Cara Mengajari Anak Membaca Yang Menyenangkan agar Lebih Bersemangat
Parenting

Cara Mengajari Anak Membaca yang Menyenangkan agar Lebih Bersemangat

“Buatlah cara mengajari anak membaca dengan lebih menyenangkan. Terapkan berbagai strategi yang menarik dan rasakan manfaatnya bagi anak Anda.”

Ada banyak cara mengajari anak membaca yang lebih efektif dan menyenangkan. Sebab, dalam belajar membaca, penting untuk diingat bahwa anak-anak tidak hanya belajar membaca, tapi juga mereka senang untuk melakukannya. 

Orang tua harus memiliki strategi yang jitu terkait cara membuat huruf, suara, dan kata-kata sehingga menjadi menyenangkan. Itu akan menjadi metode belajar sekaligus bermain yang pastinya akan menambah semangat. 

Director of Graduate and Doctoral Reading Program at Widener University Annemarie B. memaparkan beberapa cara yang mudah terkait keterampilan literasi yang penting. Hal itu bertujuan untuk menunjang orang tua terkait cara mempelajari anak membaca agar lebih menarik.

4 Cara Buat Membaca Makin Menyenangkan

Lakukanlah berbagai strategi atau cara mengajari anak membaca dengan sesuatu yang menarik dan tidak monoton. Hal itu bertujuan untuk menggairahkan rasa semangat anak dalam belajar membaca. 

Kenalkan huruf dan suara

Pembaca awal masih menyerap gagasan bahwa huruf adalah simbol yang mewakili suara. Cara yang baik untuk memperkuat gagasan tersebut adalah memulai dengan kata yang paling dikenal. Misalnya, nama anak Anda.

Karena itu, orang tua bertugas memberikan tantangan agar anak bisa menemukan hal-hal di sekitar mereka yang dimulai dengan huruf pertama sesuai nama mereka. Saat mereka menemukan apa yang dimaksud, secara tak langsung mereka akan belajar huruf sekaligus suara sesuai huruf atau kata tersebut. 

Ikuti alurnya dalam bercerita

Apabila anak Anda tidak memahami tentang sebuah cerita, mereka menganggap bahwa membaca hanyalah sebuah tugas.

Karena itu, dengan melibatkan mereka untuk bercerita bersama, Anda bisa membantu mereka menemukan makna bacaannya. Selain itu, ajaklah anak Anda untuk melihat ilustrasi serta mengajukan pertanyaan kepada mereka apa yang terjadi dalam ilustrasi tersebut. 

Cara lainnya, para ahli menyarankan agar cara mengajari anak membaca dimulai dengan buku-buku bacaan nonfiksi seperti truk pemadam kebakaran, dinosaurus, hingga bajak laut.  

Memperkaya kata-kata

Menerapkan banyak kosakata sangat penting untuk pemahaman membaca pada anak untuk bekal kini hingga nanti. Salah satu cara mengajari anak membaca ialah dengan membacakan cerita atau sesuatu untuknya.

Tentu, pilihlah buku yang menarik dan dan unik. Dengan begitu, anak akan memperoleh pengetahuan tentang kata-kata hingga maknanya. Sesekali berhentilah membaca saat menemukan kata yang unik serta jangan terlalu berbicara mengenai kata-kata sehingga bisa menghambat alur cerita. 

Membaca Keras Tingkatkan Kefasihan

Agar benar-benar menikmati membaca, biarkan anak Anda membaca baik dalam hati maupun dengan keras. Cara mengajari anak membaca dengan metode tersebut bisa meningkatkan kefasihannya. Yakni, kemampuan anak membaca dengan lancar dan ekspresif. 

Dengan begitu, anak-anak bisa dengan lancar membaca teks yang sudah dikenal. Karena itu, Anda jangan pernah bisa saat mereka membaca buku yang sama secara berulang-ulang. 

Inilah pentingnya membaca bagi anak 

Cara mengajari anak membaca dengan benar akan membuat anak semakin cerdas dan aktif. Orang tua perlu menerapkan untuk saling berbagi cerita, berbicara, dan bernyanyi setiap hari untuk membantu perkembangan anak dalam banyak hal. 

  • Keterampilan literasi dini bisa berkembang
  • Meningkatkan imajinasi anak Anda dan merangsang rasa ingin tahu
  • Membantu mengembangkan otak anak Anda 
  • Melatih kemampuan untuk fokus atau konsentrasi
  • Meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi
  • Makin belajar menghargai buku dan cerita
  • Membantu anak untuk mempelajari perbedaan antara nyata dan pura-pura
  • Membantu anak belajar tentang dunia, budaya mereka dan budaya lainnya
  • Membantu anak untuk bisa memahami sebuah peristiwa baru atau menakutkan dan mengenal emosi yang menyertainya.
Parenting

Hal yang Perlu Diperhatikan dari Perkembangan Anak 2 Tahun

Usia 2 tahun dianggap sebagai waktu di mana anak mulai mengenal dunianya. Ia mulai belajar banyak untuk membentuk karakternya. Maka tidak heran kalau anak sering mengikuti ucapan dan kebiasaan orang terdekatnya. Orang tua tentunya harus selalu mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak 2 tahun. Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada anak.

Anak usia 2 tahun mulai bisa melakukan apa yang diinginkannya secara mandiri

Perkembangan Fisik

Perkembangan anak 2 tahun jika dilihat dari fisiknya mencakup kenaikan tinggi badan dan berat badan. Idealnya, anak 2 tahun memiliki berat sekitar 10-13 kilogram dengan tinggi 84-89 cm. Anak juga sudah mulai tumbuh gigi dengan jumlah rata-rata 16 buah. Selain itu, aktivitas anak sudah mulai aktif. Kemampuan motorik kasar dan halus semakin berkembang. Misalnya berlari, meloncat, menendang, bermain balok, dan menggambar coretan di kertas. Orang tua tidak perlu khawatir jika anak aktif bergerak kesana kemari.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk perkembangan anak 2 tahun:

  • Bawa anak ke taman yang memiliki area rerumputan yang luas sehingga ia bisa bebas berlarian dan tidak perlu takut jika terluka karena terjatuh di permukaan yang kasar. Anda bisa juga mengajak anak ke playground di sekitar rumah. Bermain ayunan perosotan, naik tangga, dan melompat di pasir mampu mengasah motorik kasarnya.
  • Sedangkan mengasah kemampuan motorik halusnya, Anda bisa memberikan kertas dan krayon yang aman digunakan untuk anak menggambar. Ketika selesai bermain di rumah, Anda juga bisa mengajaknya membereskan mainan bersama dan menaruh mainan sesuai dengan kelompoknya.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Anak usia 2 tahun sudah mulai bersemangat bermain dengan teman sebayanya. Namun, ia belum mengenal konsep berbagi mainan. Makanya sering terlihat anak-anak menangis karena saling berebut mainan dengan temannya. Jangan khawatir karena itu adalah hal normal. Orang tua hanya perlu memberi pengertian padanya secara perlahan mengenai konsep berbagi dan bermain bersama. Perkembangan anak usia 2 tahun dari segi sosial juga ditunjukkan ketika ia mulai mandiri, suka meniru orang lain, dan menolak sesuatu jika tidak menyukainya.

Karena belum bisa mengenali emosinya dengan baik, anak seringkali menjadi tantrum. Tantrum adalah kondisi saat emosi anak meledak dan dilampiaskan dengan menjerit, berteriak, hingga menendang. Biasanya tantrum terjadi karena anak belum bisa menyampaikan apa yang diinginkan atau dirasakan. Meski tantrum wajar terjadi dalam perkembangan anak 2 tahun, bukan berarti boleh dibiarkan. Orang tua juga harus belajar menangani anak ketika sedang tantrum. Bantu anak mengenali emosi yang dirasakan, apakah lapar, lelah, merasa tidak nyaman, atau takut.

Perkembangan Kognitif

Anak usia 2 tahun sudah mulai mengenal bentuk dan warna dan mampu melakukan perintah singkat. Misalnya “Makanannya dihabiskan dulu, baru boleh bermain lagi.” Selain itu kemampuan berhitung juga mulai berkembang, dimulai dari mengenal angka. Perkembangan anak usia 2 tahun juga mulai terlihat dari bagaimana cara dia berkomunikasi. Ia sudah bisa menyebut beberapa nama benda, sudah mengenal anggota keluarganya seperti ayah, ibu, dan kakaknya. Ia juga sudah bisa mengutarakan keinginannya, misal ingin ke kamar kecil atau ingin minum. Untuk memperlancar kemampuan kognitif dan berbahasanya, orang tua bisa mengajarkan melalui permainan. Contohnya bernyanyi bersama, menyebut nama benda, dan sering membacakan buku cerita.

Orang tua tidak perlu terlalu mengekang ketika anak bermain. Justru pada saat itulah perkembangan anak 2 tahun memulai belajar dan mengenal lingkungan sekitarnya. Anda cukup mengawasi dan memberikan pengarahan secara lembut. Selalu berikan apresiasi atas hal-hal baik yang mereka lakukan. Jangan lupa juga untuk selalu berkomunikasi dengan anak untuk melatih kemampuan komunikasinya.

Psikologi Pendidikan untuk anak
Parenting

Psikologi Pendidikan

Setiap orang menghadapi tantangan yang berbeda. Salah satu tantangan yang sering dihadapi manusia adalah hal yang berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan dapat menentukan apakah seseorang bisa melanjutkan ke tingkat atau kelas berikutnya di sekolah atau tidak. Pendidikan juga dapat menentukan masa depan seseorang apakah mereka akan memiliki karir yang bagus atau tidak. Ada berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pendidikan, salah satunya termasuk psikologi pendidikan.

Pemahaman Tentang Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan merupakan pemahaman tentang bagaimana seseorang belajar yang meliputi proses, masalah, dan hasil yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Psikologi pendidikan tidak hanya meliputi bagaimana manusia akan belajar tentang apa yang mereka bahas, namun psikologi pendidikan juga meliputi aspek-aspek lain berupa emosional, sosial, dan kognitif yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Psikologi pendidikan juga merupakan jenis psikologi yang diterapkan secara signifikan oleh para peneliti. Salah satu orang yang berpengaruh dalam psikologi pendidikan adalah Johann Herbart.

Herbart merupakan seorang psikolog yang berasal dari Jerman yang telah meyakinkan publik bahwa seseorang yang tertarik pada sebuah topik akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil akhir dari proses belajar.

Tidak hanya itu, Herbart telah meyakinkan guru bahwa mereka sebaiknya mempertimbangkan hal-hal yang membuat murid tertarik yang disertai dengan ilmu yang sudah diterapkan sebelumnya. Dengan hal ini, guru akan paham tentang apa yang akan membuat murid tertarik dengan menerapkan metode pembelajaran tertentu.

Konsep-Konsep Psikologi Pendidikan

Setelah mengetahui gagasan Herbart, para peneliti telah mengembangkan konsep-konsep untuk mendukung psikologi pendidikan pada abad 19. Salah satu konsep yang telah diterapkan adalah tes kecerdasan atau yang lebih umum disebut sebagai tes IQ. Tes IQ yang diterapkan oleh Alfred Binet bertujuan untuk menguji logika manusia untuk menentukan jawaban yang tepat ketika mereka melakukan tes tersebut.

Sampai saat ini, tes IQ banyak digunakan di sektor pendidikan ketika calon murid ingin mencoba mendaftar di sekolah tertentu. Ada berbagai jenis pertanyaan yang diberikan kepada calon murid di dalam tes IQ, salah satu contoh pertanyaan di tes tersebut adalah menentukan gambar mana yang berbeda dengan yang lain.

Tes seperti ini menguji tidak hanya ketelitian manusia, namun juga menguji seberapa cepat mereka bisa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang disediakan. Jika manusia dapat menjawab pertanyaan dengan baik, mereka bisa memiliki IQ yang lebih tinggi. Tes IQ tidak hanya menentukan seberapa pintar manusia dalam menjawab pertanyaan, namun juga dapat menentukan pekerjaan seperti apa yang direkomendasikan berdasarkan hasil tes tersebut.

Sosok-Sosok Yang Berpengaruh Pada Psikologi Pendidikan

Beberapa sosok ternama yakin bahwa pendidikan itu penting, dan mereka mendukung perkembangan psikologi pendidikan. Berikut adalah sosok-sosok yang yang dapat mempengaruhi publik tentang psikologi pendidikan:

  • John Locke

John Locke merupakan filsuf asal Inggris yang menyatakan bahwa manusia lahir tanpa pengetahuan apapun dan bisa diperoleh melalui pengetahuan dan pengalaman.

  • William James

William James merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang mengemukakan bagaimana seorang guru dapat membantu murid belajar.

  • Alfred Binet

Alfred Binet merupakan psikolog asal Perancis yang mengembangkan tes IQ.

  • John Dewey

John Dewey merupakan psikolog asal Amerika Serikat yang meyakinkan bahwa belajar melalui praktik merupakan hal yang penting untuk diterapkan.

  • Jean Piaget

Jean Piaget merupakan psikolog asal Swiss yang terkenal atas teorinya tentang perkembangan kognitif manusia.

  • B. F. Skinner

B. F. Skinner merupakan seorang ahli dalam perilaku manusia asal Amerika Serikat yang memperkenalkan konsep motivasi dan hukuman dalam pendidikan.

Parenting

Penjelasan Stereotip Seputar Kepribadian Anak Berdasarkan Urutan Lahir

Beberapa orang tua mungkin sering melabelkan kepribadian anak berdasarkan urutan lahir, seperti anak sulung yang cenderung lebih dewasa atau anak bungsu yang dianggap anak manja.

Seorang psikolog Amerika Serikat, Frank Sulloway, Ph.D., mengungkapkan bahwa ungkapan tersebut bukanlah sebuah stereotip belaka. Ia menegaskan bahwa urutan lahir anak berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak. Walau memang, pengaruhnya hanya sebagian kecil dari berbagai faktor yang membentuk kepribadian anak.

Frank Sulloway juga menambahkan bahwa pembentukan kepribadian anak tidak hanya bergantung pada urutan dilahirkannya anak tersebut, namun juga terdapat faktor lain, seperti lingkungan sekitar ketika ia bergaul dengan saudara kandungnya. Pada hakikatnya, kepribadian anak bersifat dinamis dan akan mengalami perubahan.

Kepribadian anak akan menentukan bagaimana ia akan berperilaku atau berperan dalam keluarganya sendiri. Di bawah ini, terdapat penjelasan lengkap hubungan antara urutan lahir dengan kepribadian anak.

Hubungan kepribadian anak dengan urutan lahir

  • Anak sulung

Stereotip kepribadian anak sulung, antara lain cenderung lebih banyak mengatur dan sering kali memberikan arahan pada adiknya. Dalam buku The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are (Revell) dari Kevin Leman, PhD, mengatakan bahwa ketika anak sulung bersikap demikian, hal tersebut didorong oleh keinginan yang tak sengaja ia internalisasi untuk mengikuti jejak dan peran orang tua mereka sendiri.

Di samping itu, anak sulung juga dikenal lebih penurut dan patuh terhadap orang tua. Tidak jarang, kebanyakan mereka juga sering kali diasosiasikan sebagai individu yang konservatif. Anak sulung dianggap lebih percaya diri dan acap kali mengambil peran penting untuk membimbing adiknya. Kondisi ini diduga menjadi alasan, bahwa anak sulung memiliki lebih banyak potensi untuk lebih berprestasi.

  • Anak tengah

Sesuai dengan urutan lahirnya, kepribadian anak tengah cenderung lebih memiliki jalannya sendiri dalam mengambil keputusan dan menunjukkan perannya dalam keluarga. Anak tengah akan cenderung mengambil peran yang berlawanan dengan kakaknya.

Sebagai anak tengah, individu ini cenderung untuk bersikap netral dan lebih mengutamakan kedamaian dalam keluarga. Beberapa sifat yang sering kali menempel pada identitas anak tengah, yaitu bersifat setia dan menjadi pengikut suara setuju bersama dengan anggota keluarga lain.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Huffington Post, terdapat sebuah literatur pada tahun 2010 yang mengungkapkan kepribadian anak tengah yang mudah bergaul dengan orang yang lebih tua maupun lebih muda, bersikap setia terhadap suatu hubungan dan juga pandai dalam menjaga keharmonisan hubungan.

  • Anak bungsu

Stereotip yang kerap kali ditempelkan pada anak bungsu adalah individu yang lebih disayang dan diperhatikan oleh orang tua dan sering kali bersikap manja. Tidak jarang, individu ini juga terkadang dicap manipulatif, karena menginginkan untuk selalu menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.

Kepribadian anak bungsu bertolak belakang dengan kakak-kakaknya yang cenderung memiliki keunikan tersendiri. Peran anak bungsu dalam keluarga tidak begitu signifikan, karena pos peran telah diisi oleh kakak-kakaknya sendiri. Hal tersebut didorong oleh fakta bahwa tanggung jawab yang dimiliki oleh anak bungsu terhitung lebih sedikit.

Sikap yang lekat dengan kepribadian anak bungsu, antara lain lebih riang, suka bersenang-senang, mudah bergaul, ceria, dan lebih santai.

Tentunya hal tersebut tidak menjadi justifikasi kepribadian anak bungsu secara keseluruhan. Pasalnya, beberapa anak bungsu tidak memiliki kepercayaan diri akibat tekanan akan harapan yang berdasar atas prestasi yang telah diraih oleh kakak-kakaknya. Meskipun begitu, anak bungsu memiliki caranya sendiri untuk tetap menunjukkan kemampuan dan perannya dalam keluarga.

Parenting

Perbedaan Belajar Sambil Bermain dengan Bermain Sambil Belajar

Bisa dibilang proses pembelajaran yang diterapkan di Indonesia terjadi dengan sangat serius hingga nyaris tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan ceria. Meskipun terdapat konsep bermain sambil belajar, tujuan yang ingin dicapai tentu membuat siswa atau anak tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran sekaligus menghilangkan stigma belajar selalu dengan keseriusan.

Materi pendidikan anak usia dini memang diarahkan untuk bermain dengan belajar, dengan metode tersebut diharapkan bisa mendukung anak untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungan sekitar. Hingga saat ini metode ini memang sudah banyak diterapkan, tak hanya untuk anak usia dini tetapi juga menyentuh kalangan remaja.

Bermain Sambil Belajar

Seperti misalnya ketika anak sedang bermain lego, dalam keadaan ini orang tua juga harus memahami bahwa sang anak juga sedang belajar. Sambil asyik bermain, anak ini belajar bagaimana menyesuaikan bentuk-bentuk mainan lego menjadi sesuatu seperti misalnya bangunan atau bentuk tiga dimensi lainnya.

Namun, kondisi ini memaksa orang tua untuk mengetahui apakah sang anak sedang belajar sambil bermain atau bermain dengan belajar. Kedua istilah ini berbeda, yang membedakan adalah jika belajar sambil bermain adalah untuk menekankan sang anak terhadap pelajarannya. Sementara istilah satunya adalah menekankan anak pada jenis permainannya.

Ketika seorang anak sedang bermain, sesungguhnya mereka sedang belajar, anak akan menyerap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar. Ia bermain dengan berbagai hal-hal baru yang terdapat di sekitarnya. Proses dari penyerapan inilah yang disebut sebagai aktivitas belajar, pada tahap inilah penting bagi orang tua dan guru memilih dan menentukan jenis permainan.

Pemilihan dan penentuan jenis permainan sama persis ketika anak memilih materi pembelajaran dari guru yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Pemilihan jenis permainan yang sesuai bisa menjadikan perkembangan anak agar lebih edukatif, anak pun akan senang ketika memainkan dan mudah menyesuaikan.

Apabila jenis permainan tidak sesuai dengan perkembangan anak, yang terjadi justru bermain hanya untuk mainan itu sendiri. Bahkan bisa berdampak buruk bagi pembentukan karakter dan kecerdasan, sementara itu jika sampai salah memilih permainan yang selaras dengan perkembangan anak mampu membantu mengembangkan aspek kecerdasan tertentu.

Sehingga kesan yang didapat adalah bermain untuk belajar bukan bermain untuk mainan yang tengah dimainkan. Contoh belajar sambil bermain seperti ketika anak dihadapkan dengan beberapa macam warna bola, kemudian anak diminta untuk mengumpulkan atau mengelompokkan setiap warna yang ada dengan kesamaan masing-masing.

Setelah menyamakan warna bola tersebut, sambil bermain anak kemudian menghitung berapa jumlah bola dengan warna yang sama. Dari kegiatan ini bisa diambil kesimpulan bahwa anak sedang melakukan proses belajar meskipun sambil bermain. Nilai edukasi yang didapat adalah anak bisa mengenal lebih jauh tentang macam-macam warna dan belajar menghitung.

Manfaat lain dari bermain sambil belajar adalah pengenalan perasaan, termasuk untuk perkembangan emosi. Melalui bermain, seorang anak bisa belajar menerima, berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif. Dengan bermain, anak juga memiliki kesempatan untuk mengenal diri mereka sendiri.

Selain itu, bermain juga memberikan jalan bagi perkembangan sosial anak ketiga berbagai dengan anak lain. Bermain merupakan sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan sosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain, selain itu juga bisa untuk mengurangi sikap egosentrisme.

Parenting

Manfaat Tidur Siang Bagi Anak yang Jarang Diketahui

Tanpa kita sadari, ternyata tidur siang bagi anak memiliki banyak manfaat. Walaupun terkadang Si kecil tidak berhenti bermain dari pagi, lompat ke sana kemari dan belum menunjukan rasa lelah, seorang ibu perlu untuk mengajak anak untuk tidur siang. Bagi para orangtua pasti sangat familiar dengan situasi seperti ini, ketika anak menolak untuk tidur. Padahal, manfaat dari tidur siang sangat signifikan.

Tidak hanya baik untuk kesehatan, tidur siang bagi anak juga bisa mempengaruhi perilaku Si kecil dan prestasi akademisnya di sekolah. Jika melihat manfaat tidur siang bagi anak secara instan, tentu akan berkaitan dengan mood yang membaik hingga energi akan kembali pulih. Namun sayangnya, masih banyak anak-anak yang menolak dan memiliki untuk terus bermain dibandikan tidur siang.

Manfaat tidur siang bagi anak

Para peneliti dari University of Pennysylvania dan University of California menggali lebih dalam tentang manfaat tidur siang bagi anak. Mereka meneliti sedikitnya 3,000 anak yang duduk di kelas 4,5 dan 6 SD berusia 10-12 tahun. Tema utama penelitian ini mencari hubungan antara tidur siang dengan rasa bahagia, pengendalian diri, mengurangi masalah perilaku, dan IQ yang lebih tinggi terutama bagi anak yang duduk di kelas 6 SD.

Hasil dari penelitian ini adalah anak-anak yang tidur siang sekitar 30-60 menit setiap pekannya mengalami peningkatan performa akademis hingga 7,6%. Sementara anak-anak yang merasa mengantuk di siang hari akibat kurang tidur ternyata berdampak pada setidaknya 20% anak-anak yang dilibatkan dalam penelitian.

Berbagai manfaat tidur siang untuk anak-anak

  • Tidur siang membantu anak-anak dalam proses belajar
  • Tidur siang membuat anak-anah tetap bugar
  • Tidur siang berpengaruh besar pada suasana hati yang baik

Bagaimana cara untuk membuat anak bisa tidur siang secara rutin?

Beberapa tips yang orangtua bisa lakukan untuk membuat anak tidur siang secara rutin adalah dengan menciptakan suasana yang tenang sekitar 15 hingga 30 menit sebelum waktu tidur siang, jangan berbicara dengan suara yang keras di dekat tempat tidur anak, perhatikan tanda-tanda bahwa anak sudah mulai siap tidur siang dan memberikannya makanan sehat, kurangi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula. Perut yang sedang lapar juga membuat anak-anak kesulitan untuk tidur siang.