Ingin Jadi Orang Tua Angkat? Begini Proses dan Cara Adopsi Anak

Ingin Jadi Orang Tua Angkat? Begini Proses dan Cara Adopsi Anak

Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki anak adalah hal yang diinginkan. Namun, tidak semua pasangan diberikan rezeki berupa keturunan. Adopsi anak bisa jadi pilihan. Namun, sebelum Anda dan suami mencoba cara adopsi anak, perlu memahami beberapa pertimbangan dari pilihan ini.

Adopsi anak adalah pengangkatan anak orang lain menjadi anak sendiri. Tentu hak dan tanggung jawabnya mirip dengan orang tua kandungan bagi anak angkat yang diadopsi.

Beberapa Pertimbangan Sebelum Mengadopsi Anak

Nah, sebelum Anda dan pasangan memutuskan mengadopsi anak, ada beberapa pertimbangan yang sebaiknya dipikirkan dengan baik.

1. Pelajari semua hal seputar cara adopsi anak

Jadi, Anda perlu mempelajari dan mencari tahu semua informasi tentang cara adopsi anak dari berbagai referensi. 

Cari tahu pula soal proses hukumnya hingga prosedur yang perlu dijalani. Anda mungkin juga bisa bertemu dengan pasangan lain yang mengadopsi anak. Cobalah mengobrol dengan mereka dan menanyakan soal suka dukanya.

2. Temukan profesional terpercaya

Setelah itu, mintalah bantuan dari yayasan atau lembaga yang sudah terpercaya. Penting juga untuk mendapatkan bantuan pengacara agar proses legalisasi adopsi ini bisa lebih lancar.

3. Anda dan pasangan harus siap menjadi orang tua

Nah, jika memiliki keinginan mengadopsi anak, tentu Anda dan pasangan perlu menyiapkan diri menjadi orang tua. Tidak hanya siap secara mental, tapi juga fisik, finansial, hingga energi untuk merawat anak angkat nantinya. 

Penting untuk diingat lagi bahwa anak yang dibesarkan bukanlah anak kandung. Sehingga Anda perlu menemukan cara agar bisa membesarkannya dengan perhatian dan kasih sayang layaknya anak kandung.

Selain itu, kata ‘adopsi’ ini pasti akan terus jadi pembicaraan orang-orang sekitar Anda. Jadi perlu disiapkan mental untuk menghadapi situasi ini.

4. Cari tahu latar belakang calon anak

Latar belakang calon anak angkat juga perlu dikenali. Mulai dari latar belakang sosial, kesehatan, hingga emosional. 

Cari tahu juga apakah si calon anak masih memiliki orang tua kandungan atau wali, bagaimana hubungan mereka, dan cari tahu kehidupan anak sebelum Anda adopsi.

Dengan informasi ini, akan membantu Anda dan pasangan bisa lebih memahami anak dan bagaimana menghadapinya saat nanti sudah menjadi bagian dari keluarga Anda. Tentu proses adopsi harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari keluarga kandungan atau wali anak.

5. Bukan anak sempurna

Anda dan pasangan memang bisa memilih ingin mengadopsi anak seperti apa. Akan tetapi yang perlu diingat adalah, mengadopsi anak bukan untuk memuaskan keinginan Anda semata. Misalnya ingin fisik anak sempurna atau memiliki kepintaran di atas rata-rata.

Memang, kondisi ini ingin dimiliki oleh semua pasangan. Akan tetapi, jangan sampai kepentingan pribadi ini lebih utama dari kepentingan calon anak yang akan jadi keluarga Anda. 

Memutuskan adopsi anak artinya Anda dan pasangan harus bisa menahan ego serta menjalani peran sebagai orang tua dengan ikhlas.

Kenali Proses dan Cara Adopsi Anak

Agar mendapat legalitas dalam mengadopsi anak, sesuai dengan hukum di Indonesia, maka ada beberapa prosedur dan cara adopsi anak yang perlu dijalani.

Berikut tahapan lengkap mengadopsi anak di Indonesia.

  • Mengajukan surat permohonan ke lembaga terkait, dalam hal ini Dinas Sosial Provinsi atau Kementerian Sosial bagi pasangan WNI-WNA.
  • Jika surat permohonan sudah diterima, maka Dinsos atau Kemensos akan membentuk Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (Tippa).
  • Tippa inilah nanti yang akan mengirim Tim Pekerja Sosial ke rumah calon orang tua angkat. Gunanya adalah untuk mengecek kesiapan orang tua angkat. Biasanya berlangsung 2 kali dalam 6 bulan.
  • Kemudian Tim Pekerja Sosial menyampaikan hasil pengecekan ke tim Tippa. Lalu, Tippa akan minta kelengkapan berkas untuk syarat adopsi anak
  • Mensos akan memberikan rekomendasi jika semua syarat sudah terpenuhi. Rekomendasi in pun sesuai dengan pertimbangan perizinan pengangkatan anak oleh Tippa.
  • Lalu, terbitlah surat rekomendasi pengangkatan anak. Orang tua akan memiliki hak asuh sementara selama 6 bulan
  • Setelah 6 bulan menjalani hak asuh sementara dengan baik, maka bisa dilakukan pengangkatan yang disahkan oleh pengadilan.

Itulah beberapa pertimbangan hingga prosedur cara adopsi anak angkat yang perlu diketahui. Semoga informasi ini memberikan manfaat bagi Anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *