Olahraga

Tips Memilih Celana Yoga yang Nyaman dan Adem

Olahraga yoga menjadi salah satu latihan yang sangat cocok untuk semua usia, bahkan anak-anak. Yoga merupakan olahraga yang memiliki risiko cedera cukup rendah dibandingkan dengan latihan lainnya. 

Akan tetapi, supaya Anda semakin nyaman saat bergerak, ada baiknya memerhatikan semua yang dikenakan, seperti pemilihan celana yoga, sport bra, hingga matras. 

Celana yoga menjadi salah satu pelengkap yang sangat menentukan kebebasan dalam bergerak. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda coba gunakan saat memilih celana yoga supaya tetap nyaman saat bergerak.

celana yoga terbaik

1. Pilih celana yoga sesuai jenis latihan

Menemukan celana yoga terbaik akan tergantung pada jenis yoga yang ingin Anda latih, serta preferensi pribadi.

Hot yoga

Bagi Anda yang ingin melakukan hot yoga sebaiknya hindari pilihlah celana yoga yang mudah dikenakan, berukuran pendek dan memudahkannya bernapas. Legging panjang bisa membuat Anda menjadi lebih panas dan membatasi ruang gerak selama melakukan yoga. 

Selain itu, sebelum membeli jenis celana yoga apapun, sebaiknya saat mencobanya, cobalah untuk duduk dan membungkuk. Cara ini dapat menyelamatkan Anda dari ketidaknyamanan karena mengekspos lebih banyak kulit daripada hanya mencoba dengan cara berdiri dan berjalan.

Akan tetapi, jika Anda sama sekali tidak merasa nyaman dengan celana pendek, tidak apa-apa. Namun, pastikan Anda menemukan bahan celana yoga terbaik untuk memastikan tidak terlalu panas dan nyaman menggunakan celana yang lebih panjang.

Flow yoga 

Jika Anda berlatih flow yoga yang intens, celana yoga terbaik untuk Anda adalah sesuatu yang praktis, yang memungkinkan Anda melakukan urutan yoga dengan mudah dan tanpa harus terus-menerus menyesuaikan pakaian Anda. Karena itu, Anda bisa memilih celana yoga berukuran pendek maupun panjang, asalkan nyaman digunakan. 

2. Celana yoga yang pas 

Pada akhirnya, ini adalah pertanyaan tentang apa yang Anda rasa paling nyaman dan apa yang menurut Anda terbaik untuk bentuk tubuh. Jika terlalu ketat, Anda mungkin merasa tidak nyaman tetapi jika terlalu longgar, Anda akan terus-menerus perlu menyesuaikannya kembali selama latihan. Cobalah untuk mengingat beberapa hal ini:

Jika Anda tidak ingin celana yoga super ketat

Jika Anda adalah seseorang yang lebih menyukai celana yoga yang tidak memamerkan setiap lekuk tubuh, ada banyak pilihan untuk Anda seperti celana berpotongan lurus. Jenis Ini cenderung lebih menonjolkan pinggul dan dapat menyeimbangkan bentuk tubuh Anda lebih dari celana yoga yang pas.

Jika Anda melakukan restorative yoga

Jika latihan yoga Anda adalah tentang memperlambat tubuh dan pikiran, celana yoga terbaik adalah celana yang nyaman, longgar dan akan menjaga tubuh Anda pada suhu yang tepat untuk iklim tempat Anda berlatih.

Jika Anda menginginkan kenyamanan, celana berpinggang tinggi juga merupakan pilihan yang tepat karena celana ini dapat menahan bagian tengah tubuh dengan baik daripada celana berpinggang rendah.

Jika berlatih vinyasa yoga

Umumnya, celana yoga yang pas dengan bentuk tubuh akan menjadi celana yoga terbaik untuk Anda. Alasan utamanya adalah celana yoga yang pas memungkinkan Anda untuk bergerak lebih bebas melalui urutan yoga dan memudahkan untuk memantau gerakan, postur, dan gerakan Anda. Jenis celana yoga ini mungkin sangat penting jika Anda melakukan aliran yoga yang lebih cepat, seperti gerakan vinyasa atau ashtanga, di mana gerakan itu sangat penting. Meskipun celana yoga pas adalah gaya yang direkomendasikan untuk gaya yoga yang lebih intens, pastikan bahannya fleksibel! 

3. Bahan

Saat menemukan celana yoga terbaik untuk rutinitas, Anda harus menemukan bahan yang nyaman untuk beraktivitas. Jika Anda menginginkan celana yoga untuk segala jenis olahraga yang melibatkan keringat, Anda juga harus mencari bahan yang menyerap kelembapan dengan mudah — bahan semacam ini menyerap keringat dari kulit, yang dapat membantu Anda tetap kering dan lebih dingin.

Di sisi lain, beberapa bahan cenderung lebih mudah menyerap keringat, artinya jika Anda memakainya untuk berolahraga, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman dan berkeringat. Pertimbangkan bahan-bahan berikut saat Anda mencoba mencari celana yoga:

Campuran sintetis

Umumnya, bahan sintetis dianggap sebagai bahan terbaik saat melakukan olahraga apa pun yang menguras keringat karena cenderung lebih cepat kering dan bernapas lebih bebas daripada bahan alami seperti katun.

Beberapa bahan sintetis yang umum digunakan untuk celana yoga adalah campuran elastane (spandex), yang populer sebagai bahan pakaian aktif karena melar dan memudahkan tubuh Anda bergerak.

Campuran katun

Katun murni alami dan nyaman sehingga bisa menjadi bahan yang baik jika Anda berniat menggunakan celana yoga sebagai pakaian santai daripada untuk yoga. Namun, karena pakaian ini berpotensi menahan kelembapan sehingga mungkin bukan pilihan terbaik jika Anda melakukan bikram yoga atau cenderung berkeringat.

Jika Anda melakukan yoga yang lembut atau menenangkan, seperti hatha atau yin, campuran katun adalah pilihan yang baik. Bahan ini lembut dan tidak akan membatasi Anda dalam pose yang berlangsung untuk waktu yang lama. Sebagai alternatif, pilih campuran seperti katun dan elastane.

Bambu

Banyak brand kini memproduksi celana yoga yang merupakan perpaduan bambu. Bahan ini populer karena lembut, nyaman dan bernapas jauh lebih mudah daripada campuran katun. Bahan ini juga diyakini untuk mengusir bau lebih mudah daripada kapas atau merek sintetis.

5. Ketebalan

Faktor penting lainnya yang perlu diperhatikan saat memilih celana yoga terbaik  adalah apakah leggingnya terlalu tebal. Jika Anda pernah berolahraga dengan legging yang sedikit melar dan sangat tebal, maka Anda mungkin tahu betapa tidak nyaman dan frustasinya hal ini.

Celana yoga terbaik untuk berlatih harus ringan dan memungkinkan Anda bergerak dengan mudah dan nyaman melalui pose yoga serta tidak terlalu tembus pandang! Salah satu cara untuk memastikan bahwa celana tersebut adalah celana yoga terbaik untuk Anda adalah dengan melakukan sedikit gerakan latihan di ruang ganti saat Anda mencoba celana tersebut. 
Jika Anda dapat menekuk lutut atau membungkuk dengan mudah — dan tanpa terlihat di kulit maka seharusnya celana yoga tersebut baik-baik saja. Bagi Anda yang cenderung berbelanja online, periksa ulasan produk sebelum membeli.

Begini Cara Membentuk Otot Lengan Tanpa Perlu Fitnes
Olahraga

Begini Cara Membentuk Otot Lengan Tanpa Perlu Fitnes

Untuk memiliki penampilan yang lebih menarik, tidak sedikit orang yang melakukan berbagai cara membentuk otot lengan guna mendapatkan bentuk yang sempurna. Memiliki lengan yang kencang dan kuat sudah pasti menjadi impian semua orang baik pria maupun wanita. Bagi pria lengan yang berotot menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa. Sedangkan bagi wanita, lengan yang kencang akan membuat rasa percaya diri menjadi lebih meningkat.

Mendapatkan lengan yang kencang dan berotot pastinya tidak mudah. Dibutuhkan latihan secara rutin agar otot lengan memiliki massa dengan porsi yang tepat. Untuk mendapatkan lengan yang berotot, banyak orang memilih untuk melakukan latihan di tempat fitnes. Disana terdapat berbagai perlengkapan yang bisa digunakan untuk melatih massa otot. Namun siapa sangka, ada beragam cara mudah yang bisa digunakan untuk membentuk otot lengan tanpa perlu pergi ke fitnes.

Penasaran bagaimana cara mendapatkan lengan berotot dan kencang tanpa repot harus pergi ke gym? Yuk, simak ulasan berikut.  

Gerakan Latihan yang Efektif untuk Membentuk Otot Lengan

Ada banyak jenis gerakan latihan mandiri yang bisa Anda Gunakan untuk membentuk otot lengan tanpa perlu ke tempat fitnes atau gym. Apa saja?

1. Push Up

Salah satu gerakan latihan yang cukup ampuh untuk membentuk otot lengan adalah push up. Gerakan push up bertumpu pada lengan untuk mendorong dan mengangkat berat badan. Jika dilakukan dengan benar dan secara rutin, push up bisa membuat otot tangan menjadi lebih besar dan kencang. Tidak hanya baik untuk melatih otot lengan, push up juga efektif untuk mengencangkan otot bahu dan dada. 

2. Plank

Bagi Anda yang tidak bisa push up dengan benar, plank bisa menjadi alternatif gerakan sebagai cara membentuk otot lengan. Anda hanya perlu menahan tubuh dengan posisi seperti melakukan push up. Jika dirasa terlalu berat, Anda juga bisa menahan posisi seperti push up akan tetapi dengan bagian siku ditekuk. Meskipun terlihat sepele, gerakan plank ternyata ampuh untuk untuk melatih otot lengan, dada, punggung, perut hingga paha depan.

3. Tricep Drip

Tricep drip merupakan gerakan latihan yang fokus pada bagian trisep atau otot lengan. Gerakan ini dilakukan dengan cara memposisikan tubuh dalam posisi duduk dengan kaki lurus ke depan. Selanjutnya dengan bantuan kursi atau bangku yang diletakkan di belakang punggung, lakukan gerakan naik turun dengan tangan berpegang pada kursi atau bangku tersebut. Jika dilakukan dengan benar, gerakan tricep drip ampuh untuk membakar lemak di lengan dan membantu membentuk otot lengan..

4. Burpees

Mungkin masih banyak orang yang masih asing dengan gerakan burpees. Ini merupakan latihan otot yang mengkombinasikan antara gerakan push up dan squat jump dalam satu waktu. Gerakan burpees dilakukan dengan cepat dan konstan sehingga sangat ampuh untuk membentuk otot lengan dan memperlancar sirkulasi darah. Nantinya Anda akan mendapatkan lengan kencang dan detak jantung yang lebih baik.

Memiliki bentuk tubuh yang ideal dan atletis sudah pasti menjadi idaman semua orang baik pria maupun wanita. Selain dengan olahraga rutin, untuk mendapatkan tubuh yang ideal Anda juga harus menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat. Dan di tengah masa pandemi seperti ini, melakukan kegiatan olahraga di tempat gym atau fitness lebih baik dikurangi terlebih dahulu. Sebagai penggantinya, cara membentuk otot lengan dapat dilakukan di rumah dengan cara-cara di atas.

Olahraga

Teknik Mengangkat Kaki ke Tembok Agar Bermanfaat

Salah satu latihan relaksasi yang bagus dilakukan sebelum atau sesudah melakukan yoga adalah mengangkat kaki ke tembok. Aktivitas ini juga bisa dilakukan ketika seseorang terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-hari dan tidak sempat untuk berolahraga. Tak perlu ke gym untuk berolahraga menyehatkan tubuh atau menggunakan peralatan mahal untuk olahraga optimal.

Tak hanya memberi efek relaksasi, kaki yang diangkat ke tembok juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski demikian, manfaat aktivitas ini baru bisa didapatkan jika seseorang melakukan gerakan tersebut dengan benar dan tidak secara berlebihan ketika dilakukan karena efek yang ditimbulkan bisa berbeda.

Tips Mengangkat Kaki ke Tembok

Untuk mendapatkan manfaat dari gerakan ini dan tubuh merasakan dampaknya, perlu dilakukan dengan benar. Teknik yang benar harus dilakukan karena jika caranya salah maka bisa bisa menimbulkan sejumlah risiko yang berdampak pada kesehatan. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan.

  • Baringkan tubuh di atas matras atau lantai, posisikan pinggul hingga bahu sedekat mungkin dengan tembok.
  • Putar tubuh hingga kaki naik dan menempel ke tembok, jaga jarak bokong sedekat mungkin dengan tembok. 
  • Dalam posisi membentuk sudut 90 derajat, meluruskan kedua kaki dan pastikan kedua kaki berada dalam keadaan nyaman dan tidak tegang.
  • Sejajarkan bahu dengan pinggul, jangan lupa untuk menjaga supaya posisi punggung tetap netral hingga merasakan lekukan pada punggung bagian bawah dan belakang leher.
  • Lemaskan bahu dan jauhkan dari telinga, taruh kedua lengan agar menempel di lantai dengan posisi telapak tangan bebas menghadap ke atas maupun ke bawah.
  • Seimbangkan berat badan dari sisi ke sisi, lalu berbaring dengan rileks dan melakukan pernapasan dalam, setelah itu melepaskan ketegangan pada kaki dan pinggul.
  • Jika sudah selesai, tekuk kaki dengan cara mendekatkan lutut ke arah dada, kembalikan tubuh ke posisi semula dan mulai berdiri secara perlahan.

Kesalahan dalam Mengangkat Kaki

Terdapat beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan oleh orang yang melakukan gerakan ini, jangan disepelekan karena kesalahan ini bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah menahan napas dalam waktu yang cukup lama, meskipun gerakan ini memang bisa menerapkan teknik pernapasan dalam.

Pernapasan dalam melakukan gerakan ini dilakukan secara sadar dan bisa meningkatkan efek relaksasi dari gerakan ini. Kesalahan kedua adalah sering asal mengangkat maupun menurunkan kaki dari tembok, kebiasaan ini meningkatkan risiko mengalami cedera. Ketika mengangkat dan menurunkan kaki dari tembok, lakukan secara perlahan dan pastikan tubuh tidak terpelintir.

Berlama Lama Mengangkat Kaki ke Tembok

Waktu yang lama disarankan untuk mengangkat kaki ini tidak lebih dari 20 menit, jika terlalu lama melakukan gerakan ini kemungkinan besar seseorang yang melakukannya akan merasa kesemutan pada tungkai dan kaki. Masalah ini bisa diatasi dengan menekuk lutut ke dada sebelum menyelesaikan gerakan ini.

Selain itu juga bisa dengan menggoyangkan kaki, tujuannya merangsang sirkulasi pada kaki selain itu jika merasakan sakit pada punggung ketika mengangkat kaki dan menempelkan ke tembok segera hentikan gerakan ini. Jika tak kunjung membaik segera konsultasikan ke dokter atau periksakan ke rumah sakit.

Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari gerakan ini bisa diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga lain secara rutin. Meskipun tidak ada salahnya untuk memulai gerakan sederhana untuk bisa langsung dilakukan.

Olahraga

7 Keunggulan Latihan Dumbbell yang Perlu Diketahui

Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seseorang melakukan dumbbell sebagai rekan workout, hal ini bisa dipakai untuk membentuk otot abdomen serta back, diet dan bahkan olahraga bagi lansia. Meski begitu, terkadang sejumlah orang akan dibuat bingung dalam memilih latihan dumbbell karena memang banyak varian yang disarankan untuk dilakukan.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan mesin-mesin fitnes lain, dumbbell seperti anak tiri dan dipandang sebelah mata. Baik desain, fungsi maupun manfaat yang diberikan. Hal itu terbukti dengan fakta jika dumbbell masih kalah populer dengan barbel. Meskipun pada dasarnya kedua jenis aktivitas ini termasuk dalam jenis olahraga angkat beban.

Manfaat Latihan Dumbbell

  1. Stabilisasi dan Aktivasi

Studi yang membandingkan aktivitas EMG pada dada, trisep dan bisep ketika melakukan gerakan barbell bench press, smith machine bench press dan dumbbell bench press. Dumbbell dan barbell bench press punya kemiripan dalam aktivitas dada dan trisep. Aktivitas bisep lebih tinggi ketika menggunakan dumbbell karena stababilisasi yang lebih tinggi ketika melakukannya.

  1. Seimbangkan Kekuatan

Ketika seseorang melakukan dumbbell, mereka akan dipaksa menggerakan tubuh secara unilateral, saat salah satu sisi jauh lebih lemah, maka tidak akan bisa berpindah ke sisi lain. Karena memang beban tidak dapat dikompensasikan ke sisi mana pun, dumbbell sangat efektif dalam mencegah adanya ketidakseimbangan kekuatan.

  1. Keamanan

Tubuh akan tergilas barbel jika seseorang gagal dalam melakukan heavy barbel squat atau bench press tanpa adanya pendampingan dari spotter. Namun, kondisi ini tidak akan terjadi pada dumbbell, karena seseorang bisa langsung menjatuhkannya dengan aman jika gagal melakukan tekniknya.

  1. Intensitas Ekstem

Beragam teknik seperti latihan rest-pause dan drop set lebih mudah diatur dan bisa menjadi hal yang biasa bagi pelatih tunggal dengan dumbbell. Teknik rack and run hanya bisa dilakukan dengan menggunakan dumbbell, pada dasarnya intensitas tinggi biasanya dapat dihindari pada latihan barbel tanpa spotter, sementara dumbbell sebaliknya.

  1. Tingkatkan Rentang Gerak

Rentang gerak merupakan salah satu cara paling efektif membuat otot kelebihan beban untuk pembentukan otot, rentang gerak yang didapatkan dari gerakan barbell row atau press biasanya terbatas, tetapi tidak dengan variasi dumbbell. Aktivitas ini bisa memberi dimensi baru bagi gerakan otot dengan memperpanjang rentang geraknya.

  1. Kebebasan Bergerak

Bahu akan berada dalam posisi tetap dan bergerak sesuai pola tertentu ketika seseorang melakukan bench press dengan barbel. Berbanding terbalik dengan itu, pola gerak teknik tersebut bisa sedikit diubah ketika melakukan dumbbell press, bahu dapat lebih leluasa untuk bergerak.

  1. Mencegah Cedera

Penggunaan dumbbell mampu mengurangi risiko cedera, terutama pada pelatihan rentang gerak dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan alat ini juga diklaim dapat menghilangkan ketidakseimbangan otot sehingga kemungkinan seseorang cedera dalam melakukan latihan akan semakin mengecil.

Perhatian Khusus

Sebagai rekomendasi ketika seseorang ingin mencoba latihan dumbbell saat akan workout, produk bermaterial besi bertipe fixed atau variable type cocok untuk digunakan. Selain itu kedua produk ini juga mudah ditemukan di pasaran. Kenyamanan menjadi kunci utama dalam pemilihan produk, terutama bagi para pemula.

Jika seseorang berlatih dengan dumbbell dengan benar maka secara perlahan manfaat yang didapat adalah meningkatnya kekuatan dan massa otot. Bahkan, bisa dibilang untuk memaksimalkan kekuatan otot, latihan menggunakan dumbbell menjadi salah satu bagian penting yang harus dilalui.