vaksinasi corona
Obat

Apakah Vaksinasi Corona Diperbolehkan untuk Anak-Anak?

Orang-orang dewasa sudah mulai mendapatkan vaksinasi corona awal tahun 2021, sedangkan anak-anak masih membutuhkan waktu mungkin selama berbulan-bulan setelahnya. Penelitian lebih lanjut perlu menentukan jumlah dosis keseluruhan dan jarak interval atar dosis. Sementara saat menunggu vaksin corona untuk anak-anak, orang tua harus tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti social distancing dan higienitas yang baik. 

Jenis vaksin corona yang beredar

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HL.01.07/Menkes/12758/2020 vaksin corona yang beredar di Indonesia telah dietetapkan. Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia antara lain diproduksi oleh PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Salah satu jenis vaksin yang akan digunakan yaitu Sinovac dengan pemberian sebanyak dua dosis atau dua kali suntikan. Vaksin ini menggunakan metode inactivated sehingga sudah tidak mengandung virus hidup dengan kata lain virus dilemahkan. Sebelum dilakukan program vaksinasi langsung ke masyarakat, Sinovac telah melalui tahap uji klinis untuk memastikan keamananya. Untuk tahap awal, petugas kesehatan menjadi target utama pemberian vaksin.

Vaksinisasi corona bagi anak-anak

Anda perlu mengetahui bahwa uji klinis vaksin Covid-19 jenis Sinovac hanya dilakukan pada orang-orang berumur 18-59 tahun yang lebih banyak terpapar dan lansia di atas 60 tahun yang lebih rentan. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih dalam tahap perencanaan.

Secara umum, tidak banyak anak-anak yang terinfeksi Covid-19 dibandingkan orang dewasa dan lansia. Anak-anak cenderung menularkan virus ke orang lain sementara mereka hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Hal ini cukup berbahaya jika anak-anak berinteraksi dengan pihak-pihak yang lebih rentan seperti kakek dan neneknya.

Sementara vaksin jenis Pfizer hanya diizinkan untuk masyarakat usia 16 tahun ke atas. Vaksin Moderna juga hanya dipebolehkan untuk usia 18 tahun ke atas. Baik Pfizer maupun Moderna baru saja dimulai uji cobanya akhir tahun 2020 ke anak-anak berusia 12 tahun. Jika pengujian berhasil, data penelitian harus diberikan dan ditinjau Food and Drug Administration (FDA).

Apabila disetujui maka dilanjutkan proses produksi dan distribusi. Serangkaian proses tersebut akan memakan waktu cukup lama sehingga vaksin untuk anak-anak dan remaja akan diberikan lebih alama dibandingkan orang dewasa dan lansia.

Bahaya Covid-19 pada anak-anak

Dalam beberapa kasus yang langka, anak-anak yang terpapar Covid-19 akan mengalami Multisystem Inflamantry Syndrome atau MIS-C. Kondisi ekstrem ini merupakan respon dari sistem imun tubuh sehingga berisiko menyebabkan kerusakan jantung, paru-paru, ginjal, darah, dan otak. Saat menderita MIS-C, anak-anak perlu perawatan intensif di rumah sakit. Berikut ini tanda dan gejala MIS-C pada anak-anak:

  • Demam lebih dari 24 jam
  • Mual
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Detak jantung cepat
  • Mata merah
  • Kemerahan atau bengkak di bibir, lidah, tangan, atau kaki
  • Sakit kepala, pusing, atau kepala berat
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Apabila terjadi gejala berikut ini, maka anak-anak telah tergolong memasuki keadaan darurat:

  • Nyeri perut serius
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir atau wajah kebiruan
  • Kesulitan bangun tidur atau bahkan susah tidur

Uji klinis dilakukan untuk menguji keamanan dan keefektifannya. Sampai saat ini vaksin corona pada anak-anak diharapkan lebih cepat diproduksi dan disitribusikan. Meskipun tidak banyak yang terinfeksi Covid-19, namun penyebaran melalaui anak-anak sangat mungkin terjadi. Hal ini akan membahayakan orang lain di sekitarnya.

Mengenal Efek Samping Simvastatin, Obat untuk Menurunkan Kolesterol
Obat

Mengenal Efek Samping Simvastatin, Obat untuk Menurunkan Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi seringkali dialami oleh banyak orang yang terbiasa tidak menerapkan pola makan sehat. Saat seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, salah satu obat yang digunakan adalah simvastatin. Tapi, tahukah Anda sebenarnya ada efek samping simvastatin yang tidak baik untuk tubuh Anda?

Selayaknya obat pada umumnya, simvastatin juga tidak terhindari dari resiko adanya efek samping. Kemunculan efek samping ini mungkin bisa berbeda-beda pada setiap orang. 

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengonsumsi simvastatin sesuai anjuran dari dokter. 

Kemungkinan efek samping simvastatin

Konsumsi simvastatin secara rutin memang tidak akan menyebabkan kantuk. Akan tetapi, ada efek samping lain yang bisa ditimbulkannya. Efek samping ini dibagi ke dalam dua kategori, yaitu:

  • Efek samping umum

Kategori ini merupakan kategori efek samping yang lebih umum terjadi pada pasien. Efek samping dalam kategori ini cenderung lebih ringan dan tidak berjangka panjang. 

Efek samping umum penggunaan obat ini meliputi sakit kepala, mual, nyeri perut, konstipasi, nyeri otot, nyeri sendi, dan infeksi organ pernapasan bagian atas. 

Terkadang, dalam beberapa kasus, efek samping umum juga dapat berupa perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Perubahan warna ini juga bisa terjadi pada bagian putih mata Anda. 

  • Efek samping serius

Kategori efek samping ini melibatkan bentuk-bentuk efek samping yang lebih serius. Terkadang, efek samping ini bahkan bisa mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan pertolongan pertama sesegera mungkin.

Efek samping serius penggunaan obat ini berupa nyeri otot yang parah, gagal ginjal, keracunan hati, anemia, reaksi alergi yang parah hingga membuat kesulitan bernapas, sensitivitas terhadap matahari, dan lain sebagainya.

Reaksi alergi serius bisa dikenali dengan tanda-tanda seperti mengalami sesak napas, kesulitan bernapas dan berbicara, ruam kulit yang sangat parah, serta pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, dan tenggorokan.

Efek samping simvastatin bagi wanita hamil dan menyusui

Tidak sedikit wanita hamil dan menyusui yang memiliki kadar kolesterol cukup tinggi. Hal ini bisa juga dipengaruhi oleh konsumsi makanan selama masa kehamilan. 

Kadar kolesterol yang tinggi pada ibu hamil dan menyusui bisa membahayakan kesehatan bayi. Karena itu, kondisi ini tetap perlu dikendalikan.

Namun, simvastatin tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai upaya mengatasi kolesterol pada wanita hamil dan menyusui. Akan lebih baik kalau Anda berhenti mengonsumsi simvastatin setidaknya tiga bulan sebelum mengandung.

Untuk memastikan hal ini, Anda bisa mencoba untuk berbicara dengan dokter mengenai keinginan untuk hamil. Dokter bisa memberikan alternatif pengobatan lain sebagai bentuk antisipasi jika Anda mengandung tiga bulan kemudian.

Bagi wanita yang tengah berada di masa menyusui, sebenarnya tidak diketahui dengan pasti apa efek sampingnya. Belum dapat dipastikan apakah kandungan dari simvastatin akan terdapat pada ASI yang diberikan ke bayi.

Akan tetapi, berbagai jenis obat-obatan memang bisa memberikan efek samping yang tidak baik bagi bayi. Selama masa kehamilan, sebaiknya hentikan konsumsi simvastatin. 

Jika Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi, cobalah membicarakannya dengan dokter untuk mendapatkan alternatif pengobatan lain. 

Reaksi dengan obat-obatan lain

Simvastatin juga memiliki potensi untuk menimbulkan reaksi yang kurang baik ketika digabungkan dengan obat jenis lain. Beberapa di antaranya adalah antibiotik, obat HIV, warfarin, obat antidepresan, dan lain-lain.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat-obatan yang dikonsumsi. Hal ini penting untuk menghindari efek samping simvastatin yang tidak diinginkan.

Gonore dan Perawatan Ceftriaxone
Obat

Gonore dan Perawatan Ceftriaxone

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan karena bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat hubungan seksual oral, anal, dan vaginal yang tidak menggunakan pengaman. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), di Amerika Serikat pada tahun 2017 dilaporkan ada lebih dari 500 ribu kasus gonore. Infeksi menular seksual ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius apabila tidak dirawat, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan perawatan secepatnya. Kebanyakan kasus penyakit gonore dapat diobati dengan obat-obatan seperti ceftriaxone dan perawatan segera. 

Perawatan penyakit gonore

Antibiotik dapat mengatasi gejala dan menyembuhkan infeksi penyakit gonore selama obat tersebut diminum sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Perawatan akan dimulai setelah diagnosa dibuat. 

  • Gonore kelamin

Bagi wanita yang tidak sedang hamil namun menderita infeksi gonore yang memengaruhi serviks, uretra, dan rahim, CDC merekomendasikan penggunaan obat-obatan seperti ceftriaxone 250 mg yang disuntikkan ke otot dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Apabila ceftriaxone tidak tersedia, perawatan alternatif yang direkomendasikan adalah cefixime 400 mg diminum dalam satu dosis dan azithromycin 1 gram satu dosis untuk diminum secara bersamaan. Ceftriaxone dan cefixime keduanya masuk ke dalam kelas antibiotik yang dikenal dengan sebutan cephalosporin. 

  • Gonore oral

Infeksi gonore yang menyerang tenggorokan lebih sulit diobati dibandingkan dengan gonore yang ada di daerah kelamin. Meskipun obat-obatan yang sama direkomendasikan untuk merawat infeksi gonore oral, obat tersebut biasanya kurang efektif. Dokter dapat melakukan kultur tenggorokan 5 hingga 7 hari setelah perawatan dimulai. Prosedur ini dapat membantu menentukan apakah infeksi benar-benar hilang. Perawatan jangka panjang dibutuhkan apabila infeksi tidak sembuh setelah beberapa hari. 

Perawatan disseminated gonorrhoea 

Disseminated gonorrhoea adalah sebuah komplikasi langka yang terjadi ketika N. gonorrhoeae menginfeksi aliran darah. Orang-orang dengan kondisi ini perlu mendapatkan rawat inap di rumah sakit pada fase pertama perawatan mereka. Pasien juga perlu mengunjungi ahli penyakit menular. 

  • Gonococcal arthritis

Bagi mereka yang terinfeksi gonococcal arthritis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1 gram yang disuntikkan ke otot atau diberikan secara intravena setiap 24 jam dan azithromycin 1 gram yang diminum dalam sekali dosis. Apabila seseorang tidak bisa menggunakan ceftriaxone yang mungkin disebabkan karena alergi obat, mereka dapat diberi cefotaxime dan ceftizoxime masing-masing dalam dosis 1 gram dan diberikan secara intravena setiap 8 jam. Fase pertama terus berlanjut hingga kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik selama 24 hingga 48 jam. Pada fase kedua, apabila kondisi pasien menunjukkan tanda-tanda semakin membaik, pengobatan pasien akan diganti dengan antibiotik oral dengan waktu perawatan total sekitar 1 minggu. 

  • Gonococcal meningitis dan endocarditis

Orang yang menderita gonococcal meningitis dan endocarditis, CDC merekomendasikan perawatan awal berupa ceftriaxone 1-2 gram secara intravena setiap 12-24 jam dan azithromycin 1 gram diminum dalam satu dosis. Perawatan meningitis membutuhkan waktu sekitar 10 hari, sementara perawatan endocarditis setidaknya 4 minggu. 

Sama seperti obat-obatan lainnya, ceftriaxone dan antibiotik lainnya dapat menyebabkan efek samping, seperti perubahan bakteri yang biasanya hidup di usus atau vagina. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena diare dan infeksi jamur vagina. Beberapa efek samping lain di antaranya adalah sakit perut, ruam, reaksi alergi, dan kerusakan ginjal.

Nyeri pada Gigi? Ini 5 Obat Sakit Gigi untuk Anak Secara Alami
Obat

Nyeri pada Gigi? Ini 5 Obat Sakit Gigi untuk Anak Secara Alami

Sakit gigi menjadi hal yang sangat menyebalkan bagi siapapun, tak terkecuali bagi orang dewasa, apalagi bagi anak-anak. Anak-anak memang rentan terhadap sakit gigi, karena mereka sangat menyukai permen atau cokelat yang mungkin bisa menjadi penyebab sakit gigi. 

Tidak hanya itu, memberikan obat sakit gigi untuk anak pun bukanlah hal yang mudah. Pun beberapa anak sulit untuk mengonsumsi obat-obatan. Nah, berikut beberapa cara mengobati sakit gigi pada anak secara alami. 

Obat sakit gigi untuk anak secara alami

  1. Air asin

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi adalah mengurangi pembengkakan pada mulut. Jika anak cukup besar dan bisa meludah, mereka dapat menggunakan larutan air asin hangat untuk mengurangi peradangan. American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), menyarankan untuk membuat larutan air garam tersebut dengan mencampurkan satu sendok teh garam ke dalam secangkir kecil air hangat. Larutan air garam ini dapat dioleskan pada gigi yang sakit atau untuk kumur-kumur. 

  1. Kompres dingin

Obat sakit gigi untuk anak lainnya adalah dengan mengompres air dingin atau es batu pada pipi bagian luar Si Kecil, dekat dengan area yang sakit. Kompres dingin akan menyebabkan pembuluh darah di area tersebut mengerut, sehingga rasa sakit tidak terlalu parah. 

  1. Bawang putih

Bawang putih bertindak sebagai antibiotik alami. Hancurkan beberapa siung bawang putih, diamkan beberapa saat dan oleskan di area yang terkena. Minta anak Anda untuk membilas mulut mereka dengan air hangat. Jika anak masih terlalu kecil, cari alternatif lain untuk pengobatan, karena bisa saja mereka tidak menyukai karena bawang putih terlalu pedas. 

  1. Peppermint

Ambil beberapa daun peppermint dan letakkan langsung di gigi. Anda juga bisa menggunakan minyak esensial peppermint dengan mengoleskan pada bagian yang sakit menggunakan kapas. 

  1. Minyak cengkeh

Minyak cengkeh bertindak sebagai analgesik topikal dan juga memiliki sifat antibakteri. Oleskan minyak ke area yang terkena menggunakan kapas. Cengkeh juga bisa bekerja sebagai pereda nyeri untuk sakit gigi. Pastikan untuk mengencerkan minyak cengkeh dengan sesuatu yang aman untuk makanan seperti minyak almon. 

Cengkeh memang populer di antara obat sakit gigi buatan sendiri, dan bisa digunakan untuk anak-anak. Namun Anda perlu hati-hati. Bahan aktif (eugenol) yang membuatnya bisa meredakan rasa nyeri, bila digunakan terlalu sering atau dalam konsentrasi yang terlalu tinggi dapat memperburuk nyeri dan bahkan merusak saraf. Meskipun demikian, beberapa tetes minyak cengkeh pada kapas dapat membantu anak yang menderita sakit gigi yang parah. 

Penyebab sakit gigi pada anak

Sakit gigi pada anak bisa menunjukkan masalah serius yang perlu ditangani oleh dokter gigi anak. Banyak hal yang dapat menyebabkan sakit gigi pada anak, berikut beberapa penyebab umum nyeri pada gigi:

  • Gigi berlubang akibat kerusakan gigi dan mudah diperbaiki dengan tambalan
  • Peradangan, ditandai dengan merah dan gusi bengkak
  • Erosi enamel yang disebabkan oleh bakteri atau asam yang mengekspos pulpa gigi
  • Bruxism, juga dikenal sebagai gerinda gigi
  • Periodontitis, infeksi gusi yang menyebabkan gusi surut dan menyebabkan kehilangan gigi
  • Masalah sinus, jika anak Anda memiliki masalah sinus, kemungkinan besar itu adalah penyebab sakit giginya
  • Gigi baru, hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun. Saat mereka kehilangan gigi susu, gigi baru dapat menyebabkan tekanan pada saraf saat tumbuh
  • Diet, kekurangan vitamin (seperti vitamin C untuk gusi dan vitamin D untuk gigi) menyebabkan masalah gigi dan mulut. Selain itu, makanan yang sangat asam atau manis juga menyebabkan sakit gigi. 

Sakit gigi pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk gigi berlubang. Beberapa obat sakit gigi untuk anak secara alami di atas dapat Anda terapkan jika Si Kecil mengalami sakit gigi. Namun, jika dalam beberapa hari perawatan tersebut tak juga kunjung membaik, ada baiknya untuk mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

aplikasi beli obat
Obat

Mudah Beli Obat dengan Aplikasi Beli Obat Online

Sekarang ini segala sesuatu dapat dilakukan dalam genggaman. Perkembangan teknologi memudahkan siapapun untuk mengakses informasi dan layanan yang diinginkan. Selain pesan antar makanan, kini Anda juga bisa mendapatkan obat dan suplemen tanpa harus antri melalui aplikasi beli obat online.

Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan agar Anda tidak salah memilih obat atau suplemen yang sesuai dengan kondisi Anda.

Jangan sembarangan, berikut hal yang harus diperhatikan

Perusahaan rintisan (start up) dan farmasi berlomba-lomba untuk menyediakan layanan beli obat online agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan fasilitas yang layak. Anda dapat membeli suplemen atau obat bebas dengan atau tanpa resep dokter.

Banyaknya aplikasi beli obat yang tersedia dapat membingungkan Anda untuk mendapat yang terbaik. Sebelum memutuskan pilihan, berikut hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli obat secara online di aplikasi beli obat.

  • Legalitas dan keamanan privasi

Tidak semua situs web atau aplikasi beli obat terdaftar dalam perusahaan legal. Meskipun telah terbukti legalitasnya, beberapa mungkin tidak aman karena tidak benar-benar menawarkan perlindungan privasi sehingga meningkatkan risiko kebocoran data.

Misalnya, mereka menggunakan langkah keamanan yang sama dengan metode yang lebih tradisional untuk meresepkan obat.

  • Risiko self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri

Umumnya situs layanan kesehatan online menyertakan informasi mengenai obat, suplemen, dan penyakit dengan tujuan mengedukasi. Sayangnya masih banyak orang yang melakukan self-diagnosis akibat tersedianya fasilitas tersebut.

Beberapa juga menyediakan informasi yang salah mengenai obat dan suplemen yang dijual, sehingga sangat mungkin mendapat obat yang tidak sesuai dengan kondisi Anda.

  • Keamanan obat dan suplemen yang dijual

Website layanan kesehatan yang tidak bertanggung jawab menjual obat-obatan palsu, obat dengan kandungan berbahaya, expired, tidak terstandarisasi, atau karakteristik negatif lainnya.

Panduan membeli obat atau suplemen secara online

Sebelum membeli obat baik secara langsung atau online, diharapkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau pelayan kesehatan profesional terlebih dahulu. Pastikan membeli obat dari website resmi dan terpercaya.

Situs atau aplikasi beli obat yang aman umumnya ditandai dengan karakteristik berikut:

  • Memiliki legalitas yang jelas. Selain mengatur izin edar obat, makanan, dan kosmetik, BPOM juga mengatur izin perusahaan farmasi.
  • Hanya memasarkan produk yang disetujui. Anda bisa mengecek izin edar dari obat-obatan yang dijual melalui website BPOM.
  • Memiliki profesional kesehatan yang berlisensi. Hal ini diperlukan untuk menjawab segala pertanyaan pengguna seputar masalah kesehatan dan penggunaan obat-obatan. Anda dapat mengajukan pertanyaan baik secara terbuka dengan mengisi form yang disediakan, atau secara pribadi.  
  • Kemudahan dalam mendapatkan obat. Produk pesanan dikirimkan dari satu titik pusat, atau bekerja sama dengan apotek lainnya di berbagai daerah. Pengiriman obat dilakukan secara cepat dan seringkali tanpa biaya pengiriman.

Berikut tips mudah membeli obat secara online:

  • Pastikan situs atau aplikasi tersebut memiliki apoteker atau profesional kesehaan berlisensi yang bersedia menjawab segala pertanyaan Anda.
  • Baca secara cermat syarat dan ketentuan situs. Pastikan mereka tidak menjual informasi pribadi Anda.
  • Jangan berikan informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit kecuali Anda yakin situs atau aplikasi beli obat tersebut akan melindunginya.
  • Laporkan situs atau aplikasi bila Anda memiliki kecurigaan atas legalitas dan kredibilitasnya.

Aplikasi SehatQ, layanan kesehatan keluarga yang terpercaya  

Dari sekian banyak situs atau aplikasi beli obat, SehatQ merupakan salah satu layanan kesehatan terbaik dengan berbagai fasilitas. Anda bisa mendapatkan obat, suplemen, kosmetik, atau alat kesehatan yang telah terdaftar dan terstandarisasi. Layanan pengirimannya pun tersedia secara luas di seluruh Indonesia.

Anda juga bisa mengajukan pertanyaan seputar masalah kesehatan melalui form tanya jawab yang telah disediakan, atau berkonsultasi langsung dengan ribuan dokter terpercaya.

SehatQ merupakan aplikasi beli obat yang komplit. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Bahaya! Ini Efek Samping Cataflam Pada Kehamilan
Obat

Bahaya! Ini Efek Samping Cataflam Pada Kehamilan

Kehamilan merupakan saat yang membahagiakan bagi siapa pun. Seorang wanita harus menunggu minimal 38 minggu untuk dapat bertemu dengan calon bayinya. Selama masa kehamilan, umumnya seorang wanita akan menjaga kehamilannya dengan sangat baik, mulai dari asupan makanan hingga kegiatan berbahaya bayi ia dan calon anaknya. 

Pun, demikian dengan obat-obatan yang ibu hamil konsumsi, perlu diperhatikan apakah obat tersebut berbahaya atau tidak. Termasuk obat untuk meredakan nyeri, seperti cataflam. Bagi ibu hamil yang akan mengonsumsi obat ini harap berhati-hati. Cari tahu dulu apakah ada efek samping cataflam yang berbahaya bagi ibu hamil atau tidak? Berikut penjelasan efek samping obat ini selama kehamilan.  

Efek samping cataflam selama kehamilan

Cataflam merupakan jenis obat anti nyeri atau anti-peradangan nonsteroid (NSAID) yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk meredakan nyeri tertentu. Obat ini berfungsi untuk mengurangi senyawa dalam tubuh yang memicu nyeri dan peradangan, seperti pada pasien osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. 

Penggunaan obat ini selama kehamilan tidak disarankan kecuali dengan resep dokter, dan diberikan ketika Anda hamil berusia 30 minggu atau lebih. Umumnya, dokter akan memberikan parasetamol terlebih dahulu untuk mengontrol rasa sakit atau demam selama kehamilan. 

Namun, jika paracetamol tidak dapat mengendalikan rasa sakit, ada baiknya untuk meminta perawatan lebih lanjut pada dokter, dan apakah aman bagi kehamilan untuk mengonsumsi cataflam. Pasalnya, pada beberapa kondisi kehamilan efek samping cataflam, antara lain:

  • Penutupan dini duktus arteriosus janin. Sebelum lahir, pembuluh darah pada bayi yang disebut duktus arteriosus harus tetap terbuka untuk memasok nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi selama dalam rahim, dan duktus arteriosus akan menutup ketika bayi lahir. Penutupan dini duktus arteriosus adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan penutupan pembuluh darah ini yang belum saatnya. Mengonsumsi NSAID lain setelah usia kandungan 30 minggu dapat menyebabkan duktus arteriosus menutup padahal bayi masih dalam kandungan. Jika hal ini terjadi, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 
  • Hipertensi paru persisten pada bayi baru lahir atau persistent pulmonary hypertension of newborn (PPHN). PPHN terjadi ketika paru-paru bayi yang baru lahir tidak dapat beradaptasi dengan pernapasan di luar rahim. Dalam beberapa kasus, diduga terkait dengan penutupan dini duktus arteriosus. PPHN umumnya jarang terjadi, namun jika terjadi ini merupakan hal yang serius. 
  • Oligohidramnion (berkurangnya cairan di sekitar bayi). Penggunaan cataflam atau NSAID lain setelah 30 minggu usia kehamilan dapat menyebabkan oligohidramnion, di mana terdapat terlalu sedikit cairan ketuban di kantung di sekitar bayi. 
  • Gangguan ginjal janin. Ada beberapa kasus bayi yang mengalami hal ini. Namun, sebagian besar diatasi atau membaik dengan cepat setelah lahir. Namun, mungkin juga masalah ginjal tersebut bisa terjadi karena komplikasi lain terkait dengan penggunaan cataflam.  
  • Penghambat agregasi trombosit
  • Keterlambatan persalinan atau kelahiran

Penggunaan obat-obatan yang diketahui dapat menghambat sintesis siklooksigenase/prostaglandin dapat mengganggu kesuburan wanita. 

Jadi, selama kehamilan dan menyusui, cataflam harus digunakan dengan resep dokter. Katakan pada dokter bahwa Anda sedang hamil atau pun jika Anda berencana untuk hamil. Pasalnya, efek samping cataflam lainnya dapat menyebabkan keguguran. 

Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk digunakan selama trimester pertama dan terakhir kehamilan, karena kemungkinan akan membahayakan janin dan gangguan pada persalinan. Sedangkan pada ibu menyusui, obat ini dapat masuk ke ASI. Meskipun tidak ada laporan bahaya pada bayi menyusu, namun ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Obat

Dosis yang Dianjurkan untuk Konsumsi Obat Dolo Neurobion

Ketika membeli obat yang dijual bebas dengan logo berwarna hijau, seringkali membuat kita bingung dengan berapa dosis yang tepa untuk meminumnya. Salah satu contohnya adalah obat Dolo Neurobion yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri. Pada obat dolo neurobion, terdapat kandungan vitamin B1 (thiamine mononitrate), vitamin B6 (Pyriodoxolh hydrochloride), vitamin B12, dan paracetamol 500 mg.

Dosis yang dianjurkan untuk mengonsumsi obat dolo neurobion pada orang orang dewasa adalah 1 tablet yang bisa dikonsumsi 2 hingga 3 kali perhari. Anda bisa mengonsumsinya sebelum dan setelah makan. Walaupun demikian, sebaiknya konsumsi setelah makan agar tidak mengganggu saluran pencernaan.

Dengan merujuk pada dosis obat tersebut, sebaiknya konsumsi obat dolo neurobion dengan tidak berlebihan. Jika Anda ingin menambah atau mengurangi dosis, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Manfaat obat dolo neurobion

Jika dibandingkan dengan banyak obat di luar sana, dolo neurobion lah yang paling diandalkan untuk mengatasi rasa nyeri. Umumnya, rasa nyeri yang menjadi penyebab adalah peradangan pada sel-sel saraf. Selain itu, yang diobati oleh dolo neurobion adalah peradangan saraf perifer atau neuritis, dan neuralgia.

