Penyakit

Cara Mengatasi Tenggorokan Berdahak Tanpa Batuk

Meski tanpa gejala batuk dan flu, tenggorokan berdahak merupakan hal yang umum terjadi. Tubuh memproduksi lendir sebagai mekanisme alami untuk merespon elemen-elemen asing yang dapat memicu infeksi maupun iritasi. Itulah sebabnya beberapa penyakit infeksi seperti flu memiliki gejala batuk berdahak.

mengeluarkan dahak di tenggorokan tapi tidak batuk

Namun, kadang kala, tenggorokan berdahak dapat membuat rasa tidak nyaman. Kita akan merasa perlu membersihkan tenggorokan secara terus menerus. Ada Pula beberapa kondisi yang menyertai tenggorokan berdahak seperti suara serak, sakit tenggorokan, dan batuk. Meski tidak berbahaya, ada baiknya untuk mengetahui penyebab di balik kondisi ini dan cara mengatasinya.

Dahak atau lendir secara normal diproduksi oleh bebagai bagian tubuh. Di tenggorokan sendiri lendir berfungsi untuk menjaga kelembapan dan memerangkap benda serta organisme asing, seperti kotoran, debu, parasit, virus, dan bakteri agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.

Namun, terdapat beberapa kondisi di mana produksi lendir di tenggorokan bisa menjadi terlalu banyak. Selain itu, terdapat kondisi postnasal drip di mana lendir dari hidung juga bisa turun dan menumpuk di tenggorokan.

Berbagai penyebab tenggorokan berdahak

Setiap harinya, tubuh memproduksi sekitar 1-2 liter lendir yang digunakan untuk menjaga kondisi tenggorokan agar selalu dalam keadaan lembab dan membantu sistem pernapasan. Namun, jumlah lendir dan dahak dapat bertambah ketika mengalami kondisi tertentu sebagai berikut:

  • Alergi, seperti alergi pada debu atau serbuk sari
  • Infeksi dan peradangan pada sinus atau sinusitis
  • Iritasi tenggorokan, baik karena paparan polusi atau karena reaksi alergi
  • Pilek dan flu
  • Perubahan cuaca, menjadi lebih dingin atau kering
  • Refluks lambung atau GERD
  • Terpapar asap atau uap dari bahan kimia, parfum, produk pembersih, kendaraan, dan rokok
  • Dampak dari penggunaan obat-obatan tertentu
  • Lingkungan dan gaya hidup seperti kurang minum air atau berlebihan mengonsumsi alkohol, kopi, dan the.

Cara mengatasi tenggorokan berdahak

Tenggorokan berdahak tanpa disertai gejala batuk bukan merupakan kondisi yang serius. Bahkan, masalah ini dapat diatasi dengan obat-obatan non resep atau perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa cara mudah meredakan tenggorokan berdahak di rumah.

  1. Semprot atau kumur air garam

Salah satu cara mengatasi tenggorokan berdahak adalah dengan menyemprotkan air garam steril atau saline ke salah satu lubang hidung dan mengeluarkannya dari lubang hidung lainnya. Cara ini terbukti efektif untuk mengatasi tenggorokan berlendir akibat sinusitis kronis dan alergi. Jika air saline tidak bisa ditemukan, gunakan obat semprot hidung yang memberikan efek serupa.

Selain menyemprotkan air ke hidung, berkumur dengan air garam juga dapat mengatasi tenggorokan berdahak. Caranya dengan melarutkan 1 sendok garam ke segelas air hangat, kemudian pakai air tersebut untuk berkumur. Cara ini juga dapat membantu membersihkan penumpukan lendir di belakang tenggorokan.

  1. Minum air putih

Dahak atau lendir yang ada di tenggorokan biar dibiarkan dapat mengental dan membuat tidak nyaman. Salah satu cara mengencerkan lendir adalah dengan memperbanyak minum air putih. Air putih juga dapat membantu tenggorokan tetap lembab dan terasa nyaman, sehingga tidak ada penumpukan lendir.

  1. Konsumsi sup dan minuman hangat

Selain minum air putih, tenggorokan berdahak juga bisa diatasi dengan minum sup atau the hangat. Tak hanya mengencerkan lendir, uap hangat sup ataupun teh juga dapat memberi rasa nyaman dan melegakan tenggorokan serta hidung tersumbat.

  1. Obat pengencer lendir

Bila tenggorokan berdahak mulai mengganggu aktivitas secara berkelanjutan, konsultasikan kepada dokter untuk diperiksa dan diberikan obat-obatan yang dapat membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokan. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan golongan mukolitik, ekspektoran, atau antihistamin untuk meringankan gejala ini.

Penyakit

Lakukan 8 Hal Ini Untuk Mengatasi Jantung Berdebar Saat Tidur!

Ada beberapa kondisi yang menjadi alasan kenapa jantung berdebar lebih cepat saat bangun tidur. Para ahli kesehatan biasanya menghubungkan jantung berdebar saat bangun tidur ini dengan sleep apnea. Tidak hanya saat bangun tidur saja, jantung berdebar saat tidur pun sering terjadi.

Jantung berdebar saat bangun tidur bisa disebabkan oleh kebanyakan minum kafein.

Untuk beberapa keadaan, jantung berdebar terjadi akibat hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Untuk kasus ini, cara mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dan Angkat Kaki Lebih Tinggi dari Jantung

Salah satu cara mengatasi jantung berdebar adalah dengan memposisikan kaki lebih tinggi dari dada. Duduk dan gantung kaki Anda tinggi dari jantung. Tarik napas dalam dan perlahan dan biarkan rongga perut membesar seiring dengan setiap helaan. Posisi ini bisa membuat Anda sedikit relaks, juga dapat bantu melancarkan peredaran darah. Alhasil, jantung pun dapat menyesuaikan kembali iramanya seperti sedia kala.

  1. Lakukan Maneuver Valsalva

Cara menghilangkan jantung berdebar lainnya adalah dengan manuver Valsava. Cara melakukannya, yaitu dengan menekan kedua hidung dan tutup mulut Anda. Cobalah untuk mengeluarkan napas secara perlahan. Tindakan ini dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, dan membantu mereset irama jantung Anda.

  1. Minum Air dalam Jumlah Banyak

Salah satu cara menenangkan jantung berdebar yang juga bisa Anda coba adalah dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak. Meski masih belum pasti, namun beberapa peneliti mengatakan bahwa tindakan tersebut cukup ampuh mengatasi jantung berdebar. Salah satu teori mengatakan, air yang ditelan membuat kerongkongan menekan jantung. Hal ini dapat membantu mengembalikan irama jantung berdebar seperti semula.

  1. Kelola Stress

Stres dapat menyebabkan jantung berdebar. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik dapat membantu meredakan keluhan jantung berdebar yang Anda alami. Sensasi berdebar atau palpitasi dapat menjadi cara tubuh untuk memberitahu bahwa level stres Anda sudah di atas rata-rata. Untuk itu, cobalah luangkan waktu setidaknya 30 menit per hari untuk menenangkan pikiran Anda. Bisa dengan bermeditasi, berdoa, atau lainnya.

  1. Cukupi Jam Tidur

Kelelahan dapat menjadi faktor pencetus jantung berdebar. Oleh karena itu, sesuaikan jam tidur Anda dengan kebutuhan agar tidak mengalami kondisi tersebut. Rata-rata orang dewasa dianjurkan untuk tidur malam selama 7 hingga 8 jam. Sedangkan balita butuh tidur selama 9 sampai 10 jam.

  1. Cermati Obat-obatan yang Dikonsumsi

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan jantung berdebar. Oleh karena itu, cermati setiap obat yang dikonsumsi agar tidak mengalami kondisi tersebut.  Berikut ini adalah obat yang perlu Anda waspadai. 

  • Beberapa jenis obat-obat asma
  • Beberapa kategori obat-obatan alergi
  • Beberapa macam obat-obat diet, dan lainnya.

Jika Anda ingin menghindari jantung berdebar, hindari konsumsi obat-obatan tersebut sembarangan. Lebih baik konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat, sehingga risiko efek samping jantung berdebar dapat diminimalkan.

  1. Hindari Kafein

Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh, dan minuman berenergi dapat menyebabkan jantung berdebar. Risiko ini bisa makin tinggi apabila sedari awal Anda punya tubuh yang sensitif.

  1. Olahraga Rutin

Yoga, taichi, meditasi atau gerakan peregangan merupakan beberapa jenis olahraga yang dapat bantu mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental. Lakukan kegiatan tersebut sambil mengatur napas. Konsentrasikan pikiran Anda terhadap napas, saat menghirup dan menghembuskannya. Detak jantung Anda pun akan perlahan kembali ke normal.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya jantung berdebar saat tidur. Menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat sangat baik untuk kesehatan Anda. Jadi, sayangilah jantung Anda, ya!

Hidup Sehat

Cara Menangani Bercak Coklat pada Bagian Putih Mata

Munculnya bercak coklat pada bagian putih mata atau nevus bukan termasuk hal yang berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan pada mata yang cukup serius. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut jika bercak coklat pada bagian putih mata disertai dengan beberapa gejala seperti berikut:

  • Sakit dan nyeri pada mata
  • Terjadi perubahan penglihatan, seperti pandangan kabur atau tidak bisa melihat
  • Adanya peningkatan tiba-tiba pada bintik yang melayang saat memandang, baik peningkatan jumlah maupun frekuensi kemunculan
  • Ukuran bintik coklat pada bagian putih mata berkembang lebih besar
  • Sering melihat adanya kilatan cahaya

Jika dibandingkan dengan tipe freckles mata lainnya, nevus koroid memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi kanker melanoma. Pada sebagian kasus kecil, nevus koroid berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan atau ablasi retina.

Penanganan Bercak Coklat pada Bagian Putih Mata

Penanganan bercak coklat atau freckles di mata tergantung dari tingkat keparahan dan bahaya yang bisa ditimbulkan. Meski tidak disertai dengan gejala yang umumnya tidak berbahaya, pemeriksaan kondisi awal bercak coklat pada bagian putih mata tetap dibutuhkan karena berpeluang berkembang menjadi semakin buruk. Ada beberapa metode perawatan yang umumnya dilakukan dan tindakan medis kepada pasien yang memiliki bercak coklat pada bagian putih mata, antara lain:

1. Pemantauan dan Observasi

Freckles di mata umumnya hanya membutuhkan pemantauan dan tidak perlu sampai melakukan tindakan medis. Bercak coklat pada bagian putih mata biasanya memang bersifat non-kanker dan dianggap tidak berbahaya. Sehingga, dokter akan memutuskan untuk melakukan pemantauan dan observasi secara rutin. Pasien bisa melakukan pemeriksaan selama enam bulan sekali atau satu tahun sekali jika tidak ditemukan perubahan yang signifikan pada freckles mata tersebut. Perubahan yang diperiksa yaitu perubahan warna, ukuran, hingga bentuk.

2. Menggunakan Kacamata Hitam

Salah satu faktor risiko yang dianggap bisa menimbulkan bercak coklat pada bagian putih mata yaitu sering terpapar sinar matahari. Oleh karena itu, agar freckles tidak bertambah parah dan risiko komplikasi semakin meningkat, penggunaan kacamata hitam bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan

3. Tindakan Medis

Bercak coklat pada bagian putih mata yang berpotensi mengarah pada kanker melanoma, penyakit mata yang lebih serius, serta berisiko pada kesehatan mata dan menimbulkan komplikasi parah perlu diatasi melalui tindakan medis untuk menghilangkannya. Namun, prosedur ini berisiko menyebabkan kerusakan pada mata, sehingga dokter menyarankan sebagai pilihan terakhir jika memang dibutuhkan untuk keselamatan pasien. Ada beberapa macam tindakan medis untuk menghilangkan freckles mata, antara lain yaitu radiasi, terapi laser, operasi atau bedah, hingga pengangkatan bola mata.

Operasi adalah salah satu tindakan medis menghilangkan bercak coklat pada bagian putih mata yang umum dilakukan. Dokter akan membuat sayatan untuk mengangkat freckles yang berpotensi kanker dari mata. Bagian putih mata bisa mengalami sedikit defek atau kecacatan. Defek ini kemudian akan diperbaiki melalui transplantasi membrane amniotic dari plasenta. Membrane ini digunakan karena mempunyai kandungan aspek pertumbuhan dan bisa mengurangi peradangan.

Setelah operasi selesai, perawatan dilakukan dengan memakai obat tetes mata selama dua minggu pasca operasi. Karena tindakan medis ini bisa menyebabkan rusaknya bagian mata, pastikan pasien sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis terlebih dahulu mengenai penanganan yang tepat untuk kondisi bercak coklat pada bagian putih mata. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan rutin. Sehingga, perubahan freckles menjadi komplikasi bisa dideteksi lebih awal dan dapat segera diatasi.

Penyakit

8 Cara Menyembuhkan Gondok dengan Bahan Alami

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan penyakit gondok bukan? Gondok merupakan penyakit yang muncul benjolan di leher karena adanya kelenjar tiroid yang membesar dan bisa menyerang siapa saja. Maka dari itu, kamu perlu tahu cara menyembuhkan gondok.

Kelenjar tiroid berperan pentin untuk mengatur metabolisme tubuh

Penyebab gondok beragam, tetapi umumnya disebabkan karena kekurangan yodium. Kok bisa? Alasannya kelenjar tiroid memerlukan yodium untuk memproduksi hormon tiroid. Ketika tubuh kekurangan yodium, maka kelenjar tiroid harus bekerja ekstra sehingga membesar. Lalu, bagaimana cara menyembuhkan gondok?

Ada berbagai cara yang bisa dicoba. Mulai dari konsumsi obat-obatan, operasi pengangkatan tiroid, atau terapi nuklir tiroid. Selain ketiga metode tersebut, ada cara alami yang bisa dicoba untuk membantu menyembuhkan gondok.

Nah, berikut ini cara menyembuhkan gondok secara alami, yaitu:

1. Konsumsi Cukup Yodium

Penyakit gondok sering dipicu kekurangan yodium. Oleh sebab itu, cobalah konsumsi makanan yang mengandung banyak yodium. Cara ini diharapkan mampu memperkecil gondok atau pembengkakan pada kelenjar tiroid.

Cara paling simpel mendapatkan yodium lewat garam meja. Namun, perhatikan asupannya, jangan sampai berlebihan. Asupan garam yang tinggi bisa memicu berbagai keluhan, salah satunya hipertensi. Selain garam meja, kamu bisa mendapatkan asupan yodium lewat ikan, kerang, keju, yoghurt, hingga berbagai sayuran.

Yodium bermanfaat banyak untuk kesehatan. Jika kamu ingin mengetahui informasinya lebih banyak, tidak ada salahnya bertanya langsung dengan dokter.

2. Tambah Asupan Buah-buahan

Cara menyembuhkan gondok secara alami bisa melalui asupan buah-buahan. Namun, bukan sembarang buah-buahan yang membantu menyembuhkan gondok. Pilihlah buah-buahan yang mengandung beta karoten untuk mengurangi pembengkakan pada kelenjar tiroid, salah satunya pepaya.

Selain beta karoten, ada pula zat ampisilin yang meringankan dan menyembuhkan penyakit gondok. Zat ini banyak terkandung dalam rambutan dan sirsak.

3. Manfaatkan Bawang Putih

Selain dua hal di atas, bawang putih juga bisa dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan gondok. Bawang putih bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Cara menyembuhkan gondok dengan bawang putih simpel saja. Cucilah bawang hingga bersih, lalu kunyah bawang putih sebanyak 3 hingga 4 siung dalam satu hari.

4. Istirahat yang Cukup

Awas, penyebaran virus penyebab gondongan bisa ditularkan lewat kontak langsung, urine, atau percikan ludah pengidapnya. Oleh sebab itu, pengidap gondongan sebaiknya hindari kontak langsung dengan orang lain hingga sembuh.

Di samping itu, istirahat yang cukup juga dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), istirahat mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menghentikan penyebaran virus. Pengidap gondok sebaiknya mengistirahatkan diri di rumah, kira-kira lima hari setelah kelenjar parotis mulai membengkak.

5. Kompres Leher yang Membengkak

Mengompres leher yang bengkak dengan es atau air dingin dapat membantu menyembuhkan gondok. Menariknya lagi, cara ini mampu meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Mengompres dingin leher yang bengkak juga bisa meredakan peradangan sehingga memberikan rasa nyaman pada area leher yang sakit. Kok bisa?

Alasannya, suhu yang rendah dapat memperlambat aliran darah dan mempersempit pembuluh darah pada lokasi yang terasa sakit. Nah, kondisi ini yang bisa mengurangi zat-zat perangsang peradangan bergerak menuju area yang sakit gondok.

Hal yang mesti diperhatikan, jangan menempelkan es langsung pada kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit terasa terbakar, atau kerusakan jaringan kulit. Alternatifnya, rendamlah handuk dalam baskom berisi air dan es batu. Lalu, peraslah handuk tersebut dan kompres area yang terasa sakit.

6. Hindari Mengonsumsi Makanan Asam

Saat mengalami penyakit gondok, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki rasa asam. Kandungan acid nyatanya dapat menyebabkan rasa nyeri yang semakin parah pada kelenjar ludah.

7. Manfaatkan Lidah Buaya

Selain menggunakan bawang putih, kamu juga bisa mencoba untuk membalurkan bagian daging lidah buaya pada bagian yang mengalami pembengkakan. Sensasi dingin yang dihasilkan oleh lidah buaya akan memberikan rasa nyaman pada bagian nyeri. Selain itu, kandungan antibiotik lidah buaya juga membantu gejala nyeri atau pembengkakan lebih mudah diatasi oleh pengidap gondok.

8. Pastikan Area Leher dan Wajah Merasa Nyaman

Setelah melakukan beberapa cara di atas, tidak ada salahnya untuk memastikan area leher dan wajah dalam kondisi nyaman. Jika ingin berbaring, pastikan gunakan alas tidur yang nyaman dan cegah tekanan pada area leher agar rasa nyeri bisa dihindari. 

Demikian cara menyembuhkan gondok yang perlu diketahui. Semoga menambah wawasanmu.

Penyakit

Apa Itu Ulkus Kornea, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ulkus kornea atau sering disebut keratitis adalah luka terbuka yang muncul di bagian selaput bening atau bagian kornea mata. 

Ulkus kornea biasanya terjadi karena infeksi yang disebabkan pemakaian kontak lensa yang tidak tepat atau terlalu lama. Hal ini biasanya ditandai dengan mata merah serta berair. 

Bagian kornea mata sendiri memiliki fungsi yang sangat penting, yakni sebagai jendela yang membuat cahaya bisa masuk ke dalam mata. Jika terjadi luka pada kornea, bisa menyebabkan penglihatan menjadi terganggu bahkan bisa menyebabkan kebutaan. 

Gejala ulkus kornea

Ulkus kornea biasanya muncul ditandai dengan area abu-abu atau bercak putih yang transparan di sekitar mata. Beberapa ulkus kornea biasanya memiliki bentuk yang cukup kecil dan harus dilihat dengan alat khusus. 

Biasanya, sebelum menyadari terkena ulkus kornea, kamu akan mengalami beberapa gejala infeksi pada mata, seperti:

  • Mata terasa gatal
  • Mata berair
  • Mata mengeluarkan nanah
  • Terdapat sensasi terbakar atau menyengat pada mata
  • Mata berwarna merah
  • Sensitif pada cahaya

Gejala infeksi ini akan terus berlanjut dan semakin parah yang menandakan kamu terkena ulkus kornea. Berikut gejalanya:

  • Radang mata
  • Terdapat robekan di lapisan depan mata
  • Penglihatan kabur
  • Terdapat bintik putih di kornea
  • Kelopak mata bengkak
  • Seperti ada yang mengganjal di mata
  • Sensitif terhadap cahaya.

Penyebab ulkus kornea

Penyebab utama ulkus kornea yakni karena infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri karena penggunaan kontak lensa yang terlalu lama dan tidak benar.

  • Keratitis herpes simpleks

Keratitis herpes simpleks merupakan infeksi virus yang menyebabkan luka pada mata. 

  • Keratitis jamur

Infeksi jamur ini terjadi ketika seseorang mengalami cedera pada kornea. Infeksi jamur penyebab ulkus kornea biasanya terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah. 

  • Infeksi parasit

Parasit yang biasanya menginfeksi yakni acanthamoeba yang biasanya ditemukan di air tawar dan kotoran.

Berikut ini beberapa penyebab lain dari ulkus kornea:

  • Mata kering
  • Cedera mata
  • Gangguan inflamasi
  • Menggunakan kontak lensa yang tidak steril dan kadaluarsa 
  • Kekurangan vitamin A
  • Menggunakan kontak lensa semalaman

Pengobatan ulkus kornea

Pengobatan untuk ulkus kornea bisa dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan gejala dan penyebab ulkus kornea, mulai dari mengonsumsi obat, perawatan mandiri di rumah sendiri hingga pengobatan dari dokter. 

Perawatan di rumah

Kamu bisa mengikuti beberapa step perawatan di rumah untuk mengobati ulkus kornea seperti di bawah ini:

  • Kompres mata dengan air dingin, pastikan tidak ada air yang masuk ke dalam mata
  • Hindari menyentuh dan menggosok mata dengan jari
  • Selalu cuci tangan dan mengeringkan dengan handuk untuk mengurangi penyebaran infeksi
  • Konsumsi obat pereda nyeri bila perlu

Obat-obatan

Dokter juga akan meresepkan beberapa obat sesuai dengan gejala yang muncul, yakni:

  • Obat antibiotik untuk ulkus kornea yang muncul karena bakteri
  • Antivirus, untuk pengobatan ulkus kornea karena infeksi virus
  • Antijamur, pengobatan ulkus kornea karena infeksi jamur
  • Obat tetes mata kortikosteroid untuk meredakan peradangan
  • Obat tetes untuk melebarkan pupil mata penderita

Segera hubungi dokter jika obat-obatan yang kamu konsumsi menimbulkan beberapa efek samping, ya. 

Bukan Karena Hamil, Ini Penyebab Wanita Sering Buang Air Kecil
Penyakit

Bukan Karena Hamil, Ini Penyebab Wanita Sering Buang Air Kecil

Frekuensi buang air kecil setiap orang berbeda-beda tergantung berapa banyak jumlah cairan yang mereka terima. 

Normalnya, seseorang akan buang air kecil sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Namun ada kondisi lain yang membuat seorang wanita jadi lebih sering pipis, misalnya kehamilan atau menopause. Mengonsumsi alkohol, kafein, atau makanan tertentu seperti jeruk atau tomat juga dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil dari biasanya.  

Wanita yang sering pipis juga bisa jadi mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah penyebab paling umum dari sering buang air kecil, baik pria maupun wanita. Ini terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih melalui uretra. 

Meski begitu, wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena uretra wanita lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah dan cepat masuk dan menginfeksi saluran kemih. 

Diperkirakan sekitar 50 % – 60 % wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih. Sepertiga wanita akan mengalami ISK parah sebelum berusia 24 tahun hingga membutuhkan antibiotik. 

Selain buang air kecil terlalu sering, gejala lainnya meliputi:

  • Rasa panas saat buang air kecil
  • Warna urin berubah
  • Terus-menerus merasa ingin buang air kecil
  • Tekanan atau ketidaknyamanan di punggung atau sekitar panggul
  • Demam

Jika biasanya terlalu banyak meminum cairan menyebabkan Anda lebih sering pipis, justru salah satu faktor risiko ISK adalah tubuh tidak terhidrasi dengan baik.

  1. Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada miss V yang terjadi oleh beberapa sebab, salah satunya infeksi. Seiring dengan meningkatnya peradangan dan rasa sakit, vaginitis akan mempengaruhi proses berkemih sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Gejala lain dari vaginitis meliputi:

  • Ketidaknyamanan pada alat kelamin
  • Terbakar atau gatal saat buang air kecil
  • Keputihan kental, berwarna abu-abu hingga hijau kekuningan, dan berbau tidak sedap atau berbusa
  1. Kandung kemih terlalu aktif

Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder / OAB) atau disebut juga dengan beser adalah istilah yang umum di Indonesia. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum sering buang air kecil pada wanita, khususnya yang lebih tua (meskipun bukan bagian dari penuaan).

Beberapa gejala umum beser meliputi:

  • Dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil, terkadang menyebabkan kebocoran
  • Nokturia, atau keinginan buang air kecil setidaknya dua kali atau lebih dalam semalam
  • Frekuensi kencing minimal 8 kali sehari

Selain wanita berusia lebih tua, mereka yang memiliki berat badan berlebih, kekurangan hormon estrogen, dan menderita penyakit yang mempengaruhi otot, saraf, dan jaringan seperti stroke atau multiple sclerosis (MS) seringkali mengalami beser.

  1. Sistitis interstisial

Sistitis interstisial (IC) terjadi ketika otot di dalam dan sekitar kandung kemih mengalami iritasi. Tidak diketahui penyebab pastinya, namun kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. 

Sistitis interstisial membuat Anda sering pipis namun sedikit-sedikit, dan terkadang membuat Anda merasa seperti harus buang air kecil lagi (buang air kecil tidak tuntas). Kondisi ini bisa disertai dengan sakit kronis atau tekanan di panggul dan daerah perut.

  1. Stres atau cemas

Sering buang air kecil terkadang merupakan respons terhadap perasaan khawatir atau gugup. Meski tidak begitu jelas hubungannya, dipercaya hal ini melibatkan pertarungan alami dalam tubuh atau reaksi menghindar dari stres. 

Agar frekuensi buang air kecil Anda kembali normal, coba cari cara untuk mengelola stres atau kecemasan yang efektif. Misalnya, mendengarkan musik, menonton film komedi, atau melakukan hobi yang Anda sukai.

Catatan

Jika Anda terlalu sering buang air kecil bahkan sampai mengganggu aktivitas harian Anda, lebih baik menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Cara Menjernihkan Mata Secara Alami Tanpa Obat Tetes Mata
Penyakit

Cara Menjernihkan Mata Secara Alami Tanpa Obat Tetes Mata

Mata adalah anggota tubuh pertama yang dilihat saat kita bertemu orang baru. Mata mempengaruhi kesan pertama seseorang. Mata yang cerah dan bersinar bisa menandakan seseorang yang bersemangat, optimis, dan prima. 

Sayangnya ada banyak faktor yang membuat mata kita terlihat kuyu, kemerahan, atau keruh. Misalnya, polusi udara atau paparan layar gadget. 

Berikut cara menjernihkan mata secara alami yang bisa Anda coba. 

  1. Kompres dengan kantong teh hijau

Mengompres dengan kantong teh sangat membantu menyegarkan mata, mengatasi mata lelah, dan mengurangi kantong mata yang terlihat bengkak.

Teh hijau juga mengandung senyawa  epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan sehingga membantu meningkatkan kesehatan sel kornea. 

Cara menggunakannya adalah dengan mengompres mata menggunakan kantong teh yang telah direndam air. Setelah itu letakkan kantong teh hijau di kelopak mata selama 10 menit. 

Memasukkan air rendaman ke dalam kulkas selama 15 menit sebelum mengompres mata akan lebih baik karena akan menambahkan sensasi dingin dan segar pada mata.

  1. Meningkatkan asupan asam lemak 

Penelitian membuktikan bahwa asam lemak omega-3 dan 6 efektif untuk mengobati sindrom mata kering dan membuat penglihatan Anda kembali jernih. Beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan antara lain:

  • Ikan salmon
  • Ikan kembung
  • Ikan sarden
  • Biji rami
  • Biji chia
  • Kacang kenari

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen omega-3 tambahan setiap hari.

  1. Mentimun

Mentimun memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat, serta vitamin C yang berguna menenangkan kulit dan mengatasi mata lelah. 

Potong dua irisan mentimun dengan ketebalan sekitar setengah inci (1,3 cm), lalu letakkan kedua irisan mentimun pada kedua mata Anda selama 15 menit. Ini adalah cara menjernihkan mata paling mudah yang bisa Anda lakukan.

  1. Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur membuat mata lelah sehingga mengurangi sinar mata. Usahakan tidur 7 – 9 jam setiap malam. Jika Anda mengalami sulit tidur, hindari bermain gadget sebelum tidur dan letakkan perangkat elektronik jauh dari jangkauan Anda. 

Anda juga bisa menyesuaikan kamar Anda agar lebih aman dan mengenakan penutup mata agar tidur lebih nyenyak.

  1. Gunakan kacamata

Paparan sinar ultraviolet (UV) matahari meningkatkan risiko kulit mata terbakar dan mempengaruhi kornea. Anda bisa mencegahnya dengan memakai kacamata hitam dengan pelindung UV saat beraktivitas di luar saat siang hari.

  1. Minum banyak air

Hampir tiga perempat bagian mata terdiri dari air. Kekurangan cairan tubuh menyebabkan mata kering, lelah, dan keruh. 

Minumlah 8 gelas atau setara dengan 2 liter air setiap hari untuk memberikan kelembaban yang baik bagi mata. Jumlah ini bisa ditingkatkan jika cuaca sedang panas atau tingkat aktivitas Anda tinggi.

  1. Mengistirahatkan mata

Jika aktivitas Anda membutuhkan konsentrasi visual, seperti membaca atau melihat layar komputer, jangan lupa mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali. Memfokuskan penglihatan pada satu area akan menyebabkan mata kering, lelah, dan iritasi. 

Untuk mengistirahatkan mata, coba tutup mata Anda selama beberapa menit atau berkedip cepat selama beberapa detik untuk menyebarkan air mata alami ke seluruh permukaan mata.

  1. Gunakan kompres dingin

Jika mata Anda bengkak, coba gunakan kompres dingin. Menempatkan kain yang telah dibasahi dengan air dingin atau es batu yang dibalut kain selama 10 menit membantu menenangkan mata dan meredakan peradangan.

Catatan

Untuk mendapat mata yang putih dan bersinar dalam jangka lama, cara menjernihkan mata yang paling baik adalah dengan mengatur pola makan. 

Selain minum air yang cukup, perbanyaklah memakan makanan yang kaya vitamin A, C, dan E, serta mengurangi kafein. Beberapa makanan yang telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan mata adalah almond, dan kunyit.

Penyakit

Begini Proses Bedah Artroskopi pada Robeknya ACL

Begini Proses Bedah Artroskopi pada Robeknya ACL

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan robekan atau keseleo salah satu pita jaringan kuat yang membantu menghubungkan tulang paha ke tulang kering. Cedera ACL ini sering terjadi pada aktivitas olahraga yang harus melibatkan penghentian mendadak, perubahan arah, lompatan dan pendaratan. Diantaranya, seperti olahraga sepak bola, dan bola basket. 

Cedera pada ACL akan terlihat akan membengkak, dan akan terasa sakit karena harus menahan beban serta kondisi badan tidak stabil. Perawatan pada cedera ACL tergantung kepada tingkat keparahan, perawatannya apakah hanya dengan latihan dan rehabilitasi untuk kembali menguatkan dan menstabilkan, atau operasi dengan cara artroskopi. 

Operasi ACL adalah prosedur yang digunakan dokter untuk mengganti ligamen yang robek di lutut Anda.

Ketika ACL Anda sehat, ini membantu untuk menahan tulang lutut Anda. Ini juga membantu menjaga lutut Anda tetap stabil. Jika rusak, Anda mungkin kesulitan menekuk lutut, berjalan, atau berolahraga.

Apa Itu Bedah ACL?

Bedah ACL dapat dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak, proses bedah ACL ini biasanya akan berlangsung selama waktu kurang dari dua jam. Pada bedah ini memerlukan rekonstruksi ligamen menggunakan cangkok tendon. 2 Jenis cangkok yang digunakan tergantung terhadap faktor-faktor seperti 

  • Preferensi ahli bedah
  • Usia pasien
  • Apakah ada cedera lutut terkait

Seringkali, autograft digunakan, yang berarti tendon diambil dari tubuh pasien sendiri. Jenis autograft yang digunakan untuk operasi ACL meliputi:

  • Tendon patela (lutut)
  • Tendon hamstring (belakang paha)
  • Tendon kuadrisep (depan paha)

Terkadang, allograft (tendon dari donor yang sudah meninggal, disebut mayat) digunakan untuk merekonstruksi ACL yang robek.

Jika ACL Anda tegang atau sedikit robek, ACL dapat sembuh seiring waktu dengan bantuan dokter dan terapi fisik Anda. Tetapi jika benar-benar robek, Anda mungkin perlu menggantinya terutama jika Anda masih muda dan aktif atau seorang atlet yang ingin terus berolahraga. Jika Anda lebih tua atau kurang aktif, dokter Anda mungkin merekomendasikan perawatan yang tidak memerlukan operasi.

Dengan menggunakan teknik artroskopi, ahli bedah ortopedi dapat menghaluskan kerusakan atau menghilangkan potongan kecil jaringan lepas yang dapat menyebabkan masalah ini. Secara umum, pengobatan artroskopi pada artritis lutut memiliki indikasi terbatas dan hanya dipertimbangkan setelah menyelesaikan perawatan non-operatif lainnya dalam keadaan khusus.

Artroskopi juga dapat membantu pengobatan patah tulang yang dikombinasikan dengan prosedur terbuka untuk memperbaiki tulang. Ketika seorang pasien mengalami patah tulang di lutut, artroskopi memungkinkan kita untuk melihat area ini tanpa mengganggu persendian. 

Jika Anda sedang mempertimbangkan prosedur artroskopi, penting untuk memastikan bahwa ahli ortopedi memenuhi syarat. Kebanyakan ahli bedah ortopedi memiliki pelatihan yang sesuai untuk melakukan artroskopi diagnostik, yaitu penggunaan teknik untuk mengevaluasi lutut. Namun, operasi seperti rekonstruksi ligamen, perbaikan meniskus, transplantasi allograft meniscal, dan teknik restorasi tulang rawan artikular, memerlukan pelatihan khusus dalam kedokteran olahraga atau bedah artroskopi.

Kebanyakan operasi ACL dilakukan secara artroskopi. Ini berarti kamera kecil dan instrumen bedah tipis dan panjang lainnya dimasukkan melalui beberapa sayatan kecil di sendi lutut. Yang lebih jarang, operasi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan besar di lutut.

Dua teknik artroskopi utama yang digunakan untuk merekonstruksi ACL meliputi:

  • Rekonstruksi bundel tunggal: ACL terhubung ke femur (tulang paha) di atas dan tibia (tulang kering) di bawah. Dengan teknik konvensional ini, terowongan tulang dibor terlebih dahulu ke dalam dua tulang ini. Cangkok ACL kemudian ditarik melalui terowongan dan dipasang di lokasi yang sama dengan ACL yang robek dengan perangkat, seringkali dengan sekrup.
  • Rekonstruksi bundel ganda: ACL sebenarnya terdiri dari dua bundel serat. Dengan teknik yang lebih baru ini, dua cangkok yang lebih kecil (bukan satu cangkok tendon yang lebih besar) digunakan untuk merekonstruksi setiap bundel ACL. Teknik ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena dua terowongan tulang tambahan perlu dibuat untuk menarik dan mengamankan cangkok kedua.

Ada perdebatan tentang teknik mana yang menghasilkan hasil yang lebih baik. Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik ikatan ganda meningkatkan stabilitas sendi lutut dan memberikan fungsionalitas lutut yang lebih baik, penelitian lain menunjukkan tidak ada perbedaan dalam hal stabilitas dan fungsi lutut. Lebih banyak data jangka panjang dibutuhkan. 

Resiko Bedah ACL

Seperti jenis operasi lainnya, operasi ACL memiliki risiko. Secara umum, pembedahan dapat menyebabkan:

  • Pendarahan di luka
  • Infeksi
  • Syok
  • Gumpalan darah
  • Masalah pernapasan
  • Kesulitan kencing
  • Reaksi terhadap anestesi

Dengan operasi ACL khususnya, risikonya meliputi:

  • Sakit lutut
  • Kekakuan di kee Anda
  • Cangkok tidak sembuh dengan baik
  • Cangkok gagal setelah Anda kembali ke aktivitas fisik
Penyakit

Napas Bunyi, Apa Saja Jenisnya?

napas bunyi

Napas bunyi merupakan kondisi yang menimbulkan suara ketika seseorang menarik dan membuang napas. Napas bunyi bisa didengar secara langsung. Namun, stetoskop juga diperlukan untuk mendengar suara tersebut (ketika pasien melakukan pemeriksaan auskultasi). Stetoskop merupakan alat yang dibutuhkan (jika manusia mengalami napas bunyi), untuk mengetahui apa yang menyebabkan suara tersebut terjadi. Ada berbagai faktor yang dapat memicu nafas yang disertai dengan bunyi tertentu.

Untuk menghasilkan suara, paru-paru memiliki 3 jenis suara, antara lain suara napas, suara adventif, dan resonansi vokal. Pasien bisa menghasilkan bunyi napas di setiap bagian dada.

Apa Saja Jenis Napas Bunyi?

Napas bunyi juga dapat menunjukkan suara yang berbeda, karena tergantung pada jenis napas berikut:

  • Rales

Rales merupakan jenis napas yang menunjukkan suara klik di paru-paru. Suara tersebut terjadi ketika penderita bernapas. Rales juga disertai dengan suara yang beragam, antara lain suara yang terdengar seperti kering, basah, halus, dan kasar.

  • Ronki

Ronki merupakan jenis napas yang menunjukkan suara yang serupa dengan dengkuran.

  • Stridor

Stridor merupakan jenis napas yang dipengaruhi oleh penyumbatan aliran udara di tenggorokan.

  • Mengi

Mengi merupakan jenis napas yang dipengaruhi oleh penyempitan saluran udara. Mengi menunjukkan suara napas yang seolah-olah meniup peluit.

Apa Saja Gejala Napas Bunyi?

Selain bunyi napas, penderita mungkin juga mengalami gejala lain seperti batuk dan demam. Gejala-gejala tersebut bisa muncul karena manusia menderita kondisi lain seperti pneumonia.

Apa Saja Yang Memicu Napas Bunyi?

Napas yang disertai dengan bunyi terjadi karena berbagai kondisi yang sesuai dengan jenis napas berikut:

  • Rales

Rales disebabkan oleh penyakit jantung, pneumonia, fibrosis paru, fibrosis kistik, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

  • Ronki

Ronki disebabkan oleh bronkitis, bronkiektasis, dan PPOK.

  • Stridor

Stridor disebabkan oleh laryngomalacia (pelunakan kotak suara), epiglottitis (peradangan yang terjadi di lidah), pita suara lumpuh, kotak suara menyempit, infeksi batang tenggorokan, dan benda tersangkut di tenggorokan.

  • Mengi

Mengi disebabkan oleh alergi, asma, PPOK, pneumonia, bronkitis, bronkiolitis, gagal jantung, GERD (penyakit yang berkaitan dengan asam lambung), kanker paru-paru, edema paru, penyakit paru interstisial, dan trakebronkitis.

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Pernapasan

Jika Anda menunjukkan kondisi seperti yang disebutkan di atas, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Gejala apa saja Anda alami?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?

Seperti Apa Diagnosis Napas Bunyi?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang sesuai dengan faktor pemicunya. Contohnya, jika Anda mengalami pneumonia, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara berikut:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui apakah pasien mengalami pneumonia atau tidak. Dokter akan mengetahui bahwa pasien mengalami pneumonia melalui tanda dan gejalanya.

