Kehamilan

Awas “Kebobolan”, Ini Dia 8 Tanda IUD Bermasalah!

Umumnya, kasus IUD sangatlah jarang, tetapi hal ini tetap bisa terjadi, seperti IUD keluar dari tempatnya atau bahkan, lepas. Jika hal ini Anda alami, maka Anda mungkin saja harus menghilangkannya. Anda mungkin tidak menyadari tanda IUD bermasalah hingga akhirnya Anda kebobolan, alias hamil. 

Apa yang dimaksud dengan IUD?

Intrauterine device (IUD) adalah sebuah alat dari plastik berbentuk hutuf-T yang dimasukkan ke dalam rahim Anda untuk mencegah kehamilan. Terkadang, wanita menggunakan IUD untuk tujuan lain, seperti untuk mengatasi menstruasi yang berat. IUD bisa bertahan selama 3 – 12 tahun bergantung pada merk yang Anda gunakan. 

Ada dua jenis utama IUD, yaitu IUD tembaga dan IUD hormonal. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mencegah sperma membuahi sel telur. IUD tembaga bekerja dengan cara mengusir sperma dari sel telur, sedangkan IUD hormonal bekerja dengan dua cara, yaitu:

  1. Mengentalkan lendir serviks, sehingga sperma tidak bisa melewati dan bertemu sel telur. 
  2. Mungkin juga dengan menghentikan ovulasi atau proses pelepasan sel telur dari indung telur. 

Sayangnya, IUD hormonal tidak konsisten dalam hal ini, sehingga bukan metode yang diandalkan untuk menghentikan ovulasi. 

Selain itu, jika ternyata Anda tidak menyukai IUD atau ingin program hamil, IUD bisa dilepas kembali dengan mudah oleh bantuan dokter.

Penyebab IUD bermasalah

IUD bisa saja mengalami masalah, apabila:

  • Mengalami kontraksi rahim yang kuat selama menstruasi.
  • Memiliki rongga rahim yang kecil.
  • Kemiringan rahim yang jelas.
  • IUD dipasang oleh tenaga kesehatan yang tidak berpengalaman.

Selain itu, risiko IUD Anda bermasalah menjadi lebih tinggi apabila: 

  • Berusia di bawah 20 tahun.
  • Sedang menyusui.
  • Memasang IUD segera setelah melahirkan.

8 Tanda IUD bermasalah yang harus diwaspadai

Tujuan utama menggunakan IUD adalah mencegah kehamilan. Namun, bagaimana bila masih “kebobolan” padahal sudah pasang IUD? Untuk menyukseskan program keluarga berencana (KB) Anda, cobalah perhatikan beberapa tanda IUD bermasalah di bawah ini:

  1. Senar IUD tidak dapat dirasakan oleh jari Anda.
  2. Anda merasakan plastik IUD.
  3. Pasangan Anda pun bisa merasakan IUD yang Anda gunakan saat berhubungan seksual.
  4. Terjadi pendarahan di antara periode menstruasi.
  5. Pendarahan vagina yang berat.
  6. Mengalami kram yang melebihi saat menstruasi.
  7. Nyeri di perut bagian bawah.
  8. Mengalami keputihan yang tidak biasa.

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat menyadari tanda IUD bermasalah adalah dengan tidak memasangnya kembali sendiri. Sebaliknya, segeralah temui dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan dan tes untuk memastikan apakah IUD bergerak atau berpindah dari tempatnya. Dokter akan memberikan solusinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jika Anda berencana berhubungan seksual sebelum ke dokter, maka gunakanlah metode kontrasepsi cadangan. Bila perlu, Anda juga bisa menggunakan kontrasepsi darurat.

Potensi risiko IUD yang bermasalah

Meskipun jarang terjadi, tetapi bukan berarti hal ini tidak bisa menimpa Anda suatu waktu. Mengetahui risiko dan kemungkinan komplikasi saat IUD bergerak atau lepas dari posisinya dapat membantu Anda lebih waspada terhadap tanda-tanda IUD bermasalah. Adapun potensi komplikasinya adalah:

  • Perforasi rahim, yang menyebabkan terbentuknya lubang di rahim.
  • Infeksi panggul, tetapi risikonya sangat rendah.

IUD juga bisa terlepas sebagian atau seluruhnya dari rahim dan menyebabkan kehamilan terjadi. Jadi, penting untuk Anda mengetahui tanda-tanda IUD bermasalah dan tindakan yang harus Anda lakukan. Untuk berhati-hati, periksa secara berkala pembalut atau tampon Anda saat menstruasi untuk memastikan IUD Anda tidak lepas.