Makanan untuk Diet Rendah Karbohidrat, Efektif Turunkan Berat Badan
Hidup Sehat

Makanan untuk Diet Rendah Karbohidrat, Efektif Turunkan Berat Badan

Diet rendah karbohidrat adalah salah satu pilihan diet yang populer. Dengan rencana diet ini, Anda harus mengontrol konsumsi karbohidrat yang biasanya ditemukan di makanan manis, mie, dan roti.

Alih-alih, Anda akan diarahkan mengonsumsi makanan berprotein, berlemak, dan sayuran sehat. Tentu ada banyak jenis diet rendah karbohidrat yang bisa Anda pilih.

Riset membuktikan bahwa diet rendah karbohidrat bisa berdampak baik pada penurunan berat badan dan meningkatkan kebugaran Anda.

Lalu, bagaimana rencana makanan untuk diet rendah karbohidrat?

Dasar-dasar diet rendah karbohidrat

Pemilihan makanan Anda ditentukan oleh beberapa hal.

Tergantung pada tingkat kebugaran Anda, seberapa sering Anda berolahraga, dan seberapa banyak Anda ingin menurunkan berat badan.

Tentu, artikel ini hanya berperan sebagai pedoman umum, bukan sesuatu yang sudah benar-benar pasti.

  • Boleh dimakan: Daging, ikan, telur, sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, susu tinggi lemak, lemak, minyak sayur sehat.
  • Tidak boleh dimakan: Gula, sirup jagung, gandum, minyak biji-bijian, lemak trans, produk rendah lemak, dan makanan olahan.

Makanan yang harus dihindari

Sebisa mungkin Anda harus menghindari enam kelompok makanan dan nutrisi berikut ini:

  • Gula: Soft drink, jus buah, permen, es krim, dan banyak produk lain dengan gula.
  • Olahan biji-bijian: Gandung, nasi, roti, sereal, pasta.
  • Lemak trans: Minyak terhidrogenasi.
  • Produk rendah lemak: Banyak produk olahan susu, sereal, atau biskuit yang rendah lemak, tetapi gulanya tinggi.
  • Makanan olahan: Sebisa mungkin hindari makanan yang diolah di pabrik.
  • Sayuran bertepung: Jangan makan sayuran yang digoreng dengan tepung.

Makanan yang boleh dikonsumsi

Daftar makanan di bawah ini boleh Anda konsumsi dalam diet rendah lemak. Tentu tergantung pada kebutuhan Anda jika ingin menurunkan berat badan.

  • Daging: Sapi, kambing, ayam, dan lainnya.
  • Ikan: Ikan apa pun,  khususnya yang ditangkap di alam liar, bukan di tambak.
  • Telur: Telur ayam atau apa pun yang mengandung Omega 3.
  • Sayur: Semua jenis sayuran. Bayam, brokoli, wortel, dan lainnya.
  • Buah: Semua jenis buah-buahan. Apel, jeruk, atau stroberi.
  • Kacang dan biji-bijian: Almond, mete, kuaci.
  • Olahan susu tinggi lemak: Keju, Butter, yoghurt.

Makanan yang boleh dipertimbangkan

Jika Anda sehat dan aktif, dan tidak perlu menurunkan berat badan. Katakanlah Anda memilih diet rendah karbohidrat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Jika demikian, Anda boleh mengonsumsi makanan untuk diet dengan beberapa pilihan karbohidrat agar kebutuhan nutrisi Anda tetap terjaga.

  • Umbi: Kentang, ubi jalar, dan sebagainya.
  • Biji-bijian: Beras merah, oat, quinoa, dan lainnya.
  • Kacang-kacangan: Kacang hitam, dan lainnya.

Snacks rendah karbohidrat

Seharusnya Anda membatasi konsumsi makanan tiga kali sehari. Namun, jika Anda terbiasa makan camilan, beberapa opsi di bawah ini bisa dicoba:

  • Potongan buah
  • Yoghurt
  • Satu atau dua butir telur
  • Baby carrots
  • Kacang
  • Keju dan daging

Catatan

Makanan untuk diet rendah karbohidrat berarti membatasi konsumsi karbohidrat yang biasanya ditemui di makanan manis, makanan olahan, mie, dan roti.

Studi membuktikan diet ini baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. Tentu Anda perlu menjaga diet rendah karbohidrat dengan pilihan makanan yang tepat.

Bagaimanapun, pilih diet yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda. Diet rendah karbohidrat tidak selalu digunakan untuk menurunkan berat badan.

Hidup Sehat

Tips Memilih Popok Dewasa

Dalam suatu waktu dalam hidup seseorang, kebanyakan dari kita mungkin akan membutuhkan bantuan popok dewasa untuk mencegah “kebocoran”. Tidak peduli apakah kebocoran tersebut disebabkan karena kehamilan, usia, operasi, atau kondisi medis lainnya, memakai popok dewasa dapat membantu Anda merasa lebih aman dan percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tentunya, Anda ingin memilih popok dewasa berkualitas dan berdaya serap tinggi. Artikel ini akan membahas seputar tips apa saja yang dapat Anda ikuti saat memilih popok dewasa

Apa itu popok dewasa?

Jika Anda berpikir bahwa popok dewasa adalah untuk orang yang berusia di atas 65 tahun, Anda tidak sendiri. Dikenal sebagai alat untuk orang tua, popok dewasa gaya “tabs” atau “pull-up” sering diiklankan untuk lingkungan rumah sakit atau perawatan khusus. Akan tetapi, popok dewasa juga memiliki manfaat untuk orang dewasa semua usia, yang membutuhkan dalaman penyerap untuk kondisi seperti sering buang air besar atau kecil akibat kondisi medis khusus atau setelah menjalani operasi dan mengakibatkan masalah buang air sementara. Popok dewasa hadir dalam dua model, yaitu:

  • Versi pull-up. Ini merupakan gaya yang baik apabila Anda mencari popok dewasa yang tidak terlalu tebal dan ingin terasa pas layaknya celana dalam. 
  • Popok dengan “tabs”. Popok dewasa jenis ini lebih mudah digunakan oleh orang-orang yang kesulitan berdiri atau yang mendapatkan perawatan khusus dari tenaga perawat. Popok jenis ini juga lebih pas di daerah sekitar kaki, sehingga dapat membantu menghindari terjadinya kebocoran. 

Langkah pertama dalam memilih popok dewasa yang tepat, menurut Dr. Michael Ingber, adalah memastikan Anda memilih popok dengan ukuran yang tepat dan pas. Popok yang terlalu kecil akan sangat tidak nyaman saat dikenakan, dan dapat mengganggu pasokan aliran darah. Sementara itu, popok yang terlalu besar juga dapat memberikan masalanya sendiri, yaitu air seni atau kotoran dan merembes atau bocor di masing-masing sisi popok. Anda juga perlu memilih popok dewasa yang tidak mengunci kelembapan. Karena paparan terhadap lembat yang terus berulang, misalnya akibat air seni dan kotoran, dapat menyebabkan ruam popok dan infeksi, Dr. Ingber menyatakan bahwa Anda harus memilih popok dewasa yang terbuat dari bahan lembut, “breathable”, dan menghilangkan kelembapan dari kulit. Kesabaran merupakan kunci utama dalam berbelanja dan memilih popok dewasa yang tepat. Bahkan mungkin Anda akan membutuhkan banyak “trial and error” untuk menemukan popok dewasa yang tepat yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan Anda. 

Bahkan, popok dewasa terbaik pun mungkin masih dapat menyebabkan gangguan kulit, seperti ruam popok. Ruam popok adalah sesuatu yang para pengguna popok dewasa harus hadapi dalam suatu waktu. Namun, untungnya, ada beberapa cara untuk mencegah munculnya ruam popok tersebut. Langkah pertama yang paling penting adalah untuk mengganti popok setiap 4 hingga 6 jam sekali, atau ketika popok sudah terlalu penuh dan lembap. Beberapa hal yang perlu dikhawatirkan pada orang dewasa yang memakai popok dewasa adalah iritasi kulit, infeksi, ruam tekanan, dan ruam kulit yang sangat tidak nyaman. Oleh karena itu, meminimalisir kontak antara popok dewasa yang basah dengan kulit sangat penting dalam mencegah rasa tidak nyaman dan kerusakan kulit. Menjaga kulit Anda sehat merupakan kunci lain dalam mencegah ruam popok. Dr. Ingber merekomendasikan Anda untuk menggunakan sabun yang lembut atau hanya gunakan air hangat di daerah bekas popok dan tunggu hingga kering.