Kesehatan Mental

Jenis-jenis Antipsikotopik Atipikal dan Efek Sampingnya

Obat kelompok antipsikotik merupakan golongan obat yang dapat mengurangi dan mengendalikan gejala psikosis yang dialami oleh penderita gangguan mental. Ada dua jenis antipsikotik ini, salah satunya adalah antipsikotik atipikal.

Mengenal Antipsikotopik Atipikal

Obat ini merupakan jenis antipsikotopik generasi baru yang berguna untuk menangani beragam masalah psikosis. Antipsikotik atipikal ini merupakan generasi kedua setelah antipsikotik tipikal.

Apa beda keduanya? Terletak pada efek samping yang dialami oleh pasien. Obat antipsikotik tipikal cenderung memicu gejala ekstrapiramidal yang menyebabkan gangguan pergerakan, tremor, gangguan gerak wajah, dan muncul gejala seperti penyakit Parkinson.

Sehingga antipsikotik atipikal lebih banyak digunakan dibanding pendahulunya.

Keguanaan Obat Antipsikotopik Atipikal

Dari tadi sudah membahas mengenai antipsikotik atipikal, lalu untuk apa sih obat yang satu ini?

Seperti yang sudha dijelaskan, antipsikotik atipikal berguna untuk mengobati masalah psikosis, yaitu kondisi seseorang yang kehilangan hubungan dengan realitas yang ada. Contohnya:

  • Halusinasi, kondisi saat seseorang melihat atau mendengar sesuatu yang tiidak nyata
  • Delusi, gangguan saat seseorang meyakini sesuatu padahal sebenarnya tidak terjadi
  • Paranoid dan kebingungan

Selain itu, antipsikotik atipikal juga bermanfaat mengatasi gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan psikosis, seperti skizofrenia, depresi parah, kecemasan parah, gangguan bipolar, dan agitasi yang berat. Bahkan obat ini juga disetujui untuk digunakan mengobati sifat cepat mara pada anak yang menderita autisme.

Jenis-jenis Antipsikotik Atipikal

Obat ini ada beberapa jenis dan kegunannya dalam mengatasi gangguan kejiwaan, yaitu:

  1. Clozapine

Clozapine merupakan obat antipsikotik untuk mengobati skizofrenia yang resisten pada penanganan lain. Obat jenis ini juga dapat menurunkan keinginan pasien untuk bunuh diri.

  • Aripiprazole

Obat antipsikotik atipikal jenis ini digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan bipolar. Selain itu Aripiprazole juga digunakan untuk menangani gangguan depresi mayor.

  • Paliperidone

Paliperidone digunakan untuk menangani skizofreni dan mengatasi gangguan yang dialami oleh pasien, seperti gangguan mental dan gejala campuran gangguan suasana hati dengan skizofrenia.

  • Ziprasidance

Jenis obat antipsikotik atipikal yang satu ini merupakan antipsikotik yang dapat mengatasi skizofrenia dan gangguan bipolar episode mania dan juga bipolar episode campuran. Dokter mungkin juga memberikan obat ini untuk mengatasi gangguan stres pascatrauma.

  • Risperidone

Dokter akan meresepkan obat ini untuk mengatasi gangguan bipolar, skizofrenia, dan untuk mengatasi sifat cepat marah terkait autisme. Namun, memiliki efek samping dapat menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

  • Olanzapine

Olanzapine biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan bipolar dan skizofrenia juga. Kelebihannya memiliki risiko yang kecil menimbulkan gejala ekstrapiramidal pada penderita dibanding obat antipsikotik atipikal jenis lainnya.

  • Quetiapine

Ini merupakan jenis antipsikotik atipikal yang membantu gangguan bipolar, skisofrenia dan gangguan moodl lainnya. Bahkan obat ini juda dapat mengatasi insomnia.

Meskipun risiko lebih kecil menimbulkan efek samping motorik, tapi obat quetiapine ini berisiko menyebabkan kenaikan berat badan dan hipertensi postural.

Efek Samping Antipsikotik Atipikal

Mengkonsumsi obat antipsikotik atipikal bukannya tanpa efek samping. Ada beberapa risiko efek samping yang ditimbulkan, berupa:

  • Sembelit
  • Naiknya berat badan
  • Mengalami gangguan metabolik, termasuk meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi
  • Perubahan tekanan darah
  • Sulit berkonsentrasi dan juga berbicara
  • Susah tidur
  • Air liur keluar tanpa sengaja
  • Wajah seperti topeng atau tanpa ekspresi
  • Rasa kantung
  • Tremor
  • Disfungsi seksual
  • Gelisah dan merasa perlu terus bergerak
  • Masalah penglihatan
  • Berjalan terseok-seok
Kesehatan Mental

Trikotilomania 

Trikotilomania merupakan gangguan mental yang membuat seseorang ingin menarik rambut baik di bagian kepala, alis mata, maupun bagian lain pada tubuh mereka. Trikotilomania merupakan perilaku yang terjadi secara berulang dan sulit untuk dihentikan. Salah satu penyebab seseorang mengalami trikotilomania adalah stres.
Trikotilomania bisa terjadi pada remaja, namun lebih umum terjadi pada orang dewasa, namun lebih banyak terjadi pada wanita. Trikotilomania juga bisa memicu rasa kurang percaya diri pada manusia, karena mereka terus menarik rambut sehingga bisa menimbulkan kebotakan di satu sisi.

Kebiasaan menarik rambut bisa dialami baik ketika manusia sadar maupun tidak sadar. Ketika menarik rambut, penderita bisa merasa senang, karena hal tersebut merupakan cara untuk mengatasi emosi negatif seperti merasa sedih.

Tanda dan Gejala

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), seseorang yang mengalami trikotilomania menunjukkan perilaku yang berfokus pada tubuh dengan menarik rambutnya, dan hal tersebut terjadi secara berulang, meskipun adanya usaha untuk mencegah kebiasaan seperti ini.
Perilaku yang dialami manusia bisa terjadi baik ketika mereka merasa senang maupun sedih. Kriteria-kriteria trikotilomania adalah sebagai berikut:

  • Menarik rambut secara terus menerus sehingga membuat rambut rontok.
  • Mencoba untuk menghentikan kebiasaan yang dialami, bahkan secara terus menerus.
  • Penarikan rambut yang dilakukan memicu gangguan pada aspek kehidupan individu.
  • Seseorang yang mengalami kondisi medis berupa kondisi dermatologis.
  • Penarikan rambut yang menjadi kebiasaan seseorang yang mengalami gangguan mental (body dysmorphic disorder).

Penyebab
Tidak ada penyebab yang jelas seseorang bisa mengalami trikotilomania. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang mungkin dapat membuat seseorang mengalami trikotilomania:

  • Riwayat keluarga, bisa saja ada anggota keluarga yang mengalami hal yang sama.
  • Usia, seseorang bisa mengalami trikotilomania ketika usianya di antara 10 hingga 13 tahun.
  • Tekanan, banyaknya pikiran bisa membuat seseorang mengalami trikotilomania sebagai cara untuk mengurangi masalah tersebut.
  • Hormon, bisa mengalami perubahan saat pubertas.
  • Jalur otak, salah satu penyebab dimana hal tersebut memicu ketidaknormalan ketika mengatur emosi, pergerakan, pembentukan kebiasaan, dan kontrol impuls.
  • Zat-zat kimia, ketidakseimbangan pada zat-zat tersebut bisa terjadi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami trikotilomania, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat melakukan diagnosis dengan cara berikut:

  • Evaluasi

Cara tersebut dilakukan dengan memeriksa kondisi rambut dan kondisi medis lainnya.

  • Wawancara

Cara ini dilakukan untuk mengetahui jika individu mengalami gangguan dalam kontrol impuls.

Pengobatan
Jika Anda ingin mengobati trikotilomania, maka pengobatan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Medikasi

Contoh obat yang dapat Anda gunakan adalah obat antidepresan.

  • Terapi

Terapi yang dapat dilakukan adalah terapi kognitif, terapi penerimaan dan komitmen, dan pelatihan pembalikan kebiasaan (habit reversal training).

Pencegahan
Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah trikotilomania:

  • Mengurangi stres seperti yoga.
  • Mengurangi kebiasaan menarik rambut.
  • Memotong rambut.
  • Memakai topi.

Berkonsultasi Dengan Dokter
Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan beberapa hal berikut:

  • Mencatat riwayat medis Anda atau keluarga.
  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat obat-obat yang Anda konsumsi.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kepada Anda seperti:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?
  • Apakah kebiasaannya menghilang atau terus terjadi?

Kesimpulan
Meskipun trikotilomania bukan merupakan gangguan yang serius, Anda sebaiknya hilangkan kebiasaan seperti ini dengan menerapkan beberapa cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat tanyakan ke dokter mengenai trikotilomania.

Kesehatan Mental

Mengenal Kepribadian Sanguinis, Si Periang yang Optimis

Di antara Anda, mungkin ada yang sudah cukup familier dengan pembagian kepribadian manusia. Para ahli meyakini hal yang berbeda terkait pengelompokkan kepribadian manusia ini. Salah satunya meyakini bahwa manusia terbagi dalam 4 kepribadian, yaitu kepribadian sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis.

Namun, kali ini kita akan fokus untuk membahas kepribadian sanguinis yang terkenal periang itu. Kepribadian ini juga terkenal senang berbicara. Wajar saja, bila orang dengan kepribadian sanguinis cenderung senang menjalin relasi dan suka menjadi pusat perhatian.

Ciri kepribadian sanguinis

Orang di sekitar seseorang dengan kepribadian sanguinis akan melihatnya sebagai pribadi yang penuh percaya diri. Jadi, apa saja sebetulnya ciri-cirinya?

1. Suka bercerita dan didengarkan

Sanguinis suka sekali mengungkapkan perasaan. Pribadi ini sangat terbuka dalam menyampaikan perasaan atau persoalan yang tengah dihadapi, bahkan kepada orang yang baru dikenalnya.

Saat menceritakan sesuatu, seorang sanguinis biasanya akan sangat antusias. Mereka senang didengarkan dan menjadi pusat perhatian dalam berbagai lingkungan pergaulan.

Di satu sisi, hal ini baik karena orang dengan kepribadian sanguinis jadi mudah mengungkapkan gagasan. Akan tetapi, tidak jarang karakter ini membuat sanguinis menjadi angkuh dan tidak bersedia mendengarkan pendapat orang lain.

2. Senang menjalin relasi

Karakter sebelumnya sangat berkaitan dengan ciri yang satu ini, sanguinis senang sekali menjalin relasi. Mereka cenderung dapat memulai pertemanan dengan mudah, hampir dengan siapa saja.

Hal tersebut sepertinya didukung oleh pembawaannya yang hangat serta mudah membuat orang jatuh hati. Sehingga, banyak orang yang suka berteman dengan seorang sanguinis.

Akan tetapi, bila menurutnya orang yang menjadi teman bicara itu membosankan, sanguinis tidak segan untuk beralih kepada orang lain. Nah, hal ini membuatnya mudah merasa kesepian, sebab relasi yang dijalani didasarkan pada perhitungan untung dan rugi, padahal orang dengan kepribadian sanguinis rata-rata memiliki banyak teman.

3. Optimis

Boleh dibilang, karakter sanguinis itu sangat playful. Mereka sangat percaya bahwa hidup merupakan pengalaman menyenangkan dan perlu dinikmati.

Perspektif ini sepertinya membawa mereka untuk selalu optimis memandang segala sesuatu. Ya, sanguinis cenderung melihat sesuatu dari sisi positif dan menjalani hidup sepenuhnya.

4. Memiliki energi yang besar

Sudah bukan rahasia bahwa sanguinis senang sekali melakukan kegiatan dalam kelompok. Anda pernah membayangkan terus bercerita atau berkegiatan di banyak kelompok? Bagi kepribadian lain, hal tersebut mungkin terasa melelahkan. Tapi, tidak bagi kepribadian sanguinis.

Mereka dianugerahi dengan energi dan semangat yang besar. Mudah saja bagi sanguinis untuk mengunjungi banyak tempat atau bertemu banyak orang dalam sehari. Anda yang melihatnya akan merasa bahwa mereka tidak pernah mengenal rasa lelah dan selalu beraktivitas dengan riang gembira.

5. Impulsif

Kepribadian sanguinis memiliki salah satu ciri yang sangat khas, yaitu impulsif. Sangat sulit bagi seorang sanguinis untuk mengendalikan keinginannya.

Tidak jarang, sanguinis membuat keputusan tiba-tiba yang tidak didasarkan pada pertimbangan matang, hingga merugikan dirinya sendiri.

Seperti semua kepribadian, sifat-sifat sanguinis juga dapat menguntungkan dan merugikan. Namun, karakter-karakter seperti extrovert, optimis, mudah bergaul dan menjalin relasi, termasuk karakter yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung karier.

Berdasarkan karakter tersebut, seseorang dengan kepribadian sanguinis cocok untuk menjalani profesi art director, aktor, pengacara, menjadi pimpinan sebuah perusahaan atau sebuah lembaga penanggulangan bencana, hingga menjadi bagian dari manajemen pemasaran.

Kesehatan Mental

Beragam Manfaat Matahari untuk Mengatasi Stress

Sinar matahari sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dalam skala lebih luas, tenaga surya berperan dalan penyedian tenaga listrik. Bagi kesehatan manusia sendiri, manfaat matahari sangat besar dalam pencegahan berbagai penyakit. Salah satunya adalah membuat manusia merasa gembira.

Manfaat matahari bagi kesehatan mental berhubungan dengan perannya dalam produksi hormone. Ada tidaknya sinar matahari sangat mempengaruhi produksi hormon yang berperan dalam keseimbangan hidup manusia, yaitu hormone serotonin dan melatonin.

Sinar matahari bisa memicu otak untuk memproduksi hormon serotonin, yaitu hormon yang dapat memperbaiki mood, konsentrasi dan mencegah stress. Sedangkan saat sinar matahari terbenam, gelapnya malam memicu otak untuk memproduksi hormon melantonin, yaitu hormon yang membuat kita terlelap.

Selain itu, manfaat matahari dalam memicu produksi hormon serotonin tidak hanya terbatas memperbaiki suasana hati saja. Hormon serotonin yang rendah berkaitan dengan depresi. Jadi, dengan kita mendapatkan sinar matahari yang cukup, depresi bisa dicegah. Begitu juga dengan gangguan mental yang lain, seperti serangan rasa panik dan gangguan cemas.

Manfaat sinar matahari secara khusus juga bisa dirasakan bagi perempuan. Sinar matahari bisa membantu mereka yang mengalami kelainan disforik premenstruasi, yaitu perempuan yang mengalami gangguan mood berat menjelang periode menstruasi. Selain itu, juga dapat bermanfaat untuk perempuan hamil yang mengalami depresi.

Manfaat dari sinar matahari juga berdampak untuk membentuk pola tidur. Sinar matahari pagi bisa membantu Anda tidur lebih baik di malam hari, karena sinar matahari bisa membantu pengaturan jam tidur biologis Anda.

Tanpa kita sadari, ternyata manfaatn matahari untuk kesehatan mental sangat banyak ya. Anda membutuhkan paparan sinar matahari dalam jumlah yang cukup, tidak lebih dan kurang. Pastikan Andan terkena sinar matahari langsung pada area wajah, lengan, dan tangan setidaknya 5 hingga 15 menit dalam setiap harinya. Jika terkena sinar matahari lebih dari 15 menit, sebaiknya menggunakan tabir surya di area yang dibutuhkan.

Meskipun manfaat matahari bagi manusia sangat beragam, Anda juga perlu berhati-hati agar tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Selain penyakit berbahan seperti kanker kulit, paparan sinar matahari yang berlebihan juga bisa berpengaruh untuk penampilang kulit dalam jangka panjang.