Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir
Penyakit

Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir

Duktus arteriosus paten merupakan kondisi cacat jantung bawaan yang terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini disebut juga dengan patent ductus arteriosus (PDA). 

PDA ditandai dengan adanya bukaan di antara dua pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Sebenarnya, pembukaan merupakan kondisi yang normal dalam sistem peredaran darah sebelum bayi dilahirkan. Biasanya, pembukaan ini akan menutup dengan sendirinya segera setelah bayi lahir.

Akan tetapi, bila setelah dilahirkan bukaan tetap terbuka, maka bayi Anda mungkin mengalami PDA. 

Penyebab duktus arteriosus paten pada bayi

Hingga kini, belum diketahui dengan jelas apa faktor yang menyebabkan bukaan di pembuluh darah bayi tidak berhasil tertutup setelah dilahirkan. Biasanya, kondisi ini lebih rentan  dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. 

Cacat jantung bawaan muncul dari masalah di awal perkembangan jantung, yaitu ketika bayi sedang berkembang di dalam kandungan. Sebelum lahir, koneksi antara dua pembuluh darah utama yang mengarah ke jantung diperlukan untuk sirkulasi darah bayi. 

Hal ini juga mempengaruhi proses aliran darah dari paru-paru bayi serta upaya bayi menerima oksigen dari pernapasan sang ibu. 

Segera setelah bayi dilahirkan, pembuluh darah yang membuka ini akan tertutup. Biasanya, penutupan ini terjadi sekitar dua sampai tiga hari setelah kelahiran. Namun, pada bayi prematur, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika sambungan tetap terbuka, anak Anda menderita duktus arteriosus paten. Kondisi ini bisa mengakibatkan terlalu banyaknya darah yang mengalir ke paru-paru dan jantung bayi. Bila tidak ditangani, tekanan darah di paru-paru bayi akan mengalami peningkatan. 

Tanda-tanda bayi mengalami duktus arteriosus paten

Bukaan pada pembuluh darah bayi bisa berukuran kecil ataupun besar. Artinya, gejala yang ditimbulkan pun berbeda, tergantung lebarnya bukaan tersebut. Jika bukaan berukuran kecil, maka gejala yang dialami pun kemungkinan lebih sederhana atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Umumnya, bayi yang menderita PDA akan merasakan gejala berupa: 

  • Berkeringat
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Kenaikan berat badan yang lemah
  • Tidak ada selera makan
  • Detak jantung yang melebihi normal
  • Warna kulit yang membiru karena kekurangan oksigen
  • Kelemahan

Dalam kasus yang cukup jarang, PDA bisa menimbulkan gejala tambahan dan komplikasi berupa tekanan darah tinggi di paru-paru, pembesaran jantung, serta gagal jantung kongestif. 

Pilihan pengobatan untuk bayi dengan duktus arteriosus paten

Apabila bukaan yang terjadi sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala, bayi Anda tidak memerlukan pengobatan khusus. Tetapi, jika bukaan bertambah besar, pengobatan yang akan dilakukan berupa:

  • Operasi

Operasi secara khusus dilakukan untuk kondisi duktus arteriosus paten yang sangat parah dan tidak berhasil diatasi dengan upaya pengobatan lain. Jenis pengobatan dengan cara ini biasanya hanya dianjurkan untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan atau lebih.

Akan tetapi, bayi di bawah usia 6 bulan juga diperbolehkan menjalani operasi apabila mengalami gejala yang sangat parah. 

  • Prosedur kateter

Kateter adalah tabung tipis yang diarahkan melalui pembuluh darah dari selangkangan bayi. Kateter digunakan untuk memblokir aliran darah melalui pembuluh darah, memungkinkan aliran darah untuk mengalir kembali dengan normal. 

  • Obat-obatan

Pada bayi prematur, dokter mungkin akan memberikan obat berjenis indometasin melalui cairan infus. Obat ini bisa membantu mengencangkan otot dan menutup bukaan pada pembuluh darah.

Dokter akan menentukan upaya pengobatan yang paling tepat, sesuai dengan kondisi duktus arteriosus paten yang dialami bayi Anda. Anda perlu mengantisipasi apabila bayi Anda terkena PDA, khususnya bila bayi Anda lahir secara prematur.

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi
Penyakit

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi

Craniosynostosis merupakan kondisi cacat lahir yang terjadi ketika satu atau lebih sutura di tengkorak bayi menutup sebelum otak bayi terbentuk dengan sempurna. Sutura tulang sendi yang ada pada tengkorak bayi. 

Terdapat tujuh tulang sendi yang membentuk sutura, terbuat dari jaringan serat yang lentur dan menghubungkan ketujuh tulang sendi tersebut. Biasanya, sutura akan terus terbuka sampai bayi berusia 2 tahun. Penutupan yang terlalu cepat akan membuat otak mendesak tulang, menyebabkan bentuk kepala bayi tampak cacat.

Jenis-jenis craniosynostosis

Terdapat beberapa jenis craniosynostosis yang ditentukan berdasarkan sutura mana yang terpengaruh dan faktor penyebabnya. Sebagian besar penderita kondisi ini hanya mengalami masalah pada satu sutura. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

  • Sagittal craniosynostosis

Jenis craniosynostosis yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini mempengaruhi satura sagital yang ada di bagian atas tengkorak. Saat kepala bayi tumbuh, bentuknya akan menjadi panjang dan sempit. 

  • Coronal craniosynostosis

Jenis ini terjadi pada sutura koronal yang membentang dari masing-masing telinga ke bagian atas tengkorak bayi. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dahi bayi tampak rata, sementara sisi lainnya tampak menonjol. 

  • Metopic craniosynostosis

Jenis ini mempengaruhi sutura metopik yang membentang dari bagian atas kepala di bagian tengah dahi sampai ke pangkal hidung. Biasanya, bayi yang mengalami jenis ini akan memiliki bentuk kepala menyerupai segitiga dan posisi mata yang terlalu dekat satu sama lain. 

  • Lambdoid craniosynostosis

Lambdoid craniosynostosis termasuk jenis yang paling langka. Kondisi ini melibatkan satura di bagian belakang kepala. Kepala bayi akan tampak datar dan salah satu sisinya tampak miring. 

Gejala dan penyebab craniosynostosis

Biasanya, gejala dari craniosynostosis akan tampak jelas tepat setelah bayi dilahirkan atau beberapa bulan kemudian. Gejalanya meliputi: 

  • Bentuk tengkorak tidak rata
  • Pertumbuhan kepala bayi yang tidak normal
  • Ubun-ubun yang tidak normal atau hilang di bagian atas kepala bayi
  • Tepi yang tampak keras dan terangkat di sekitar sutura 

Selain gejala fisik, bayi juga akan mengalami gejala lainnya, tergantung pada jenis yang diderita. Umumnya, gejala tambahan akan berupa:

  • Sakit kepala
  • Hilangnya kemampuan penglihatan
  • Ketidakmampuan untuk belajar
  • Rongga mata yang terlalu lebar atau terlalu sempit

Untuk mengetahui penyebab dari craniosynostosis yang dialami, dokter perlu menjalani serangkaian pemeriksaan pada bayi Anda. Kondisi ini sebenarnya tergolong cukup langka. Tapi, kondisi ini terjadi karena adanya kelainan genetik. 

Beberapa sindrom yang disebabkan oleh kelainan genetik bisa memicu craniosynostosis, seperti: 

  • Sindrom Saethre-Chotzen
  • Sindrom Apert
  • Sindrom Carpenter
  • Sindrom Pfeiffer
  • Sindrom Crouzon

Komplikasi craniosynostosis yang tidak diobati

Bila tidak segera diatasi, kondisi craniosynostosis yang diderita bayi bisa menimbulkan sejumlah komplikasi. Komplikasi utamanya berupa perubahan bentuk kepala dan wajah secara permanen serta isolasi sosial.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi medis berupa:

  • Gangguan kognitif
  • Kejang-kejang
  • Kematian, tapi cukup jarang terjadi
  • Gangguan pergerakan mata
  • Kebutaan
  • Keterlambatan proses perkembangan
  • Tidak ada energi atau minat

Resiko peningkatan tekanan dalam tengkorak akibat kondisi ini sebenarnya tergolong kecil, selama satura dan bentuk kepala masih bisa diperbaiki melalui operasi. Tapi, jika sindrom yang mendasari kondisi ini tak diselesaikan, kondisi ini akan sulit diatasi dan memicu komplikasi. 

Karena itu, saat menyadari bayi mengalami craniosynostosis, sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter. Dokter bisa mendeteksi kondisi ini langsung beberapa bulan setelah bayi lahir.

Penyakit

Cara Mudah Melakukan Relaksasi Otot Progresif

Tekanan hidup karena aktivitas yang telalu padat menyebabkan tubuh dan pikiran menjadi terlalu tegang. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mencoba teknik relaksasi otot progresif. Teknik apakah itu? Relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi yang melibatkan pergantuan antara tegangan dan relaksasi otot utama pada tubuh. Umumnya, teknik relaksasi otot progresif akan dillakukan bersamaan dengan teknik relaksasi lainnya seperti desensitisasi sistematik. Selain itu, relaksasi otot progresif biasanya akan dilakukan di tempat yang tenang dan bebas dari distraksi. Bagaimana cara melakukan relaksasi otot progresif? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Kaki bagian bawah

Pertama, kencangkan otot-tot pada bagian bawah kaki dan jari kaki dengan memberikan ketegangan secara perlahan. Kedua, lepaskan perlahan ketegangan tersebut sambil menghitung hingga angka  30. Anda bisa memperhatikan sensasi rileks yang muncul dan bernapaslah dengan pelan dan teratur. Lakukan teknik relaksasi otot progresif pada kaki bagian bawah sambil bersandar di kursi. 

  • Kaki bagian atas

Relaksasi otot progresif pada kaki bagian atas dimulai dengan memberi tegangan pada paha depan dan betis selama 15 detik. Kencangkan sekuat mungkin kemudian lepaskan tegangan tersebut secara perlahan dengan menghitung angka 1 hingga 30, dan perhatikan sensasi rileks yang muncul. 

  • Dahi

Kerutkan otot dahi hingga terasa kencang dan tegang. Tahan 15 detik kemudian lepaskan perlahan. Hitung 1 hingga 30 ketika melepaskan ketegangan otot dahi sambil perhatikan sensai yang muncul. Pastikan semua tegangan terlepas dan mulailah bernapas dengan teratur dan perlahan. Anda dapat melakukan relaksasi otot progresif pada dahi sambil berbaring di kasur.

  • Leher dan bahu

Untuk bagian leher da bahu, Anda dapat melakukanya sambil duduk tegak namun rileks. Angkat bahu ke arah telinga dan berikan tegangan yang cukup kuat pada area leher dan bahu. Tahan selama 15 detik. Setelah itu, lepaskan tegangan dengan menghitung 30 detik dan lakukan perlahan. Perhatikan sensasi rileks yang muncul.

  • Lengan dan tangan

Pertama, tarik kepalan tangan menuju dada. Kedua, remas tangan sekencang mungkin dan tahan selama 15 detik. Ketiga, lepas dengan perlahan kepalan tangan Anda sambil menghitung selama 30 detik. Keempat perhatikan sensasi yang muncul dari relaksasi otot progresif pada lengan dan tangan.

  • Rahang

Anda juga dapat melakukan relaksasi otot progresif pada bagian rahang. Katupkan rahang dengan kencang selama 15 detik. Hal itu akan membuat otot rahang mengencang dengan sendirinya. Setelah itu, lepaskan tegangan dengan perlahan selama 30 detik. Perhatikan sensasi rileks yang muncul. Bernapaslah dengan tenang dan perlahan setelah tegangan pada otot rahang menghilang.

  • Bokong

Untuk bagian bokong sama saja dengan bagian lainnya. Anda hanya perlu memberi tegangan secara kuat pada area bokong selama 15 detik kemudian melepaskannya secara perlahan. Anda juga perlu mengalami sensasi rileks yang muncul. Lanjutkan dengan bernapas secara perlahan dan konstan.

Melakukan relaksasi oto progresif dapat memberikan beberapa manfaat, lho! Salah satunya yaitu dapat mengatasi berbagai gangguan psikologis seperti kecemasan dan stres. Selain itu, dengan melakukan relaksasi otot progresif, Anda juga dapat mengatasi beberapa nyeri di bagian tubuh tertentu. Relaksasi otot progresif pun dipercaya ampuh dalam mengatasi gangguan tidur berupa insomnia. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba relaksasi otot progresif? Namun ingat selalu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama jika Anda menderita penyakit fisik tertentu. 

Penyakit

Cek Penyebab Faringitis Akut Berikut Ini

Faringitis akut merupakan sindrom peradangan yang terjadi pada bagian tenggorokan dimana gangguan tersebut disebabkan oleh beberapa kelompok mikroorganisme yang berbeda. Faringitis akut juga bisa terjadi karena adanya infeksi pada bagian saluran pernafasan.

Faringitis akut akan memberikan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan faringitis biasa. Faringitis akut bisa dialami seseorang secara tiba-tiba, dan kondisi yang dialami penderita akan memburuk dengan cepat.

Penyebab

Faringitis akut disebabkan oleh berbagai jenis virus seperti influenza, rhinovirus, dan coronavirus. Tidak hanya itu, faringitis juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti Group A streptococcal pharyngitis (GAS). Bakteri tersebut dapat menyerang anak-anak yang berusia di antara 3 hingga 14 tahun.

Radang tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang dapat menular. Seseorang bisa mengalami gangguan seperti ini ketika orang lain batuk atau pilek di depan mereka.

Gejala

Seseorang yang mengalami faringitis akut akan mengalami gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa dialami penderita berdasarkan penyebabnya:

  • Faringitis akut akibat virus

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat virus, maka gejala yang timbul adalah tenggorokan merah, konjungtivitis (mata merah), pilek, dan diare.

  • Faringitis akut akibat bakteri

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat bakteri, maka gejala yang timbul adalah tenggorokan merah, sakit kepala, kelenjar leher terasa lunak, ruam berwarna merah atau ungu pada bagian mulut, dan sakit perut.

  • Faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil, maka gejala yang timbul adalah adanya nanah pada bagian tenggorokan, nyeri, suara serak atau hilang, demam, dan trismus (kesulitan membuka mulut).

Diagnosis

Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami faringitis akut, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda melalui tes berikut:

  • Tes fisik

Tes fisik dapat dilakukan dokter dengan memeriksa kondisi tenggorokan Anda jika tenggorokan Anda mengalami kondisi tertentu seperti bengkak.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan dokter jika Anda mengalami faringitis akut karena penyebab lain. Selain itu, tes darah juga dapat menentukan apakah Anda mengalami mononukleosis (demam kelenjar) atau tidak.

Pengobatan

Setelah mengetahui kondisi yang Anda alami, dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan penyebab faringitis akut:

  • Faringitis akut akibat virus

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat virus, Anda dapat melakukan pengobatan sederhana berupa istirahat, minum air putih yang banyak, berkumur dengan air garam, konsumsi air kaldu hangat, dan konsumsi makanan bergizi dengan tekstur yang lembut.

  • Faringitis akut akibat bakteri

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat bakteri, maka Anda dapat menggunakan obat-obat antibiotik berupa penisilin, amoksisilin, dan makrolida.

  • Faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil, maka Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri dan antibiotik.

Kesimpulan

Faringitis akut merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. Meskipun demikian, orang-orang yang mengalami gejala tersebut dapat mengatasinya dengan berbagai pengobatan yang disebutkan di atas. Jika Anda mengalami gangguan seperti ini, atau jika Anda sudah mencoba cara-cara yang disebutkan di atas, namun kondisi tidak membaik, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Dokter dapat membantu Anda mengatasi gangguan tersebut. Mungkin saja Anda mengalami kondisi lain sehingga dapat membuat gejala yang dialami akibat faringitis akut semakin memburuk. Untuk informasi lebih lanjut tentang faringitis akut, Anda dapat konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter.

Penyakit

Berikut Penyebab dan Cara Mengobati Kelumpuhan yang Perlu Anda Tahu

Tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah ‘lumpuh’. Namun, apakah Anda sudah tahu benar apa itu kelumpuhan yang sebenarnya? Dengan mengetahui penyebab dan cara mengobati kelumpuhan, Anda diharapkan semakin waspada terhadap gangguan kesehatan ini.

Pengertian kelumpuhan secara medis

Pengertian kelumpuhan itu sendiri adalah hilangnya kemampuan tubuh untuk menggerakan seluruh atau sebagian anggota tubuh. Penyebab kelumpuhan itu sendiri cukup beragam. Beberapa di antaranya tidak boleh disepelekan begitu saja. Seseorang dapat pulih dari kelumpuhan atau bahkan mengalami kelumpuhan secara permanen.

Kondisi ini terjadi ketika terdapat gangguan komunikasi antara otak dan otot. Kelumpuhan dapat menimpa satu atau kedua sisi tubuh, maupun secara keseluruhan atau hanya sebagian. Dalam kasus tertentu, kelumpuhan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kelumpuhan yang terjadi di bagian tubuh bawah termasuk kaki disebut dengan paraplegia, sedangkan kelumpuhan pada lengan dan kaki dikenal dengan quadriplegia.

Faktor yang menyebabkan kelumpuhan

Secara umum, sebagian besar kelumpuhan disebabkan oleh penyakit stroke atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera tulang belakang atau leher hingga patah. Ada pun penyebab lain yang menjadi pemicu kelumpuhan pada seseorang, antara lain:

  • cerebral palsy
  • sindrom pascapolio
  • cedera otak traumatik
  • cacat lahir
  • neurofibromatosis

Bagaimana cara mengobati kelumpuhan?

Tindakan medis untuk mengobati kelumpuhan tergantung pada kondisi orang tersebut, termasuk penyebab dari kelumpuhan itu sendiri dan juga gejala yang dialami. Beberapa prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

  • konsumsi obat, seperti botox atau pelemas otot pada kasus kelumpuhan paralisis spastik
  • terapi okupasi
  • terapi fisik (fisioterapi)
  • operasi atau tindakan amputasi
  • penggunaan alat bantu gerak, seperti kursi roda, penopang, skuter, dan lainnya.

Walaupun begitu, prosedur medis di atas hanya dapat membantu sebatas mengelola gejala yang muncul. Pasalnya, sebagian besar kasus kelumpuhan tidak dapat diobati.

Konsultasi dini dengan dokter dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi lebih lanjut. Anda perlu untuk segera menghubungi UGD jika mengalami kelumpuhan maupun jika orang terdekat Anda mengalami hal serupa. Kondisi tersebut biasanya muncul dengan gejala, seperti:

  • terjadi secara tiba-tiba
  • terjadi setelah cedera yang serius, seperti setelah jatuh atau mengalami kecelakaan
  • mengalami kesulitan berbicara, bernapas, atau menelan.
Penyakit

Hati-hati Gangguan Keseimbangan, Lakukan Tes Posturografi

Gangguan keseimbangan dapat menyebabkan pusing dan membuat Anda seperti berputar atau bergerak mesikipun Anda sedang berdiri atau duduk diam. Sebagai hasilnya, Anda merasa tidak enak dan mual, yang mana akan sangat mengganggu kehidupan aktivitas sehari-hari Anda. Dalam beberapa kasus, gangguan keseimbangan juga dapat menyebabkan seseorang terjatuh, mengakibatkan patah tulang dan cidera lain. Gejala utama adanya gangguan keseimbangan adalah Anda merasa goyah saat berjalan atau berdiri. Apabila Anda merasa kesulitan berjalan akibat hal tersebut, segera lakukan beberapa jenis tes gangguan keseimbangan seperti tes darah, tes pergerakan mata, dan posturografi untuk membantu dokter memberikan diagnosa dan perawatan yang tepat. Namun, apa sebenarnya gangguan keseimbangan tersebut?

Apa yang menyebabkan gangguan keseimbangan?

Beberapa penyebab gangguan keseimbangan di antaranya adalah infeksi pada telinga, gangguan telinga dalam, cidera kepala, sirkulasi darah yang buruk, penggunaan beberapa obat-obatan tertentu, ketidakseimbangan kimiawi di otak, tekanan darah rendah dan tinggi, kondisi saraf tertentu, penuaan, dan arthritis. Agar mendapatkan diagnosa yang tepat, Anda perlu melakukan beberapa rangkaian tes seperti posturografi. Beberapa diagnosa yang dapat dibuat di antaranya adalah:

  • Vertigo. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita pusing saat menggerakkan kepala mereka. Gejala ini biasanya muncul ketika Anda mencoba melihat ke belakang atau menengadah ke atas guna mengambil sesuatu yang terletak di atas kepala.
  • Infeksi atau peradangan telinga dalam. Kondisi ini dapat membuat Anda pusing dan goyah saat berjalan. Penyakit flu atau infeksi sistem pernapasan atas dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Penyakit Meniere. Penyakit jenis ini mengubah volume cairan yang ada di dalam telinga Anda dan menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya kemampuan dalam mendengar, dan bunyi dering nyaring di telinga. Hingga saat ini, penyebab penyakit ini masih belum diketahui.
  • Cidera kepala dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang keras, infeksi telinga, dan perubahan tekanan udara. Kondisi-kondisi tersebut akan menyebabkan bocornya cairan dalam telinga ke telinga tengah, mengakibatkan gangguan keseimbangan.
  • Perjalanan laut yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk benar-benar hilang.
  • Tumor. Kondisi seperti neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan keseimbangan.

Faktor risiko dan diagnosa

Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan keseimbangan terutama apabila Anda sedang dalam masa pengobatan, memiliki infeksi virus, mengalami masalah telinga dalam, atau sedang dalam masa pemulihan setelah mendapatkan cidera kepala. Apabila Anda berumur 65 tahun atau lebih dan memiliki penyakit arthritis dan tekanan darah tinggi atau rendah, Anda memiliki risiko tinggi memiliki gangguan keseimbangan. Selain itu, bepergian menggunakan perahu atau kapal juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan sementara.

Gangguan keseimbangan memang cukup sedikit sulit untuk didiagnosa mengingat kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Dokter mungkin akan bertanya mengenai gejala dan meninjau riwayat kesehatan Anda untuk mencari kondisi atau penggunaan obat-obatan yang dapat memicu kondisi gangguan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, Anda akan dirujuk pada dokter ahli THT. Mereka akan melakukan beberapa jenis tes seperti tes darah, tes pendengaran, tes pergerakan mata, pemindaian pencitraan pada kepala dan otak (MRI atau CT scan), dan posturografi (studi postur tubuh). Gangguan keseimbangan dapat menjadi sebuah masalah sementara ataupun jangka panjang, tergantung dengan penyebab kondisi tersebut. Untuk kasus infeksi telinga, biasanya gangguan ini akan sembuh setelah mendapatkan perawatan yang cukup. Namun, dalam kasus-kasus tertentu (misalnya disebabkan karena kondisi kronis atau penuaan), proses penyembuhan akan memakan waktu yang sangat lama.

Penyakit

Kenapa Gusi Sering Berdarah? Ini Penyebabnya!

Gusi berdarah mungkin sudah sering Anda alami. Terkadang memang kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba bahkan saat tidak masalah pada gusi. Jika Anda termasuk sering mengalami gusi berdarah secara tiba-tiba, Anda patut waspada. Seringkali kejadian gusi berdarah disebabkan oleh trauma pada gusi.

Misalnya, aktivitas sikat gigi yang terlalu kuat dan penggunaan benang gigi yang baru. Jika gusi berdarah disebabkan oleh dua hal tersebut, maka kejadian ini bisa dicegah. Namun, jika Anda tidak sedang sikat gigi atau menggunakan bedang gigi tetapi tiba-tiba Anda mengalami gusi berdarah, maka Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Apalagi, jika kondisi ini terjadi berulang-ulang kali.

Simak beberapa penyebab gusi berdarah yang terjadi tiba-tiba tanpa adanya trauma atau penyakit pada gusi Anda:

  1. Kekurangan vitamin K

Kurangnya asupan vitamin K dalam tubuh, bisa membuat darah lebih sulit untuk menggumpal atau dengan kata lain, jika terjadi pendarahan, maka dara akan lebih sulit untuk berhenti.

  • Leukemia

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah. Kondisi ini biasanya akan membuat penderita memiliki kandar trombosit yang rendah. Hal ini menyebabkan terjadinya penderahan secarah mudah bahkan teradi secara tiba-tiba. Ketika terjadi, biasanya juga akan lebih sulit berhenti.

  • Trombositopenia

Trombositopenia merupakan kondisi dimana trombosit dalam darah kurang dari jumlah normalnya. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita leukimia ataupun pada mereka yang tidak memilki leukemia. Kondisi ini bisa membuat pendarahan mudah terjadi. Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit dengan salah satu tanda trombositopenia.

  • Hemofilia atau penyakit Von Willebrand

Gangguan darah hemofilia atau penyakit Von Willebrand juga bisa menjadi penyebab gusi berdarah berulang pada Anda. Jika Anda ingin memastikan benar atau tidaknya, Anda perlu melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut.

  • Diabetes

Gusi berdarah adalah salaha satu ciri diabetes 1 dan 2 yang juga perlu Anda sadari. Penderita diabetes tidak bisa melawan kuman atau bakteri, yang bisa menyebabkan berbagai gangguan di tubuh, termasuk radang gusi, yang bisa membuat gusi menjadi lebih mudah berdarah.

Jika Anda sering mengalami gusi berdarah yang terus-menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat. Lebih cepat diketahui penyebabnya, maka lebih cepat juga Anda ditangani dan mencegah gusi berdarah terulang kembali.

Penyakit

Waspada, Ini yang Menjadi Penyebab Kelainan Tulang Belakang!

Sering melihat orang yang tubuhnya cenderung membungkuk? Kemungkinan mereka menderita kelainan tulang belakang atau kifosis. Punggung yang sedikit melengkung ini adalah hal yang wajar, tetapi jika kifosis terjadi biasanya penderita akan merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas. Rasa tidak nyaman ini dikarenakan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan dan parahnya lagi, ketidaknyamanan ini akan terjadi terus menerus serta berpengaruh terhadap bentuk tubuh.

Ini penyebab kelainan tulang belakang kifosis

Struktur tulang punggung adalah tulang yang menanjang ke atas seperti balok Uno Stacko. Walaupun, memangjang seperti balok, ternyata tulang punggung memiliki keunikan dengan sifatnya yang fleksibel. Oleh karena itu fleksibilitas ini, tubuh kita bisa bergerak dengan leluasa dan seluwes mungkin.

Namun, siapa sangka keunikan itu juga membuat tulang punggung rentan mengalami gangguan, salah satunya adalah kifosis. Kifosis disebabkan ketika tulang-tulang yang menyusun tulang punggug di bagian atas tidak berbentuk sebagaimana mestinya. Bentuk tulang punggung yang harusnya lurus pada kifosis menjadi melengkung yang membuat tubuh penderita cenderung membungkuk ke arah depan.

Penyebab dari kifosis sangat beragam, seperti:

  1. Postur tubuh yang kurang baik
  2. Gangguan pada pertumbuhan
  3. Usia lanjut
  4. Bentuk tulang vertebra yang tidak normal
  5. Cara duduk yang salah dalam jangka panjang

Cara mengatasi ketidaknyamanan akibat kifosis

Pada penderita kifosis gejala yang paling terlihat adalah tulang punggung yang melengkung ke depan. Selain itu, bahu penderita kifosis juga cenderung maju ke depan. Kelainan yang terlihat ini biasanya terjadi pada penderita kifosis parah dan tidak nampak pada kifosis yang ringan.

Selain dari gejala tersebut, biasanya penderita kifosis juga bisa merasakan keluhan lain seperti nyeri punggung, punggung terasa kaku, dan otot hamstring yang terasa tegang. Tentunya hal tersebut bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, terdapat beberapa Gerakan yang bisa dilakukan untuk melatih otot punggung agar mengurangi rasa tidak nyaman tersebut seperti:

  • Menarik lutut ke dada
  • Mengangkat panggul sembari berbaring (pelvic tilting)
  • Menggerakkan lutut ke samping sambal berbaring (knee rolls)
  • Pastikan kursi dan meja kerja pasa posisi yang nyaman sehingga badan tetap tegak saat kerja
  • Perhatikan tas atau beban di punggung, gunakan ransel yang bisa mendistribusikan beban secara merata di punggung.
Penyakit

Ini Penyebab Sesak Nafas yang Terjadi dengan Tiba-tiba

Tahukah Anda, bahwa beberapa kondisi seperti kelebihan berat badan, serangan panik, asma, radang paru-paru dan setelah aktifitas berat bisa mengalami sesak nafas? Sesak nafas terjadi akibat tubuh tidak mendapatkan asupan udara yang cukup untuk masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan perasaan tidak nyaman. Kondisi ini bisa berlangsung sesaat dan bisa juga berlangsung dalam waktu yang cukup lama, tetapi perlu diingat bahwa kondisi sesak nafas juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan lain yang perlu Anda waspadai.

Gejala dan penyebab sesak nafas

Kesulitan bernapas adalah gejala utama dari sesak nafas. Namun, gejala sesak nafas juga bergantung pada tingkat keparahan sesak nafas itu sendiri. Kesulitan bernafas bisa ditandai dengan nafas yang pendek, cepat, dangkal, kadang disertai nyeri, dan rasa tidak nyaman seperti tercekik yang bisa berlangsung sesaat ataupun berlangsung lama dan kronis.

Sesak nafas biasanya disebabkan oleh gangguan jantung dan paru-paru yang berakibat peredaran oksigen dalam tubuh terganggu. Berikut diuraikan beberapa penyebab sesak nafas:

  • Gangguan jantung: Kardiomiopati, aritmia, gagal jantung, pericarditis
  • Gangguan paru-paru: Tuberkulosis, edema paru, fibrosis paru, radang selaput dada, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit paru insterstisial, dan radang paru-paru (pneumonia)
  • Obesitas
  • Keracunan gas karbon monoksida
  • Pneumotoraks dan tulang rusuk patah
  • Tenakan darah rendah atau hipotensi
  • Anemia

Penanganan untuk sesak nafas

Jika Anda memiliki keluhan sesak nafas, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kesehatan umum Anda. Untuk mempermudah dokter meneggakan diagnosis, penderita perlu menjelaskan bagaimana dan kapan sesak nafas itu terjadi, berapa lama, seberapa sering sesak nafas terjadi, dan apakah sesak nafas tersebut mengganggu aktivitas atau tingkat keparahan sesak nafas.

Jika memang terjadi sesak nafas, pertolongan pertamanya adalah dengan mengubah posisi untuk menenangkan tubuh dan membuka jalur pernafasan. Perubahan posisi bisa dilakukan dengan duduk, berdiri dengan bersandar, berbaring, dan menggunakan kipas. Jika sesak nafas tidak kunjung membaik dengan perubahan posisi tersebut atau mungkin semakin parah, hal itu merupakan indikasi untuk memerlukan pertolongan yang segera.

Penyakit

Apakah Obat Aspirin Aman untuk Mengatasi Sindrom Reye

Sindrom reye adalah penyakit cukup jarang terjadi dan tidak diketahui penyebab utamanya. Penyakit ini bisa mengakitbatkan pembengkakan pada otak dan menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Jika tidak cepat ditangani, sindrom reye bisa berdampak kematian. Gejala-gejala penyakit ini juga tidak timbul secara mendadak. Sindrom reye bisa muncul mengikuti penyakit infeksi seperti flu atau cacar air yang dialami anak atau remaja.

Biasanya kondisi yang terjadi pada anak, tampak sembuh dari flu atau cacar airnya lalu kemudian sakit lagi dengan gejala muntah berulang-ulang, merasa lemas, gelisah, bingung, mudah marah, bernafas dengan cepat dan kejang serta bisa hilang kesadaran untuk kasus yang parah. Penyakit ini memang belum diketahu penyebab pastinya, tetapi penggunaan obat Aspirin pada anak atau remaja bisa memicu timbulnya sindrom reye.

Aspirin merupakan obat pengencer darah yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah serta mengurangi risiko serangan jantung. Oleh karena itu, untuk upaya mencegah terjadinya sindrom reye, dokter sangat tidak mengajurkan pemberian aspirin untuk anak atau remaja. Jika terkena flu, demam, radang atau nyeri lebih baik memberikan obat lain seperti asetaminofen atau ibuprofen yang juga dijual bebas.

Anda bisa memberikan obat yang dijual bebas sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan aspirin. Saat membeli obat, pastikan Anda membaca labelnya karena aspirin bisa saja memiliki nama yang berbeda, seperti acetylsalicylic acid, acetylsalicylate, salicylic acid dan salicylate. Jika muncul gejala-gejala sindrom reye, anak harus segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan di unti perawatan intensif. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan permanen pada otak dan melindungi fungsi vital tubuh seperti pernafasan dan sirkulasi darah.

Umumnya dokter akan memberikan penanganan berupa pemberian cairan elektrolit untuk menjaga kadar garam, mineral dan glukosa darah, pemberian diuretic untuk membuat kelebihan cairan dan mengurangi pembengkakan otak, melakukan detoksifikasi ammonia dan memberikan obat aktikonvulsan untuk mencegah kejang-kejang.

Penderita sindrom reye akan menjalani perawatan selama beberapa minggu di rumah sakit sebelum sembuh total dan diperbolehkan pulang. Sebagain besar anak dan remaja yang mengalami sindrom reye mampu bertahan walaupun ada kemungkinan menderita berbagai kerusakan permanen pada otak.