  • Tes pencitraan

Tes lain yang dapat dilakukan dokter adalah tes pencitraan seperti CT scan dan X-ray. Tujuannya untuk menunjukkan gambaran yang lebih terperinci dari dalam tubuh pasien.

  • Tes lain

Dokter dapat melakukan tes lain seperti tes darah juga untuk mengetahui lebih lanjut tentang bakteri penyebab pneumonia.

Bagaimana Cara Mengobati Napas Bunyi?

Untuk mengobati nafas bunyi, pasien bisa mencoba cara berikut:

  • Obat-obatan

Ada berbagai obat yang dapat digunakan pasien untuk mengatasi kondisi tersebut. Dua di antaranya adalah aspirin dan acetaminophen.

  • Bahan alami

Contoh bahan alami yang bisa dikonsumsi pasien adalah air putih.

Bagaimana Cara Mencegah Napas Bunyi?

Pada dasarnya, pasien perlu menerapkan pola hidup yang sehat seperti beristirahat yang cukup dan tidak merokok untuk mencegah masalah pada pernapasan.

Kesimpulan

Napas bunyi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa terjadi karena penderita mengalami kondisi lain yang dapat mengganggu pernapasan. Ada berbagai cara yang sederhana yang bisa dilakukan pasien untuk mengatasi masalah pernapasan. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang napas bunyi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

5 Penyebab Lidah Terasa Kebas

lidah terasa kebas

Lidah punya kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Dengan lidah, manusia dapat mengecap rasa, berbicara, hingga menelan. Saat lidah bermasalah tentu akan mengganggu.

Salah satu masalah yang sering kali dialami yaitu lidah terasa kebas, mati rasa, atau kesemutan. Saat ini terjadi, maka Anda akan mengalami hilangnya sensasi di bagian tubuh tertentu. 

Jika ini terjadi, tentu akan terasa aneh, apalagi jika disertai gejala lain seperti:  

  • Rasa terbakar atau kesemutan
  • Sensasi pin dan jarum
  • Pembengkakan
  • Gatal
  • Kelemahan
  • Sakit wajah

Gejala ini bisa terjadi di lidah atau di dekat lidah seperti di sekitar mulut. Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya. 

Lalu apa penyebab lidah terasa kebas ini? 

1. Alergi 

Lidah mati rasa paling sering disebabkan oleh reaksi alergi dari makan makanan atau bahan kimia tertentu. Apalagi jika mengingat lidah merupakan salah satu bagian tubuh yang pertama kali bersentuhan dengan dunia luar baik itu makanan, minuman atau zat lainnya.

Ini berarti lidah merupakan pintu gerbang untuk melindungi tubuh dari unsur-unsur berbahaya. Akibatnya, lidah menjadi sangat sensitif, dan mekanisme pertahanan umum yang digunakannya untuk melindungi tubuh termasuk mati rasa. 

Selain lidah terasa kebas, jika ini disebabkan alergi lidah juga bisa membengkak dan menjadi geli karena reaksinya .

2. Cedera pada Saraf 

Penyebab lidah terasa kebas selanjutnya bisa jadi akibat dari cedera, kompresi atau iritasi saraf atau cabang salah satu saraf di bagian tubuh yang diakibatkan. 

Lidah terdiri dari saraf dan pembuluh darah kecil yang mulai lebih tinggi di wajah dan otak. Saraf dan pembuluh bercabang ke berbagai arah untuk memberikan aliran darah dan sensasi ke seluruh lidah. 

Ada banyak penyebab yang dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah di lidah serta penyebab yang memicu respons pelindung dari lidah.

3. Infeksi Bakteri  

Banyak penyakit inflamasi atau penyakit mendasar yang menyebabkan tubuh menyerang dirinya sendiri juga dapat memengaruhi saraf di lidah dan menyebabkan cedera yang menyebabkan mati rasa. 

Salah satunya infeksi bakteri seperti penyakit Lyme dan infeksi virus seperti herpes zoster dapat menyebabkan peradangan dan cedera saraf yang mengakibatkan mati rasa dan kelumpuhan pada wajah. 

Kelumpuhan ini bisa menyebar hingga ke lidah dan sekitar mulut.

4. Ketidakseimbangan Vitamin dan Mineral

Ada vitamin tertentu yang penting untuk fungsi saraf yang sehat seperti vitamin D dan B12. Kekurangan vitamin ini dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan saraf dan cedera. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi Vitamin B6 dapat menyebabkan mati rasa.

Selain itu, lidah terasa kebas juga bisa disebabkan kekurangan mineral tertentu dalam tubuh seperti kalsium yang penting untuk fungsi umum tubuh. 

Kekurangan mineral ini (hipokalsemia) dapat menyebabkan kesemutan di sekitar mulut yang bisa terasa sangat mirip dengan mati rasa lidah.

5. Gangguan Sistem Saraf Pusat

Jika Anda mengalami mati rasa pada lidah sebulan sering kali bisa menjadi tanda gejala kondisi sistem saraf pusat seperti:

  • Migrain atau stroke 
  • Hipoglikemia juga dapat memengaruhi cara kerja saraf Anda yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan di lidah, mulut, dan bagian tubuh lainnya.
  • Vaskular atau kondisi yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di lidah dapat menyebabkan lidah mati rasa karena lidah tidak menerima aliran darah yang dibutuhkannya. 

Faktor risiko termasuk merokok, obesitas, dan penyakit kardiovaskular, meskipun siapa pun dapat mengalami hal ini. 

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Anda harus berkonsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan fisik; CT scan atau MRI; dan elektrokardiogram.

Selanjutnya, jika lidah terasa kebas disertai kesulitan bernapas, kesulitan menelan, tenggorokan sesak atau gatal-gatal segera hubungi dokter. Sebab ini bisa menjadi tanda reaksi alergi yang serius.