantung berdebar terjadi akibat hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Untuk kasus ini, cara mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dan Angkat Kaki Lebih Tinggi dari Jantung

Salah satu cara mengatasi jantung berdebar adalah dengan memposisikan kaki lebih tinggi dari dada. Duduk dan gantung kaki Anda tinggi dari jantung. Tarik napas dalam dan perlahan dan biarkan rongga perut membesar seiring dengan setiap helaan. Posisi ini bisa membuat Anda sedikit relaks, juga dapat bantu melancarkan peredaran darah. Alhasil, jantung pun dapat menyesuaikan kembali iramanya seperti sedia kala.

  1. Lakukan Maneuver Valsalva

Cara menghilangkan jantung berdebar lainnya adalah dengan manuver Valsava. Cara melakukannya, yaitu dengan menekan kedua hidung dan tutup mulut Anda. Cobalah untuk mengeluarkan napas secara perlahan. Tindakan ini dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, dan membantu mereset irama jantung Anda.

  1. Minum Air dalam Jumlah Banyak

Salah satu cara menenangkan jantung berdebar yang juga bisa Anda coba adalah dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak. Meski masih belum pasti, namun beberapa peneliti mengatakan bahwa tindakan tersebut cukup ampuh mengatasi jantung berdebar. Salah satu teori mengatakan, air yang ditelan membuat kerongkongan menekan jantung. Hal ini dapat membantu mengembalikan irama jantung berdebar seperti semula.

  1. Kelola Stress

Stres dapat menyebabkan jantung berdebar. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik dapat membantu meredakan keluhan jantung berdebar yang Anda alami. Sensasi berdebar atau palpitasi dapat menjadi cara tubuh untuk memberitahu bahwa level stres Anda sudah di atas rata-rata. Untuk itu, cobalah luangkan waktu setidaknya 30 menit per hari untuk menenangkan pikiran Anda. Bisa dengan bermeditasi, berdoa, atau lainnya.

  1. Cukupi Jam Tidur

Kelelahan dapat menjadi faktor pencetus jantung berdebar. Oleh karena itu, sesuaikan jam tidur Anda dengan kebutuhan agar tidak mengalami kondisi tersebut. Rata-rata orang dewasa dianjurkan untuk tidur malam selama 7 hingga 8 jam. Sedangkan balita butuh tidur selama 9 sampai 10 jam.

  1. Cermati Obat-obatan yang Dikonsumsi

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan jantung berdebar. Oleh karena itu, cermati setiap obat yang dikonsumsi agar tidak mengalami kondisi tersebut.  Berikut ini adalah obat yang perlu Anda waspadai. 

  • Beberapa jenis obat-obat asma
  • Beberapa kategori obat-obatan alergi
  • Beberapa macam obat-obat diet, dan lainnya.

Jika Anda ingin menghindari jantung berdebar, hindari konsumsi obat-obatan tersebut sembarangan. Lebih baik konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat, sehingga risiko efek samping jantung berdebar dapat diminimalkan.

  1. Hindari Kafein

Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh, dan minuman berenergi dapat menyebabkan jantung berdebar. Risiko ini bisa makin tinggi apabila sedari awal Anda punya tubuh yang sensitif.

  1. Olahraga Rutin

Yoga, taichi, meditasi atau gerakan peregangan merupakan beberapa jenis olahraga yang dapat bantu mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental. Lakukan kegiatan tersebut sambil mengatur napas. Konsentrasikan pikiran Anda terhadap napas, saat menghirup dan menghembuskannya. Detak jantung Anda pun akan perlahan kembali ke normal.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya jantung berdebar saat tidur. Menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat sangat baik untuk kesehatan Anda. Jadi, sayangilah jantung Anda, ya!

Hidup Sehat

Cara Menangani Bercak Coklat pada Bagian Putih Mata

Munculnya bercak coklat pada bagian putih mata atau nevus bukan termasuk hal yang berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan pada mata yang cukup serius. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut jika bercak coklat pada bagian putih mata disertai dengan beberapa gejala seperti berikut:

  • Sakit dan nyeri pada mata
  • Terjadi perubahan penglihatan, seperti pandangan kabur atau tidak bisa melihat
  • Adanya peningkatan tiba-tiba pada bintik yang melayang saat memandang, baik peningkatan jumlah maupun frekuensi kemunculan
  • Ukuran bintik coklat pada bagian putih mata berkembang lebih besar
  • Sering melihat adanya kilatan cahaya

Jika dibandingkan dengan tipe freckles mata lainnya, nevus koroid memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi kanker melanoma. Pada sebagian kasus kecil, nevus koroid berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan atau ablasi retina.

Penanganan Bercak Coklat pada Bagian Putih Mata

Penanganan bercak coklat atau freckles di mata tergantung dari tingkat keparahan dan bahaya yang bisa ditimbulkan. Meski tidak disertai dengan gejala yang umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan kondisi awal bercak coklat pada bagian putih mata tetap dibutuhkan karena berpeluang berkembang menjadi semakin buruk. Ada beberapa metode perawatan yang umumnya dilakukan dan tindakan medis kepada pasien yang memiliki bercak coklat pada bagian putih mata, antara lain:

1. Pemantauan dan Observasi

Freckles di mata umumnya hanya membutuhkan pemantauan dan tidak perlu sampai melakukan tindakan medis. Bercak coklat pada bagian putih mata biasanya memang bersifat non-kanker dan dianggap tidak berbahaya. Sehingga, dokter akan memutuskan untuk melakukan pemantauan dan observasi secara rutin. Pasien bisa melakukan pemeriksaan selama enam bulan sekali atau satu tahun sekali jika tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada freckles mata tersebut. Perubahan yang diperiksa yaitu perubahan warna, ukuran, hingga bentuk.

2. Menggunakan Kacamata Hitam

Salah satu faktor risiko yang dianggap bisa menimbulkan bercak coklat pada bagian putih mata yaitu sering terpapar sinar matahari. Oleh karena itu, agar freckles tidak bertambah parah dan risiko komplikasi semakin meningkat, penggunaan kacamata hitam bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan

3. Tindakan Medis

Bercak coklat pada bagian putih mata yang berpotensi mengarah pada kanker melanoma, penyakit mata yang lebih serius, serta berisiko pada kesehatan mata dan menimbulkan komplikasi parah perlu diatasi melalui tindakan medis untuk menghilangkannya. Namun, prosedur ini berisiko menyebabkan kerusakan pada mata, sehingga dokter menyarankan sebagai pilihan terakhir jika memang dibutuhkan untuk keselamatan pasien. Ada beberapa macam tindakan medis untuk menghilangkan freckles mata, antara lain yaitu radiasi, terapi laser, operasi atau bedah, hingga pengangkatan bola mata.

Operasi adalah salah satu tindakan medis menghilangkan bercak coklat pada bagian putih mata yang umum dilakukan. Dokter akan membuat sayatan untuk mengangkat freckles yang berpotensi kanker dari mata. Bagian putih mata bisa mengalami sedikit defek atau kecacatan. Defek ini kemudian akan diperbaiki melalui transplantasi membrane amniotic dari plasenta. Membrane ini digunakan karena mempunyai kandungan aspek pertumbuhan dan bisa mengurangi peradangan.

Setelah operasi selesai, perawatan dilakukan dengan memakai obat tetes mata selama dua minggu pasca operasi. Karena tindakan medis ini bisa menyebabkan rusaknya bagian mata, pastikan pasien sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis terlebih dahulu mengenai penanganan yang tepat untuk kondisi bercak coklat pada bagian putih mata. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan rutin. Sehingga, perubahan freckles menjadi komplikasi bisa dideteksi lebih awal dan dapat segera diatasi.

Penyakit

8 Cara Menyembuhkan Gondok dengan Bahan Alami

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan penyakit gondok bukan? Gondok merupakan penyakit yang muncul benjolan di leher karena adanya kelenjar tiroid yang membesar dan bisa menyerang siapa saja. Maka dari itu, kamu perlu tahu cara menyembuhkan gondok.

Kelenjar tiroid berperan pentin untuk mengatur metabolisme tubuh

Penyebab gondok beragam, tetapi umumnya disebabkan karena kekurangan yodium. Kok bisa? Alasannya kelenjar tiroid memerlukan yodium untuk memproduksi hormon tiroid. Ketika tubuh kekurangan yodium, maka kelenjar tiroid harus bekerja ekstra sehingga membesar. Lalu, bagaimana cara menyembuhkan gondok?

Ada berbagai cara yang bisa dicoba. Mulai dari konsumsi obat-obatan, operasi pengangkatan tiroid, atau terapi nuklir tiroid. Selain ketiga metode tersebut, ada cara alami yang bisa dicoba untuk membantu menyembuhkan gondok.

Nah, berikut ini cara menyembuhkan gondok secara alami, yaitu:

1. Konsumsi Cukup Yodium

Penyakit gondok sering dipicu kekurangan yodium. Oleh sebab itu, cobalah konsumsi makanan yang mengandung banyak yodium. Cara ini diharapkan mampu memperkecil gondok atau pembengkakan pada kelenjar tiroid.

Cara paling simpel mendapatkan yodium lewat garam meja. Namun, perhatikan asupannya, jangan sampai berlebihan. Asupan garam yang tinggi bisa memicu berbagai keluhan, salah satunya hipertensi. Selain garam meja, kamu bisa mendapatkan asupan yodium lewat ikan, kerang, keju, yoghurt, hingga berbagai sayuran.

Yodium bermanfaat banyak untuk kesehatan. Jika kamu ingin mengetahui informasinya lebih banyak, tidak ada salahnya bertanya langsung dengan dokter.

2. Tambah Asupan Buah-buahan

Cara menyembuhkan gondok secara alami bisa melalui asupan buah-buahan. Namun, bukan sembarang buah-buahan yang membantu menyembuhkan gondok. Pilihlah buah-buahan yang mengandung beta karoten untuk mengurangi pembengkakan pada kelenjar tiroid, salah satunya pepaya.

Selain beta karoten, ada pula zat ampisilin yang meringankan dan menyembuhkan penyakit gondok. Zat ini banyak terkandung dalam rambutan dan sirsak.

3. Manfaatkan Bawang Putih

Selain dua hal di atas, bawang putih juga bisa dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan gondok. Bawang putih bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Cara menyembuhkan gondok dengan bawang putih simpel saja. Cucilah bawang hingga bersih, lalu kunyah bawang putih sebanyak 3 hingga 4 siung dalam satu hari.

4. Istirahat yang Cukup

Awas, penyebaran virus penyebab gondongan bisa ditularkan lewat kontak langsung, urine, atau percikan ludah pengidapnya. Oleh sebab itu, pengidap gondongan sebaiknya hindari kontak langsung dengan orang lain hingga sembuh.

Di samping itu, istirahat yang cukup juga dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), istirahat mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menghentikan penyebaran virus. Pengidap gondok sebaiknya mengistirahatkan diri di rumah, kira-kira lima hari setelah kelenjar parotis mulai membengkak.

5. Kompres Leher yang Membengkak

Mengompres leher yang bengkak dengan es atau air dingin dapat membantu menyembuhkan gondok. Menariknya lagi, cara ini mampu meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Mengompres dingin leher yang bengkak juga bisa meredakan peradangan sehingga memberikan rasa nyaman pada area leher yang sakit. Kok bisa?

Alasannya, suhu yang rendah dapat memperlambat aliran darah dan mempersempit pembuluh darah pada lokasi yang terasa sakit. Nah, kondisi ini yang bisa mengurangi zat-zat perangsang peradangan bergerak menuju area yang sakit gondok.

Hal yang mesti diperhatikan, jangan menempelkan es langsung pada kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit terasa terbakar, atau kerusakan jaringan kulit. Alternatifnya, rendamlah handuk dalam baskom berisi air dan es batu. Lalu, peraslah handuk tersebut dan kompres area yang terasa sakit.

6. Hindari Mengonsumsi Makanan Asam

Saat mengalami penyakit gondok, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki rasa asam. Kandungan acid nyatanya dapat menyebabkan rasa nyeri yang semakin parah pada kelenjar ludah.

7. Manfaatkan Lidah Buaya

Selain menggunakan bawang putih, kamu juga bisa mencoba untuk membalurkan bagian daging lidah buaya pada bagian yang mengalami pembengkakan. Sensasi dingin yang dihasilkan oleh lidah buaya akan memberikan rasa nyaman pada bagian nyeri. Selain itu, kandungan antibiotik lidah buaya juga membantu gejala nyeri atau pembengkakan lebih mudah diatasi oleh pengidap gondok.

8. Pastikan Area Leher dan Wajah Merasa Nyaman

Setelah melakukan beberapa cara di atas, tidak ada salahnya untuk memastikan area leher dan wajah dalam kondisi nyaman. Jika ingin berbaring, pastikan gunakan alas tidur yang nyaman dan cegah tekanan pada area leher agar rasa nyeri bisa dihindari. 

Demikian cara menyembuhkan gondok yang perlu diketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Penyakit

Apa Itu Ulkus Kornea, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ulkus kornea atau sering disebut keratitis adalah luka terbuka yang muncul di bagian selaput bening atau bagian kornea mata. 

Ulkus kornea biasanya terjadi karena infeksi yang disebabkan pemakaian kontak lensa yang tidak tepat atau terlalu lama. Hal ini biasanya ditandai dengan mata merah serta berair. 

Bagian kornea mata sendiri memiliki fungsi yang sangat penting, yakni sebagai jendela yang membuat cahaya bisa masuk ke dalam mata. Jika terjadi luka pada kornea, bisa menyebabkan penglihatan menjadi terganggu bahkan bisa menyebabkan kebutaan. 

Gejala ulkus kornea

Ulkus kornea biasanya muncul ditandai dengan area abu-abu atau bercak putih yang transparan di sekitar mata. Beberapa ulkus kornea biasanya memiliki bentuk yang cukup kecil dan harus dilihat dengan alat khusus. 

Biasanya, sebelum menyadari terkena ulkus kornea, kamu akan mengalami beberapa gejala infeksi pada mata, seperti:

  • Mata terasa gatal
  • Mata berair
  • Mata mengeluarkan nanah
  • Terdapat sensasi terbakar atau menyengat pada mata
  • Mata berwarna merah
  • Sensitif pada cahaya

Gejala infeksi ini akan terus berlanjut dan semakin parah yang menandakan kamu terkena ulkus kornea. Berikut gejalanya:

  • Radang mata
  • Terdapat robekan di lapisan depan mata
  • Penglihatan kabur
  • Terdapat bintik putih di kornea
  • Kelopak mata bengkak
  • Seperti ada yang mengganjal di mata
  • Sensitif terhadap cahaya.

Penyebab ulkus kornea

Penyebab utama ulkus kornea yakni karena infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri karena penggunaan kontak lensa yang terlalu lama dan tidak benar.

  • Keratitis herpes simpleks

Keratitis herpes simpleks merupakan infeksi virus yang menyebabkan luka pada mata. 

  • Keratitis jamur

Infeksi jamur ini terjadi ketika seseorang mengalami cedera pada kornea. Infeksi jamur penyebab ulkus kornea biasanya terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah. 

  • Infeksi parasit

Parasit yang biasanya menginfeksi yakni acanthamoeba yang biasanya ditemukan di air tawar dan kotoran.

Berikut ini beberapa penyebab lain dari ulkus kornea:

  • Mata kering
  • Cedera mata
  • Gangguan inflamasi
  • Menggunakan kontak lensa yang tidak steril dan kadaluarsa 
  • Kekurangan vitamin A
  • Menggunakan kontak lensa semalaman

Pengobatan ulkus kornea

Pengobatan untuk ulkus kornea bisa dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan gejala dan penyebab ulkus kornea, mulai dari mengonsumsi obat, perawatan mandiri di rumah sendiri hingga pengobatan dari dokter. 

Perawatan di rumah

Kamu bisa mengikuti beberapa step perawatan di rumah untuk mengobati ulkus kornea seperti di bawah ini:

  • Kompres mata dengan air dingin, pastikan tidak ada air yang masuk ke dalam mata
  • Hindari menyentuh dan menggosok mata dengan jari
  • Selalu cuci tangan dan mengeringkan dengan handuk untuk mengurangi penyebaran infeksi
  • Konsumsi obat pereda nyeri bila perlu

Obat-obatan

Dokter juga akan meresepkan beberapa obat sesuai dengan gejala yang muncul, yakni:

  • Obat antibiotik untuk ulkus kornea yang muncul karena bakteri
  • Antivirus, untuk pengobatan ulkus kornea karena infeksi virus
  • Antijamur, pengobatan ulkus kornea karena infeksi jamur
  • Obat tetes mata kortikosteroid untuk meredakan peradangan
  • Obat tetes untuk melebarkan pupil mata penderita

Segera hubungi dokter jika obat-obatan yang kamu konsumsi menimbulkan beberapa efek samping, ya.