Cara Membimbing Gaya Belajar Anak dengan Tipe Visual

Gaya belajar anak pada umumnya berbeda-beda

Gaya belajar adalah suatu metode yang digunakan seseorang agar dapat mengetahui dan mendapatkan informasi. Tidak semua orang dapat belajar dengan gaya belajar yang sama, termasuk anak Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui gaya belajar anak Anda serta bagaimana cara membimbingnya.

Jika anak Anda merupakan seorang pembelajar visual, maka Anda mungkin memperhatikan bahwa ia sering melakukan pengamatan yang tajam. Anak Anda mungkin akan memperhatikan bibir Anda bergerak saat Anda sedang berbicara, atau memperhatikan apa yang Anda lakukan saat Anda sedang mendemonstrasikan sesuatu. Hal itu karena pembelajar visual lebih mengandalkan indera penglihatannya untuk menerima informasi, memahami, dan mengingatnya dengan baik.

Untuk Anda yang ingin membimbing gaya belajar anak tipe visual, Anda bisa menyimak tipsnya berikut ini.

1. Belajar Matematika

Anak-anak dengan metode gaya belajar visual lebih unggul dalam belajar matematika jika setiap masalah dijelaskan dengan bantuan penggambaran 3D. Anda bisa mengajarkan anak untuk belajar menggunakan bantuan sketsa, balok, lego, kubus, uang monopoli, dan dadu untuk membantu belajar matematika. Anak juga bisa diarahkan untuk menggunakan warna saat menulis atau mencatat agar materi pelajaran lebih mudah dimengerti.

2. Visualisasi Cerita

Saat anak membaca cerita, berilah mereka waktu untuk memvisualisasikan adegan yang ada di dalam cerita sesuai dengan pemahaman mereka lalu buat mereka membayangkan situasinya sehingga mereka dapat mengingat adegan itu dengan jelas saat menulis. Anda juga bisa meminta anak untuk menjelaskan kembali cerita tersebut dengan banyak gerakan tangan animasi dan Anda akan tahu apakah anak sudah paham dengan cara yang benar atau belum.

3. Belajar dengan Ilustrasi

Ada banyak pelajaran yang bisa dipahami menggunakan ilustrasi, contohnya seperti pelajaran biologi. Anda juga bisa memanfaatkan perangkat lunak atau software untuk membantu membuat visual jika tidak mungkin secara fisik.

4. Belajar dengan Menggambar

Ajak anak Anda untuk menggambar kata dan huruf sehingga mereka dapat mengingatnya lebih lama. Anda bisa mengajaknya juga untuk membuat model huruf dan abjad dari tanah liat atau apapun yang dapat dicetak menjadi bentuk yang Anda inginkan. Hal ini juga sangat berguna bagi anak-anak yang mengalami disleksia dan memiliki masalah untuk menuliskan apa yang mereka inginkan. Metode ini juga akan menyederhanakan proses belajar bagi anak dengan gaya belajar visual.

5. Biarkan Anak Membuat Jurnal

Anda bisa membiarkan anak untuk membuat jurnal di mana mereka bisa menyimpan atau mencatat apa yang dipikirkan. Jurnal tersebut bisa berisi gambar, sketsa, potongan kertas, dan inspirasi lainnya yang dirasakan selama hari-hari sekolah. Setelah sekolah, Anda bisa membiarkan anak untuk menghabiskan waktu di internet untuk merevisi apa yang telah dipelajari di sekolah dengan bantuan gambar dan video.

6. Waktu Bermain Juga Termasuk Waktu Belajar

Anda bisa memberikan anak Anda buku-buku yang memiliki banyak gambar dan memainkan permainan seperti lego dan teka-teki yang dapat merangsang zona visual di dalam otaknya. Anda juga bisa mengajaknya untuk menonton film bersama atau pergi mengunjungi museum.

7. Ajari Anak untuk Memecah Data atau Informasi

Anak-anak yang memiliki gaya belajar secara visual sering merasa kewalahan saat mendapatkan banyak data atau informasi sekaligus. Dengan demikian, Anda bisa mengajarinya untuk memecah data atau informasi menjadi bentuk yang mudah dicerna sehingga membantu proses pembelajaran mereka menjadi lebih cepat. Anda bisa menyarankan anak-anak untuk memberikan jeda yang cukup antara topik yang berbeda, sekaligus memberi mereka waktu untuk mengaitkan topik yang sedang dibahas tersebut dengan apapun yang mereka visualisasikan dan dicatat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *