makan sehat

Cara Membuat Kopi Sachet Lebih Nikmat

Kopi sachet atau kopi instan telah lama memiliki reputasi yang buruk karena rasanya yang tidak enak layaknya secangkir kopi tradisional yang diseduh. Keluhan paling umum untuk kopi sachet adalah konsistensinya yang seperti kapur dan rasanya yang pahit hampir asam. Lalu, adakah cara membuat kopi sachet lebih enak dinikmati?

Meski memiliki reputasi yang buruk, kopi sachet tetap menjadi andalan termudah dan paling cepat ketika butuh asupan kafein di pagi hari. Kopi sachet juga lebih murah daripada kopi yang diseduh serta lebih cepat ketika tidak memiliki waktu untuk membeli kopi di coffe shop. Intinya, kopi sachet tetap menjadi alternatif yang paling baik ketika membutuhkan asupan kafein.

Kopi sachet terlaris

Jika Anda salah satu penikmat kopi sachet, berikut tips cara membuat kopi sachet lebih enak.

  1. Rasio bubuk kopi dan air

Siapa yang menyangka jika perbandingan bubuk kopi dengan air dapat menentukan enak atau tidaknya kopi sachet. Pasalnya, jika rasio keduanya tidak tepat, kopi akan terasa hambar atau malah terlalu kental dan membuatnya lebih asam. Karena itu, penting sekali untuk mengetahui rasio bubuk kopi dan air.

Jika bingung rasio yang harus digunakan, Anda bisa melihat saran penyajian yang ada di kemasan kopi sachet. Namun, perlu dicatat bahwa setiap merek kopi dan jenis kopi sachet memiliki rasio yang berbeda-beda.

  1. Es batu dari kopi

Sudah jadi rahasia umum kalau es yang mencair dapat mempengaruhi rasa kopi. Tidak hanya kopi sachet, tetapi juga kopi seduh pada umumnya. Untuk mengakali rasa yang berubah karena es batu, Anda bisa menggunakan es batu yang terbuat dari kopi. Ketika es mencair, nantinya rasa kopi akan tetap sama, bahkan lebih nikmat.

  1. Tambahkan bubuk kokoa

Pepatah yang mengatakan jika bubuk kokoa atau cokelat membuat semuanya lebih baik juga berlaku untuk kopi. Sebelum menambahkan air ke kopi sachet, tambahkan satu atau dua sendok makan bubuk kokoa. Anda bisa menggunakan bubuk sweetened ataupun unsweetened. Dengan menambahkan bubuk kokoa, Anda bisa mengubah kopi sachet menjadi mocha coffee ala kafe.

  1. Ganti gula dengan pemanis lain

Untuk membuat kopi sachet lebih manis bisa dengan mengganti gula dengan pemanis lainnya. Selain memberikan rasa manis yang berbeda, mengganti gula dengan pemanis lain bisa juga memperkaya rasa kopi. Beberapa jenis kopi juga ada yang menggantikan pemanis pada kopinya, salah satunya adalah affogato. Minuman espresso satu ini menggantikan gula dengan menyajikan es krim rasa vanilla.

Selain es krim, madu juga bisa digunakan untuk menjadi pengganti gula. Menambahkan madu ke secangkir kopi sachet akan memberikan rasa yang berbeda dari kopi biasanya. Namun, yang perlu dicatat, takaran madu harus sesuai dengan selera masing-masing sehingga dapat mempertahankan rasa kopi.

  1. Kayu manis atau cinnamon

Terkadang, kopi sachet hanya membutuhkan sedikit rasa yang berbeda. Kayu manis atau cinnamon adalah pilihan terbaik untuk menambahkan rasa tersebut. Pedas, tapi tidak terlalu kuat. Kayu manis juga dapat menjadi alternatif yang lebih sehat untuk gula atau pemanis lainnya. Caranya adalah sebelum menambahkan air ke kopi sachet, tambahkan satu sendok kecil bubuk kayu manis ke dalam kopi dan aduk. Setelah menambahkan air dan susu atau pemanis, taburi sedikit tambahan kayu manis di atasnya.Demikian beberapa tips untuk menambah cita rasa dari kopi sachet. Ada beberapa tips lainnya yang bisa dicoba, seperti menambahkan mentega atau butter untuk menghilangkan rasa pahit, atau memberikan susu dan menjadikannya es kopi susu yang menyegarkan, dan masih banyak lagi. Bagaimana pun caranya, sesuaikan dengan selera Anda masing-masing.

makan sehat

Buah Kaleng, Apakah Sama Sehatnya dengan Buah Segar?

Buah merupakan salah satu asupan nutrisi yang baik bagi tubuh. Mereka menambah vitamin maupun kandungan lainnya yang diperlukan tubuh. Ada beragam jenis buah dan pengemasannya pun berbeda. Kita mungkin lebih sering memakannya secara langsung selagi fresh atau dengan membuat jus, atau salad.

Jenis buah lainnya yang juga banyak digunakan adalah buah kaleng. Anda yang tidak punya waktu mengupas buah dan memotongnya untuk dimasukkan ke dalam cocktail atau es buah, mungkin memilih kemasan buah satu ini.

Meski terlihat praktis dan mudah ditemukan di minimarket atau supermarket, namun apakah buah kaleng sama sehatnya dengan buah segar? Berikut penjelasannya.

Buah kaleng memiliki rasa yang lezat dan menyegarkan

Kandungan nutrisi buah kaleng

Buah kaleng bisa menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik, tetapi Anda harus tetap memeriksa label nutrisi untuk menentukan nutrisi apa yang Anda dapatkan. Sebuah analisis oleh para peneliti di Michigan State University, yang diterbitkan dalam American Journal of Lifestyle Medicine, menemukan bahwa buah-buahan dan sayuran kalengan sama bergizinya dengan yang segar dan beku.

Pengalengan biasanya mengurangi kadar sebagian besar vitamin B dan vitamin C pada buah, dibandingkan dengan buah-buahan segar. Mineral, serat dan vitamin A dan E pada buah kaleng ditemukan pada tingkat yang kira-kira sama seperti pada buah segar, meskipun ini dapat bervariasi tergantung pada jenis buah tertentu. 

Di sisi lain, buah-buahan segar kehilangan nutrisi lebih cepat karena terpapar udara, sementara buah-buahan kalengan mempertahankan komposisi nutrisinya dari waktu ke waktu.

Ini akan menjadikan waktu simpannya lebih lama, contohnya sekaleng buah persik mungkin memiliki lebih banyak nutrisi secara keseluruhan jika dibandingkan dengan irisan buah persik yang Anda makan yang berada di lemari es selama seminggu.

Cairan pada buah kaleng

Cairan yang mengelilingi buah mungkin sama pentingnya dengan buah itu sendiri. Buah kalengan yang dikemas dalam sirup kental memiliki kalori dan gula ekstra yang dapat merusak pola makan Anda. Jika Anda mencari buah kalengan yang sehat, pilihlah varietas yang dikemas dalam jus atau airnya sendiri. Karena beberapa vitamin C keluar dari buah dari waktu ke waktu dan berakhir dalam cairan, Anda dapat mempertahankan beberapa nutrisi yang hilang dengan menggunakan cairan juga.

Risiko adanya BPA

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh para ilmuwan di Pusat Keamanan Pangan dan Nutrisi Terapan FDA, sekitar 90 persen makanan kaleng mengandung BPA (bisphenol A), bahan kimia yang ditemukan dalam resin yang melapisi kaleng. 

Penelitian tentang dampak pasti BPA pada kesehatan manusia masih sedang berlangsung dan banyak menimbulkan kontroversi. Mengutip Healthline, BPA dikatakan meniru struktur dan fungsi hormon estrogen. Karena bentuknya itu, BPA dapat mengikat reseptor estrogen dan mempengaruhi proses tubuh, baik itu pertumbuhan, perbaikan sel, perkembangan janin, tingkat energi, dan reproduksi.

Selain itu, BPA juga bisa berinteraksi dengan reseptor hormon lain, seperti pada tiroid Anda, sehingga mengubah fungsinya. Jika Anda ingin menghindari BPA, Anda mungkin harus mencari dan memilih buah kalengan yang dibuat oleh perusahaan yang tidak menggunakannya dalam kemasannya.

Kandungan tambahan buah kaleng yang buruk

Buah-buahan kalengan yang dikemas dalam sirup kental melapisi potongan buah yang sehat dengan banyak tambahan gula, bisa berubah menjadi hal buruk bagi tubuh Anda. Misalnya, setengah cangkir pir kalengan dalam jus mereka sendiri sudah menyediakan 60 kalori dan 12 gr gula. Jika dalam kemasan tersebut ditambahkan sirup kental dengan jumlah yang sama, maka itu akan menambah asupan gula Anda dan tentu itu bukanlah hal baik bagi tubuh.

Buah kaleng juga mungkin mengandung pewarna buatan, sehingga berhati-hatilah saat berbelanja dan memilih buah kaleng. Buah yang tidak dikalengkan dengan benar dapat menimbulkan risiko botulisme, penyakit bawaan makanan yang serius. 

Untuk meminimalkan risiko tersebut, hindari kaleng yang kembung, penyok atau bocor atau yang segelnya cacat. Jika Anda membuka kaleng dan isinya berbusa atau berbau aneh, buang segera dan jangan mencicipi isinya.

Pertimbangan Ekonomi

Buah kaleng mungkin lebih murah dibanding dengan buah segar. Ini akan lebih cocok bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas. Namun, harga berbagai jenis buah kaleng mungkin berbeda-beda. 

Tapi setidaknya ini akan lebih baik daripada Anda tidak mengonsumsi buah sama sekali. Buah kalengan juga mungkin lebih nyaman saat membuat makanan penutup dadakan atau sarapan di menit-menit terakhir.

Buah kaleng dikatakan memiliki nutrisi yang sama dengan buah segar. Ini juga bisa memperpanjang umur penyimpanannya. Tapi, berhati-hatilah dengan pewarna buatan atau gula tambahan yang ada di dalamnya. Konsumsilah buah setiap hari untuk memberi nutrisi yang baik bagi tubuh Anda.

Anda bisa menemukan lebih banyak informasi tentang buah kaleng di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.