Bukan Karena Hamil, Ini Penyebab Wanita Sering Buang Air Kecil

Bukan Karena Hamil, Ini Penyebab Wanita Sering Buang Air Kecil

Frekuensi buang air kecil setiap orang berbeda-beda tergantung berapa banyak jumlah cairan yang mereka terima. 

Normalnya, seseorang akan buang air kecil sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Namun ada kondisi lain yang membuat seorang wanita jadi lebih sering pipis, misalnya kehamilan atau menopause. Mengonsumsi alkohol, kafein, atau makanan tertentu seperti jeruk atau tomat juga dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil dari biasanya.  

Wanita yang sering pipis juga bisa jadi mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

  1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah penyebab paling umum dari sering buang air kecil, baik pria maupun wanita. Ini terjadi ketika bakteri masuk ke kandung kemih melalui uretra. 

Meski begitu, wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena uretra wanita lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah dan cepat masuk dan menginfeksi saluran kemih. 

Diperkirakan sekitar 50 % – 60 % wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih. Sepertiga wanita akan mengalami ISK parah sebelum berusia 24 tahun hingga membutuhkan antibiotik. 

Selain buang air kecil terlalu sering, gejala lainnya meliputi:

  • Rasa panas saat buang air kecil
  • Warna urin berubah
  • Terus-menerus merasa ingin buang air kecil
  • Tekanan atau ketidaknyamanan di punggung atau sekitar panggul
  • Demam

Jika biasanya terlalu banyak meminum cairan menyebabkan Anda lebih sering pipis, justru salah satu faktor risiko ISK adalah tubuh tidak terhidrasi dengan baik.

  1. Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada miss V yang terjadi oleh beberapa sebab, salah satunya infeksi. Seiring dengan meningkatnya peradangan dan rasa sakit, vaginitis akan mempengaruhi proses berkemih sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil.

Gejala lain dari vaginitis meliputi:

  • Ketidaknyamanan pada alat kelamin
  • Terbakar atau gatal saat buang air kecil
  • Keputihan kental, berwarna abu-abu hingga hijau kekuningan, dan berbau tidak sedap atau berbusa
  1. Kandung kemih terlalu aktif

Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder / OAB) atau disebut juga dengan beser adalah istilah yang umum di Indonesia. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum sering buang air kecil pada wanita, khususnya yang lebih tua (meskipun bukan bagian dari penuaan).

Beberapa gejala umum beser meliputi:

  • Dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil, terkadang menyebabkan kebocoran
  • Nokturia, atau keinginan buang air kecil setidaknya dua kali atau lebih dalam semalam
  • Frekuensi kencing minimal 8 kali sehari

Selain wanita berusia lebih tua, mereka yang memiliki berat badan berlebih, kekurangan hormon estrogen, dan menderita penyakit yang mempengaruhi otot, saraf, dan jaringan seperti stroke atau multiple sclerosis (MS) seringkali mengalami beser.

  1. Sistitis interstisial

Sistitis interstisial (IC) terjadi ketika otot di dalam dan sekitar kandung kemih mengalami iritasi. Tidak diketahui penyebab pastinya, namun kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. 

Sistitis interstisial membuat Anda sering pipis namun sedikit-sedikit, dan terkadang membuat Anda merasa seperti harus buang air kecil lagi (buang air kecil tidak tuntas). Kondisi ini bisa disertai dengan sakit kronis atau tekanan di panggul dan daerah perut.

  1. Stres atau cemas

Sering buang air kecil terkadang merupakan respons terhadap perasaan khawatir atau gugup. Meski tidak begitu jelas hubungannya, dipercaya hal ini melibatkan pertarungan alami dalam tubuh atau reaksi menghindar dari stres. 

Agar frekuensi buang air kecil Anda kembali normal, coba cari cara untuk mengelola stres atau kecemasan yang efektif. Misalnya, mendengarkan musik, menonton film komedi, atau melakukan hobi yang Anda sukai.

Catatan

Jika Anda terlalu sering buang air kecil bahkan sampai mengganggu aktivitas harian Anda, lebih baik menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *