Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?
bayi & menyusui

Ibu Menyusui Makan Daging Kambing, Benarkah Berbahaya?

Daging kambing memang enak sekali ketika diolah menjadi berbagai makanan yang lezat, seperti sate, gulai, hingga semur. Namun, apakah ibu menyusui makan daging kambing diperbolehkan? Apakah bisa memengaruhi kualitas ASI?

Banyak yang menganggap tabu jika ibu menyusui makan daging kambing. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, sebab, daging kambing terkenal sebagai makanan yang dapat meningkatkan kolesterol. 

Bolehkan Ibu Menyusui Makan Daging Kambing?

Menurut penelitian, hingga kini belum ditemukan bahaya dan larangan ibu menyusui makan daging kambing. Apalagi melihat nutrisi yang terkandung dalam daging kambing juga banyak, kok.

Dalam satu iris tebal daging kambing yang beratnya 42 gram, terkandung nutrisi seperti:

  • 23,7 gram air
  • 3,19 gram asam lemak jenuh
  • 7,59 gram lemak
  • 10 gram protein
  • 3,73 gram asam lemak tak jenuh
  • 38,6 mg kolesterol

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa daging kambing mengandung protein yang tinggi. Namun, di sisi lain daging kambing juga mengandung lemak dan asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Kandungan kolesterol dalam kambing juga tidak bisa disepelekan.

Manfaat Ibu Menyusui Makan Daging Kambing

Seperti yang dijelaskan bahwa daging kambing merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Bagi ibu menyusui, protein ini akan berguna mempercepat penyembuhan luka. Apalagi ibu menyusui akan rentan mengalami puting lecet akibat menyusui atau pun mengalami luka pasca melahirkan.

Menurut riset, protein dari daging kambing dapat membantu mempercepat penyembuhan jaringan tubuh yang rusak. Protein juga membantu tubuh menghasilkan kolagen yang juga berfungsi mempercepat proses penyembuhan luka.

Selain itu, kandungan protein yang kaya pada daging kambing juga dapat menambah asupan protein dalam ASI. Sebab, ternyata komposisi utama ASI adalah protein, yakni sekitar 0,9 hingga 1,2 gram/dL.

Protein yang terkandung dalam ASI dapat menambah massa otot dan berat badan bayi. Seiring bertambahnya massa otot bayi, maka massa tubuh abyi juga akan turut naik. Dengan begitu, tumbuh kembang bayi juga akan menjadi optimal.

Efek Makan Kambing bagi Ibu Menyusui

Ibu menyusu makan daging kambing yang berlebihan jelas tidak disarankan karena dapat merugikan kesehatan. Selain mengandung protein, daging kambing juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup banyak juga. Jika ibu menyusui mengonsumsi lemak jenuh dan kolesterol yang banyak, maka bisa berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah.

Jika makan daging kambing berlebihan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, tentu akan berisiko menyebabkan stroke hingga penyakit jantung pada ibu menyusui. Selain itu, makan daging kambing secara berlebihan juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami kenaikan berat badan berlebihan atau obesitas. Sebab, daging kambing mengandung tinggi lemak yang sebaiknya dihindari untuk konsumsi berlebihan.

Bayangkan saja, dalam satu iris daging kambing mengandung 7,59 gram lemak. Dimana dalam setiap gram lemak tersebut mengandung 9 kkal energi. Bahkan angka ini dua kali lebih besar dibanding jumlah kalori di dalam karbohidrat dan protein. Jika asupan kalori yang masuk ke tubuh terlalu besar dibanding pembakaran kalori, maka yang terjadi berat badan akan meningkat. 

Tidak hanya itu saja, mengonsumsi daging kambing dalam porsi yang berlebihan juga menambah kadar garam dalam tubuh. Dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi.

Barengi Konsumsi Daging Kambing dengan Sayur

Ibu menyusui makan daging kambing boleh saja asal mengikuti panduan yang tepat. Salah satunya bisa dengan menambah sayuran dan asupan serat lainnya. Ibu menyusui juga bisa menambahkan acar sebagai pendamping daging kambing yang akan dikonsumsi.

Selain itu, bisa juga dengan memerhatikan cara pengolahannya agar lebih sehat. Daging kambing misalnya diolah menjadi sup kambing. Cara pengolahan ini tidak menggunakan santan yang mengandung banyak lemak. Sup juga akan menambah berbagai jenis sayur-sayuran sehingga menjadikannya lebih sehat.

Namun, perlu diingat untuk tidak menambahkan garam terlalu banyak pada makanan olahan daging  kambing agar tidak meningkatkan risiko hipertensi.

bayi & menyusui

Inilah Manfaat Asam Folat Untuk Ibu Menyusui

Setelah menjalani masa kehamilan, wanita memasuki tahap menyusui. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan selama menjalani masa menyusui, salah satunya termasuk mengkonsumsi makanan tertentu. Ada berbagai kandungan yang bermanfaat bagi ibu menyusui untuk menjaga kondisinya dan bayi mereka, salah satunya termasuk asam folat. Asam folat untuk ibu menyusui memiliki peran yang sama ketika mereka menjalani masa kehamilan.

Pemahaman Tentang Asam Folat

Asam folat juga disebut sebagai vitamin B9 dimana kandungan tersebut mampu memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan ibu menyusui dan bayi mereka.

Jika Anda merupakan seorang ibu yang menjalani tahap menyusui, Anda perlu pahami bahwa khasiat tubuh akan lebih optimal jika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat setiap hari. Kebutuhan asam folat yang direkomendasikan adalah 500 mcg per hari.

Jika asupan makanan berkualitas dan mencukupi, Anda dan bayi Anda akan mendapatkan kebutuhan nutrisi yang baik sehari-hari.

Asam Folat Untuk Ibu Menyusui

Berikut adalah manfaat asam folat untuk ibu menyusui:

  1. Membuat sel-sel baru

Asam folat memiliki kegunaan dalam membuat DNA yang dapat mendukung pertumbuhan sel manusia. Tidak hanya itu, asam folat juga dapat memperbaiki sistem saraf yang rusak. Oleh karena itu, asam folat memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan regenerasi sistem saraf pusat.

  1. Menjaga suasana hati

Setelah melakukan persalinan, banyak ibu yang mengalami depresi. Hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk mengatasi masalah seperti ini, ibu menyusui dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, karena kandungan tersebut juga dapat memperbaiki suasana hati (mood).

Kebutuhan asam folat yang tidak mencukupi dapat meningkatkan risiko depresi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat dapat meningkatkan 3 zat, antara lain dopamin, norepinefrin, dan serotonin. Depresi terjadi karena ibu menyusui mengalami kekurangan zat-zat tersebut.

  1. Mengatasi anemia

Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat memiliki kegunaan dalam pembentukan dan regenerasi sel darah merah. Pembentukan sel darah merah membutuhkan asam folat. Jika asupan asam folat berkurang, maka produksi sel darah merah tidak berjalan dengan baik sehingga tubuh ibu menyusui berisiko terhadap anemia.

  1. Mengurangi risiko penyakit jantung

Asam folat diklaim dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Penyakit jantung terjadi karena seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asam folat mampu menurunkan tekanan darah dengan baik. Tidak hanya itu, penelitian lain menyatakan bahwa asam folat mampu mengatur kontraksi dan relaksasi pembuluh darah dan enzim pembeku darah supaya berada di tingkat yang normal.

Asam Folat Untuk Bayi

Ketika bayi berusia di antara 0 hingga 5 bulan, asam folat didapatkan bayi melalui ASI (air susu ibu). Ketika bayi berusia di antara 6 bulan hingga 3 tahun, asam folat diperoleh melalui MPASI (makanan pendamping ASI). Asam folat yang direkomendasikan kepada bayi adalah 80 hingga 160 mcg.

Berikut adalah manfaat asam folat untuk bayi:

  1. Membantu perkembangan saraf

Asam folat dapat membantu perkembangan saraf bayi sehingga hal tersebut dapat mencegah cacat tabung saraf pada bayi.

  1. Membantu perkembangan otak

Asam folat dapat membantu perkembangan otak bayi seperti daya ingat dan kemampuan kognitifnya.

  1. Membantu pertumbuhan

Asam folat juga memiliki peran dalam pertumbuhan bayi supaya bayi dapat tumbuh dengan optimal.

Makanan Yang Mengandung Asam Folat

Ada berbagai makanan yang mengandung asam folat. Contohnya adalah telur, asparagus, brokoli, pisang, dan pepaya.

Kesimpulan

Asam folat untuk ibu menyusui dan bayi dapat membantu menjaga kondisi tubuh mereka. Hal tersebut juga dapat mengurangi risiko penyakit seperti penyakit jantung pada ibu menyusui. Oleh karena itu, Anda dan bayi Anda sebaiknya konsumsi asam folat secara rutin selama menjalani tahap menyusui.

bayi & menyusui

Pentingkah Buku Kesehatan Ibu dan Anak? Ternyata Ini Manfaatnya

Buku kesehatan ibu dan anak atau buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini jika Anda gangguan atau masalah pada kesehatan ibu dan anak. Selain itu, buku ini dijadikan alat komunikasi untuk penyuluhan berbagai informasi kesehatan penting terkait ibu dan anak. Mulai dari, pelayanan kesehatan, gizi anak dan ibu, imunisasi serta tumbuh kembang anak. 

Begitu banyaknya manfaat buku KIA ini tentu menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang tua, terlebih bagi ibu yang sedang hamil atau baru saja melahirkan. Lalu apa lagi manfaat lain dari buku ini. Berikut penjelasan tentang buku ibu dan anak ini. 

Tentang Buku kesehatan ibu dan anak

Per tahun 2020 ini, ada perbaharuan tentang buku kesehatan ibu dan anak ini yang merupakan satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan dan selama nifas, hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun, ermasuk pelayanan KB, imunisasi, gizi dan tumbuh kembang anak. 

Buku KIA dapat Anda peroleh pada Puskesmas pembantu, rumah sakit, tempat praktik bidan, dokter, dokter spesialis obstetric dan ginekologi, atau dokter spesialis anak di pusat pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta. 

Manfaat buku KIA

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, buku KIA juga memiliki berbagai manfaat bagi ibu dan anak. Meliputi:

  • Digunakan saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan melakukan persalinan dengan bantuan tenaga medis kesehatan di fasilitas kesehatan. 
  • Sebagai monitor kehamilan ibu
  • Informasi dan materi tentang gizi dan kesehatan ibu dan anak
  • Pencatatan dan monitoring keluarga serta masyarakat
  • Mengintegrasi surat keterangan lahir untuk mempermudah mendapatkan akta
  • Buku pegangan pendamping Program Keluarga Harapan
  • Media pemantau pertumbuhan dan perkembangan anak di PAUD
  • Bina keluarga balita 

Tidak hanya itu, buku KIA juga dimanfaatkan oleh petugas dalam melaksanakan pemeriksaan ibu dan anak serta mengurangi dan mencegah ibu hamil mengalami anemia, berat badan lahir rendah, angka kematian ibu dan bai serta mencegah terjadinya balita kurang gizi. 

Sasaran penggunaka buku KIA sendiri terdiri dari semua ibu hamil, untuk selanjutnya digunakan oleh anak hingga berusia 5 tahun. Jadi, setiap kali anak datang ke fasilitas kesehatan, baik itu bidan, dokter atau rumah sakit, terdapat berbagai keterangan riwayat kesehatan anak tersebut dari mulai kehamilan hingga sekarang. 

Jadi, buku KIA harus selalau dibawa agar semua keterangan tentang eksehatan anak dan ibu yang tercatat pada buku KIA diketahui oleh tenaga medis yang akan menangani dan menambahkan catatan baru. 

Tujuan buku KIA

Salah satu tujuan dari buku kesehatan ibu dan anak ini adalah untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Pasalnya, dalam keluarga ibu dan anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, mulai dari cacat lahir hingga kematian. 

Oleh karena itulah buku kesehatan ibu dan anak ini dibuat. Supaya tidak adanya lagi ibu dan anak yang mengalami masalah kesehatan, baik selama hamil maupun saat tumbuh kembang si kecil. Buku ini pun merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui penggunaan buku tersebut. 

Jadi, banyak sekali informasi yang ada di dalam buku kesehatan ibu dan anak ini. Oleh karena sangat pentingnya buku ini bagi ibu dan anak, maka ada baiknya untuk selalu membawa buku ini setiap kali ibu dan anak mengujungi fasilitas kesehatan, baik itu rumah sakit, klinik, puskesmas ataupun bidan.

bayi & menyusui

Catat! Ini Dia Aksesoris Ibu Menyusui yang Wajib Dimiliki

Aksesoris ibu menyusui bukanlah untuk pajangan atau hiasan, selayaknya istilah aksesoris yang kita tahu selama ini. Aksesoris ibu menyusui ini dapat menunjang kegiatan menyusui dan memperlancar proses laktasi. 

Selama periode menyusui ini, ibu menyusui tidak jarang menemui berbagai hambatan, seperti kesulitan memproduksi ASI hingga tantangan untuk tetap memompa ASI selama di kantor dan menyusui di tempat umum. Ibu perlu tahu bahwa terdapat kelas menyusui yang tersedia di rumah sakit atau di lingkungan sekitar maupun komunitas ibu menyusui. Dengan begitu, ibu akan mendapatkan bekal ilmu dan keterampilan agar proses menyusui menjadi lebih lancar.

Aksesoris ibu menyusui didesain serupa dengan tujuan ini, yaitu untuk membantu ibu menyusui tetap merasa nyaman untuk memberikan ASI eksklusif untuk buah hati. Beberapa contoh aksesoris ibu menyusui yang paling banyak dibeli, yaitu pompa ASI, wadah penyimpanan ASI, hingga breast pad. Selain ketiga contoh tersebut, aksesoris ibu menyusui apa saja yang perlu dimiliki? 

  • Breast pad

Salah satu aksesoris ibu menyusui yang perlu dipertimbangkan untuk dimiliki, yaitu breast pad. Perlengkapan menyusui yang satu ini bertujuan untuk mencegah ASI menetes dan merembes ke pakaian ibu. Pasalnya, di awal proses menyusui, tubuh ibu akan memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. 

Dalam situasi tertentu, seperti ketika sedang bekerja, ke luar rumah untuk waktu yang lama, berhubungan intim, dan tidur di malam hari, ibu menyusui membutuhkan breast pad ini untuk menutup keluarnya ASI yang berlebih.

  • Nursing cover

Dikenal dengan nursing cover, kain yang biasanya digunakan untuk menutup ibu ketika menyusui di tempat umum ini perlu untuk dimiliki. Dengan begitu, ibu menyusui akan mendapatkan privasi dan kenyamanan. 

Sebagai alternatif, ibu menyusui juga dapat menggunakan kain lain, seperti selimut bayi maupun scarf. Meskipun begitu, fungsi dan desain nursing cover yang dilengkapi dengan tali yang dapat dikalungkan ke leher secara mudah, akan sangat membantu ibu untuk menyusui buah hati dengan mudah dan nyaman.

  • Pompa ASI

Aksesoris ibu menyusui yang satu ini dapat dibilang cukup penting. Manfaat yang akan didapatkan ibu, antara lain dapat mengurangi pembengkakan payudara, mengatasi produksi ASI yang berlebih, hingga menstimulasi produksi ASI. Selain itu, pompa ASI juga akan sangat berguna bagi ibu yang bekerja, karena dapat membuat cadangan ASI untuk sewaktu-waktu digunakan ketika sedang berada di luar rumah.

  • Cooler bag dan ice gel

Biasanya, ibu akan membeli cooler bag dan ice gel bersamaan dengan membeli pompa ASI untuk memenuhi perlengkapan atau aksesoris ibu menyusui. Cooler bag ini berguna sebagai tas penyimpanan botol atau kantong ASI selama ibu berada di rumah luar. Aksesoris ini dilengkapi dengan lapisan insulasi yang bermanfaat menjaga suhu ASI agar tetap dingin. Sebagai tambahan, ice gel tadi dapat ditaruh di dalam cooler bag.

  • Nipple cream

Puting ibu menyusui rawan mengalami luka akibat beberapa faktor, seperti mastitis, dermatitis, atopik, hingga penggunaan pompa ASI yang tidak tepat. Selain itu, nipple cream juga berguna untuk melembapkan dan mengatasi kulit kering di sekitar puting. 

Jika Anda sedang mencari aksesoris ibu menyusui, silakan cek di SehatQ.com untuk mendapat produk terbaik dengan harga terjangkau.

bayi & menyusui

Tips Memilih dan Manfaat Susu Formula Balita

Setiap orang ingin melakukan berbagai cara agar tetap sehat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi susu setiap hari. Mengkonsumsi susu akan memberikan manfaat bagi tubuh. Susu dapat dikonsumsi oleh siapa saja, namun sebagian susu harus bergantung pada usia. Salah satu susu yang bergantung pada usia adalah susu formula balita.

Pentingnya Mengkonsumsi Susu Bagi Balita

Susu formula balita merupakan salah satu susu yang bermanfaat bagi balita agar dapat membantu pertumbuhan. Susu formula balita dapat dikonsumsi anak-anak yang berusia di antara 1 hingga 6 tahun. Walaupun anak-anak yang memasuki tahap ini sudah bisa makan seperti orang dewasa, anak-anak masih membutuhkan asupan gizi tambahan, khususnya yang berasal dari susu.

Mengkonsumsi susu tidak hanya memberikan nutrisi, namun juga dapat membantu pertumbuhan si kecil. Tidak hanya itu, susu juga mengandung berbagai sumber yang bermanfaat berupa karbohidrat, kalsium, lemak, dan protein.

Manfaat Susu Bagi Balita

Jika balita mengkonsumsi susu, berikut adalah manfaat yang diperoleh:

  • Kaya akan kalsium

Salah satu manfaat yang diperoleh, jika balita mengkonsumsi susu, adalah mampu menjaga kesehatan tulang. Tulang mereka akan terjaga karena kandungan kalsium yang ada pada susu sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari. Tidak hanya itu, kalsium juga dapat membantu pertumbuhan gigi balita.

  • Sumber vitamin dan mineral

Manfaat lain dari susu adalah membuat anak merasa sehat dan kuat karena merupakan sumber vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang ada pada susu tidak hanya membantu pertumbuhan, namun juga mampu menjaga kondisi mata anak.

  • Mengatasi dehidrasi

Anak-anak yang mengkonsumsi susu setiap hari akan mencegah dehidrasi, khususnya setelah mereka melakukan aktivitas fisik, susu dapat membantu mereka agar tetap aktif.

Pilihan Susu Formula Balita

Jika Anda ingin mendukung perkembangan anak, namun merasa bingung untuk memilih susu seperti apa, berikut adalah pilihan susu yang dapat Anda pertimbangkan:

  • Morinaga Chil Kid Platinum

Morinaga Chil Kid Platinum adalah salah susu formula balita yang dapat dikonsumsi anak berusia antara 1 hingga 3 tahun. Susu ini dapat memenuhi kebutuhan balita karena mengandung berbagai nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Morinaga Chil Kid Platinum dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 85.000,00 dan tersedia dalam kemasan kaleng dan box sebanyak 400 gram. 

  • Nutricia Bebelac 3

Nutricia Bebelac 3 adalah susu formula balita yang dapat dikonsumsi anak berusia 1 hingga 3 tahun. Susu ini dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak karena mengandung berbagai sumber yang bermanfaat seperti vitamin, kalsium, dan zat besi. Nutricia Bebelac 3 dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 65.000,00 dan tersedia dalam kemasan box sebanyak 400 gram.

  • Nutricia Bebelac 4

Nutricia Bebelac 4 adalah susu formula balita yang dapat dikonsumsi anak berusia 3 hingga 6 tahun. Susu ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak karena mengandung berbagai sumber yang bermanfaat seperti vitamin, kalsium, dan zat besi. Nutricia Bebelac 4 dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 135.000,00 dan tersedia dalam kemasan kaleng dan box sebanyak 800 gram.

  • SGM Eksplor 1+

SGM Eksplor 1+ adalah susu formula balita yang dapat dikonsumsi anak berusia 1 hingga 3 tahun. Susu ini dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak karena mengandung sumber yang bermanfaat seperti kalsium dan vitamin. SGM Eksplor 1+ dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 15.000,00 dan tersedia dalam kemasan box sebanyak 150 gram.

  • SGM Eksplor 3+

SGM Eksplor 3+ adalah susu formula balita yang dapat dikonsumsi anak berusia 3 hingga 5 tahun. Susu ini dapat melengkapi nutrisi penting pada anak karena mengandung sumber yang bermanfaat seperti kalsium dan vitamin. SGM Eksplor 3+ dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 85.000,00 dan tersedia dalam kemasan box sebanyak 900 gram.

Kesimpulan

Susu formula balita dapat dikonsumsi anak-anak berusia di antara 1 hingga 6 tahun untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Walaupun tersedia dalam berbagai pilihan, anak-anak juga sebaiknya mengkonsumsi susu setiap hari dalam jumlah yang cukup.

bayi & menyusui

Fakta Kadar Bilirubin Normal pada Bayi

Ketika bayi baru lahir, dokter pasti akan memeriksa kadar bilirubin normal pada anak tersebut. Pemeriksaaan pasca kelahiran ini menjadi amat penting guna memastikan bayi yang baru lahir tidak mengalami masalah dalam kesehatannya.

Kadar bilirubin merupakan pigmen kuning yang umum ada di darah dan tinja manusia. Kadar bilirubin normal pada bayi diharapkan selalu berada di bawah 5 miligram per desiliter. Jika lebih dari itu, artinya anak tersebut sedang mengalami gangguan kesehatan dan mesti segera mendapatkan perawatan intensif.

Pemeriksaan kadar bilirubin pada bayi akan terus diperiksa oleh tim dokter hingga beberapa waktu kelahiran. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai bilirubin pada bayi yang menjadi amat krusial sehingga terus dipantau.

  1. Bisa Terus Naik

Ada alasan khusus mengapa kadar bilirubin pada bayi terus dipantau, namun orang dewasa tidak. Ini karena kadar bilirubin normal pada orang dewasa cenderung sudah stabil. Sementara pada bayi, kadar bilirubin akan terus mengalami kenaikan pada 1—2 minggu pertama dari waktu kelahirannya. Pemantauan dilakukan agar bayi tidak mengalami kadar bilirubin berlebihan yang bisa menganggu fungsi organ tubuhnya.

  • Alami Sakit Kuning

Tahu tidak alasan mengapa anak bayi sering mengalami sakit kuning? Alasannya tidak lain karena ada masalah terkait kadar bilirubin normalnya. Bayi yang mengalami sakit kuning atau dikenal dengan istilah jaundince memiliki kadar bilirubin yang terlalu tinggi. Sakit kuning pada bayi sangat mudah terlihat karena menunjukkan gejala kulit dan bagian putih mata yang menjadi berwarna kekuningan. Jaudince pada bayi bisa menandakan adanya gangguan pada fungsi organ tubuhnya, khususnya pada hati, sehingga mesti segera ditangani.

  • Bergantung Hari

Kadar bilirubin normal pada bayi baru lahir ditetapkan mesti berada di bawah 5 miligram per desiliter. Namun, nilai tersebut hanya berlaku untuk hari pertama ia dilahirkan. Pasalnya, ada kecenderungan kadar bilirubin bayi terus mengalami kenaikan. Karena itu, dokter membuat ketentuan toleransi batas kadar bilirubin normal pada bayi bergantung hari. Pada bayi 1—2 hari, toleransi kadar bilirubin bayi tidka boleh melebihi 15 miligram per desiliter. Lalu pada usia 2—3 hari, kadar bilirubin normal tidak boleh melebihi 18 miligram per desiliter. Lewat 3, hari, toleransi kadar bilirubin normal pada bayi tidak boleh lebih dari 20 miligram per desiliter.

  • Faktor ketika Lahir

Kadar bilirubin yang tidak normal pada bayi tidak terjadi begitu saja. Umumnya, ada beberapa faktor risiko yang membuat bayi baru lahir mengalami kadar bilirubin tinggi. Sulitnya proses persalinan sehingga membuat sang bayi mengalami trauma menjadi salah satu penyebab tingginya kadar bilirubin. Selain itu, adanya perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi serta kelahiran prematur juga menjadi pemicu naiknya kadar bilirubin ke luar batas ambang toleransi.

  • Terapi ASI

Ketika kadar bilirubin pada bayi didapati dalma kondisi di atas batas toleransi, dokter akan segera meminta anak tersebut untuk melakukan perawatan. Terapi sinar serta terapi imunogloubin intravena kerap menjadi pilihan perawatan untuk bisa mengembalikan bayi ke kadar bilirubin normal. Namun selain perawatan medis di rumah sakit, upaya menurunkan kadar bilirubin bayi juga bisa dilakukan dengan terapi air susu ibu (ASI). Memastikan bayi cukup terhidrasi dengan ASI bisa mengurangi tingkat kadar bilirubin. Menjemur bayi di waktu pago hari juga merupakan upaya yang bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan medis.

Menjaga kadar bilirubin normal pada bayi amat penting guna memastikan kesehatan buah hati ke depannya. Mengetahui berbagai fakta mengenai kadar bilirubin pun menjadi tidak kalah pentingnya agar ketika tim medis memberikan situasi yang terjadi, Anda sebagai orangtua bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dengan rasa panik yang minim.