Kondisi ini adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan sinyal saraf di dalam sistem saraf.c Cara kerja obat ini adalah dengan meredakan rasa nyeri pada tubuh. Dolo neurobion akan menghambat kerja enzim Cyclooxygenase yang berperan sebagai mediator nyeri.

Dengan demikiam, produksi prostaglandin dari enzim ini akan berkurang sehingga nyeri tidak lagi terlalu mengganggu. Selain itu, kandungan vitamin B komplek yang terdapat pada dolo neurobion bisa membantu struktur normal sel saraf dengan memproduksi neurotransmitter, yang merupakan senyawa kimia yang bisa membantu menyampaikan pesan antar sel saraf.

Selain itu, obat dolo neurobion juga bisa membantu produksi lapisan pembungkus neuron yang akan memberikan nutrisi (myelin) sehingga gangguan pada saraf dapat teratasi dengan baik. Namun, yang perlu Anda ingat adalah hal ini bisa berbeda pada setiap orang. Tidak ada sistem saraf yang sama antara satu orang dan lainnya. Oleh karena itu, gangguannya pun bisa berbeda-beda. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk tetep bijak dalam mengonsumsi obat.

Obat

Cara Mudah Mengobati Penebalan Kulit dan Kapalan

Siapa yang tidak kesal kalau kulitnya kapalan? Selain mengganggu penampilan, penebalan kulit ini juga bisa membuat Anda merasa tidak nyaman. Banyak yang menganggap penebalan kulit ini tidak perlu diobati. Memang, penyakit ini bukan lah kondisi gawat yang mengancam nyama, tetapi masalah ini juga bisa sembuh dengan sendirinya.

Penyebab dari penebalan kulit itu sendiri biasanya terjadi karena gesekan dan tekanan yang terjadi berulang-ulang di area yang sama. Hal yang bisa memicu timbulnya penebalan kulit meliputi:

  • Kebiasaan memakai sepatu yang tidak sesuai ukuran, baik terlalu sempit atau kebesaran
  • Tidak memakai alas kaki ketika berjalan atau lari
  • Tidak memakai kaus kaki saat mengenakan sepatu, atau memakai kaus kaki yang tidak sesuai dengan ukuran kaki
  • Melakukan kegiatan tertentu secara berulang-ulang, contohnya menulis, bermain alat musik atau bersepeda.
  • Memiliki kelainan bentuk kaki, seperti bunion (benjolan tulang yang abnormal pada jempol kaki), hammertoe (kondisi tulang bengkok di ruas jari kaki sehingga membuat jari tersebut berbentuk seperti cakar), osteofit (tulang yang tumbuh di sekitar persendian).
  • Faktor usia, jaringan lemak pada kulit semakin berkurang seiring bertambahnya usia sehingga penebalan kulit akan lebih mudah terbentuk.

Penebalan kulit bisa terjadi di bagian tubuh manapu, tapi umumnya terbentuk pada bagian yang sering berjadi gesekan atau mengalami tekanan. Telapak kaki, siku, dan telapak tangan adalah area yang sering mengalami penebalan kulit.

Cara mengobati penebalan kulit (kapalan)

Dalam kondisi sehat, kapalan sebetulnya bisa disembuhkan dengan mengubah gaya hidup. Mulai dari memakai sepatu sesuai dengan ukuran kaki serta selalu mengenakan pelindung kaki maupun tangan. Anda juga bisa mengoleskan krim untuk melembapkan kulit sekaligus mencegah kembalinya penebalan kulit.

Meskipun demikian, bagi yang mengidap kondisi kesehatan lain, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Misalnya, orang yang mengidap diabetes dan memilliki kulit yang sangat sensitif. Selain itu, Anda juga perlu mewaspadai kapalan yang terlihat kemerahan atau terasa sangat sakit. Tanda-tanda ini bisa mengindikasi adanya infeksi dan harus ditangangi oleh dokter. Biasanya, dokter akan mengikir lapisan penebalan kulit tersebut kemudian memasang plester yang mangandung 40% asam salisilat.