Cara Menggunakan Kapas Pembalut untuk Hentikan Pendarahan dan Mengobati Luka

kapas-pembalut

Kapas pembalut merupakan kapas steril yang biasa digunakan untuk membersihkan dan menutupi luka agar tidak terinfeksi. Kapas pembalut berbeda dengan kapas wajah, karena kapas jenis ini memiliki serat yang lebih panjang sehingga tidak mudah robek. Kapas pembalut Medikasa, misalnya, juga tidak mengandung zat pemutih dan memiliki tekstur yang lembut sehingga aman digunakan pada kulit sensitif. 

Meski umum digunakan untuk mengobati luka, ternyata masih banyak yang salah menggunakan kapas pembalut. Akibatnya, proses penyembuhan pada luka terbuka cenderung lambat dan lama mengering. 

Lalu bagaimana cara menggunakan kapas pembalut dengan benar? Simak artikelnya berikut ini. 

Apakah Kapas Pembalut Sama dengan Kain Kasa?

Kapas pembalut dan kain kasa merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk mengobati luka. Karena sering digunakan secara berbarengan dan fungsi yang mirip, beberapa orang mungkin tidak bisa membedakan antara keduanya. 

Kapas pembalut terbuat dari 100% kapas alami, sedangkan kain kasa steril atau perban adalah kain medis tipis yang terbuat dari katun. Kain kasa biasanya memiliki bentuk seperti jaring kota-kotak namun lebih rapat, sementara kapas lebih padat dan agak tebal. 

Dalam dunia medis, pembalut kapas digunakan untuk menutupi luka kemudian dibalut dengan kain kasa dan plester agar balutannya semakin kuat. Hal ini berfungsi untuk membantu proses penyembuhan dan meminimalisir risiko luka terinfeksi. 

Kasa Pembalut Bisa Menyembuhkan, Tapi Juga Bisa Menyakitkan

Penggunaan pembalut kasa telah menjadi perawatan standar luka untuk banyak luka terbuka. Tapi selama proses perawatan, masih banyak orang yang salah menggunakan kasa pembalut. 

Saat penggantian perban, serat-serat kapas mungkin menempel di dasar luka. Saat kapas atau kain kasa ditarik dari area luka, kapas akan menarik jaringan yang menempel selama proses pengeringan sehingga menyebabkan rasa sakit ketika ditaik. Akibatnya jaringan sehat yang baru terbentuk menjadi rusak dan luka cenderung lebih lama sembuh. 

Berikut ini cara menggunakan kapas pembalut untuk menghentikan pendarahan dan mengobati luka dengan benar:

  1. Untuk menghentikan pendarahan

Pendarahan ringan pada luka bisa dihentikan dengan menutup luka menggunakan kapas pembalut atau kain kasa. Pertama-tama, bersihkan luka dengan mengelap luka secara lembut menggunakan kapas atau kain kasa yang sudah direndam disinfektan. Hal ini bertujuan menghilangkan kotoran dan membunuh bakteri. 

Tahan luka sebentar, dan setelah luka berhenti berdarah oleskan dengan salep luka di atasnya. Tutup luka dengan kapas pembalut lalu balut dengan kain kasa dan plester luka. 

  1. Untuk merawat luka  

Terdapat kepercayaan bahwa luka harus kering agar bisa sembuh lebih cepat. Padahal kenyataannya kondisi terbaik adalah kondisi lembab, yaitu tidak kering dan tidak basah. Pada kondisi ini jaringan baru bisa bertumbuh dan luka menutup dengan cepat. 

Penggunaan kapas pembalut tidak disarankan untuk luka yang masih basah karena kapas bisa membuat luka terlalu kering. Serat-serat kapas juga bisa menempel pada luka dan memicu infeksi. 

Untuk merawat luka yang basah, sebaiknya gunakan foam dressing yang lebih efektif menyerap cairan, membuat kulit lembab, serta mencegah masuknya bakteri ke dalam luka. Kapas pembalut dan kasa bisa digunakan ketika luka mulai mengering atau untuk perawatan luka tingkat lanjut. 

Catatan

Kapas pembalut, kain kasa, plester, dan disinfektan adalah peralatan medis yang wajib ada di kotak P3K. Dalam memilih kapas pembalut, pilihlah yang terbuat dari 100% kapas asli dan tidak mengandung zat pemutih maupun pewangi sehingga lebih steril dan aman untuk perawatan luka terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *