Cara Penggunaan dan Dosis Obat Avesco

jangan konsumsi avesco pada kondisi:

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti hipersensitif, penyakit hati yang aktif, serta peningkatan nilai fungsi hati yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya.

jangan konsumsi avesco bersamaan dengan:

  • Amlodipine
  • Antasida
  • Antipyrine
  • Asam Fusidat Sistemik
  • Azithromycin
  • Ciclosporin
  • Cimetidine
  • Colestipol
  • Digoxin
  • Eritromisin
  • Glecaprevir / Pibrentasvir
  • Itrakonazol
  • Ketokonazol
  • Klaritromisin
  • Kontrasepsi oral
  • Obat antihipertensi
  • Telaprevir
  • Terfenadine
  • Tripanavir/Ritonavir
  • Warfarin

Perhatian Khusus

Pasien diabetes melitus, hipotiroid, riwayat stroke yang baru terjadi, kehamilan dan menyusui, serta pasien yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, pasien yang memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal, pasien anak, rabdomiolisis.

Penyakit hati yang aktif, peningkatan nilai fungsi hati yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, hipersensitif, kehamilan, dan menyusui, 

PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dosis awal: 10 mg 1xsehari. Kisaran dosis: 10-80 mg 1xsehari. Hiperkolesterolemia primer & hiperlipidemia kombinasi atau campuran: 10 mg/hari selama 2 minggu & hingga 4 minggu untuk memperoleh respon maksimal. Hiperkolesterolemia familial homozigot: 80 mg. Hiperkolesterolemia familial heterozigot anak usia 10-17 tahun: 10 mg/hari, maksimal 20 mg/hari. Penyesuaian dosis sebaiknya dilakukan dengan selang waktu (interval) ?4 minggu.

Aturan Pakai

Diminum sebelum atau sesudah makan

Kontra Indikasi

Hipersensitif, hamil, pasien yang mempunyai masalah pada organ hati seperti : kolestasis, ensefalopati, hepatitis, dan penyakit kuning.

Perhatian

HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Lakukan tes fungsi hati sebelum memulai terapi, 12 minggu sesudahnya, selama evaluasi dosis, dan selanjutnya secara periodik. Pasien dengan mialgia difusa, perlunakan atau kelemahan otot. Laporkan segera jika terjadi gejala nyeri, perlunakan atau kelemahan otot, terutama yang disertai dengan demam. Hentikan penggunaan jika terjadi peningkatan CPK yang jelas, didiagnosis atau diduga miopati, atau memiliki faktor risiko mengalami kegagalan ginjal sekunder akibat rabdomiolisis.

Dosis dan Cara Penggunaan Avesco

Avesco termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter. Dosis penggunaan Avesco secara umum:

  • Dewasa: sebagai dosis awal diberikan dosis 10-20 mg sekali sehari, dosis dapat di sesuaikan dengan jarak waktu 4 minggu. Dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg sekali sehari. Maksimal dosis: 80 mg perhari.
  • Anak-anak usia 10-17 tahun: diberikan dosis 10 mg, diminum sekali sehari. Dosis dapat ditingkatan dengan jarak waktu 4 minggu maksimal 20 mg perhari. Atau sesuai petunjuk Dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Penyakit hati aktif.
  • Hamil dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan dengan siklosporin, asam fusidic, telaprevir, glecaprevir/pibrentasvir dan kombinasi tipranavir/ritonavir.

Interaksi Obat

  • Obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, erythromycin, clarithromycin, telitromisin.
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti fluconazole, siklosporin, verapamil, diltiazem.
  • Gemfibrozil dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis.
  • Colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, sakuinavir , ritonavir, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) dapat meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis.
  • Vitamin D menurunkan kadar dan konsentrasi metabolit aktifnya, namun keduanya secara sinergis mengurangi kadar LDL dan konsentrasi kolesterol total.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Avesco ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: dosis awal: 10 atau 20 mg satu kali sehari; dosis awal untuk pasien yang perlu menurunkan kolesterol LDL lebih dari 45%: 40 mg satu kali sehari.

Dosis pemeliharaan: 10 mg sampai 80 mg sekali sehari

Anak: Untuk kasus hiperkolesterolemia familial: 10-17 tahun 10 mg satu kali sehari.

Max: 20 mg sekali sehari. Penyesuaian dosis dilakukan dalam interval waktu 4 minggu atau lebih.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Hindari mengonsumsi jus grapefruit dalam jumlah yang berlebihan (>1L/hari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *