Penyakit

Sering Cemas Karena Obesophobia, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Obesitas merupakan kondisi yang membuat banyak orang tidak percaya diri. Banyak oranng, terutama remaja memiliki ketakutan tinggi terhadap keadaan tersebut atau disebut juga obesophobia. Apabila dibiarkan terus menerus tanpa pemeriksaan dan pengobatan, obesophobia dapat menimbulkan komplikasi dan gangguan kesehatan.   

Cara mendiagnosa obesophobia

Dokter akan melakukan diagnosa medis dengan cara evaluasi psikologis. Akan tetapi, sebelumnya Anda harus mengetahui kapan saatnya pergi ke dokter apabila muncul tanda-tanda berikut ini:

  • Sering cemas ketika memikiran tentang berat badan
  • Terobsesi dengan penurunan berat badan
  • Diet terus menerus 
  • Menghindari aktivitas sosial yang berkaitan dengan makanan
  • Memiliki pandangan body image negatif tentang dirinya sendiri
  • Selalu membatasi asupan makanan
  • Terobsesi menghitung kalori sebelum mengonsumsi makanan atau minuman
  • Terlalu banyak berolahraga

Pada dasarnya, tidak ada tes formal yang mampu mendiagnosis obesophobia. Kondisi ini biasanya diidentifikasi oleh dokter sebagai gangguan kecemasan. Berikut ini evaluasi psikologis yang dilakukan:

  • Menanyakan gejala yang dialami
  • Mengevaluasi kebiasaan makan
  • Menganalisis riwayat medis, kejiwaan, serta sosial

Apabila doter mendiagnosa adanya kelainan, maka disarankan perawatan dan pengobatan lanjutan.

Cara mengatasi obesophobia

Perawatan dan pengobatan obesophobia bertujuan mengelola ketakutan dan kecemasan mengenai kenaikan berat badan serta mengurangi risiko adanya gangguan makan. Berikut ini perawatan dan pengobatan dengan pendekatan diagnosis gangguan makan:

  1. Psikoterapi

Penderita akan berkonsultasi selama beberapa sesi. Psikoterapi berfungsi mengurangi kecemasan dan meningatkan kepercayaan diri tentang body image. Metode yang paling umum dilakukan yaitu terapi kebiasaan kognitif yang meliputi pemeriksaan berikut ini:

  • Mengenali pola pikir yang menyimpang
  • Mengubah kepercayaan yang salah mengenai kesehatan
  • Menerapkan kebiasaan positif

Tes psikoterapi paling umum untuk mengatasi fobia dan gangguan kecemasan yaitu Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Penderita obesophobia akan mengakui pola pikir menyimpangnya. Terapis kemudian membantu mengubah kepercayaan negatif dan membantu penderita mempelajari kebiasaan positif. 

Selain itu, penderita juga mendapatkan exposure therapy. Terapis memberikan beberapa makanan tinggi kalori sebagai bentu terapi. Akan tetapi, cara ini harus dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu. 

  1. Obat-obatan

Umumnya fobia tidak diatasi dengan obat-obatan. Namun, dokter mungkin akan memberikan resep obat-obatan untuk mengatasi kecemasan antara lain: 

  • Antidepresan
  • Antipsikotik
  • Penstabil mood

Obat jenis antidepresan digunaan pasien yang menderita gangguan kecemasan dan mencegah serangan panik. Pastikan konsultasi ke psikiater terlebih dahulu sebelum memulai atau mengakhiri pengobatan. 

Apabila terhadi gangguan kebiasaan makan, penderita mungkin akan meresepkan obat-obatan terkait dengan gangguan tersebut. 

Kemungkinan terjadinya kurang gizi

Anoreksia nervosa dan bulimia merupakan akibat dari obesophobia. Anoreksia nervosa merupakan ketakutan berlebihan akan penambahan berat badan. Penderita anoreksia nervosa menjadi sangat kurus dengan pola makan terbatas. Kondisi ini bisa sangat merusak tubuh karena berisiko menyebabkan pengeroposan tulang, kemandulan, rapuhnya kuku dan tulang, serta tumbuhnya lapisan rambut halus di seluruh tubuh. 

Sementara bulimia memiliki gejala yang hampir sama dengan anoreksia nervosa. Namun, penderita bulimia cenderung mempertahankan berat badan normalnya. Biasanya penderita makan dalam jumlah sangat banyak dalam jangka waktu tertentu karena tidak mampu mengontrol keinginannya. Kemudian penderita bulimia mencoba mengeluarkan makanan yang dikonsumsinya dengan cara muntah paksa, puasa, minum obat pencahar, atau olahraga berlebihan. 

Apabila kedua kondisi tersebut, terutama anoreksia nervosa, terjadi terus menerus tanpa diberikan perawatan dan pengobatan maka kasus kurang gizi sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, jika Anda merasakan tanda dan gejalanya segera periksakan diri ke dokter.

Penyakit

Apa Itu Neurofibromatosis Tipe 2?

Neurofibromatosis (NF) adalah sebuah gangguan genetik yang menyebabkan tumor untuk tumbuh di otak, sumsum tulang belakang, dan saraf. Kondisi ini terjadi sebagai hasil dari ketidaknormalan gen. Ada dua jenis NF, yang mana keduanya dapat menyebabkan pertumbuhan tumor di berbagai macam daerah tubuh. Neurofibromatosis tipe 1 (NF1) lebih umum dijumpai dibandingkan dengan neurofibromatosis tipe 2 (NF2). NF1 menyebabkan tumor terbentuk di berbagai jaringan dan organ tubuh. Hal ini menyebabkan gangguan atau masalah kulit dan cacat tulang. Sementara itu, neurofibromatosis tipe 2 (NF2) menyebabkan tumor terbentuk di otak dan saraf tulang belakang. Meskipun kebanyakan jenis tumor yang disebabkan oleh NF bukanlah kanker, tumor tersebut masih dapat berbahaya dan mengganggu kualitas hidup Anda. 

NF2 dan tumor

Neurofibromatosis tipe 2 menyebabkan tumor non-kanker untuk tumbuh pada saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Berbeda dengan NF1, neurofibromatosis tipe 2 tidak selalu menunjukkan gejala yang terlihat dan jarang ditemui terjadi pada anak-anak. Tumor yang disebabkan oleh NF2 biasanya pada saraf kranial kedelapan, yang menghubungkan bagian dalam telinga dengan otak. Tumor ini juga dikenal dengan sebutan acoustic neuroma, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan masalah pada keseimbangan. Schwannoma adalah jenis lain tumor yang dapat terjadi pada orang-orang yang menderita neurofibromatosis tipe 2 (NF2). Tumor ini berasal dari sel Schwann, yang melindungi sel saraf dan neurotransmitter Anda. Schwannoma sumsum tulang belakang merupakan hal yang umum dijumpai pada mereka yang memiliki NF2. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kelumpuhan. 

NF2 dan genetik

Mengingat neurofibromatosis tipe 2 merupakan sebuah kondisi genetik, gangguan ini dapat diwariskan dari orang tua. Namun, hal ini tidak selamanya demikian. Menurut Institut Gangguan Saraf dan Stroke Nasional, sekitar 30 hingga 50 persen dari kasus tersebut disebabkan karena mutasi genetik acak. Saat mutasi terjadi, kondisi ini dapat diwariskan dari generasi ke generasi. 

Gejala NF2 dapat muncul pada usia berapapun, namun biasanya berkembang pada saat remaja atau awal pendewasaan. Gejala dapat bervariasi, dengan tingkat keparahan tergantung pada lokasi di mana tumor berada pada tubuh. Beberapa gejala NF2 yang paling umum dijumpai di antaranya adalah suara berdenging di telinga, adanya gangguan pada keseimbangan penderita, glaucoma (sebuah penyakit mata yang merusak saraf optik), hilangnya kemampuan pendengaran, gangguan penglihatan, mati rasa atau kelemahan pada tangan dan kaki, serta kejang. Hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan apabila Anda menderita gejala-gejala tersebut. Gejala tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain, sehingga diagnosa yang akurat dan tepat sangat dibutuhkan dan penting. 

Orang-orang dengan neurofibromatosis tipe 2 dapat mengembangkan tumor kulit jinak, sama dengan karakteristik penyakit Nf1. Tumor tersebut harus terus dipantau guna memastikan ada atau tidak adanya pertumbuhan, perubahan, ataupun menyebabkan rasa nyeri apapun. Tumor otak jinak dapat memberikan tekanan pada beberapa bagian otak dan menyebabkan gegar otak, gangguan penglihatan, dan masalah pada keseimbangan. Bahkan, beberapa di antaranya dapat berubah menjadi kanker. Sementara itu, tumor sumsum tulang belakang pada saraf di sekitar tulang belakang dapat menyebabkan tubuh gemetar, mati rasa, dan nyeri pada kaki. Tumor di sekitar leher dapat menyebabkan gangguan pada wajah, misalnya kesulitan tersenyum, berkedip, atau bahkan menelan. Untuk menghindari komplikasi tersebut, deteksi dini, diagnosa yang tepat, dan perawatan yang cepat sangat diperlukan. 

Penyakit

Mengatasi Fibrosis Hati dengan Rutin Mengonsumsi Kopi

Salah satu tahap paling awal dari kerusakan atau gagalnya organ hati adalah fibrosis hati. Sebenarnya, fibrosis hati merupakan mekanisme alami organ tersebut untuk mengatasi masalah yang dialaminya. Namun, lama kelamaan kondisi ini justru membuat organ hati menjadi rusak dan gagal berfungsi.

Menurut definisi yang telah dirumuskan oleh para ahli, fibrosis hati adalah salah satu jenis hepatitis atau radang yang terjadi pada hati sebagai upaya untuk menyelamatkan luka yang terjadi pada hati, dan melibatkan sederet jenis sel induk dan mediator.

Setiap kali hati cedera atau mengalami masalah, hati akan sembuh dengan sendirinya. Ini menyebabkan pembentukan jaringan parut pada hati. Jika hati secara terus-menerus cedera, jaringan parut akan menumpuk dalam hati dan menggantikan sel hati yang sehat. Kondisi inilah yang dikenal dengan fibrosis hati.

Kondisi ini masih bisa diupayakan dengan cara yang cenderung sederhana dan mudah. Ya, seseorang cuma perlu mengonsumsi kopi secara rutin. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di  Journal of Hepatology, kopi bisa mencegah seseorang terkena fibrosis hati. Fibrosis hati adalah tahap awal penyakit gangguan hati yang dikenal dengan sirosis.

Kopi menjadi bahan alami yang efektif karena mengandung antioksidan yang diyakini mampu melindungi organ hati dari kerusakan. Penelitian yang dilakukan di Rotterdam, Belanda, ini melibatkan 2.424 peserta penelitian. Rata-rata umur peserta penelitian adalah 45 tahun ke atas.

Setiap peserta penelitian menjalani pemeriksaan fisik secara lengkap seperti indeks massa tubuh (IMT), tinggi badan, tes darah, dan pemindaian perut untuk memeriksa kondisi organ hati dan melihat perkembangan fibrosis hati pada masing-masing peserta penelitian.

Mereka juga diberikan 389 pertanyaan mengenai kebiasaan makan dan minum untuk mengetahui asupan kopi yang mereka minum, mengingat ini adalah penelitian untuk menganalisis manfaat kopi bagi hati.

Peserta penelitian dibagi ke dalam tiga kategori sesuai dengan pola minum kopi mereka. Kategori pertama tidak mengonsumsi kopi, kategori kedua konsumsi kopi moderat yang artinya peserta penelitian minum kopi tiga cangkir per hari, dan terakhir konsumsi kopi sering, yaitu peserta penelitian yang minum kopi lebih dari tiga cangkir per hari.

Lalu, para peneliti menganalisis hubungan antara minum kopi dan fibrosis hati. Para peneliti juga meneliti berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta aktivitas fisik dan pola makan yang sehat.

Hasilnya, ditemukan bahwa peserta penelitian yang sering minum kopi memiliki risiko lebih rendah terkena fibrosis hati dan sirosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan Anda minum kopi memiliki efek menguntungkan, yaitu mencegah jaringan parut hati atau sirosis bahkan sebelum penyakit ini berkembang.

Selain itu, di lain penelitian, kandungan asam di dalam kopi dapat bekerja melawan virus penyebab hepatitis B. Hepatitis B sendiri merupakan salah satu penyebab utama terjadinya fibrosis hati. Kandungan utama kopi, yakni kafein, digadang-gadang sebagai agen utama dalam mengatasi fibrosis hati ini. 

Saat mencerna kafein, tubuh juga membentuk zat kimia yang disebut paraxanthine. Senyawa ini akan memperlambat pertumbuhan jaringan parut dalam fibrosis hati. Lebih lanjut, dua kandungan lain dalam kopi, yaitu Kahweol dan Cafestol juga diketahui bersifat anti-kanker.

Dengan demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan jika rutin mengonsumsi kopi dapat menjaga organ hati seseorang tetap dalam kondisi yang prima. Namun, seseorang juga tak diperkenankan mengonsumsi kopi secara berlebih. Sebab biar bagaimana juga, tetap ada efek-efek tertentu yang bisa menyebabkan masalah lain pada tubuh.

Memang hingga saat ini belum terdapat rekomendasi spesifik mengenai jumlah asupan kopi yang aman dan dapat bermanfaat untuk kesehatan organ hati seseorang, termasuk mengatasi fibrosis hati. Penelitian sejauh ini hanya menunjukkan konsumsi kopi tingkat sedang (3-4 cangkir per hari) secara teratur dapat bermanfaat. 

Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir
Penyakit

Waspadai Duktus Arteriosus Paten Pada Bayi Baru Lahir

Duktus arteriosus paten merupakan kondisi cacat jantung bawaan yang terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini disebut juga dengan patent ductus arteriosus (PDA). 

PDA ditandai dengan adanya bukaan di antara dua pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Sebenarnya, pembukaan merupakan kondisi yang normal dalam sistem peredaran darah sebelum bayi dilahirkan. Biasanya, pembukaan ini akan menutup dengan sendirinya segera setelah bayi lahir.

Akan tetapi, bila setelah dilahirkan bukaan tetap terbuka, maka bayi Anda mungkin mengalami PDA. 

Penyebab duktus arteriosus paten pada bayi

Hingga kini, belum diketahui dengan jelas apa faktor yang menyebabkan bukaan di pembuluh darah bayi tidak berhasil tertutup setelah dilahirkan. Biasanya, kondisi ini lebih rentan  dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. 

Cacat jantung bawaan muncul dari masalah di awal perkembangan jantung, yaitu ketika bayi sedang berkembang di dalam kandungan. Sebelum lahir, koneksi antara dua pembuluh darah utama yang mengarah ke jantung diperlukan untuk sirkulasi darah bayi. 

Hal ini juga mempengaruhi proses aliran darah dari paru-paru bayi serta upaya bayi menerima oksigen dari pernapasan sang ibu. 

Segera setelah bayi dilahirkan, pembuluh darah yang membuka ini akan tertutup. Biasanya, penutupan ini terjadi sekitar dua sampai tiga hari setelah kelahiran. Namun, pada bayi prematur, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika sambungan tetap terbuka, anak Anda menderita duktus arteriosus paten. Kondisi ini bisa mengakibatkan terlalu banyaknya darah yang mengalir ke paru-paru dan jantung bayi. Bila tidak ditangani, tekanan darah di paru-paru bayi akan mengalami peningkatan. 

Tanda-tanda bayi mengalami duktus arteriosus paten

Bukaan pada pembuluh darah bayi bisa berukuran kecil ataupun besar. Artinya, gejala yang ditimbulkan pun berbeda, tergantung lebarnya bukaan tersebut. Jika bukaan berukuran kecil, maka gejala yang dialami pun kemungkinan lebih sederhana atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Umumnya, bayi yang menderita PDA akan merasakan gejala berupa: 

  • Berkeringat
  • Kesulitan bernapas
  • Pusing
  • Kenaikan berat badan yang lemah
  • Tidak ada selera makan
  • Detak jantung yang melebihi normal
  • Warna kulit yang membiru karena kekurangan oksigen
  • Kelemahan

Dalam kasus yang cukup jarang, PDA bisa menimbulkan gejala tambahan dan komplikasi berupa tekanan darah tinggi di paru-paru, pembesaran jantung, serta gagal jantung kongestif. 

Pilihan pengobatan untuk bayi dengan duktus arteriosus paten

Apabila bukaan yang terjadi sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala, bayi Anda tidak memerlukan pengobatan khusus. Tetapi, jika bukaan bertambah besar, pengobatan yang akan dilakukan berupa:

  • Operasi

Operasi secara khusus dilakukan untuk kondisi duktus arteriosus paten yang sangat parah dan tidak berhasil diatasi dengan upaya pengobatan lain. Jenis pengobatan dengan cara ini biasanya hanya dianjurkan untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan atau lebih.

Akan tetapi, bayi di bawah usia 6 bulan juga diperbolehkan menjalani operasi apabila mengalami gejala yang sangat parah. 

  • Prosedur kateter

Kateter adalah tabung tipis yang diarahkan melalui pembuluh darah dari selangkangan bayi. Kateter digunakan untuk memblokir aliran darah melalui pembuluh darah, memungkinkan aliran darah untuk mengalir kembali dengan normal. 

  • Obat-obatan

Pada bayi prematur, dokter mungkin akan memberikan obat berjenis indometasin melalui cairan infus. Obat ini bisa membantu mengencangkan otot dan menutup bukaan pada pembuluh darah.

Dokter akan menentukan upaya pengobatan yang paling tepat, sesuai dengan kondisi duktus arteriosus paten yang dialami bayi Anda. Anda perlu mengantisipasi apabila bayi Anda terkena PDA, khususnya bila bayi Anda lahir secara prematur.

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi
Penyakit

Mengenal Craniosynostosis, Kondisi Cacat Lahir pada Bayi

Craniosynostosis merupakan kondisi cacat lahir yang terjadi ketika satu atau lebih sutura di tengkorak bayi menutup sebelum otak bayi terbentuk dengan sempurna. Sutura tulang sendi yang ada pada tengkorak bayi. 

Terdapat tujuh tulang sendi yang membentuk sutura, terbuat dari jaringan serat yang lentur dan menghubungkan ketujuh tulang sendi tersebut. Biasanya, sutura akan terus terbuka sampai bayi berusia 2 tahun. Penutupan yang terlalu cepat akan membuat otak mendesak tulang, menyebabkan bentuk kepala bayi tampak cacat.

Jenis-jenis craniosynostosis

Terdapat beberapa jenis craniosynostosis yang ditentukan berdasarkan sutura mana yang terpengaruh dan faktor penyebabnya. Sebagian besar penderita kondisi ini hanya mengalami masalah pada satu sutura. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

  • Sagittal craniosynostosis

Jenis craniosynostosis yang satu ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Kondisi ini mempengaruhi satura sagital yang ada di bagian atas tengkorak. Saat kepala bayi tumbuh, bentuknya akan menjadi panjang dan sempit. 

  • Coronal craniosynostosis

Jenis ini terjadi pada sutura koronal yang membentang dari masing-masing telinga ke bagian atas tengkorak bayi. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dahi bayi tampak rata, sementara sisi lainnya tampak menonjol. 

  • Metopic craniosynostosis

Jenis ini mempengaruhi sutura metopik yang membentang dari bagian atas kepala di bagian tengah dahi sampai ke pangkal hidung. Biasanya, bayi yang mengalami jenis ini akan memiliki bentuk kepala menyerupai segitiga dan posisi mata yang terlalu dekat satu sama lain. 

  • Lambdoid craniosynostosis

Lambdoid craniosynostosis termasuk jenis yang paling langka. Kondisi ini melibatkan satura di bagian belakang kepala. Kepala bayi akan tampak datar dan salah satu sisinya tampak miring. 

Gejala dan penyebab craniosynostosis

Biasanya, gejala dari craniosynostosis akan tampak jelas tepat setelah bayi dilahirkan atau beberapa bulan kemudian. Gejalanya meliputi: 

  • Bentuk tengkorak tidak rata
  • Pertumbuhan kepala bayi yang tidak normal
  • Ubun-ubun yang tidak normal atau hilang di bagian atas kepala bayi
  • Tepi yang tampak keras dan terangkat di sekitar sutura 

Selain gejala fisik, bayi juga akan mengalami gejala lainnya, tergantung pada jenis yang diderita. Umumnya, gejala tambahan akan berupa:

  • Sakit kepala
  • Hilangnya kemampuan penglihatan
  • Ketidakmampuan untuk belajar
  • Rongga mata yang terlalu lebar atau terlalu sempit

Untuk mengetahui penyebab dari craniosynostosis yang dialami, dokter perlu menjalani serangkaian pemeriksaan pada bayi Anda. Kondisi ini sebenarnya tergolong cukup langka. Tapi, kondisi ini terjadi karena adanya kelainan genetik. 

Beberapa sindrom yang disebabkan oleh kelainan genetik bisa memicu craniosynostosis, seperti: 

  • Sindrom Saethre-Chotzen
  • Sindrom Apert
  • Sindrom Carpenter
  • Sindrom Pfeiffer
  • Sindrom Crouzon

Komplikasi craniosynostosis yang tidak diobati

Bila tidak segera diatasi, kondisi craniosynostosis yang diderita bayi bisa menimbulkan sejumlah komplikasi. Komplikasi utamanya berupa perubahan bentuk kepala dan wajah secara permanen serta isolasi sosial.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi medis berupa:

  • Gangguan kognitif
  • Kejang-kejang
  • Kematian, tapi cukup jarang terjadi
  • Gangguan pergerakan mata
  • Kebutaan
  • Keterlambatan proses perkembangan
  • Tidak ada energi atau minat

Resiko peningkatan tekanan dalam tengkorak akibat kondisi ini sebenarnya tergolong kecil, selama satura dan bentuk kepala masih bisa diperbaiki melalui operasi. Tapi, jika sindrom yang mendasari kondisi ini tak diselesaikan, kondisi ini akan sulit diatasi dan memicu komplikasi. 

Karena itu, saat menyadari bayi mengalami craniosynostosis, sebaiknya segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter. Dokter bisa mendeteksi kondisi ini langsung beberapa bulan setelah bayi lahir.

Penyakit

Cara Mudah Melakukan Relaksasi Otot Progresif

Tekanan hidup karena aktivitas yang telalu padat menyebabkan tubuh dan pikiran menjadi terlalu tegang. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mencoba teknik relaksasi otot progresif. Teknik apakah itu? Relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi yang melibatkan pergantuan antara tegangan dan relaksasi otot utama pada tubuh. Umumnya, teknik relaksasi otot progresif akan dillakukan bersamaan dengan teknik relaksasi lainnya seperti desensitisasi sistematik. Selain itu, relaksasi otot progresif biasanya akan dilakukan di tempat yang tenang dan bebas dari distraksi. Bagaimana cara melakukan relaksasi otot progresif? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Kaki bagian bawah

Pertama, kencangkan otot-tot pada bagian bawah kaki dan jari kaki dengan memberikan ketegangan secara perlahan. Kedua, lepaskan perlahan ketegangan tersebut sambil menghitung hingga angka  30. Anda bisa memperhatikan sensasi rileks yang muncul dan bernapaslah dengan pelan dan teratur. Lakukan teknik relaksasi otot progresif pada kaki bagian bawah sambil bersandar di kursi. 

  • Kaki bagian atas

Relaksasi otot progresif pada kaki bagian atas dimulai dengan memberi tegangan pada paha depan dan betis selama 15 detik. Kencangkan sekuat mungkin kemudian lepaskan tegangan tersebut secara perlahan dengan menghitung angka 1 hingga 30, dan perhatikan sensasi rileks yang muncul. 

  • Dahi

Kerutkan otot dahi hingga terasa kencang dan tegang. Tahan 15 detik kemudian lepaskan perlahan. Hitung 1 hingga 30 ketika melepaskan ketegangan otot dahi sambil perhatikan sensai yang muncul. Pastikan semua tegangan terlepas dan mulailah bernapas dengan teratur dan perlahan. Anda dapat melakukan relaksasi otot progresif pada dahi sambil berbaring di kasur.

  • Leher dan bahu

Untuk bagian leher da bahu, Anda dapat melakukanya sambil duduk tegak namun rileks. Angkat bahu ke arah telinga dan berikan tegangan yang cukup kuat pada area leher dan bahu. Tahan selama 15 detik. Setelah itu, lepaskan tegangan dengan menghitung 30 detik dan lakukan perlahan. Perhatikan sensasi rileks yang muncul.

  • Lengan dan tangan

Pertama, tarik kepalan tangan menuju dada. Kedua, remas tangan sekencang mungkin dan tahan selama 15 detik. Ketiga, lepas dengan perlahan kepalan tangan Anda sambil menghitung selama 30 detik. Keempat perhatikan sensasi yang muncul dari relaksasi otot progresif pada lengan dan tangan.

  • Rahang

Anda juga dapat melakukan relaksasi otot progresif pada bagian rahang. Katupkan rahang dengan kencang selama 15 detik. Hal itu akan membuat otot rahang mengencang dengan sendirinya. Setelah itu, lepaskan tegangan dengan perlahan selama 30 detik. Perhatikan sensasi rileks yang muncul. Bernapaslah dengan tenang dan perlahan setelah tegangan pada otot rahang menghilang.

  • Bokong

Untuk bagian bokong sama saja dengan bagian lainnya. Anda hanya perlu memberi tegangan secara kuat pada area bokong selama 15 detik kemudian melepaskannya secara perlahan. Anda juga perlu mengalami sensasi rileks yang muncul. Lanjutkan dengan bernapas secara perlahan dan konstan.

Melakukan relaksasi oto progresif dapat memberikan beberapa manfaat, lho! Salah satunya yaitu dapat mengatasi berbagai gangguan psikologis seperti kecemasan dan stres. Selain itu, dengan melakukan relaksasi otot progresif, Anda juga dapat mengatasi beberapa nyeri di bagian tubuh tertentu. Relaksasi otot progresif pun dipercaya ampuh dalam mengatasi gangguan tidur berupa insomnia. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencoba relaksasi otot progresif? Namun ingat selalu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terutama jika Anda menderita penyakit fisik tertentu. 

Penyakit

Cek Penyebab Faringitis Akut Berikut Ini

Faringitis akut merupakan sindrom peradangan yang terjadi pada bagian tenggorokan dimana gangguan tersebut disebabkan oleh beberapa kelompok mikroorganisme yang berbeda. Faringitis akut juga bisa terjadi karena adanya infeksi pada bagian saluran pernafasan.

Faringitis akut akan memberikan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan faringitis biasa. Faringitis akut bisa dialami seseorang secara tiba-tiba, dan kondisi yang dialami penderita akan memburuk dengan cepat.

Penyebab

Faringitis akut disebabkan oleh berbagai jenis virus seperti influenza, rhinovirus, dan coronavirus. Tidak hanya itu, faringitis juga bisa disebabkan oleh bakteri seperti Group A streptococcal pharyngitis (GAS). Bakteri tersebut dapat menyerang anak-anak yang berusia di antara 3 hingga 14 tahun.

Radang tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang dapat menular. Seseorang bisa mengalami gangguan seperti ini ketika orang lain batuk atau pilek di depan mereka.

Gejala

Seseorang yang mengalami faringitis akut akan mengalami gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa dialami penderita berdasarkan penyebabnya:

  • Faringitis akut akibat virus

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat virus, maka gejala yang timbul adalah tenggorokan merah, konjungtivitis (mata merah), pilek, dan diare.

  • Faringitis akut akibat bakteri

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat bakteri, maka gejala yang timbul adalah tenggorokan merah, sakit kepala, kelenjar leher terasa lunak, ruam berwarna merah atau ungu pada bagian mulut, dan sakit perut.

  • Faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil

Jika penderita mengalami faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil, maka gejala yang timbul adalah adanya nanah pada bagian tenggorokan, nyeri, suara serak atau hilang, demam, dan trismus (kesulitan membuka mulut).

Diagnosis

Jika Anda merupakan salah satu orang yang mengalami faringitis akut, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis terhadap kondisi Anda melalui tes berikut:

  • Tes fisik

Tes fisik dapat dilakukan dokter dengan memeriksa kondisi tenggorokan Anda jika tenggorokan Anda mengalami kondisi tertentu seperti bengkak.

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan dokter jika Anda mengalami faringitis akut karena penyebab lain. Selain itu, tes darah juga dapat menentukan apakah Anda mengalami mononukleosis (demam kelenjar) atau tidak.

Pengobatan

Setelah mengetahui kondisi yang Anda alami, dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan penyebab faringitis akut:

  • Faringitis akut akibat virus

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat virus, Anda dapat melakukan pengobatan sederhana berupa istirahat, minum air putih yang banyak, berkumur dengan air garam, konsumsi air kaldu hangat, dan konsumsi makanan bergizi dengan tekstur yang lembut.

  • Faringitis akut akibat bakteri

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat bakteri, maka Anda dapat menggunakan obat-obat antibiotik berupa penisilin, amoksisilin, dan makrolida.

  • Faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil

Jika Anda mengalami faringitis akut akibat komplikasi lokal abses peritonsil, maka Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri dan antibiotik.

Kesimpulan

Faringitis akut merupakan salah satu penyakit yang dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. Meskipun demikian, orang-orang yang mengalami gejala tersebut dapat mengatasinya dengan berbagai pengobatan yang disebutkan di atas. Jika Anda mengalami gangguan seperti ini, atau jika Anda sudah mencoba cara-cara yang disebutkan di atas, namun kondisi tidak membaik, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Dokter dapat membantu Anda mengatasi gangguan tersebut. Mungkin saja Anda mengalami kondisi lain sehingga dapat membuat gejala yang dialami akibat faringitis akut semakin memburuk. Untuk informasi lebih lanjut tentang faringitis akut, Anda dapat konsultasikan persoalan tersebut dengan dokter.

Penyakit

Berikut Penyebab dan Cara Mengobati Kelumpuhan yang Perlu Anda Tahu

Tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah ‘lumpuh’. Namun, apakah Anda sudah tahu benar apa itu kelumpuhan yang sebenarnya? Dengan mengetahui penyebab dan cara mengobati kelumpuhan, Anda diharapkan semakin waspada terhadap gangguan kesehatan ini.

Pengertian kelumpuhan secara medis

Pengertian kelumpuhan itu sendiri adalah hilangnya kemampuan tubuh untuk menggerakan seluruh atau sebagian anggota tubuh. Penyebab kelumpuhan itu sendiri cukup beragam. Beberapa di antaranya tidak boleh disepelekan begitu saja. Seseorang dapat pulih dari kelumpuhan atau bahkan mengalami kelumpuhan secara permanen.

Kondisi ini terjadi ketika terdapat gangguan komunikasi antara otak dan otot. Kelumpuhan dapat menimpa satu atau kedua sisi tubuh, maupun secara keseluruhan atau hanya sebagian. Dalam kasus tertentu, kelumpuhan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kelumpuhan yang terjadi di bagian tubuh bawah termasuk kaki disebut dengan paraplegia, sedangkan kelumpuhan pada lengan dan kaki dikenal dengan quadriplegia.

Faktor yang menyebabkan kelumpuhan

Secara umum, sebagian besar kelumpuhan disebabkan oleh penyakit stroke atau kecelakaan yang mengakibatkan cedera tulang belakang atau leher hingga patah. Ada pun penyebab lain yang menjadi pemicu kelumpuhan pada seseorang, antara lain:

  • cerebral palsy
  • sindrom pascapolio
  • cedera otak traumatik
  • cacat lahir
  • neurofibromatosis

Bagaimana cara mengobati kelumpuhan?

Tindakan medis untuk mengobati kelumpuhan tergantung pada kondisi orang tersebut, termasuk penyebab dari kelumpuhan itu sendiri dan juga gejala yang dialami. Beberapa prosedur medis yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

  • konsumsi obat, seperti botox atau pelemas otot pada kasus kelumpuhan paralisis spastik
  • terapi okupasi
  • terapi fisik (fisioterapi)
  • operasi atau tindakan amputasi
  • penggunaan alat bantu gerak, seperti kursi roda, penopang, skuter, dan lainnya.

Walaupun begitu, prosedur medis di atas hanya dapat membantu sebatas mengelola gejala yang muncul. Pasalnya, sebagian besar kasus kelumpuhan tidak dapat diobati.

Konsultasi dini dengan dokter dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi lebih lanjut. Anda perlu untuk segera menghubungi UGD jika mengalami kelumpuhan maupun jika orang terdekat Anda mengalami hal serupa. Kondisi tersebut biasanya muncul dengan gejala, seperti:

  • terjadi secara tiba-tiba
  • terjadi setelah cedera yang serius, seperti setelah jatuh atau mengalami kecelakaan
  • mengalami kesulitan berbicara, bernapas, atau menelan.
Penyakit

Hati-hati Gangguan Keseimbangan, Lakukan Tes Posturografi

Gangguan keseimbangan dapat menyebabkan pusing dan membuat Anda seperti berputar atau bergerak mesikipun Anda sedang berdiri atau duduk diam. Sebagai hasilnya, Anda merasa tidak enak dan mual, yang mana akan sangat mengganggu kehidupan aktivitas sehari-hari Anda. Dalam beberapa kasus, gangguan keseimbangan juga dapat menyebabkan seseorang terjatuh, mengakibatkan patah tulang dan cidera lain. Gejala utama adanya gangguan keseimbangan adalah Anda merasa goyah saat berjalan atau berdiri. Apabila Anda merasa kesulitan berjalan akibat hal tersebut, segera lakukan beberapa jenis tes gangguan keseimbangan seperti tes darah, tes pergerakan mata, dan posturografi untuk membantu dokter memberikan diagnosa dan perawatan yang tepat. Namun, apa sebenarnya gangguan keseimbangan tersebut?

Apa yang menyebabkan gangguan keseimbangan?

Beberapa penyebab gangguan keseimbangan di antaranya adalah infeksi pada telinga, gangguan telinga dalam, cidera kepala, sirkulasi darah yang buruk, penggunaan beberapa obat-obatan tertentu, ketidakseimbangan kimiawi di otak, tekanan darah rendah dan tinggi, kondisi saraf tertentu, penuaan, dan arthritis. Agar mendapatkan diagnosa yang tepat, Anda perlu melakukan beberapa rangkaian tes seperti posturografi. Beberapa diagnosa yang dapat dibuat di antaranya adalah:

  • Vertigo. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita pusing saat menggerakkan kepala mereka. Gejala ini biasanya muncul ketika Anda mencoba melihat ke belakang atau menengadah ke atas guna mengambil sesuatu yang terletak di atas kepala.
  • Infeksi atau peradangan telinga dalam. Kondisi ini dapat membuat Anda pusing dan goyah saat berjalan. Penyakit flu atau infeksi sistem pernapasan atas dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Penyakit Meniere. Penyakit jenis ini mengubah volume cairan yang ada di dalam telinga Anda dan menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya kemampuan dalam mendengar, dan bunyi dering nyaring di telinga. Hingga saat ini, penyebab penyakit ini masih belum diketahui.
  • Cidera kepala dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang keras, infeksi telinga, dan perubahan tekanan udara. Kondisi-kondisi tersebut akan menyebabkan bocornya cairan dalam telinga ke telinga tengah, mengakibatkan gangguan keseimbangan.
  • Perjalanan laut yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk benar-benar hilang.
  • Tumor. Kondisi seperti neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan keseimbangan.

Faktor risiko dan diagnosa

Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan keseimbangan terutama apabila Anda sedang dalam masa pengobatan, memiliki infeksi virus, mengalami masalah telinga dalam, atau sedang dalam masa pemulihan setelah mendapatkan cidera kepala. Apabila Anda berumur 65 tahun atau lebih dan memiliki penyakit arthritis dan tekanan darah tinggi atau rendah, Anda memiliki risiko tinggi memiliki gangguan keseimbangan. Selain itu, bepergian menggunakan perahu atau kapal juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan sementara.

Gangguan keseimbangan memang cukup sedikit sulit untuk didiagnosa mengingat kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Dokter mungkin akan bertanya mengenai gejala dan meninjau riwayat kesehatan Anda untuk mencari kondisi atau penggunaan obat-obatan yang dapat memicu kondisi gangguan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, Anda akan dirujuk pada dokter ahli THT. Mereka akan melakukan beberapa jenis tes seperti tes darah, tes pendengaran, tes pergerakan mata, pemindaian pencitraan pada kepala dan otak (MRI atau CT scan), dan posturografi (studi postur tubuh). Gangguan keseimbangan dapat menjadi sebuah masalah sementara ataupun jangka panjang, tergantung dengan penyebab kondisi tersebut. Untuk kasus infeksi telinga, biasanya gangguan ini akan sembuh setelah mendapatkan perawatan yang cukup. Namun, dalam kasus-kasus tertentu (misalnya disebabkan karena kondisi kronis atau penuaan), proses penyembuhan akan memakan waktu yang sangat lama.

Penyakit

Kenapa Gusi Sering Berdarah? Ini Penyebabnya!

Gusi berdarah mungkin sudah sering Anda alami. Terkadang memang kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba bahkan saat tidak masalah pada gusi. Jika Anda termasuk sering mengalami gusi berdarah secara tiba-tiba, Anda patut waspada. Seringkali kejadian gusi berdarah disebabkan oleh trauma pada gusi.

Misalnya, aktivitas sikat gigi yang terlalu kuat dan penggunaan benang gigi yang baru. Jika gusi berdarah disebabkan oleh dua hal tersebut, maka kejadian ini bisa dicegah. Namun, jika Anda tidak sedang sikat gigi atau menggunakan bedang gigi tetapi tiba-tiba Anda mengalami gusi berdarah, maka Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Apalagi, jika kondisi ini terjadi berulang-ulang kali.

Simak beberapa penyebab gusi berdarah yang terjadi tiba-tiba tanpa adanya trauma atau penyakit pada gusi Anda:

  1. Kekurangan vitamin K

Kurangnya asupan vitamin K dalam tubuh, bisa membuat darah lebih sulit untuk menggumpal atau dengan kata lain, jika terjadi pendarahan, maka dara akan lebih sulit untuk berhenti.

  • Leukemia

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah. Kondisi ini biasanya akan membuat penderita memiliki kandar trombosit yang rendah. Hal ini menyebabkan terjadinya penderahan secarah mudah bahkan teradi secara tiba-tiba. Ketika terjadi, biasanya juga akan lebih sulit berhenti.

  • Trombositopenia

Trombositopenia merupakan kondisi dimana trombosit dalam darah kurang dari jumlah normalnya. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita leukimia ataupun pada mereka yang tidak memilki leukemia. Kondisi ini bisa membuat pendarahan mudah terjadi. Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit dengan salah satu tanda trombositopenia.

  • Hemofilia atau penyakit Von Willebrand

Gangguan darah hemofilia atau penyakit Von Willebrand juga bisa menjadi penyebab gusi berdarah berulang pada Anda. Jika Anda ingin memastikan benar atau tidaknya, Anda perlu melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut.

  • Diabetes

Gusi berdarah adalah salaha satu ciri diabetes 1 dan 2 yang juga perlu Anda sadari. Penderita diabetes tidak bisa melawan kuman atau bakteri, yang bisa menyebabkan berbagai gangguan di tubuh, termasuk radang gusi, yang bisa membuat gusi menjadi lebih mudah berdarah.

Jika Anda sering mengalami gusi berdarah yang terus-menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat. Lebih cepat diketahui penyebabnya, maka lebih cepat juga Anda ditangani dan mencegah gusi berdarah terulang kembali.